Genre: Action, Romantis, Fantasi, petualangan dan komedi.
Seorang pembunuh nomer satu dari devisi Wolf blood, Donz Ferliano, kembali ke kota dan menjadi murid yang paling kuat di sekolah laki-laki SMA Kuroshki!. Tidak hanya itu tujuan Donz Ferliano, ingin menemukan pembunuh, Ayahnya dan ingin membalaskan dendamnya.
Ayahnya terbunuh, dalam misinya oleh sekelompok Gangsters yang berada di Kota Osako Negara Jepang.
Apakah? Donz Ferliano akan berhasil menemukan pelaku pembunuhan ayahnya? Simak baik-baik ceritanya!!
Cerita orsinil bukan plagiat.
Novel ini terinspirasi dari Film Crows zero dan High and low.
Bantu Authour kalo ada kata yang tidak sesuai atau salah, tolong di koment ya.
Soalnya Authour buat Novel sambil kerja, masih mending tiap hari updet.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WiLz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 28.Menjemput Anisa.
Donz Ferliano pergi dari Sekolah Kuroshki, menuju rumah tante Amira berjalan kaki untuk mengambil motor, tak lama kemudian saat melewati SMA putri, Donz Ferliano melihat ada Naomi Akhira sedang duduk dekat pohon depan sekolah Yuhe.
Yuhe adalah sekolah SMA putri, sekolah itu tidak jauh dari sekolah SMA laki-laki Kuroshki, SMA Yuhe adalah sekolah elit tidak hanya itu murid/siswi disana semuanya bukan orang sembarangan.
Saat Donz Ferliano melihat Naomi Akhira, Donz Ferliano langsung berjalan menghampiri Noami Akhira yang sedang duduk bersama temannya tersebut.
Donz Ferliano berkata dalam hatinya.
Sepertinya itu Naomi bersama temannya, gimana kalo nanti malam aku aja jalan, kira kira dia mau gak ya! kalo gitu aku samperin aja lah.
•Depan Sekolah Yuhe•
"Hi Naomi." Donz Ferliano menyapanya.
Naomi Akhira melirik. " Ehh...Donz, kok ada kamu di sini." kata Naomi Akhira.
"Kebetulan cuma lewat sini, gak taunya aku melihat kamu sedang duduk sini bersama teman kamu." kata Donz Ferliano.
"Oh...begitu." kata Naomi Akhira yang tersipu malu.
"Naomi kali pergi dulu ya! lagian pacarmu kan datang, dahh." kata teman Naomi yang pergi meninggalkan Naomi Akihira bersama Donz Ferliano.
"Hei!! kalian mau keman?" kata Naomi Akhira.
"Mungkin mereka pergi, karna kedatangku, maaf ya!" kata Donz Ferliano.
"Enggak apa-apa kok Donz." kata Naomi Akhira.
"Ohiyah, nanti malam kamu mau gak, jalan sama aku maksudnya kita berdua makan makan gitu." kata Donz Ferliano.
"Emm, boleh tapi kamu jemput aku ya di rumah." kata Naomi Akihira.
"Siap! kalo begitu aku pergi dulu ya! Dah." kata Donz Ferliano berjalan pergi meninggalkan Naomi Akhira.
"Dah Donz." ucap Naomi Akhira.
Sementara itu Donz Ferliano sampai di rumah tante Amira, Donz Ferliano pun menuju kamar tante Amira untuk mengambil kunci motornya.
Setelah mengambil kunci motor, Donz Ferliano berlari menuju garasi yang di mana motornya berada saat ini, setelag menghidupkan motor, Donz Ferliano pergi dari rumah tante Amira menuju sekolahannya Anisa.
Sekolahan Anisa bernama Nindai tepatnya di pusat kota Osako, Anisa baru di sekolah oleh tante Amira. karna tante tidak memiliki anak akhirnya Anisa di anggap sebagai anaknya sendiri.
Tante Amira sangat sayang kepada Anisa. karna Anisa sangat mirip dengan tente Amira saat dia masih kecil.
Beberapa menit kemudian, Donz Ferliano sudah sampai di depan gerbang sekolahannya Anisa, Donz Ferliano turun dari motornya.
Sedangkan Anisa yang menunggu tantenya untuk di jemput di sekolah, Anisa malah di ganggu oleh anak laki-laki lain yang sama bersekolah di Nindai.
"Hey!! bukakah kau anak yang ada di jalanan, kenapa? kamu bisa bersekolah disini." tanya anak laki-laki tersebut.
"Aku di sekolahkan disini oleh tanteku." jawab Anisa yang merasa sedih karna di ejek oleh temannya.
"Lagian, sekolah ini enggak panta buat anak gembel sepertimu." kata anak laki-laki yang meledeknya.
"Iya ngapain kamu di sini, pergi!! sana kamu, kamu gak pantas sekolah disini." kata anak laki-laki ke 2 yang mendorong anisa dari belakang hingga jatuh.
"Aduhh...Sakit." kata Anisa yang terjatuh karna di dorang oleh anak laki-laki tersebut.
"Hahaha dasar anak gembel cuma di dorang sedikit saja jatuh, lemah sekali ya kan kawan." kata anak laki-laki tersebut.
"Dasar!! gembal, pergi sana jauh-jauh nanti kita semua ketularan gembel nanti." kata anak laki-laki ke 2 tersebut.
"Iya ayo pergi, kita tidak boleh dekat dengan dia." ucap 2 anak laki-laki itu yang sudah membully Anisa lalu pergi.
"Hiks Hiks Hiks." Anisa menangis.
Tidak lama kemudian Donz Ferliano menghampiri Anisa yang menagis karna di bully oleh teman sekolahnya.
"Anisa! kenapa? kamu menangis." tanya Donz Ferliano.
"Kak Donz." jawab Anisa lengsung memeluk Donz Ferliano.
"Kenapa? kamu menangis, ceritakan pada kakak siapa yang membuatmu menagis." kata Donz Ferliano.
"Tadi ada 2 anak laki-laki yang mengejek ku, bahwa aku anak jalanan, anak gembel tidak pantas sekolah di sini." kata Anisa yang masih menangis.
"Anisa bukan anak jalana kok, Anisa adalah adik, kak Donz, Anisa jangan dengarkan ocehan anak itu, anggap saja mereka iri kepada Anisa, jangan menangis lagi ya." kata Donz Ferliano jongkok dan mengusap air mata di pipi Anisa.
"Iya kak." kata Anisa.
"Anisa harus kuat, walau pun Anisa perempuan Anisa tidak boleh menangis, ingat kalo ada murid yang jahat kepada Anisa, Anisa jangan balas dengan kejahatan, balas lah dengan kebaikan, nanti murid itu juga cape dengan perbuatanya, kalo anisa di sakit lebih baik menghindar ya!" kata Donz Ferliano yang menasehati Anisa.
"Iya kak Donz." kata Anisa
"Kalo begitu, kak Donz akan traktir Anisa makan eskrim, Anisa mau enggak?" kata Donz Ferliano sambil berdiri kembali.
"Anisa mau kak, tapi Anisa mau eskrim rasa Vanila." kata Anisa yang gembira karna Donz Ferliano ingin membeli es krim untuknya.
"Kali begitu ayo kita pergi." ucap Donz Ferliano berjalan bersama Anisa menuju gerbang.
Donz Ferliano dan Anisa pergi menaiki motor bersama menuju toko es krim, Anisa sangat senang saat menaiki motor bersama Donz Ferliano.
Sesampainya di toko es krim, Donz Ferliano memesan 2 eskrim sedangkan Anisa menunggu ditempat duduk yang telah di siapkan di luar toko.
"Eskrim nya sudah sampai." kata Donz Ferliano sambil membawa 2 es krim rasa Vanila dan Coklat.
"Hore! Kak Donz disitu aja kita makan eskrimnya." kata Anisa sambil menunjukan ke tempat pohon dekat pinggir jalan.
"Baiklah kalo begitu, ayo! kita ke sana." ucap Donz Ferliano berjalan membawa 2 eskrim bersama Anisa menuju pohon dan berteduh di pohon tersebut.
Mereka berdua mekana es krim di dekat pohon pinggir jalan Anisa sangat senang karna Donz Ferliano membelikannya.
Tidak hanya itu Donz Ferliano dan Anisa mencoba menggitung mobil warna merah dan biru yang lewat, Donz Ferliano dan Anisa membuat permaina siapa yang banyak menghitu mobil dengan warna masing-masing warna merah dan bitu ialah pemenangnya.
Beberapa menit kemudian Sachi mengirim pesan kepada Donz Ferliano, Donz Ferliano langsung mengambil ponsel di sakunya dan membuka isi pesan dari Naomi Akhira.
Donz, nanti malam kamu jemput aja di depan gerbang rumah ku, aku akan menunggumu jam 19.00 kamu jangan terlambat ya! Donz.
Donz Ferliano sangat senang melihat isi pesan tersebut dan tersenyum, karna isi pesan dari Naomi Akhira tersebut.
"Kak Donz kenapa? kakak tersenyum sendiri begitu." tanya Anisa yang sedang memakan es krim.
"Enggak...kok Anisa, kak Donz cuma melihat isi pesen dari ponsel kakak." jawab Donz Ferliano.
"Pesan dari pacar kakak ya!" kata Anisa menebak nya.
"Bisa di bilang begitu, Baik lah ayo kita pulang kerumah." kata Donz Ferliano.
"Iya kak." ucap Anisa.
Gambar Motornya Donz Ferliano
Aku mampir
Next yh
Feedback "sweet17" ditunggu