Setiap manusia memiliki sifat masing-masing sesuai suasana hati masing-masing. Khususnya wanita karena wanita memiliki karakter yang lemah lembut menjadikan wanita itu lebih sensitif dan yang pastinya memiliki sifat yang berubah-ubah.Namun apakah seseorang yang sudah Tomboy dari kecil bisa berubah? Katanya" Seseorang bisa berubah karna telah tersakiti" apa itu bisa merubahnya??
Nayla Putri Ayu seorang gadis cantik namun memiliki sifat yang angkuh dan dibilang Tomboy dalam berprilaku.saat ini dia duduk dikelas 12 di sekolah SMA Nusa Harapan.Selam dia bersekolah dia selalu bersikap selayaknya wanita Tomboy,dia memakai jaket kemanapun dia pergi dan tak jarang guru selalu menegurnya.Dan dia pun tak segan untuk bolos sekolah dan loncat pagar agar terbebas dari sekolahnya.
Dia merupakan anak dari pengusaha properti bernama Harry khoirullah dan Sri Ayu Laksmi.selama ini keluarganya hidup dalam kemewahan.Namun,akhirnya keharmonisan itu mulai luntur karna rahasia besar ibunya mulai terungkit.
Dion Bagas Buana seorang pengusaha termuda di Indonesia saat ini.Dia adalah keturunan dari Muhammad Kenji dan Desi Ratnasari yang merupakan pengusaha termasyur di Indonesia bahkan sampai mancanegara.Dia merupakan anak sulung dari keluarganya itu dan memiliki seorang adik perempuan yang cantik bernama Ayudia Permata Sari.
Di usianya yang baru menginjak 23 tahun dia sudah menjabat sebagai pemimpin di perusahaan yang dimiliki ayahnya.dan sesuai dengan janji ayahnya saat di usia saat ini dia harus menikah muda baik itu merupakan kekasih ya maupun dijodohkan.Karena sifatnya yang terlalu dingin membuat hati orang tuanya takut bila anaknya tidak akan bisa menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ri5, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Nayla memang perempuan,namun semasa SMP sampai sekarang dia sudah mengikuti beberapa perlombaan bela diri dan dia selalu memenangkan piala. Saat sedang bertarung,satu persatu dari mereka pun mulai berjatuhan. Hingga akhirnya tinggal seorang lagi yang tidak lain adalah ketua geng mereka.
"Bela dirimu lumayan juga! Tapi jangan sampai karena melawan ku kau akan menangis tersedu-sedu bahkan bisa jadi kau tidak akan bisa menangis sekali pun!"ucap lelaki itu penuh kepedean.
"Sudah om jangan banyak Bacott! Jika berani langsung saja!"ucap Nayla langsung menendang tepat di bagian dada lelaki itu.
"Brakk..Brugggh.."suara itu sangat jelas dan menyita perhatian semuanya tanpa di sadari siapapun ,lelaki yang tersungkur itu mulai beranjak dan menjauhkan dirinya untuk menelpon polisi. Dia menjelaskan kronologis kejadian itu. Di sisi lain Nayla masih menghajar lelaki itu.
"Rupanya nyali dan tenagamu bagus juga!"ucap lelaki itu yang sepertinya kewalahan.
"Thank you om!"ucap Nayla sambil mengakhiri pertarungannya dengan menendang bagian sensitif lelaki itu. Lelaki itu langsung terjatuh dengan tangan yang memegangi area itu,sementara Nayla langsung beranjak dari tempat itu. Tidak lama dari itu polisi pun akhirnya datang dan meringkus orang-orang itu,mereka pun melihat kondisi Nayla yang saat itu terduduk melihat polisi yang sedang bertugas.
"Apa anda baik-baik saja nona?"ucap polisi itu,namun dia melihat tangan wanita itu berdarah.
"Baiklah kita kerumah sakit sekarang ya nona!"ucap polisi itu sambil memandangi Nayla. Sementara Nayla langsung menunjuk ke arah lelaki yang barusan dia tolong.
"Dia yang butuh pertolongan pak! Kalau saya tidak perlu,lagian ini hanya luka kecil!"ucap Nayla langsung berdiri,polisi itu pun menyuruh salah satu rekannya membawa lelaki tadi ke rumah sakit. Dan tidak lupa dia pun memaksa agar Nayla ikut bersamanya untuk di periksa juga.
Merekapun akhirnya tiba di rumah sakit dan langsung di cek kesehatannya,Nayla yang awalnya menolak pun kini tengah di periksa.
"Baik sudah selesai"ucap dokter itu yang telah memperban tangan Nayla.
"Baik dok, terimakasih"ucap Nayla sambil tersenyum.
"Dok,bagaimana kondisi lelaki tadi?"lanjut Nayla yang penasaran juga.
"Dia sedang di rawat dek..apa anda mengenalinya?"jawab dokter itu sontak Nayla pun menggelengkan kepalanya sambil berjalan keluar. Di tengah perjalanan Nayla menyempatkan untuk melihat kondisi lelaki itu,dia pun masuk ke kamar rawatnya.
" Apa kau baik-baik saja?"ucap Nayla bertanya padanya.
"Iya.. terimakasih atas bantuannya tadi!"ucap lelaki itu kemudian duduk.
"Sama-sama..jangan duduk jika masih lemah!"ucap Nayla langsung memegangi tangannya.
"Tidak apa-apa,aku tidak selemah itu!"ucapnya menatap Nayla.
"Ohh ya,kalau begitu kenapa tadi kamu hanya terdiam di perlakukan seperti ini? apalagi kamu itu laki-laki!"ucap Nayla langsung Tertawa kecil.
"Ya..ya...nama kamu siapa?"ucap lelaki itu mengalihkan pembicaraan
"Namaku Nayla,nama kamu sendiri siapa?"ucap Nayla langsung menyodorkan tangannya.
"Bima..kamu bisa memanggilku Bima"ucap lelaki itu sambil menjabat tangan Nayla.
Sebelumnya pihak kepolisian meminta Nayla agar memberikan telepon miliknya. Saat itu Nayla tidak mempermasalahkan tentang itu,dan langsung memberikan teleponnya. Namun saat sedang asik mengobrol dengan lelaki itu, tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang sangat dikenal Nayla. Dion iya dia memang Dion,dia langsung menghampiri Nayla dan langsung mengecek setiap badannya.
"Apa-apaan sih! Bisa diem gak sih Lo!"ucap Nayla langsung menatap Dion.
"Eemmm... Bagaimana keadaanmu? Apa hanya itu lukanya?"ucap Dion merasa malu telah bersikap itu terhadap Nayla.
"Maksudnya apa? Apa kau mengharapkan lebih dari ini!"ucap Nayla mulai emosi,setiap bertemu dengan Dion rasanya dia ingin selalu marah-marah.
"Heemmm... Apa kau baik-baik saja"Dion langsung mengalihkan pembicaraannya pada lelaki itu.
"Tidak apa-apa kak,saya baik-baik saja. Tapi maaf adik anda terluka karena itu!"ucap lelaki itu langsung menundukkan kepalanya. Mendengar itu Nayla ingin tertawa sebisanya,namun rupanya Dion sama sekali tidak memperdulikannya.
"Syukurlah Kalu begitu, Nayla apa kau ingin pulang sekarang?"ucap Dion langsung menatap Nayla dengan tajam.
"Tidak..aku bisa pulang sendiri!"ucap Nayla meskipun dia sama sekali tidak mengetahui tempat itu. Dion yang mendengar itu kesal namun dia pun berusaha cuek dan langsung meninggalkan tepat itu.Melihat Dion yang semakin jauh, Nayla merasa kesal karena dia sama sekali tidak membujuknya.
*Jangan lupa like and comment ya kak😁🌼🌼*
semangat ya Nayla....🥺