NovelToon NovelToon
Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Pengantin Pengganti / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Assifaatulqalbi

Semua masih terasa tak masuk akal bagi Ningsih. setahunya ia hanya menjadi pengiring pengantin di acara pernikahan Tania, sepupunya. Tapi bagaimana bisa, ia yang sedari tadi hanya dikurung di dalam kamar entah untuk apa, kini mendengar dengan jelas namanya yang disebut dengan lantang pada pengucapan Ijab Qabul?

Mohon komentar yang sopan yah😊
jangan nagih juga, karena walaupun nggak ditagih insyaa Allah aku up nya tiap hari😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Assifaatulqalbi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Delapan

Hari ini sepertinya adalah hari keberuntungan bagi Juna. Di mana saat ini, Sekolahnya di pulangkan dengan cepat karena guru-guru akan mengadakan rapat mengenai Ujian akhir bagi Kelas IX dan juga ujian kenaikan kelas bagi kelas XII dan XIII.

Dengan wajah berseri, Juna melajukan motornya ke arah SDN Cempaka. Bahkan ia sama sekali tak menghiraukan Agung yang sedari tadi meneriaki namanya untuk sekedar menumpang pulang.

Juna menghentikan motornya di dekat tempat jualan Nenek Ija--Nenek penjual Kue itu. Sekitar lima menit lagi Bel istirahat untuk anak SD akan bergema, dan Juna sudah tak sabar akan hal itu. Ia sudah membayangkan bagaimana Nenek Ija nanti akan memperkenalkannya dengan Sisi.

Juna menuruni motornya, lalu mendekat ke arah Nenek Ija yang sedang menawarkan kue-kuenya pada beberapa pejalan kaki yang lewat.

"Assalaamu'alaikum, Nek!" Sapanya pada nenek Ija.

Wanita yang usianya sudah senja itu menoleh, ia tersenyum saat mendapati Juna yang ternyata menyapanya.

"Wa'alaikumsalaam, Nak!" jawabnya. Juna mengambil tangan Nenek Ija, lalu menciumnya sebagai tanda hormatnya pada orang tua.

"Udah lama Nak Juna? Maaf yah nenek sampai nggak sadar, keasikan nawarin ke orang-orang yang lewat!" ujarnya merasa bersalah.

Juna tersenyum. "nggak apa-apa kok Nek. Malahan Juna senang banget, liat interaksi Nenek sama pembeli tadi. Jadi Juna nunggu mereka pergi dulu, baru mendekat" Ya, Juna tadi memilih menunggu beberapa menit, memperhatikan bagaimana ramahnya nenek Ija saat menawarkan dagangannya.

"Ya udah, duduk sini dulu Nak!" seru nenek Ija sambil menunjuk ke arah bangku tempatnya biasa beristirahat. Bangku tersebut berada di bawah pohon yang lumayan rindang, letaknya juga tidak terlalu dekat dengan trotoar, jadi tidak akan sampai mengganggu para pejalan kaki.

"Iya, nek!" Juna mengikuti langkah nenek Ija, lalu duduk di samping nenek tersebut yang saat ini sedang mengelap keringatnya dengan handuk kecil yang sudah kelihatan lusuh.

Sejujurnya, Juna benar-benar prihatin dengan kehidupan nenek Ija. Nenek Ija mempunyai tiga cucu yang dirawatnya. Sebenarnya, Nenek Ija adalah Janda tua yang tak memiliki anak. Tiga cucu yang saat ini bersamanya adalah anak jalanan yang ia tampung di gubuk tuanya. Setidaknya, itulah cerita yang Juna tahu sendiri dari mulut Nenek Ija di pertemuan mereka yang sudah beberapa kali itu.

"Nak Juna nggak Sekolah?" tanya Nenek Ija.

Juna menggeleng pelan "Dipulangin cepat Nek! Guru-guru lagi rapat" jawabnya.

"oooh, berarti Nenek hari ini bisa ngenalin Nak Juna sama Sisi, cucu nenek. Sisi selalu penaran tahu, kalau Nenek ceritain tentang kamu" ujar Nenek Ija sambil terkekeh pelan.

"Oh, ya?" tanya Juna sedikit tak percaya.

Nenek Ija mengangguk mantap. "Iya Nak, katanya gini 'iiih, Sisi penasaran tahu Nek! Kakak baik hatinya ganteng enggak Nek, kayak Papa Sisi? kata Papa kan kalau Papa jadi ganteng karena Papa suka berbuat baik?' gitu katanya" Kata Nenek Ija sambil meniru cara bicara Sisi.

Juna tertawa, ia benar-benar gemas membayangkan ekspresi gadis kecil itu saat berbicara. Coba aja kalau mereka sudah akrab, Juna pasti akan mencubit pipi imutnya itu sampai puas.

"Eh, itu Sisi!" Tawa Juna terhenti karena seruan Nenek Ija. Ia mengikuti pandangan Nenek Ija, benar! Gadis kecil itu terlihat sedang berlari ke arah nenek Ija dengan ekspresi seperti biasanya, ceria dan polos.

"NENEEEKKK!!" teriaknya sambil berlari. Gadis kecil itu langsung menghambur ke pelukan Nenek Ija saat sampai di tempat tersebut.

"Sisi kangen, Nek!" katanya masih memeluk si Nenek.

"Oh yah? kangennya sebesar apa emang?" tanya Nenek Ija menggoda.

"Nggak tahu, Sisi nggak bisa ngukur" jawabnya sambil cekikikan di pelukan nenek Ija.

Juna tersenyum kecil, andaiiii aja ia akrab sama Sisi. Pasti dia akan langsung menarik gadis menggemaskan itu ke pelukannya. Juna menggelengkan kepalanya pelan, apa-apaan pemikirannya ini!

"Lepas dulu Nak, Nenek mau ngenalin kamu sama seseorang!" kata Nenek Ija pada Sisi. Sisi melepaskan pelukannya, lalu mendongak menatap bingung pada Nenek Ija.

"Siapa Nek?"

Nenek Ija menunjuk ke arah Juna dengan dagunya, "Tuh!" Sisi mengikuti arah tersebut, namun ia memandang Juna bingung.

"siapa Nek?" Tanyanya kembali sambil memandang ke arah Nenek Ija.

"Kakak baik hati yang Nenek ceritain" jawab si Nenek. Sisi tersenyum senang, dengan riang ia mendekat ke arah Juna.

"Kakak, Kakak yang sering borong kue Nenek aku yah?" ia bertanya saat sampai.

Juna berjongkok, menyamakan tingginya dengan Sisi. "Iya" jawabnya sambil tersenyum.

"Makasih yah Kak. Karena Kakak sering beli kue Nenek aku, adik-adik aku nggak kelaparan lagi. Biasanya kalau jualan nenek nggak habis, mereka nggak bisa beli nasi yang banyak untuk makan" ujarnya polos.

Hati Juna terenyuh. Walau masih kecil dan hidup enak, namun Sisi bisa memahami apa yang anak-anak jalanan rasakan hanya dengan mendengarkan cerita tentang mereka atau sekedar melihatnya langsung.

"Hmmm. Mulai sekarang kamu tenang aja, Kakak akan selalu memborong kue-kue Nenek Ija sampai habis. Biar bisa Kakak bagiin ke teman-teman Kakak di Sekolah. Kata mereka kan kue Nenek Ija enak" ucap Juna sambil membelai rambut halus gadis kecil itu.

Juna tersentak kaget karena tanpa di duga Sisi menyentuh pipinya. Juna mati-matian berusaha mengontrol jantungnya yang berdetak kencang, berbeda dengan biasanya.

"Ternyata benar kata Papa. Kalau kita berbuat baik, kita akan memiliki wajah yang tampan kayak Papa atau cantik kayak Mama" katanya sambil tertawa polos. Juna terkekeh, Astaga! Bisa-bisanya ia naksir berat sama Sisi yang notabenenya masih anak polos. "Buktinya Kakak ganteng banget!" Dan Juna benar-benar merasa melayang.

1
timbuljaya
dah seh jujur aja juna...
timbuljaya
jujur aja napa seh juna...belibet dah. jd ningsih salah faham kan.
timbuljaya
cinta monyet juna niiy sptnya si ningsih. mknya senang nikah sm ningsih tp juna blm jujur sm ningsih. jgn" tania rela pergi krn tau juna cinta nya sm ningsih
Nurwana
dari awal mmang Juna sudah salah.....
Nurwana
nggak keberatan kok Thor.... lanjut saja.
Nurwana
silahkan berpusing ria Juna... kan kamu jga yg bkin.
Nurwana
ya salah kamu sendiri Juna... katanya cinta sama Ningsih tp masih pacaran jga sama Tania,... ya wajarlah kalau Ningsih akan benci sama kamu setelah tau semuanya. bisa bisa surat cerai langsung otw Juna.
Nurwana
makanya Juna,. klu dah punya istri jgn suka ditempelin cewek.... klu nda dilihat sis langsung, nda mungkin kan kamu akan jujur ditempelin cewek.
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
udah punya suami juga ternyata, tapi kenapa dengan santainya gelantungan di lengan suami orang 🙄🙄🙄😵
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
wajar kalo Sisi kesel lihat suami dikekepin sama orang lain 🙄🙄🙄 walaupun belum ada rasa apa-apa dihatinya
di rumah merayu dan meyakinkan Sisi dengan berbagai cara tapi diluar seenaknya digelayuti cewek bak lengketnya permen karet 🙄🙄😠😡😡
Ari Peny
sdh d ambil org baru mau berjuang hhh bodoh
Ari Peny
salah tania sendiri y
Ari Peny
juna udah suka ningsih dr dulu y
Dwi Estuning
flash back nya kok bbrp episode...
Nurul Afidah Oemari
ampun
sabar jak juna
zfsjjl🌈
gokil banget ternyata kisah cinta nya wita sama noval😂
zfsjjl🌈
berasa ardi yang jadi penulis alur nyaa😂
zfsjjl🌈
kirain wita mau dipasangin sama vino sekretaris nya juna
zfsjjl🌈
memperjuangkan istri orang maksudmu...😂
N13
pertanyaan yg aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!