NovelToon NovelToon
RAIDEN

RAIDEN

Status: tamat
Genre:Petualangan / Game / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:105.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

'Elvort Garden' merupakan sebuah dunia virtual game paling sempurna buatan sebuah perusahaan bernama HD Corporation.

Kau tidak perlu tidur seharian untuk memainkan game ini. Setelah memakai V-Gear dan memutuskan untuk Log In, tubuhmu akan langsung berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang. Rasanya mirip dengan perpindahan dimensi atau masuk ke dunia lain.

Tidak ada sistem yang akan menemanimu, tidak ada bar status atau lainnya. Karena setelah kau masuk, maka hanya ada dua jalan untuk bisa keluar..

Kalahkan Big Bos dan ucapkan keinginanmu atau.. Mati.

Tidak ada tipuan dari pengembang game saat Raiden menggunakan V-Gear miliknya. Dia telah membaca buku panduan game serta risiko yang ada di dalamnya.

Raiden telah memutuskan, dia akan mencoba peruntungan hidupnya di dunia yang sudah lama dia impikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28 - Manusia Dengan Mata Merah

Raiden kembali meludahkan darah. Darah yang menetes di kepalanya bercampur dengan keringat dan nampak mengucur di pipinya. Wajahnya pucat, tetapi dia masih berusaha tidak mempedulikan kondisinya. Belum saatnya untuk dia beristirahat apalagi menyerah.

Mina benar-benar berubah menjadi monster. Kaki dan tangannya nampak memanjang, tubuhnya pun membesar. Anak perempuan yang awalnya terlihat manis itu telah berubah menjadi laba-laba raksasa berwarna hitam kelam dengan mata hijau yang menyala.

Raiden melempar belatinya sebagai pengalih perhatian dan mulai melesat sambil tangan kanannya menyentuh pedangnya yang seakan siap untuk ditarik kembali.

Pedang yang memiliki sarung berwarna hitam dengan ukiran naga itu merupakan item yang didapatkan Raiden saat berada di Desa Petir---jauh sebelum dia bertemu Yun dan Lulu. Senjata itu berada dalam level yang tinggi dan sebenarnya sampai sekarang tidak teridentifikasi.

Tidak ada NPC yang tahu siapa pembuat pedang itu dan tidak pernah ada misi yang terkait dengan pencarian pedang tersebut. Yun dan Lulu awalnya juga sangat penasaran, tetapi saat mereka bertanya pada Raiden---pemuda bermata merah itu hanya mengatakan bahwa dia mendapatkan pedangnya di Desa Petir. Entah bagaimana kejadiannya... Raiden tidak berniat menceritakan apa pun.

!!

Mina yang telah berwujud monster melesatkan cairan asam berwarna hitam ke arah Raiden. Jangkauan serangannya cukup luas, namun keberadaan Karin dan seorang pemain lain berpakaian merah telah membantu Raiden menangkis serangan yang datang.

Di sisi lain, Yun berhasil menemukan kelemahan dari asap hitam yang melilit tubuh para pemain. Kerjasama antara dirinya dengan Ogiwara, Hide, dan Liyan berlangsung baik hingga membuat keadaan mulai berpihak pada mereka.

Hanya saja, tidak ada yang bisa menafik fakta bahwa pertarungan ini mengambil cukup banyak korban. Mei yang berada dalam kendali lawan bahkan berteriak kesakitan ketika tubuhnya dipaksa melakukan gerakan yang tidak wajar.

Asap hitam yang melilitnya membuat tangan kanan Mei terpelintir lebih dahulu ke belakang sebelum tubuhnya dibalik untuk menyerang lawan. Pedangnya berbenturan dengan milik Shoyo dan setiap gerakannya cepat, namun penuh celah. Beberapa kali dirinya bahkan terkena sayatan dari temannya tersebut.

"Bertahanlah, Mei..! Semua akan baik-baik saja," Shoyo memang menyukai pertarungan yang membuat darahnya mendidih, tetapi bukan berarti dia sengaja melukai temannya.

Shoyo baru saja melompat untuk menghindari serangan Mei ketika terdengar gemuruh petir yang memekakkan telinga. Suara tersebut sangat keras hingga membuat dinding bergetar.

Gemuruh itu berasal dari bilah pedang Raiden. Dia telah menarik senjatanya melebihi batas dari yang biasa dirinya tahan. Dalam tiga gerakan, Raiden berhasil menebas wujud monster dari Mina termasuk makhluk yang merupakan perubahan dari boneka beruang anak perempuan tersebut.

Efek dari tiga gerakan pada serangan Raiden membuat tubuh lawannya meledak hingga terpisah menjadi bagian-bagian kecil. Tidak hanya itu, bahkan lantai dan dinding yang ada di sekitarnya mengalami kerusakan parah.

Asap hitam yang sebelumnya melilit para pemain menghilang bersamaan dengan runtuhnya lantai berlumpur yang sejak awal menjadi hambatan mereka.

Hide dan pemain lainnya kini tidak lagi memiliki pijakan, mereka jatuh ke bawah dan terlempar ke bagian berbeda-beda dari Dungeon tersebut. Dia sebelumnya menangkap Raiden yang mengalami luka parah dan seakan tidak sadarkan diri.

Hide terjatuh di tempat yang lembab, agak berair dan terasa seperti rawa. Dia bermaksud menyelamatkan Raiden, tapi karena kesalahan posisi membuatnya justru menjadikan pemuda itu sebagai matras hidup.

Punggung Raiden membentur tanah berair terlebih dahulu dan kepalanya pun ikut terluka. Dia sebenarnya berusaha mempertahankan kesadarannya, namun luka yang dialami barusan telah membuatnya benar-benar tidak sadarkan diri.

Hide meringis sambil mencoba bangun, dia terkejut ketika tahu bahwa luka pada tubuh Raiden semakin parah karena ulahnya. Dirinya pun menepuk pelan pipi pemuda yang berwajah pucat tersebut.

"Hei..! Kau masih hidup, kan? Hei..!" tidak adanya jawaban membuat Hide panik, dia mengedarkan pandangan ke sekeliling namun tidak melihat pemain lain dan bahkan Liyan juga tidak ada bersamanya.

!!

"Sialan! Tempat apa lagi ini?" Hide menjadi khawatir, "Kemana semua orang? Liyan?! Liyan..!"

Sekitaran Hide tidak ada apa-apa selain lorong yang luas, penuh dengan tanaman merambat, lumut dan hanya terdengar suara tetesan-tetesan air. Dirinya pun kembali menoleh ke arah Raiden yang terbaring.

Hide meraba tubuhnya sendiri untuk mengambil Potion yang selalu dirinya bawa, tetapi yang membuatnya terkejut adalah dia sama sekali tidak memiliki Potion. Kemungkinan besar obat tersebut terjatuh ketika pertarungan sebelumnya.

!!

Hide kesulitan menelan ludahnya. Di saat seperti ini, kenapa justru harus kehilangan Potion. Dirinya pun tanpa ragu mencari Potion pada pakaian Raiden dan wajahnya kian memucat ketika tidak menemukan apa pun.

"Ya ampun, kenapa orang ini tidak membawa Potion atau semacamnya?! Jika begini, dia bisa saja mati.." Hide mungkin selalu bersikap dingin dan ketus pada Raiden, tetapi bukan berarti dirinya tega melihat pemuda ini tewas secara menyedihkan.

"Inilah yang paling tidak kusukai dari Game ini. Tidak hanya nyawa pemain yang hanya satu, kami bahkan tidak diberikan sistem untuk menyimpan barang atau sejenisnya. Selain papan kayu yang disebut token itu, tidak ada hal lainnya. Tsk, mengesalkan sekali."

Hide menggerutu sambil merobek kain pada pakaian Raiden dan memakainya untuk memperban luka di kepala pemuda itu sendiri. Dia melakukan pertolongan pertama yang dirinya bisa, luka yang mengeluarkan darah memang harus segera ditangani lebih dahulu.

!!

Hide tersentak ketika menyentuh tangan kanan Raiden yang tidak lagi terlihat bagus. Dengan hati-hati dia membalutnya dan yakin bahwa tulang pada tangan itu sudah tidak berbentuk lagi.

"Orang ini.. Dia mengalami luka yang sangat mengerikan. Apa dia benar-benar masih hidup?" Hide menyentuh dada Raiden dan beruntung dirinya masih merasakan detakan jantung pemuda itu. Hanya saja ketika memeriksa napasnya---dia terkejut karena napas Raiden terlalu dangkal, nyaris tidak terasa.

"Hei, hei..! Dia serius tidak akan mati, kan?!" Hide kelabakan, dia merunduk dan memeriksa detakan jantung Raiden dengan telinganya sendiri. Ekspresi wajah dan tatapan matanya berubah semakin tidak sedap dipandang.

"Ada apa dengan tubuh orang ini? Detakan jantungnya normal tapi napasnya sangat dangkal, sama sekali tidak sinkron.." Hide berulang kali memeriksa dan masih tidak menyangka, ".. Apa sebenarnya dia seorang NPC? Tapi bukankah NPC mempunyai napas dan detakan jantung yang sama dengan manusia pada umumnya? Orang ini.."

Saat sedang memikirkannya, tiba-tiba saja bulu mata Raiden bergetar. Dia memuntahkan darah sebelum perlahan membuka matanya. Kejadian tersebut membuat Hide terlonjak kaget.

"Sakit.."

Itu adalah kata pertama yang didengar Hide dari pemuda bermata merah di depannya. Dia pun mengembuskan napas dan kemudian mendekat kembali.

"Syukurlah dia tidak mati. Hei, apa kau bisa bergerak?"

"…" Raiden menggeleng pelan sebagai jawaban. Dia dapat mendengar suara Hide dengan jelas, tetapi saat ini penglihatannya memburam. Dirinya hanya bisa menggerakkan jari tangan kirinya.

"Aku.. Ada di mana..?" suara Raiden pelan, terdengar begitu menyedihkan. Dia berbaring tanpa dapat melakukan apa pun.

"Aku juga tidak tahu kita di mana. Tapi kurasa tempat ini masih berada di dalam Dungeon," Hide menjawab sambil menatap Raiden dengan seksama. Dia pernah mendengar sebelumnya bahwa pemain Elvort Garden dengan mata merah sangatlah langka dan sebenarnya tidak hanya bagi Elvort Garden---tetapi di dunia nyata pun demikian.

Manusia dengan mata merah merupakan ciri-ciri orang yang mempunyai semangat hidup paling tinggi. Bahkan jika organ dalam tubuh hancur sekali pun---mereka akan berusaha untuk tetap bertahan hidup. Ada pendapat yang mengatakan bahwa manusia dengan mata merah memiliki tubuh yang menolak mati.

Sebenarnya jika dikatakan kelebihan, memang disebut kelebihan dan sesuatu yang luar biasa. Tetapi jujur kelebihan itu justru sangat membebani. Orang semacam ini akan paling menderita bila dalam kondisi terluka parah.

!!

Hide melihat Raiden lagi-lagi memuntahkan darah. Baginya, pemuda ini harusnya sudah menjadi cahaya dan kemudian menghilang. Jika orang lain yang mendapat luka separah Raiden dan bahkan tidak meminum Potion---mereka pasti sudah tewas sekarang.

"Dia pasti sangat kesakitan. Kelebihan dengan memiliki tubuh yang menolak mati itu sama saja dengan mendapatkan berkah untuk merasakan sakit menjelang kematian secara perlahan-lahan. Aku sangat tidak menyangka kabar yang kudengar itu benar."

***

1
Fadiyah NK
Kak jujur kangen Raiden, ini KK GK niat lanjut lagi kah? Sampe aku baca ulang saking kangennya
Uchy
Raiden nampaknya kurang mendapat perhatian dari Dasha.....
Uchy
Dari semua karya Dasha,,, hanya Raiden yang belum punya julukan fans.....
Uchy
Hari ini kok ngga dapet iklan LG favorit ku, ya.?!😁😁
Uchy
Kapan Raiden di lanjut.?!
Uchy
Sepertinya Raiden perlu banyak persiapan untuk melanjutkan petualangannya.
Anna Bisay
ahmm suka
Uchy
meskipun hanya cerita sebuah game, tapi jln ceritanya sangat menarik
Uchy
Kapan Raiden di lanjut.?!
Dasha masih sibuk kah.?!
Uchy
Ternyata Raiden belum di lanjut 😁😁
Uchy
jatuh cinta kah Raiden pada Yuna.?!
Uchy
Sebagai tokoh utama dalam cerita.
mana mungkin Raiden akan tewas.?!
sekalipun nyawa hanya tinggal seujung rambut....
Uchy
Raiden....
Pastikan bahwa itu adalah seringai terakhir dari lawan mu.....
Uchy
Raiden semangat 💪
Tunjukkan kemampuanmu pada Hide, dan tundukan Hide dlm pertandingan antar pemain.
Uchy
Hide kebakaran jenggot sampai rambutnya jadi pirang kepanasan 🤪🤪🤪🤪
Uchy
Meskipun bukan yang pertama.
tp aku akan tetap hadir dengan dukungan tulus.
Alan Bumi
banyak kalimat yang kehilangan satu huruf di setiap kata dan ada juga yang kelebihan satu huruf di setiap katanya
Hamtaro Dasha: Siap kak. Nanti direvisi kembali typo-nya, 。^‿^。Terima kasih ya karena sudah menolong Dasha memeriksa ulang tiap episode di novel kami. Ini sangat membantu (*´∀`~*)
total 1 replies
Alan Bumi
musuhnya = musuhmu
Alan Bumi
membunuh = pembunuhan
Alan Bumi
Adhd tuh apa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!