Lika adalah seorang guru SD baru di sebuah sekolah swasta di Bandung, pengalaman sebagai guru sejak ia lulus kuliah membawanya masuk ke sekolah favorit yang cukup bergengsi.
Namun kehidupannya berubah setelah dia bertemu dengan Kezia dan Nando, murid luar biasa yang tak beribu yang selalu membutuhkannya setiap saat.
Melalui Kezia dan Nando, akhirnya Lika menemukan pelabuhan terakhir cintanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasanya Menjadi Ibu
Sore itu sebuah mobil mewah berhenti didepan rumah Lika, tak lama kemudian keluarlah dua orang anak turun dari mobil itu disusul oleh seorang pria, kemudian mereka memencet bel yang ada di gerbang rumah itu.
Ting tong Ting tong
Tak lama Lika keluar membuka gerbang, dengan senyum cerahnya menyambut mereka datang.
"Hai...murid-murid ibu udah datang nih...udah makan belum sayang?" Tanya Lika sambil merangkul Kezia dan Nando.
"Tadi sudah sama Papa Bu...kita seneng deh bisa nginep dan main ke rumah Bu Lika...iya kan Nando?" Ucap Kezia sambil menoleh ke arah adiknya. Nando menganggukan kepalanya dengan penuh semangat.
"Iya sayang....Bu Lika juga senang...ayo sana masuk ke dalam main sama Nenek Darmi dan Tante Lia...mereka juga udah nungguin kalian lho...." Sejurus kemudian Kezia dan Nando sudah melesat masuk kedalam rumah.
Lika masih berdiri di depan gerbang, dihadapannya juga Ricky sedang berdiri dengan pakaian rapi, dia harus segera terbang untuk meeting di Kalimantan terkait proyek barunya itu.
"Trimakasih Bu guru...aku tidak tau bagaimana cara untuk membalasmu..." Ucap Ricky dengan tatapan mata yang sulit diartikan.
"Jangan terlalu berlebihan pak...ini juga salah satu kewajibanku sebagai seorang guru..." Sahut Lika.
"Aku akan selalu berharap Bu Lika mau menggantikan posisi Mama yang hilang dari anak-anakku...tapi aku tidak akan pernah memaksamu..." Ujar Ricky yang kemudian langsung menggenggam tangan Lika.
Entah kenapa jantung Lika terasa berdebar kencang, dadanya bergemuruh, bahkan perasaan ini lebih kuat dibandingkan dengan dulu waktu dirinya masih menjalin hubungan dengan Bayu.
"Pak Ricky...jangan seperti ini..." Kilah Lika yang wajahnya kemerahan karena malu. Ricky tertawa melihat ekspresi Lika.
"Hanya Bu guru yang bisa membuat aku tertawa...aku hanya memegang tanganmu lho...belum menciummu...kalo seperti ini terus aku tak akan mau jauh-jauh dari Bu guru..." Goda Ricky, Lika semakin salah tingkah.
"Sudah pak Ricky....nanti ketinggalan pesawat lho.. " Lika mendorong perlahan tubuh Ricky menjauh darinya.
"Oke oke...aku berangkat ya Bu...sampaikan salam ku untuk Nenek dan Lia...kalo anak-anak merepotkan mu hubungi aku, biar ku tegur mereka..." Kemudian Ricky membalikan tubuhnya dan menaiki mobilnya, lalu mobil itu berjalan perlahan meninggalkan Lika yang melambaikan tangannya.
Setelah menutup pintu gerbang, Lika masuk kedalam rumah, dilihatnya Kezia dan Nando sedang bermain Lego bersama dengan Lia, sementara Nenek duduk didekatnya sambil menikmati secangkir kopi hangat, memandang kedua anak itu dengan pandangan bahagia.
"Andai kamu sudah menikah Lika...rumah ini pasti akan ramai dengan cicit-cicit Nenek..." Gumam Nenek.
"Iya nih kak Lika...denger tuh apa kata Nenek..." Celetuk Lia. Lika hanya tersenyum datar menanggapinya.
"Sabarlah dulu Nek...jodoh itu kan rahasia Tuhan...kita gak bisa buru-buru mendapatkannya...semuanya kan butuh proses..." Sahut Lika.
"Yah...mumpung nenek masih sehat...Nenek kan juga pengen lihat kamu bahagia Nak..." Ungkap Nenek dengan mata penuh pengharapan. Tiba-tiba Nando mendekati Lika dan langsung duduk di pangkuannya.
"Bu Lika, aku mau kok jadi anak ibu...kak Kezia juga mau...kita semua sayang sama ibu guru...ibu jangan menikah sama siapa-siapa ya...nanti aku akan kehilangan ibu..." Ucap Nando dengan nada sedih. Spontan Lika memeluk anak itu.
"Ibu gak akan tinggalin Nando kok...jangan kuatir ya sayang...ibu juga sayang sama kalian..." Balas Lika sambil membelai rambut Nando.
"Bu Lika janji ya gak akan tinggalin kami..." Celetuk Kezia yang sedari tadi sedang main, kemudian dia beringsut mendekati Lika dan Nando, dan menyandarkan kepalanya di bahu Lika.
"Iya sayang...ibu janji...kalian tenang saja...ibu akan selalu ada buat kalian..." Kemudian Lika merengkuh tubuh Kezia, sesaat mereka larut dalam pelukan. Nenek dan Lia hanya saling berpandangan melihat suasana di hadapan mereka, Lia segera mendekati mereka karena dilihatnya Nenek mulai meneteskan air matanya.
"Sudah...sudah...ayo...siapa yang belum mandi nih...Tante Lia punya hadiah lho buat yang mandi paling cepat dan wangi..." Kata Lia mencairkan suasana.
"Iya tuh...Tante Lia udah siapin hadiah lho buat kalian...ayo siapa yang duluan..." Tambah Lika. Dengan penuh semangat dan antusias kedua anak itu berlarian mencari kamar mandi, Kezia masuk ke kamar mandi yang terdekat, sedangkan Nando masih celingukan mencari kamar mandi yang lain.
"Hei...ayo sayang ikut Nenek...kamar mandi ada di kamar Nenek juga lho..." Ajak Nenek sambil menggandeng tangan Nando menuju ke kamarnya.
Lika dan Lia duduk sambil menarik napas panjang hampir bersamaan.
"Huh.. rame juga ya kak rumah kita..." Ujar Lia.
"Namanya juga anak-anak...nanti kamu tidur sama Nenek ya...aku pinjam kamarmu, buat Nando... kalau dikamarku semua tidak muat tempat tidurnya..." Pinta Lika.
"Ya sudah lah kak...asal tempat tidurku jangan di ompolin...oya, besok anak-anak sekolah bareng kakak? Apa muat naik motor bertiga kak?" Tanya Lia. Lika nampak berpikir.
"Muat lah...Kan mereka masih kecil...mau naik apa lagi..." Sahut Lika.
"Yah kan bisa naik taksi online kak...lebih aman dan nyaman buat mereka...lagipula sepertinya mereka tidak terbiasa naik motor...aku sih hanya menyarankan kak..."
"Hmm...ide mu boleh juga...baiklah...besok aku coba order taksi online..."
Kemudian tak berapa lama, Kezia keluar dari kamar mandi, dia hanya memakai handuknya dan celingukan mencari tempat ganti. Lika bergegas menghampirinya.
"Sudah selesai sayang? Yuk ke kamar ibu...nanti ganti baju disitu, Kezia juga bobok di situ ya sama ibu...Nando dikamar Tante Lia...kan Nando cowok..." Jelas Lika sambil membimbing Kezia ke kamarnya.
"Bu Lika...bajuku dimana?!" Suara teriakan Nando mengagetkan Lika. Spontan Lika berlari kecil menghampirinya.
"Eh...Nando sudah selesai juga...tas Nando ada di kamar Tante Lia...nanti bobok sendiri ya disitu...ibu temani sampe Nando bobok...sekarang yuk pake baju di kamar..." Lika menggandeng tangan Nando menuju ke kamar Lia.
Setelah mereka semua sudah rapi, Nenek sibuk menyiapkan makan malam, Lia mengerjakan tugas di kamar Nenek, sedangkan Lika menemani Kezia dan Nando belajar dan mengerjakan PR.
"Bu Lika...besok sepulang sekolah kita jalan-jalan yuk..." Ajak Kezia sambil menulis tugas sekolah.
"Iya Bu...Aku pengen jalan-jalan terus kita beli es krim..." Sambung Nando antusias.
"Iya...iya sayang...sekarang cepat selesaikan tugas kalian...tuh lihat Nenek sudah siapkan makanan untuk kita...ayo...siapa yang sudah lapar..."
"Aku...aku.."
"Aku juga tau...dari tadi malah..." Sahut Kezia cemberut. Lika tersenyum, ternyata begini menjadi seorang ibu, walau capek dan merepotkan, tapi sangat menyenangkan.
***********