>>>Sebelum lanjut baca novel ini , sebaiknya mampir dulu ke novel Gadis tengil pilihan mama <<<. Orang bilang cinta semasa kecil adalah cinta monyet , tapi tidak dengan Davina , gadis cantik ini begitu tulusnya mencintai cinta masa kecilnya , hingga takdir mempertemukan mereka kembali dan di dipersatukan dalam ikatan pernikahan
Cinta yang penuh dengan sensasi , air mata dan perjuangan , begitu mewarnai kisah mereka ,dan apakah Davina berhasil menaklukkan hati sedingin Adrian...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adenk'z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 28 , Dokter tampan
Pagi ini Davina sudah tampak segar , rasa pusing di kepalanya sudah menghilang
"Tok..tok...!" pintu diketuk dari luar
"Masuk...!". Tampak seorang wanita paruh baya melongok kan kepalanya , perlahan tubuhnya terlihat dan berdiri tegak didepan pintu
"Non...diluar pak supir sudah menunggu "
"Supir...emang aku mau kemana bik ?"
"Loh ..emang den Adrian tidak memberitahu non ?"
Davina menggeleng , bik Yati pun yang melihat istri tuannya menggeleng dia hanya menghela nafasnya.
"Maaf non , hari ini non ada janji dengan dokter obgyn dan den Adrian akan menyusul kerumah sakit katanya "
"Dokter obgyn...itukan dokter kandungan, terus siapa yang hamil bik ?"
"Sebaiknya non turuti saja kemauan den Adrian , bibik ngak berani menjelaskan takut salah non , hehe...!"
"Baiklah , bik aku akan kebawah sebentar lagi "
Bik Yati mengangguk , setelah itu dia meminta ijin untuk kembali menjalankan tugasnya
Tak berapa lama Davina pun menyusul , dia berjalan keluar dan disana sudah terparkir mobil hitam , melihat kedatangan Davina sang supir segera membukakan pintu untuknya
"Emang aku mau dibawa kemana sih , awas saja kalau tidak mau datang menepati janjimu tuan es balok !"
Davina menggerutu sekenanya , dia kesal Adrian yang seenak jidatnya
"Non sudah sampai !"
Davina melihat disekelilingnya , ternyata ucapan bik Yati benar adanya , sekarang dirinya tengah berdiri disebuah bangunan , rumah sakit terbesar dikota tersebut
Tampak dari dalam seorang perawat yang berjalan tergesa dan rupanya dia sengaja menyambut kedatangan Davina
"Selamat pagi nyonya Davina...!"
"Pagi...!" Davina mengerutkan keningnya, dia berfikir bagaimana perawat itu tahu akan namanya
"Hehe...tuan Adrian yang memberitahu kami , tentang nyonya , jadi nyonya ngak usah heran !"
"Tapi ngak usah berlebihan juga kali sus , terlalu spesial begini , udah kayak martabak saja...!"
"Hehehe...!"
"Sus emang dokter obgyn nya masih muda dan ganteng yah ?"
"wuihhh...gantengnya ngak ketulungan pokoknya , aku aja sampe klepek klepek dibuatnya...!"
"Parah nih suster mulai latah dia !"
"Ups...maaf nyonya , keceplosan hehe...!"
Davina cekikikan melihat tingkah random sang suster , dia jadi penasaran seberapa gantengnya sang dokter
"Loh...sus , kenapa main nyelonong aja , noh kasihan ibu ibu yang udah pada ngantri "
"Tapi...!"
Davina meletakkan telunjuknya dibibir , sang suster pun diam tak bersuara , dia hanya menghela nafas pasrah ketika Davina mempersilahkan para ibu ibu yang terlihat tengah duduk menunggu antrian
"Ya Tuhan...kalau sampai tuan Adrian tahu , bisa bisa tamat hidup dan karirku...!"
"ngak akan sus , tenang aku yang bertanggung jawab nantinya !"
"Kalau begitu mari nyonya , anda sudah ditunggu dokter Robert !"
Davina mengangguk , baru beberapa langkah dia berhenti , lalu dia berbalik
"Sus...emang aku disuruh ngapain kesini , suruh ngelihat kegantengan dokter Robert, atau suster mau aku jomblang in...?"
mendengar kalimat random Davina , suster menepuk keningnya , ingin rasanya dia menyumpal mulut Davina , bener bener menyebalkan rutuk suster dalam hati
"kalau begitu aku antar disini saja ya nyonya , permisi..."
"Eits..mau kemana sus , jangan lari dari kenyataan , entar nyesel baru tahu rasa...!"
"Anu... nyonya...aku !"
karena Davina yang terus menggodanya , tampak begitu gelagapan apa lagi Davina menarik tangannya , membawanya masuk kedalam ruangan dokter Robert
"Good morning...Robert !"
Mendengar panggilan Davina kepada dokter , sang suster yang sedari tadi mengikuti Davina dari belakang membelalakkan matanya tak percaya
Sementara dokter Robert sendiri tampak begitu acuh dengan panggilan itu
'Cih...masih saja pecicilan ternyata , ngak ada sopannya jdi pasien !"
"Pasien...emang pasien siapa , terus emang aku sakit apa ?"
"jangan rombongan tanyanya nyonya Adrian , susah mau jawabnya !"
Davina menggelembungkan pipinya, sejurus kemudian dia tampak menyeringai horor
"Heh..dokter m***m , kamu apain para suster suster itu , kok sampai begitunya mereka memuji kamu , ngak ada yang waras mereka , masak muka pasaran gini dibilang tampan..!"
"Ya ampun Davina , bisa diam ngak sih , dari dulu hingga sekarang gesrek mu bukannya hilang malah makin menjadi !"
"Cih...tapi kamu kangen kan kalau aku libur gesrek sehari saja...?!"
Apaan...udah cepetan baring , biar aku periksa !"
"Eits...aku laporan bang Adrian kamu nyuruh aku baring !"
"Davina...!"
"Hahaha...!"
Davina tertawa terbahak ketika dokter Robert mulai kesal terhadap dirinya , dengan tanpa disuruh lagi Davina membaringkan badannya , dengan menghela nafas panjang dokter Robert mulai memeriksa Davina
"Gimana dokter...?"
Davina membetulkan posisi bajunya , setelah suster membersihkan gel dari perutnya
"duduklah dulu...!"
Davina menuruti apa yang dikatakan dokter Robert , perasaannya mulai gelisah sekarang , sementara sampai detik ini Adrian belum menunjukkan batang hidungnya
"Selamat ya Davina , kamu akan menjadi seorang ibu sekarang !"
Davina tampak terpaku ditempatnya , rasanya tak percaya , antara bahagia dan bingung , perlahan Davina meraba perutnya yang masih rata, setetes embun menetes dari kelopak matanya
"What...!"
semua orang terkejut dengan suara yang tiba tiba berteriak itu , semua orang menoleh kesumber suara , tampak seorang pemuda tampan yang sudah berdiri tegap didepan pintu
#Bersambung..
#Sorry...sorry....🙏🥰
dtunggu Up selnjutnya
udh tf vote yaahh😍
d tunggu thor Up nya sdh sekian purnama aq ttp setia loh🤭🤗