Ivy yang telah terlahir kembali ke-empat kalinya. Dimana disetiap kelahiran ia mati muda. Memilih untuk pasrah pada kehidupan kali ini.
Tapi kenapa kali ini dia kembali saat masih bayi?
[Eeehh, bayi.... Baiklah, aku hanya akan makan dan tidur dengan baik.] Pikir Ivy optimis.
Namun, hatinya tetap tak bisa menahan desahan setiap kali mengingat masalalu.
[Hahh, tak disangka ibukku begitu cantik aslinya. Sayangnya saat ulang tahunku yang setahun Dia akan mati. Hikshh.]
[Ah, ayah begitu tinggi dan gagah. Tapi setelah kecelakaan dia hanya akan duduk di kursi roda.]
[Kakak ketiga yang cantik, saking cantiknya membuat banyak pria jahat mempermainkan nya. Lalu kakak pertama dan kedua yang bodoh, kalian hanya akan berakhir menyedihkan karena jatuh hati pada pemeran utama wanita.]
Tanpa disadarinya, seluruh keluarga mendengar setiap fikiran nya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cerryblosoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 DUNIA NOVEL BERAKHIR?
Satu jam kemudian.
Nala yang pingsan, mulai mendapatkan kesadaran. Dengan pelan matanya terbuka.
Namun, ada yang berbeda, tatapannya sebelumnya begitu lugu dan polos. Sekarang berubah menjadi tajam dan berapi-api. Dia bangkit dan duduk di tepi kasur. Kepalanya menoleh ke sekeliling, seolah sedang menilai dimana dia berada. Dia bangkit dan berjalan ke sisi cermin. Melihat pantulan didepannya. Bibirnya mengulas senyum tipis.
'Krekkkk-krakkk-krakkkkkk'
Sebuah retakan besar terlihat di langit. Kejadiannya begitu singkat. Tapi bagi mereka yang bisa melihatnya menjadi ketakutan. Terutama hewan-hewan yang paling peka dengan alam. Semuanya lari sejauh yang mereka bisa.
Bayi Ivy merasa terserak dalam tidurnya, yang membua terbangun dengan linglung. Jantungnya berdebar-debar dengan kencang.
[Apa aku mimpi buruk? Tapi... kenapa aku tidak ingat apa-apa.]
'Kriett'
Seseorang masuk kedalam kamar bayi Ivy. Wajahnya menampilkan raut sedikit panik.
Bayi Ivy menoleh, tatapan bertanya dia layangkan pada guru sementaranya.
Felix menghelas nafas, dia berjalan mendekat pada box bayi, dan berkata, "Untungnya itu bukan karena kamu."
[Hah, apanya yang bukan karena aku?]
"Entah takdir siapa yang membuat fenomena langit seperti itu. Aku bahkan tidak bisa membacanya. Mungkin sebaiknya aku menghubungi ayah," lanjut Felix.
"Tail, aitt pa lik?"
"Kamu bicara apa bayi, guru tidak bisa mengerti."
"Aitt," bayi Ivy menunjuk ke jendela kaca.
Felix menoleh ke arah yang ditunjuk muridnya, "Jendela, ohh.. kamu ingin melihat keluar?"
Meski bukan itu maksudnya, tapi bayi Ivy mengangguk, dia penasaran fenomena langit apa yang dimaksud Felix.
"Baiklah, aku akan menggendongmu."
Felix berjalan menuju jendela sambil menggerutu, "Kamu bertambah berat bayi."
Mendengar itu seketika bayi Ivy memukul wajah Felix.
[Ivy tidak gendut!]
"Vii akk, tutt!" serunya kesal.
"Hahahaha, baiklah-baiklah muridku paling langsing dan cantik."
Bayi Ivy membuang muka, malas melihat raut bahagia Felix yang menjengkelkan.
"Jangan marah, lihat guru sudah membawamu ke jendela. Jangan bergerak, kamu hanya boleh mengamati, atau kamu akan jatuh nanti."
[Hum, aku mengabaikan mu.]
[Mana fenomena langitnya, hanya ada awan yang bergerak pelan, huh??]
Bayi Ivy menatap wajah Felix dengan bingung.
"Kenapa, tadi ingin melihat jendela. Sekarang kamu memandangi wajah guru."
"Pa ii aitt."
"Ya, benar itu langit. Pintarnya muridku."
"Pa ang lik ataan ai? da pa ii aittt?"
Felix hanya menggangguk-angguk, dia benar-benar tidak mengerti bahasa bayi.
Bayi Ivy merasa kesal, pertanyaannya sama sekali tidak terjawab. Jelas Felix tidak mengerti kata-katanya. Tapi dia tak bisa berbuat apa-apa.
Saat Ivy sudah menyerah untuk mencari tahu. Felix tiba-tiba bicara, "Bayi, kamu tidak tahu, di langit yang terlihat indah itu, baru saja terjadi hal yang mengerikan. Sebuah celah besar terlihat, seperti lapisan yang robek karena sesuatu. Guru sempat curiga hal ini ada hubungan nya dengan takdir misterius yang kamu miliki. Tapi sepertinya tidak demikian," Felix menatap jauh di langit biru. Hatinya entah kenapa merasa takut. Peristiwa ini jelas bukan keajaiban biasa. Tapi seperti sebuah peringatan sesuatu akan terjadi, atau seperti seseorang telah menyalahi aturan, hingga langit memberikan peringatan.
"Baiklah, kita sudahi melihat-melihat nya. Ada hal yang harus guru lakukan. Para kelompok itu pasti membuat keributan saat ini. Jika aku tidak datang mereka pasti akan mulai membuat tuduhan kosong," Felix kembali menempatkan bayi Ivy di box bayi, "Guru pergi dulu bayi, jangan terlalu merindu, mungkin yang kali ini akan sedikit lama. Huh, sulit sekali bersama muridku yang manis. Sebaiknya aku segera mencari cara untuk keluar."
'Ceklek'
Suara pintu tertutup membuat bayi Ivy tersadar dari lamunannya.
[Ah, apa yang baru saja kudengar.... Langit? terbelah?.... Hal mengerikan apalagi ini.]
Bagaimana bayi Ivy tidak terkejut. Di novel sama sekali tidak ada deskripsi langit akan terbelah. Felix jelas tidak akan repot-repot berbohong pada bayi. Karena gurunya itu pasti tidak menyangka dia bisa mengerti. Maka itu berarti kejadian itu benar-benar terjadi.
[Kenapa??? Kenapa penulis tidak menuliskannya, kenapa!??? Tidak mungkin, penulis lupa kan, hahaha. Ini adalah peristiwa besar!!! Hal mengerikan seperti langit terbelah. Benar-benar lebih ajaib dari kenyataan aku dan protagonis wanita yang terlahir kembali. Astaga... kenapa dunia novel ini menjadi semakin mengerikan. Mungkinkah aku bahkan tidak akan tumbuh dewasa. Dan dunia sudah akan kiamat. Aghhhhhh!!!!!! Ayahhhh.... Ibuuuu... Bayi kalian akan menjadi gila.]
...----------------...
"Hatchim," secara bersamaan Disya dan Ethan bersin. Keduanya saling memandang dengan tatapan aneh.
"Sebaiknya aku meminta bibi membuat rebusan jahe," kata Disya.
"Hmm, sebaiknya kita berikan juga pada anak-anak. Cuaca sedikit dingin sekarang."
"Baiklah."
Disya bangkit dan berjalan menuju ke dapur.
Saat itu telepon Ethan tiba tiba berbunyi.
"Sesuatu terjadi?"
"Anak itu baru saja pingsan, Tuan."
Ethan menyerngitkan dahi.
"Bagaimana bisa, apa yang terjadi sebelumnya?"
"Keluarga itu baru saja merayakan ulang tahun anak itu yang ke sepuluh tahun. Saat kedua orang tuanya keluar untuk bekerja. Anak itu kembali ke kamar sendiri. Kami terus mengawasi. Tiba-tiba saja anak itu pingsan. Benar-benar tak ada yang aneh. Anak itu hanya sedang membuka kado."
"Aneh.... Apa kalian memanggil pertolongan?"
"Awalnya kami takut akan membongkar keberadaan kami. Jadi kami hanya menaruh anak itu di kasur nya. Lalu berniat membuat orang tuanya pulang cepat. Tapi setelah satu jam anak itu sudah sadar. Saat ini orang tuanya juga sudah di rumah. Dan sepertinya tidak ada keributan tentang masalah anak itu yang pingsan."
"Maksudmu anak itu tidak memberi tahu orang tuanya?"
"Benar, Tuan."
"Apa anak seusia itu, sudah terpikirkan untuk menyembunyikan sesuatu dari orang tuanya."
"Itu... kami juga tidak tahu, Tuan."
"Baiklah, kalian terus awasi. Jika sesuatu tidak biasa terjadi. Segera hubungi."
"Baik, Tuan."
Ethan menutup teleponnya, matanya menyipit tajam. Dia merasakan firasat ada yang tidak biasa dengan kejadiaan ini.
----------------
Di sisi lain dunia.
Sebuah peristiwa besar telah terjadi. Seorang penulis paling populer ditemukan meninggal di apartemennya. Saat para penggemar dalam kesedihan. Polisi mengabarkan berita yang mengejutkan. Penulis itu meninggal karena di bunuh oleh seseorang. Tentu saja hal ini membuat para penggemar marah. Mereka dengan keras mengecam pelaku.
Kasus dengan cepat diselesaikan, pelaku ditemukan, dan dia adalah sahabat dekat penulis itu.
Mendengar itu semua penggemar menduga ini adalah kasus dimana sahabat iri dengan kesuksesan sahabatnya.
Sayangnya mereka semua salah. Pelaku sama sekali tidak iri. Tapi dia merasa muak. Dia telah memulai karir menulis sejak SMP. Dia begitu jatuh cinta dengan dunia imajinasi itu. Karyanya sangat bagus, hanya saja tidak populer. Sahabatnya lah yang pertama mengetahui hobinya itu. Suatu waktu, sahabatnya memberikan saran padanya. Untuk menerbitkan tulisannya menjadi sebuah buku.
Dia tentu saja sangat senang. Hanya saja masalah terbesarnya adalah dia tidak memiliki uang.
Namun, sahabatnya menenangkan nya. Dia mengatakan akan membiayai semuanya. Dan baru jika ada keuntungan mereka akan berbagi.
Karena mempercayai sahabatnya, dia dengan cepat setuju. Tapi yang tidak dia duga adalah semua karyanya diakui sebagai milik sahabatnya. Dia bahkan dituduh sebagai seorang plagiat. Sehingga tidak bisa mempublish novel online lagi.
Dalam kebencian, dia merencanakan pembunuhan ini.
Mendengar pernyataan itu penggemar mengalami shock berat. Ada beberapa yang tidak percaya. Tapi setelah semua bukti ditampilkan mereka tidak bisa lagi membantah.
Pelaku dihukum penjara seumur hidup. Semua penggemar menyayangkan mereka tidak akan bisa lagi membaca karya-karya indah itu.
Salah satu buku berjudul, 'Pembalikan Takdir Sang Protagonis," baru saja merilis season ke 2 nya. Dan itu masih baru beberapa Chapter.
Mereka benar-benar dibuat mati penasaran. Bagaimana akhir dari adik sang antagonis melawan mantan Protagonis wanita. Apakah sang adik menang, atau Protagonis wanita akan tetap menjadi Pemeran utama di novel.
Hal ini menjadi ramai selama beberapa waktu. Dan setelah berjalannya waktu mulai terlupakan.
otomatis bepikir, "Seandainya aku bisa mengingat memori saat aku masih bayi."🥴
Tulisannya rapih kk Thor. Ceritanya santai, menghibur.😂😏😏