NovelToon NovelToon
SAKIT

SAKIT

Status: tamat
Genre:Selingkuh / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:32.3k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Sakit, Mas! Apa yang kamu lakukan ke aku itu sangat menyakiti hatiku! Gimana bisa kamu ngelakuin ini ke aku, dan itu adalah adikku sendiri. Lalu kamu, kenapa kamu tega sama kakak mu ini haah!!"

Suara Swastamita bergetar hebat ketika berkata demikia kepada suaminya, Erdio Rasmaluyo.

Betapa tidak bergetar, rasa sakit di hatinya sangat nyata. Suami yang memintanya untuk melepaskan karinya demi menjadi ibu rumah tangga seutuhnya ternyata malah berselingkuh dengan adik tirinya.

Yang lebih mengejutkan adalah, perselingkuhan yang dilakukan Erdio dan Medini itu diketahui oleh sang ibu.

Sakit hati Swastamita ketika mengetahui bahwa di rumah itu hanya dirinya yang tak tahu apa-apa.

Adik tiri yang sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri tega menjadi duri dalam daging pada rumah tangganya. Dan suami yang ia jadikan imam, malah menorehkan luka yang begitu dalam.

Bagaimana Swastamita menghadapi rasa sakit yang dirasakannya tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

"Pak, kenapa malah jadi kayak gini? s-saya kan cuman~"

"Udah nggak usah ribut. Sekarang bereskan barang-barang penting mu. Baju seperlunya aja. Untuk baju kerja nanti kita cari kalau kamu udah siap masuk. Ayo cepet, udah malam ini. Ayah sama Ibu juga udah nunggu di rumah. Nanti dikiranya aku ngapa-ngapain kamu lagi kalau lama."

Mita hanya bisa pasrah melihat Lingga yang berdiri di bibir pintu. Pria itu tak ikut masuk ke rumah Mita karena takut jadi fitnah para tetangga. Namun Lingga terus saja berbicara, menyuruh Mita untuk membereskan barang-barangnya dengan segera.

"Jangan lupa surat-surat penting. Soal mobil, kamu nggak usah khawatir, biar nant di basa sama orang ku!" ucap Lingga dengan sedikit berteriak, pasalnya ia dan Mita ada di tempat yang berbeda. Lingga berada di teras, sedangkan Mita ada di kamarnya.

Mita hanya diam, dia tak menyahut ucapan Lingga tersebut. Saat ini, dirinya tengah duduk termenung di pinggir kasur miliknya. Banyak hal yang masuk ke dalam pikirannya salah satunya tentang apa yang akan dilakukannya setelah ini.

Mau dipikirkan berapa kali pun Mita masih tidak bisa mengerti mengapa Lingga membantunya sejauh ini. Sampai-sampai membawanya keluar dari rumah dan membawanya ke rumah kedua orang tuanya.

Namun dalam hati terdalamnya dia sangat bersyukur, karena masih ada orang yang menolong selain kedua mertua yang tak lama lagi akan jadi mantan. Mesk Bakri dan Jumilah berkata bahwa mereka akan senantiasa membantu, namun Mita tak ingin merepotkan dua sosok orang tua yang sudah sangat baik terhadap dirinya.

Lagipula kedepannya mereka akan memilik menantu lain, meski mungkin diawal-awal Bakri dan Jumilah menolah keras. Tapi mau bagaimanapun saat ini Medi sedang mengandung anak Erdio, perlahan pastilah Bakri dan Jumilah akan luluh juga. Itu semua adalah pikiran dari seorang Swastamita.

"Tapi jika aku terus bertahan di sini, gimana kalau Erdio benar-benar muncul. Tatapannya beneran nakutin. Di rumah aku sendirian, aku tadi aja udah sangat ketakutan. Untuk ada Pak Lingga. Ughhh, apa keputusanku pergi dari rumah ini udah bener?" tanya Mita pada dirinya sendiri.

Mata wanita itu menelisik ke seluruh sudut kamar. Berbagai kenangan pun masuk ke dalam kepalanya dan tanpa sadar air matanya kembali menetes.

"Ya, aku harus pergi. Kalau aku terus-terusan di rumah ini, kenangan akan pria bajingann itu akan terus muncul. Aku nggak akan bisa menghadapinya sendiri."

Akhirnya Mita memutuskan untuk pergi setelah menimbang berbagai banyak hal. Namun yang jadi pertimbangan utamanya adalah tentang Erdio. Jujur Mita merasa takut jika Erdio datang dan dirinya hanya sendirian di rumah.

"Mitaaaa, udah siap belooom." Suara Lingga melengking ketika memanggil nama Mita. Nada suaranya menjelaskan bahwa pria itu sudah sangat tidak sabar.

"Tck, kenapa dia cerewet banget sih? Perasaan dulu pas jadi atasan nggak gini deh," gerutu Mita.

Lagi-lagi dia enggan menjawab panggilan Lingga. Mita lebih fokus memasukkan barang-barang pentingnya ke dalam koper dan juga dufle bag yang akan dibawanya.

Mau tidak mau ia harus membawa lebih dari satu wadah untuk mengangkut barang penting yang dimilikinya.

"Lama banget sih, kamu semedi dulu ya? Nyari wangsit?" ucap Lingga ketika melihat Mita akhirnya muncul juga setelah beberapa waktu dirinya menunggu.

"Pak, kenapa Bapak cerewet sekali sih? Asli deh, saya baru tahu kalau bapak secerewet ini. Padahal kayaknya di kerjaan nggak gini deh?" jawab Mita sambil mengerutkan kedua alisnya dan menunjukkan ekspresi heran ke arah Lingga.

"Halah nggak usah banyak berspekulasi. Dah ayo berangkat. Sini barangnya, aku yang bawa ke mobil,"ucap Lingga sambil meraih tas dan koper milik Mita.

"Ah iya, itu kunci mobilmu kasih ke pria itu," imbuh Lingga. Ia menutup pintu bagasi setelah memasukkan barang bawaan milik Mita.

"Permisi Mbak, saya Baron. Saya adalah orang dari Tuan Lingga. Saya yang akan membawakan mobil Mbak Mita ke rumah Tuan Besar."

"Oh ya, ini. Makasih ya Mas Baron,"ucap Mita saat seorang pria berambut gondrong itu muncul entah dari sisi sebelah sana.

"Mit, kamu kok bilang makasih ke Baron tapi nggak ke aku sih?" protes Lingga.

Mita hanya memutar bola matanya malas. Enggan menanggapi mantan bos yang akan jadi bosnya lagi itu, Mita memilih untuk masuk ke mobil begitu saja.

Dia benar-benar merasa aneh dengan sikap Lingga yang sangat berbeda. Ya, di mata Mita saat Lingga sungguh terlihat seperti orang yang berbeda.

Lingga yang dulu dilihat oleh Mita adalah bos yang dingin, kaku serta tak tersentuh. Lingga bahkan layaknya seorang bos killer yang sangat ditakuti oleh anak buahnya.

Setiap Lingga melewati tempat mereka bekerja, para anak buah akan diam. Ibarat kata, bernafas pun mereka sangat takut. Tatapan mata Lingga selalu tajam dan tak goyah terhadap apapun.

Dulu Mita pun sangat takut terhadap pria itu, apalagi ketika dia hendak mengajukan surat pengunduran diri. Butuh waktu lama hingga dirinya memberikan surat tersebut meski pada akhirnya disetujui juga.

Namun Lingga yang sekarang dilihat Mita sungguh sangat berbeda, dan tampak seperti orang lain. Pria itu begitu hangat, banyak bicara dan bahkan merengek seperti bocah.

"Aneh,"ucap Mita lirih.

"Siapa? Kenapa?" sahut Lingga yang ternyata mendengar ucapan lirih Mita.

"Nggak, bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Oh iya Pak, kenapa Bapak bantu saya?"

"Karena kamu harus cepet balik ke perusahaan. Posisi itu kosong dalam jangka waktu yang lama. Jadi untuk membuatmu balik ke perusahaan lebih cepat, aku ya harus membantumu."

Lingga berkata demikian dengan begitu lancar tanpa berpikir. Mita merasa sepertinya dia yang terlalu sensitif, karena sempat beranggapan yang tidak-tidak terhadap Lingga.

Ya, Lingga Putra Darsuki adalah seorang pengusaha. Dia tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa mendapat sebuah keuntungan.

Pun dengan semua yang dilakukan Lingga terhadapnya pasti karena ada alasan untuk sebuah keuntungan. Dimana Mita merasa tenang akan hal tersebut. Jika memang karena itu maka dia bisa membalas kebaikan Lingga dengan bekerja lebih baik dari sebelumnya.

"Terimakasih, Pak,"ucap Mita tulus. Dia bersungguh-sungguh saat mengutarakan ucapan terimakasihnya.

"Santai aja, aku akan tunggu kerja keras mu nanti. Istirahatlah, satu bulan cukup kan untuk mengembalikan mentalmu. Aku tahu luka karena pengkhianatan tidak mudah hilang, namun kamu tetap harus bangkit dan aku menunggu hal tersebut,"jawab Lingga sambil tersenyum simpul.

Mita hanya mengangguk, sebenarnya dia penasaran bagaimana Lingga tahu banyak sekali tentang permasalahannya itu. Tidak mungkin hanya dengan mendengarkan adu mulut dirinya dengan Erdio tadi, membuat Lingga mengetahui segalanya. Namun Mita tak mau berasumsi, dia juga enggan bertanya lebih dalam. Dirinya sudah ditolong, dan itu sudah lebih dari cukup.

"Ya saya akan bekerja dengan baik nantinya,"ucap Mita penuh dengan semangat.

TBC

1
bibuk Hannan & Afnan
oh pantesan saudara dan ibu tiri ternyata makanya berhianat.
bibuk Hannan & Afnan
pasa=pasar
typo kak
Dew666
Loh loh tamat
Mala Sari
gudluc as always ya thor❤️
Damar Pawitra: kakakku cintaaas, makasih ...🤗🤗😍😍😍😍
total 1 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya ka,gpp apapun itu yg penting KK nyaman semangat ya ka
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: hihihi,,,, terima kasih KK buat semua karyamu
total 2 replies
dewi rofiqoh
Ditunggu karya terbarunya kak
Damar Pawitra: huhuhu makasih ya udah baca karya" aku. aku minta maaf kalau masih banyak kurangnya 🤗🤗🤗🙏🙏
total 1 replies
Yulia Fitri
kok kyak gantung gtu sih thor,tmatnya?
stidak nya kasih epilog lh,spya tau lingga nnggu Mita menerima perasaannya brapa lama,,
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: ya,ka semangat terimakasih sudah bertahan selama ini
total 4 replies
ElHi
tarik ulur nih🤣🤣
dewi rofiqoh
Siap2 aja mit! Kamu pasti bakal dapat kejutan dari lingga 🤭🤭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ga tau ajh km lingga LG menyusun strategi
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
beeeeuuuuhhh dah mulai posesif nih
Iffanaya 😽
pas awal denger suara aneh di kamar adek nya knp dobrak aja sih greget bgt 😠 ibu nya jg gila
ElHi
🤣🤣🤣🤣🤣
ElHi
coba dl lah gpp .ditolak yaa ntar maju LG.....gada ruginya 🤣🤣
ElHi
mau mulainya drmn ya Lingga???🤣🤣
ind@h
langsung tembak aja pak lingga 🤭🤭 jgn lama²..keburu mita buka hati buat yg lain..
Dew666
Betul betul betul
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
lebih baik mencoba daripada g tau kmn arahnya
ElHi
kebakar ya om Lingga🤣🤣🤣🤣
ind@h
boleh minta dbl up g sih. 🤭🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!