Melinda dijual oleh keluarganya, dia di jual pada sindikat penjualan manusia. berbulan-bulan hidupnya menderita karena harus tinggal di penampungan, dan ketika dia menyerah dia di pertemukan dengan seorang tentara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa yang datang
Waktu menunjukkan pukul 12.00 malam, Melinda masih terjaga. Wanita cantik itu sekarang masih terkulai lemah di sofa, setelah Sammy keluar dari apartemennya tadi. Melinda seperti kehilangan separuh jiwanya, dan yang paling membuat Melinda paling hancur adalah, di mana Sammy mengatakan bahwa tidak akan mempertemukan lagi dia dan Laura, sedangkan Laura adalah segalanya untuknya.
Mungkin orang lain akan mengecap Melinda sebagai wanita bodoh karena malah menyayangi anak orang yang telah melukainya, Tapi percayalah kasih Sayang Melinda benar-benar sangat tulus.
Melinda mengelus perutnya, “Mommy berjanji, tidak akan menyerah dengan alasan apapun. mommy tidak akan memperlakukan kalian dengan buruk hanya karena kelakuan ayah kalian, jadi ayo kita berjuang bersama-sama.” melinda bergumam pelan, selemah apapun sekarang kondisinya dia harus tetap bertahan demi dua calon anaknya.
4 bulan kemudian
Melinda menghela nafas gusar ketika melihat etalase masih penuh dengan roti dan cake buatannya yang belum terjual, dan pasti roti dan cake itu akan berakhir di tempat sampah sama seperti hari-hari sebelumnya.
Dengan lesu Melinda berjalan ke arah kursi kemudian dia mendudukkan dirinya di kursi tersebut, lalu setelah itu dia menatap ke arah luar berharap ada pelanggan yang datang walaupun tidak mungkin, karena waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 malam.
Ini sudah 4 bulan berlalu semenjak pernikahannya dengan Sammy dan semenjak Sammy mengamuk tentang Aluna, dan Selama 4 bulan ini pula, Melinda mati-matian bertahan demi kedua anaknya.
Di minggu-minggu pertama, setelah Sammy mengamuk, Melinda hampir saja menyerah. Dia Hampir mengakhiri hidupnya sendiri, walaupun dia sempat bertekad untuk terus bertahan. Tapi, ternyata Melinda tidak sekuat itu.
Tapi ketika Melinda akan mengakhiri hidupnya, semangat Melinda mulai kembali bangkit ketika mengingat kedua anaknya, dia tidak boleh menyerah begitu saja hingga akhirnya semangat Melinda kembali berkobar walaupun masih terus dibayangi rasa sakit.
Setiap hari, dia selalu merindukan Laura,
Berharap Laura datang kepadanya dan berlari memeluknya, walaupun Melinda tahu itu tidak mungkin. Sedangkan Sammy, dia juga sama sekali tidak pernah berkomunikasi dengan lelaki itu, hingga kini, Melinda benar-benar sendiri. Dia hanya ditemani dengan kedua anak kembar yang masih berada di dalam perutnya.
2 bulan lalu Melinda menguras semua tabungannya untuk merenovasi toko kue miliknya, agar lebih bisa menarik pelanggan. Tapi ternyata setelah merenovasi, toko kuenya malah sepi. Dan sudah seminggu ini, pendapatan Melinda benar-benar menurun hingga Melinda tidak punya cadangan tabungan lagi, segala upaya telah Melinda lakukan dari mulai menawarkan toko kuenya pada orang-orang yang melintas, tapi hanya beberapa orang saja yang memberi dagangannya.
Melinda menghapus sudut matanya yang berair, karena sekarang kebingungan mendera wanita itu. Beberapa hari lagi dia harus kontrol kandungan dan tentu saja itu membutuhkan biaya yang besar, Melinda tidak mempunyai asuransi apapun, tentu saja karena statusnya di negara ini juga tidak jelas itu sebabnya Melinda benar-benar harus menanggung semuanya, dari mulai perawatan, kontrol kandungan sampai nanti melahirkan.
Melinda mengelus perutnya yang terasa keram, “Tidak apa-apa, mungkin besok toko Mommy akan ramai.” setelah itu Melinda langsung menghapus air matanya kemudian bangkit dari duduknya dan memutuskan untuk menutup toko dan pulang ke apartemen.
Melinda masuk ke dalam apartemen, wanita itu merasakan lemas ketika melihat apartemen sangat berantakan, karena memang seminggu ini Melinda tidak membereskan apartemen, wanita itu selalu pulang malam karena menunggu pelanggan dan selalu berangkat pagi berharap ada pelanggan yang sarapan di toko kuenya walaupun hasilnya selalu nihil.
Melinda melepaskan tasnya ke bawah, baru saja dia akan mulai membereskan apartemen, kepala Melinda berkunang-kunang, hingga pada akhirnya wanita itu memutuskan untuk langsung berjalan ke kamar dan mengistirahatkan tubuhnya sejenak sebelum membereskan apartemennya, belum lagi Melinda juga merasa sedikit demam.
3 jam kemudian
Melinda mengerjap, wanita itu membuka mata. Badan Melinda sekarang sudah sedikit segar apalagi dia tertidur dengan waktu yang cukup lama.
Ketika akan bangkit dari berbaringnya untuk mengambil minum, Melinda memegang keningnya karena dia merasa ada sesuatu, dan ternyata di keningnya ada handuk di atas keningnya.
“Si-siapa yang mengompresku.” Melinda langsung bangkit dari berbaring ya dan lagi-lagi dia terkejut ketika melihat kamar sudah rapi Padahal tadi kamarnya sangat berantakan, dengan cepat dia pun turun dari ranjang kemudian keluar dari kamar, dan lagi-lagi Melinda dibuat terkejut karena ternyata semua apartemennya sudah rapih.
”Se-Sebenarnya siapa yang datang.” Melinda membeku, Entah kenapa dia malah merasa was-was, tidak mungkin Sammy datang ke apartemen ini, Karena dia sudah mengganti kode apartemen ini. Lalu siapa yang melakukan ini.