Takanashi Mika menatap jalanan sepi, mobil yang dinaiki melaju menuju sebuah mansion milik keluarga Sakamaki. Komori Yui. Protagonist dalam anime Diabolik lovers, anime dengan genre vampir ini adalah dunianya sekarang.
Dan sudah 11 tahun terlewat sejak pertama kali membuka mata didunia ini.
Wajah acuh tak acuh yang selalu menjadi andalan Mika membawanya menuju kedamaian.
"Takanashi Mika."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arka156, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 28
Assalamualaikum, halo pembaca. Saya sebagai penulis mohon maaf jika nanti menemukan typo di bab ini. Sekali lagi saya tidak tolong bantu untuk menandai typo.
Saja juga mohon dukungannya, dengan kasih vote dan saran & kritik. Sehingga dapat membantu saya lebih berkembang untuk membawa cerita yang lebih baik lagi.
Selamat membaca!
Si raja vampir, kita panggil saja Karlheinz menatap bangunan mengah dihadapannya. Saat ia melihat kebelakang dimana gerbang utama berada, jaraknya lebih dari dua ratus meter menuju pintu utama.
Arsitektur kuno nan menawan yang pertama kali dia lihat saat pintu tinggi itu didorong dan berderit, sepertinya sudah cukup lama bangunan ini ditinggalkan.
Karlheinz yang saat itu baru saja mendapatkan gelarnya sebagai raja mendapatkan pesan misterius, dengan amplop hitam yang menjadi bungkusan. Karena rasa penasaran jadilah dia membuka dan membaca, setelah tau isinya ia langsung saja berteleportasi menuju koordinat tempat.
Tidak ada yang mengantarkan surat, saat Karlheinz bertanya pada pelayan dan hanya menggeleng tidak mengerti sebagai tanggapan.
Pesan mencurigakan tapi anehnya membawa daya tarik aneh bagi Karlheinz. Ada juga kunci aneh diatas amplop itu.
"Apa ini? Lukisannya seperti dunia lain."
Disepanjang lorong hanya ada lukisan bangunan, busana dan manusia berinteraksi. Sial, anehnya lagi setiap ruangan yang dia lihat hanya ada lukisan saja. Berakhir diruangan terakhir setelah menyusui bangunan ini berjam-jam.
Saat mencoba memutar kenop pintu, itu tidak berhasil.
Diperiksanya lubang kunci, oh sepertinya ini mirip dengan kunci yang ada bersama amplop hitam. Untung saja Karlheinz membawanya sebagai jaga-jaga, saat bunyi klik terdengar ditelinga nya yang sensitif dan pintu tersebut terbuka.
Bau debu yang menghuni ruangan tercium menyengat sampai-sampai membuat hidungnya sakit.
Beberapa barang antik yang memang ditutupi kain putih untuk melindungi sofa dan meja untuk menjaga kualitas barang. Saat si raja vampir melakukan uji coba dengan mengetes ke lembutan sofa, dan wah! Asli seperti dibuat dengan bulu kualitas tinggi.
"Dari semua ruangan hanya tempat ini yang memiliki barang-barang."
Sebuah kasur berukuran king size yang sudah tertutup debu, Karlheinz bisa yakin kasur itu punya kualitas yang sama bagusnya.
Sampai pandangannya sampai didepan kain merah, "apa ini?" Dari semua barang yang tertutup kain putih tentu saja kain merah ini tampak mencolok.
Disebelah kain merah ada amplop hitam yang sama seperti sebelumnya lalu dibawa amplop ada buku usang, Karlheinz menghentikan rasa penasarannya dan menyimpan amplop lalu membuka buku.
Seutas tinta hitam tiba-tiba muncul diatas keras kosong.
\["Dikala ada anak yang terlihat mirip juga serupa dengan ciri-ciri yang tercatat aku mohon selamatkan dia."\]
Bingung melanda. Ditulis dengan huruf yang tidak bisa dimengerti tapi anehnya Karlheinz seperti mendengar suara perempuan yang menggema di otaknya.
Pandangannya berkeliaran menatap ruangan yang kosong, pasti sudah dipastikan bahwa hanya dirinyalah yang ada ditempat ini.
Jadilah dia membalik halaman selanjutnya, dan hanya titik-titik abstrak yang terlihat. Dibukanya halaman demi halaman dan hanya ada kekosongan. Sampai pada halaman terakhir, "… ah ada tulisannya."
\["Gadis kecil sedang berlari ketakutan. Dia kehilangan saudara-saudara nya dalam insiden besar ditempat terkutuk."\]
Tidak peduli seberapa pintar ia menafsirkan tetap saja sulit untuk dipahami.
"Hm?"
\["Lukisan dan kain merah."\]
Reflek Karlheinz menatap kain merah disampingnya. "Apa yang diminta kamu untuk aku lakukan?" Meskipun tidak ada yang menjawab.
Sejak awal monolog. Karlheinz hanya bicara sendiri karena dia tidak berfikir untuk membawa satupun bawahannya.
"Haruskah aku buka?"
Tapi buku yang ditangannya tidak menunjukkan reaksi apapun, saat tangannya menarik kain merah. Matanya terpaku pada lukisan didepannya, dengan tangan terulur dan jemari yang menyentuh kanvas.
"Menakjubkan," bahkan setelah ia melihatnya Karlheinz masih tidak percaya. "Apa dia manusia?"
Sosok anggun dengan gaun sederhana namun menonjolkan sisi yang paling menarik, wajahnya tidak tersenyum tapi menunjukkan kelembutan. Hanya lukisan seorang anak remaja yang sedang termenung, Karlheinz tidak mengerti kenapa dirinya menganggap lukisan ini istimewa.
"Inikah yang ingin kamu tunjukkan padaku?"
Buku ditangannya bereaksi, mengalihkan perhatiannya.
\["Selamatkan dari malam yang kelam."\]
Apa gadis ini sedang dalam situasi mengerikan atu apapun yang mampu mempengaruhi masa depannya?
Satu persatu huruf mulai terbentuk diatas kertas, mengukir sama seseorang diatasnya.
\["Takahashi Mika."\]
"Itukan namanya?"
\["Dibawah naungan sang iblis, malam kelam terus menyambutnya."\]
"Entah kenapa aku harus menyelamatkannya."
Padahal Karlheinz yakin bahwa saat ini dirinya sedang sibuk dalam penelitian untuk membuat perasaan pada vampir. Yang dia sebut sebagai proyek 'Adam' tapi sepertinya kejadian mistis ini malam mampus mengalihkan dirinya.
Dia pikir tidak papa untuk rehat sejenak dari rutinitas gila nya.
\+\+
Malam itu Karlheinz datang ke salah satu penelitian ilegal dimana manusia gila meneliti vampir, karena buku itu tiba-tiba saja terbuka dan menunjukkan lokasi ini. Manusia menggunakan manusia yang lebih kecil sebagai bahan eksperimen.
Ya, Karlheinz tau tempat ini.
Bagaimana mungkin dia tidak tau jika ada beberapa vampir muda yang tiba-tiba menghilang secara berkala, ada juga yang diserang dan untungnya selamat.
Karena sebelumnya dia tidak berhasil menemukan sarang busuk ini, saat ini Karlheinz merasa senang ingin sekali langsung meledakkan seluruh tempat ini. Langkah tenangnya menyusur, beberapa kali Karlheinz bersembunyi karena hampir berpapasan dengan manusia dengan jas putih. Yang diperkirakan adalah ilmuwan gila.
Setidaknya ada dua orang dewasa yang sedang tersenyum manis kepada anak kecil yang berdiri diantara keduanya.
"Aku tau," senyum itu Karlheinz mengenalnya. "Mereka menipu anak-anak dan menjadikan mereka alat eksperimen."
Karena senyum itu lebih mirip tipu daya dibandingkan senyum tulus.
Tiba-tiba ia mengingat pesan dari buku, itu artinya ia harus berterima kasih karena buku itu menunjukkan lokasi tempat ini. Meskipun tujuannya adalah menemukan anak itu.
"Siapa kau! Penjaga usir penyusup ini!!"
Suara nyaring seorang perempuan setengah baya, membuat Karlheinz kesal. Akhirnya dia ketahuan dan harus repot-repot berurusan dengan manusia yang otaknya kurang seons. Tanpa sadar berdecak kesal, "yah tidak papa aku tidak perlu lagi bersembunyi."
"Bagaimana bisa kau masuk kemari! Sial\*n!"
Suasana riuh terdengar setelah kedatangan banyak orang bersenjata salah satu ilmuwan menunjuk kearah Karlheinz, "mata itu! Dia vampir!"
Si raja vampir menatap bosan, kenapa orang-orang selalu menjerit setiap kali melihat hal yang berbeda? Hm tidak perlu dimengerti juga. "Oh matamu jeli juga manusia," ucapnya.
"Ah~"
Karlheinz mengernyit jijik melihat bagaimana orang-orang dengan jas lab itu menatapnya, "sungguh gila." Hanya dengan melihat binar nafsu dimata orang-orang ini dia tau seberapa tidak waras nya mereka.
"Tangkap dia hidup-hidup!"
Suara tembakan terdengar tapi hanya butuh beberapa detik untuk membuat kesunyian bagi sang raja vampir. Saat satu persatu anggota tubuh terpotong lalu terjatuh menghiasi lantai dengan warna merah dan bau amis.
"Argh!!"
"Kenapa kau menjerit setiap waktu?"
"Kau! Kau itu…" wanita yang memergokinya merasakan pandangannya berputar, lalu dia sadar bahwa kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya.
Langkah menjauh Karlheinz meninggalkan tubuh tak bernyawa dibelakangnya.
Karlheinz sang raja vampir malam itu meledak sarang orang gila dengan bau menjijikkan. Tau jika tempat ini ada penelitian untuk mengubah manusia menjadi vampir, "sangat menjijikkan!"