"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.
Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.
Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.
"Tolong jangan lakukan itu!"
"Tolong..."
"Tolong...."
Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.
"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.
Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.
Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.
Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16 Ulah Anggi
Ariana tidak menyangka jika mereka ketangkap oleh ibu dari Samudra yang sudah pasti tidak pernah menyukainya.
"Kamu tidak mendengar Mama? Kamu ternyata tidak tugas dan malah jalan bersama wanita ini?" Amelia terlihat begitu marah dengan menekan suaranya.
"Ma dengarkan dulu...."
"Jadi kamu tidak tugas?" tanya Amelia memastikan sekali lagi.
"Jawab!"
Amelia menekan suaranya menatap tajam putranya yang tidak menjawab apapun.
"Tante ....!"
"Saya tidak bicara dengan kamu!" bentak Amelia membuat Ariana kaget dengan jari telunjuk Amelia bahkan terangkat.
"Jawab Mama, kamu tidak tugas dan kamu bohong kepada mama dan papa dan juga kepada istri kamu?" tanya Amelia memastikan.
"Maafkan Samudra. Ma," ucapnya lirih
Plakkkk
Samudra mendapatkan tamparan yang cukup keras di pipinya membuat Ariana kaget.
"Mama tidak menyangka jika kamu bisa berbohong seperti ini kepada ibu kamu sendiri hanya demi bisa bersama wanita lain," ucap Amelia dengan penuh kekecewaan.
"Kamu!" Amelia menunjuk Ariana.
"Kamu sudah mengetahui bahwa putra saya sudah menikah dan kamu berani-beraninya jalan bersama putra saya, sekarang pergi dari hadapan saya dan jangan pernah menyentuh mobil ini!" tegas Amelia penuh dengan penekanan.
Samudra tidak bisa berkutik lagi, ibunya benar-benar marah. Amelia bahkan tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari Samudra karena sepengetahuannya putranya itu sedang tugas di luar kota.
Ternyata Anggi bersama dengan Zena di dalam restoran tersebut melihat apa yang terjadi membuat Anggi sejak dari tertawa.
"Jangan bilang ini adalah ulah kamu?" tebak Zena.
"Ya," sahut Anggi masih tertawa dengan menutup mulutnya.
"Anggi......"
"Aku tidak akan membiarkan sahabatku disakiti dan meskipun itu adalah suami kamu sendiri, aku ingin melihat apakah dia bisa berkutik ketika tertangkap oleh ibunya," ucap Anggi.
"Tetapi tidak seperti ini caranya, lihatlah ini tempat umum, banyak orang," ucap Zena.
"Zena, ini adalah pelajaran untuk dia, agar ke depannya dia tidak terlalu remeh kepada kamu, kamu tidak bersalah, apa yang terjadi di masa lalu kamu adalah kecelakaan dan seharusnya kamu mendapat keadilan dalam kecelakaan itu bukan diperlakukan seburuk ini!" tegas Anggi.
Zena menghela nafas, ponselnya yang berada di atas meja tiba-tiba saja berdering membuat Zena mengangkat panggilan telepon tersebut yang tak lain dari Amelia.
"Assalamualaikum Bunda," sahut Zena.
"Walaikum salam Zena, kamu sekarang pulang ke rumah ya, ada hal penting yang ingin Bunda sampaikan kepada kamu. Ayah juga sudah ada di rumah," ucap Amelia.
"Baik Bunda," sahut Zena tidak bertanya apa alasannya.
Setelah mengucapkan salam akhirnya panggilan telepon tersebut selesai.
"Aku sekarang disuruh bunda untuk pulang ke rumah dan sudah pasti ini ada kaitannya dengan apa yang terjadi," ucap Zena.
"Ya sudah kamu hadapi saja apa yang terjadi dan jika laki-laki itu disalahkan oleh ibunya dengan apa yang terjadi dan jika dia tidak terima dan mengatakan alasannya melakukan semua itu karena permasalahan dalam rumah tangga kalian, maka biarkan saja, dengan begitu orang tua angkat kamu dan juga laki-laki itu mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Aku bisa pastikan yang disalahkan bukanlah kamu tetapi dia!" tegas Anggi dengan yakin.
"Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu. Anggi jangan pernah ulangi hal ini lagi, jika ingin mengetahui apapun, kamu harus sampaikan terlebih dahulu kepadaku, aku tidak ingin permasalahan rumah tanggaku terlalu dicampuri oleh orang lain. Maaf aku harus berbicara seperti ini kepada kamu," ucap Zena.
"Maaf juga Zena, aku tidak bisa mengikuti kemauan kamu, jika sahabatku disakiti, maka aku memiliki kewajiban untuk menyakitinya," sahut Anggi dengan santai membuat Zena menghela nafas.
"Ya sudah aku pergi dulu! Assalamualaikum...." ucap Zena mengambil tasnya berpamitan dengan sahabatnya.
"Walaikum salam," sahut Anggi.
Anggi benar-benar gerejep entah bagaimana caranya menghadirkan orang tua samudra dan akhirnya menangkap Samudra bersama dengan mantan kekasihnya.
Sementara Ariana terlihat begitu kesal yang menyibak rambutnya ke belakang, bagaimana tidak tadi dia pergi bersama Samudra satu mobil dan ketika ibu Samudra menangkap mereka berdua. Ariana harus menelan pil pahit menunggu sopir untuk menjemputnya.
"Kenapa tante Amelia tidak pernah menyukaiku, dia selalu salah paham kepadaku dan menganggap wanita yang buruk. Jika aku wanita yang buruk, sudah pasti putranya tidak akan kembali berkomunikasi denganku meski sudah menikah,"
"Kenapa harus menyalahkanku dan seharusnya dia menyalahkan wanita yang telah dia jodohkan kepada putranya, sudah pasti wanita itu tidak becus menjadi istri, karena hanya aku yang bisa memahami Samudra, aku yang memiliki cinta yang besar kepada samudra dan yang paling apa yang dibutuhkan Samudra," ucap Ariana dengan dahi mengkerut.
"Memang wanita sekarang kebanyakan tidak punya rasa malu," Ariana mengerutkan dahi ketika mendengar suara tersebut membuatnya membalikkan tubuh dan tak lain orang itu adalah Anggi
"Siapa kau?" tanyanya dengan dahi mengkerut.
"Meski sudah menjadi mantan kekasih dan seharusnya memahami bahwa dia sudah menikah, bukankah tidak pantas sesama wanita saling menyakiti, untung saja tidak banyak orang yang melihat apa yang terjadi dan jika tidak maka anda sudah dicap sebagai pelakor," ucap Anggi.
"Siapa kau sebenarnya berani berbicara seperti ini? Apa jangan-jangan kau adalah bagian dari wanita bercadar itu?" tebak Ariana.
"Benar, dia adalah sahabatku dan aku tidak akan membiarkan sahabatku disakiti oleh siapapun dan termasuk wanita sepertimu. Ingat Nona kau adalah seorang selebritis, satu masalah saja yang kau timbulkan, maka namamu akan hancur atas perbuatanmu sendiri!" tegas Anggi.
"Apa katamu, jadi kau tiba-tiba saja ingin menjadi pahlawan dan memberi ancaman kepadaku?" tanya Ariana.
"Anggap saja ini hanya sebagai peringatan, karena jika ancaman sudah pasti lebih besar daripada ini," sahut Anggi.
"Maaf Nona, saya sama sekali tidak mengenal siapa anda, jika Anda merasa ikut tersakiti karena suami dari sahabat Anda masih menjalin hubungan kepada saya dan maka seharusnya Anda sebagai sahabat menasehati dirinya dan mencoba menyadarkan dirinya apa yang salah sehingga suaminya masih menjadi saya,"
"Untuk permasalahan karir yang barusan Anda katakan bahwa karena sebuah satu video saja maka karir saya bisa hancur dan dicap sebagai pelakor. Jangan lupa Nona jika saya selebritis besar yang memiliki penggemar yang banyak dan saya juga memiliki penggemar couple bersama dengan Samudra,"
"Ketika saya mengupload foto bersama dengan Samudra, sudah pasti mereka memberi dukungan dan gemas melihat hubungan kami, bukan malah sebaliknya. Ingat Nona netizen saat ini dan juga penggemar bisa buta jika mereka menjadikan couple pasangan sebagai imajinasi mereka dan mereka tidak peduli dengan istri sah," ucap Ariana.
"Hah!" Anggi sampai mendengus kasar, tidak percaya dengan apa yang telah dikatakan Ariana yang ternyata tidak merasa bersalah dan bahkan tidak ada takutnya sama sekali.
"Jadi benar jika artis papan atas itu benar-benar tidak tahu diri," sinis Anggi.
"Anda mengakui bahwa saya adalah artis papan atas, memiliki kontrak iklan, brand ambassador dari produk mahal, film di mana-mana, series dan sinetron, lalu bagaimana dengan Anda? Siapa Anda. Hmmmm jika Anda adalah sahabat dari wanita bercadar itu yang artinya sampai saat Anda justru masih mencari-cari pekerjaan," ucap Ariana penuh ejekan membuat Anggi terlihat begitu kesal penuh dengan amarah.
Arina tersenyum penuh kemenangan seolah-olah menantang Anggi
Bersambung.....
cepet terungkaplah kasusnya..
klo bener samudra ayahnya..jangan biarkan dia mengetahuinya..biar menyesal seumur hidupnya..