NovelToon NovelToon
HIRAETH (Kerinduan)

HIRAETH (Kerinduan)

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:83k
Nilai: 5
Nama Author: Eva Hyungsik

Irene, sosok gadis biasa yang begitu mencintai teman satu sekolahnya yang bernama White. Bagi Irene, White adalah cinta pertamanya. Rumah kedua baginya, namun nyatanya rumah kedua yang dianggapnya dapat membuat hidupnya lebih baik, nyatanya sama seperti rumah pertamanya.


Irene selalu rindu akan rumahnya yang dulu pernah ia rasakan dengan begitu nyaman dan tentram. Namun akankah ia bisa kembali merasakan dan melepaskan rasa rindunya pada rumah yang diimpikannya selama ini? Ataukah, ia tidak akan selamanya dapat melepas kerinduannya pada rumah impiannya itu.


“Aku rindu rumah yang tentram dan damai. Tapi, apakah aku masih bisa merasakan rumah seperti itu? Rumah yang hanya ada di dalam mimpiku,” -Irene Sachiara-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva Hyungsik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Mantan

“Kenapa orang itu yang menjadi dokter kamu, Ren?” tanya Zef tiba-tiba. 

Irene menoleh dengan dahi berkerut. “Maksudnya dokter Jenny?” tanya Irene dan dibalas anggukan oleh Zef.

Irene menatap lurus ke depan. “Entahlah, aku hanya mendapat rekomendasi dari dokter Abi. Lalu Bunda dan Ayah melakukan jadwal temu dengannya untuk pemeriksaan,” jawab Irene. 

Mendengar jawaban Irene, Zef hanya bisa menghela nafasnya pelan. "Aku akan meminta Abi untuk mengganti Jenny dengan yang lain. Aku tidak ingin wanita itu menjadi bencana dalam hubunganku dengan Irene," gumam Zef. dalam hatinya.

“Sebenarnya ada apa? Apa Kakak mengenal dokter Jenny?” tanya Irene yang menoleh ke arah pria itu. 

Zef menghela nafasnya lagi. “Iya, aku mengenalnya. Dia wanita yang pernah hadir dalam hidupku, tapi karena suatu hal hubungan kami berakhir.” Jelas Zef. 

Irene baru ingin bicara, namun dengan cepat Zef menyatakan suatu hal yang membuat Irene terdiam. 

“Dia selingkuh. Diam-diam dia berhubungan dengan sahabatku, bahkan hubungan mereka sudah sangat jauh.” Zef tertawa miris mengingat akan hal itu. 

Irene terkejut mendengar penuturan Zef. Tapi dirinya lebih bingung lagi, karena Zef menceritakan kepadanya soal masalah pribadinya. Tanpa sadar tangan Irene terulur mengusap pundak Zef. Membuat Zef cukup tercengang dengan apa yang dilakukan Irene. Zef, sedikit menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Zef menoleh ke arah Irene dan menatap gadis itu dengan sangat intens. 

Irene menarik tangannya dari pundak Zef. Gadis itu juga ikut menatap pria yang sejak tadi menatap dirinya. Lalu Zef tersenyum sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal. 

“Maaf ya, aku jadi curhat sama kamu!” ujar Zef. 

Irene mengangguk dan tersenyum tipis. “Tidak apa, Kak.  Yang terpenting saat ini Kak Zef tidak lagi merasakan sakit hati, atas apa yang terjadi dalam hidup Kakak. Karena sakit hati yang berlarut-larut itu tidak baik untuk kesehatan mental Kakak. Itu akan membuat diri kita merasakan kesulitan dalam segala hal, jadi seakan-akan itu sangat membatasi pergerakan diri kita. Jadi aku harap Kak Zef tidak seperti itu, tidak menjadi manusia gamon yang disebabkan oleh persoalan cinta.” 

Irene menoleh ke arah Zef dan memberikan senyuman tipis pada pria itu. Zef kembali tertegun dengan sikap Irene yang berbicara panjang padanya. Bahkan ini untuk kedua kalinya ia mendapatkan dan mendengar Irene berkata panjang padanya. 

“Apa kamu juga pernah merasakan hal yang sama sepertiku?” 

Pertanyaan Zef membuat Irene mengendurkan senyum tipisnya. Tatapannya seketika berubah sendu, kala diingatkan kembali akan luka yang pernah dirasakannya. Bahkan luka itu masih belum kering, dan sepertinya luka itu akan sembuh dalam kurun waktu yang lama.  

Irene menundukkan wajahnya sambil meremas jemari-jemarinya. Zef merutuki dirinya yang telah bertanya seperti itu pada Irene. Padahal ia sangat tahu kejadian apa saja yang telah dilalui oleh Irene. Dengan cepat Zef meraih tangan Irene dengan lembut. 

“Maafkan Kakak yang sudah bertanya seperti itu padamu. Mulai sekarang dan seterusnya, Kakak harap kamu bisa melupakan semua hal yang pernah menyakiti hatimu. Kakak akan selalu ada untuk kamu,” ucap Zef seraya mengusap lembut punggung tangan Irene. 

Irene tak bisa berkata-kata lagi, nyatanya rasa yang selama ini berusaha ia pendam masih terasa begitu sakit dan menyesakkan dada. Zef perlahan membawa Irene kedalam pelukannya. Irene terkejut dengan yang dilakukan oleh Zef.  Ingin rasanya Irene memberontak, namun rasanya berat sekali. Entah kenapa pelukan Zef begitu nyaman baginya. 

Di dalam ruang prakteknya, dokter Jenny duduk termenung mengingat pertemuannya dengan Zef. Sebenarnya ia sangat terkejut dengan kedatangan Zef, terlebih Zef datang untuk mengantarkan Irene. Banyak pertanyaan dalam benak Jenny saat ini. 

“Apa hubungannya Zef dengan Irene?” monolognya pelan. 

Saat pikirannya sedang memikirkan Zef, tiba-tiba saja pintu ruangannya terbuka. Seorang wanita seumuran Irene pun berjalan mendekati Jenny yang sejak tadi dipanggil olehnya tetap bergeming. 

“Kak Jenny!” pekik wanita itu di telinga Jenny. 

“Astaghfirullah,” Jenny terjingkat saat mendengar suara yang cukup keras di telinganya. 

Jenny menatap tajam pada wanita yang kini sedang  tertawa. Jenny berdecak kesal saat melihat siapa yang datang. 

“Nancy, kamu mengagetkanku saja!” keluh Jenny. 

“Hahaha, lagian Kak Jenny kenapa bengong? Dari tadi dipanggil malah diem saja,” sahut Nancy yng juga kesal dengan Jenny. 

Jenny hanya bisa menghela nafasnya saja. “Ada apa kamu kesini, hah?” tanya Jenny dengan lembut. 

Nancy menyodorkan goodie bag di hadapan Jenny. Wanita itu pun menerima pemberian dari adik sepupunya itu. Ya, Jenny dan Nancy adalah saudara sepupu. 

“Tante memintaku untuk membawakan makan siang untuk Kakak,” ucap Nancy. 

Jenny pun tersenyum sembari melongok isi goodie bag tersebut. 

“Hmm, terima kasih sudah mau direpotkan!” kekeh Jenny seraya menaruh goodie bag di mejanya. 

“Sama-sama,” 

Nancy menjawab sembari berjalan menuju sebuah sofa yang terlihat begitu nyaman dan empuk. Jenny pun berdiri dari kursinya dan ikut menyusul Nancy yang sudah menyandarkan punggungnya di sofa empuk itu. Nancy pun menoleh ke arah Jenny dan sangat ingin bertanya beberapa hal wanita itu. 

“Kak, tadi aku lihat Kak Zef bersama Irene. Apakah Kak Zef datang menemui Kakak?” tanya Nancy yang membuat Jenny terkejut. 

Bukan soal Zef, melainkan tadi Nancy menyebutkan nama Irene. Jenny menautkan kedua alisnya dan menatap intens pada Nancy. 

“Kamu kenal Irene?” tanya Jenny. 

Nancy mengangguk cepat. “Tentu saja aku mengenalnya. Dia cewek cupu yang suka sama  White,” celetuk Nancy. 

Jenny semakin dibuat terkejut dengan apa yang didengarnya dari bibir Nancy. Jenny menggeleng dengan pelan seakan tidak percaya bahwa adik sepupunya ini terlibat dengan rasa trauma yang diderita Irene. Bagaimanapun juga Jenny sudah mengetahui semua yang terjadi pada Irene, karena dirinya adalah dokter Psikolog Irene. 

“Jadi kamu juga yang sering merundung Irene?” tanya Jenny pada Nancy. 

Pertanyaan yang begitu mengejutkan Nancy. Wanita itu pun segera memposisikan duduknya dengan benar setelah kakak sepupunya bertanya seperti itu padanya. 

“B-bagaimana Kak Jen tahu?” 

Jenny menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya. “Tidak perlu tahu aku dapat info itu dari siapa. Jadi benar kamu sering merundung Irene di sekolah tanpa siapapun yang tahu. Termasuk White, iya?” Jenny kembali melontarkan pertanyaan itu pada Nancy. 

Nancy yang seakan tertangkap basah pun hanya bisa menganggukkan kepalanya. Ia mana berani membantah di hadapan Jenny. Karena apa yang diketahui Jenny, bisa jadi kedua orang tua Nancy juga akan tahu. 

“Tolong jangan beritahukan hal ini pada Mama dan Papa, Kak. Aku mohon!” lirih Nancy seraya mengatupkan kedua tangannya di depan dada. 

Jenny memijat pangkal hidungnya, dan kembali menghela nafas lagi. “Kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan itu dapat merusak mental Irene, Nancy?” 

“Kakak nggak menyangka kamu bisa bersikap seperti itu pada gadis polos seperti Irene. Apa yang sudah membuatmu melakukan hal itu pada Irene?” 

Nancy masih menundukkan kepalanya, ia sangat tidak berani bertatapan langsung pada Jenny. Jenny yang merasa Nancy hanya diam saja pun akhirnya bersuara kembali. 

“Apa ini karena Irene menyukai White?” tanya Jenny dan akhirnya dibalas anggukan oleh Nancy. 

Jenny memejamkan matanya seraya mengusap wajahnya dengan pelan. “Astaghfirullah, Cy. Tidak seharusnya kamu melakukan itu, apalagi kamu meminta White untuk menerima cinta Irene dengan terpaksa dan menjadikan Irene sebagai bahan gabut saja!” 

Mendengar penuturan sang kakak sepupunya itu, dengan cepat Nancy mendongakkan kepalanya. Bahkan saat ini kedua alisnya sudah saling bertautan. 

“Kakak tahu juga soal itu?” tanya Nancy. 

“Iya, Kakak tahu semua masalah yang terjadi pada Irene. Karena dia adalah salah satu pasien yang Kakak sedang tangani saat ini,” penjelasan Jenny lagi-lagi sudah membuat Nancy tercengang. 

“Apa? Jadi si cupu itu pasien Kak Jenny. Wah, ini sih berita bagus yang harus White dan yang lainnya tahu. Siapa tahu dengan mendengar kabar ini, si cupu itu nggak bisa berteman dengan siapapun.” Nancy bergumam dan tersenyum dalam hatinya. 

Jenny tahu kalau Nancy sedang memikirkan sesuatu. Jenny sedikit agak khawatir, kalau nantinya Nancy akan berbuat jahat kembali pada Irene. 

“Nancy,” panggilan pertama Jenny diabaikan karena Nancy saat ini masih sibuk dengan pikirannya sendiri. 

Hingga Jenny menyenggol lengan wanita itu, barulah Nancy tersadar dari lamunannya. 

“I-iya, Kak!” jawab Nancy tergagap..

“Kakak harap kamu tidak memperlakukan Irene dengan tidak baik. Setelah wisuda nanti, Kakak harap kamu minta maaf kepadanya. Kakak minta tolong sangat kepadamu, ubah sikapmu itu. Jika tidak, maka bersiaplah semua yang kamu lakukan pada Irene akan Kakak sampaikan ke Om dan Tante!” 

Jenny sengaja memberi peringatan kecil pada adik sepupunya itu. Jenny sangat tahu kelakuan Nancy seperti apa, maka dari itu dirinya harus sedikit waspada. 

1
Ade Salamah Alam
karya nya bagus teruskan semangat
Ade Salamah Alam
padahal cerita nya bagus bangettt ayooo semangat athorrrrr
Moreno
lucu sekali solusinya, si Bapak Thomas 😅
Azlin Hamid
Luar biasa
Yennie Susantie
maaf thor tapi menurutku kata "heoh" nya itu agak ganggu biasanya kan kalau membentak itu "hah".
Ryuken: Terima kasih atas sarannya. sebenarnya mau aku revisi semua. Tapi, udah males banget 🤦. Sekali lagi makasih untuk sarannya 🥰🙏
total 1 replies
falea sezi
lemah
Norhani Muda
Luar biasa
Faraz Youza
.
Faraz Youza
ceritanya bagus
Faraz Youza
jahat bgd emaknya
Rinjani Putri
hy kk author tetap sengat ya yuk singgah juga ya di karyaku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!