Kartika Gayatri, gadis 21 tahun yang memiliki kecantikan dan kelembutan luar biasa. Kartika yang selama ini tak pernah melihat dunia baru saja beberapa bulan mendapatkan penglihatannya. Hal itu pula yang membuatnya tertarik dan terjebak rayuan lelaki casanova yang di temuinya di klub saat menemani sahabatnya. Malam itupun dia belajar tentang anatomi tubuh pria sesungguhnya.
Akibatnya dia hamil dan sayangnya dia tak tau apapun tentang lelaki itu kecuali namanya, Zaidan.
Hal yang sama dirasakan Zaidan dia tak bisa melupakan Kartika, karena malam itu dia melakukan hal yang tak pernah dia lupakan saat bermain-main. Dia takut gadis itu hamil anaknya.
Zaidan pun mencarinya dan akan menikahinya jika bertemu. Dia tidak akan melepaskan gadis itu, gadis bermata amber itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naira_W, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apartemen Zaidan
Ruangan kamar ini sangat panas, sama seperti cuaca di luar. Dinginnya AC tak bisa mendinginkan tubuh kedua insan yang baru saja selesai memadu kasih itu.
Setelah sekian lama, akhirnya tombak milik Zaidan bisa digunakan sesuai fungsinya kembali. Tentunya setelah dia memperdaya istrinya yang lugu itu.
"Mas, aku udah lemes mas. Biarin aku tidur kenapa sih." kata Kartika yang risih karena suaminya itu masih saja menempel pada tubuhnya.
"Kamu tidur aja sayang, kata mama ini harus kita lakukan terus supaya twins sehat dan ini juga aku lakukan supaya nanti ASI kamu lancar." kata Zaidan sambil melakukan hal seperti bayi yang menyusui.
"Tapi aku gak bisa tidur mas padahal ngantuk. Geli mas." Kata Kartika sambil mendorong kepala suaminya itu.
"Kamu tidur aja sayang, latihan ini kalau twins nanti yang begini kamu udah biasa. Atau mau aku buat kamu tidur dengan cara aku. Aku kasih obat sirup ya" kata Zaidan langsung memposisikan dirinya di atas tubuh istrinya.
Dan Zaidan tetaplah Zaidan, mau seperti apapun Kartika menolak tetap saja dia akan mendapatkan yang dia mau.
Kartika menjerit ketika suaminya itu mulai beraksi kembali. Dia sudah pasrah saja dengan suaminya yang memiliki stamina yang mengerikan itu.
Mereka mulai saling bersahutan lagi seperti kucing kawin. Jerit-jerit tapi bukan jeritan kesakitan. Sampai akhir Kartika merasakan gelombang tsunami yang akan muncul dan membuat tubuhnya mengejang. Zaidan malah semakin gaspol sampai mereka sama-sama berteriak seperti suara Tarzan yang ketemu Jane
Terlihat Kartika benar-benar lemas dibuat oleh suaminya. Dan benar tak lama kemudian dia tertidur.
Sedangkan suaminya setelah membersihkan sirup yang berceceran itu dengan tisu, dia melanjutkan tugasnya sebagai bapak yang baik. Menyiapkan wadah yang pas pada sumber makanan anak-anaknya nanti.
***
Mobil yang dikendarai oleh Zaidan memasuki pelataran gedung apartemen mewah miliknya.
Dia dan Kartika akan tinggal di apartemennya dulu sementara masih mencari rumah yang cocok untuk mereka.
Hari ini mereka sudah kembali, karena besok mereka sudah harus beraktivitas seperti biasa.
"Ayo sayang, aku tunjukkin tempat tinggal kita." kata Zaidan
Zaidan menggandeng tangan Kartika dan menuju lift tempat dia tinggal.
"Kamu bisa naik ke lantai tempat kita pakai ini, nanti mas kasih buat kamu. Kemarin Romi sudah mengurus kartu akses untuk kamu." kata Zaidan
Sementara Kartika hanya diam saja melihat sekeliling gedung mewah ini.
Seperti biasa dia akan mengamati semua yang dia lihat ketika melihat sesuatu yang tak pernah dilihatnya, dia akan bertanya pada Zaidan.
Zaidan tak pernah marah, malah menyukainya. Benar kata Sandra, Kartika itu seperti bayi yang baru lahir. Dan ingin tahu apa saja yang dia lihat.
"Sayang, lihat mas ya. Kamu harus tahu bagaimana caranya ke lantai unit kita." kata Zaidan sambil menunjukkan pada Kartika cara menggunakan kartu akses itu
"Mas, di sini kita gak punya tetangga ya?" tanya Kartika saat melihat lantai yang mereka tuju itu hanya ada satu pintu dan itu pintu apartemen Zaidan.
"Di sini memang begini sayang, yang tinggal di sini punya kesibukan masing-masing. Dan pada gak mau diganggu." kata Zaidan kemudian membuka pintu.
Kartika melihat dengan kagum, sebuah ruangan mewah dan elegan. Apalagi ketika Kartika melihat ke arah jendela. Dia berdecak kagum.
"Mas, kita bakal tinggal di atas awan ya." katanya. Membuat Zaidan tertawa.
"Sayang kita ini ada dilantai 25, bukan diatas awan sayang. Tapi kalau kamu mau aku bawa keatas awan juga bisa. Besok kita naik pesawat." kata Zaidan, dia tau istrinya tak pernah naik pesawat
"Aku takut naik pesawat mas, nanti kalau jatuh gimana? " katanya dengan wajah yang imut
Zaidan yang melihatnya seperti itu tentu saja sudah tak bisa menahan diri lagi. Apalagi dia sudah menahannya sepanjang perjalanan tadi.
"Sayang, mas tunjukkan ke kamu kamar kita, sekalian kita tes tempat tidur kita. Biasanya aku tiduran sendiri, sekarang ada kamu. Kita coba dulu kekuatannya. Kalau gak kuat kita ganti baru." kata Zaidan memeluk pinggang Kartika dan mengajaknya ke kamar miliknya.
Lagi-lagi Zaidan memperdaya keluguan istrinya. Dan Zaidan sangat suka, dia merasa saya ini hidupnya sekarang akan semakin menarik. Karena akan terus memikirkan cara memanfaatkan kepolosan Kartika, istrinya