Seorang pria kuat yang ingin menjadi npc
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gelegar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa iri
Lin Shao Yu berdiri di atas arena pertandingan dengan gagah berani seperti seorang karakter utama, tidak ada murid yang tidak mengetahui tentangnya, banyak murid perempuan yang mengidam-idamkan dirinya karena dia adalah murid langsung dari ketua sekre Liu Yaoshan.
Lawan bertarungnya adalah murid puncak Langit Selatan biasa, lawan Lin Shao Yu sudah berkeringat dan gemetaran sesaat menaiki arena.
"Sial, bagaimana bisa aku langsung bertanding dengan murid unggulan sekte!!" Gumam sang murid puncak langit Selatan.
Tanpa basa-basi, pertandingan pun di mulai.
Lawan Lin Shao Yu langsung menggunakan semua kekuatannya, dia membuat sebuah segel berwarna merah di depannya.
Kemudian segel itu membesar dan mengeluarkan puluhan bola api.
"Meskipun aku hanyalah seorang murid dari puncak Langit yang terkenal akan pembuatan pilnya, tapi aku akan menunjukkan bahwa murid puncak kami juga bisa bertarung!!" Gumam sang murid sambil menembakkan puluhan bola api kearah Lin Shao Yu.
Woshh wosh wosh...!!
Lin Shao Yu pun mulai menunjukkan kehebatannya, dia bergerak maju dengan sangat cepat sambil menghindari setiap serangan bola api lawannya.
Kemudian Lin Shao Yu tiba-tiba menghilang dari pandangan lawannya, lalu beberapa detik kemudian, Lin Shao Yu muncul kembali di belakang lawannya.
Lawannya tiba-tiba tertebas oleh satu tebasan tepat di bagian dada, kemudian dia pun ambruk tak sadarkan diri.
Para murid pun kebingungan apa yang baru saja terjadi, mereka tidak melihat Lin Shao Yu menarik pedangnya, tapi tiba-tiba musuhnya tertebas oleh pedang, hal itu membuat para murid bertanya-tanya kecuali Gong Suyun, Chu Qingfei, Lian Jiao, Luo Feiyu, dan para tetua.
"Bagaimana bisa?"
"Apa yang baru saja terjadi?"
"Aku tidak bisa melihat gerakannya!!"
Para murid pun menjadi semakin kagum kepada Lin Shao Yu, bahkan tetua pun menyukainya dan membangga-banggakannya.
Kecuali Tetua Mei Gongsu, Mei Gongsu menganggap semua murid yang ada disana setara termasuk Gong Suyun murid langsungnya.
Tidak, ada satu orang yang di perlakukannya berbeda dengan yang lain, yaitu Luo Feiyu.
Tetua Mei Gongsu beberapa kali memandang Luo Feiyu dengan tatapan lembut dari tempat duduknya, Luo Feiyu pun tersenyum lembut kepada Mei Gongsu yang terus memandanginya.
Lin Shao Yu pun turun dari arena, dia di soraki oleh para murid yang mengaguminya.
Pertandingan awal-awal terasa begitu mudah, bahkan Gong Suyun dan Lian Jiao bisa mengatasi lawannya dengan satu gerakan tanpa menggunakan Qi dan mengungkapkan tingkat kultivasi mereka.
Luo Feiyu mulai merasa bosan dan mengantuk karena telah menunggu cukup lama, dia sampai menguap entah berapa kali.
"Hoaam...!!! Kapan ini selesai, aku ingin segera kembali ke rumah dan bersantai seperti biasa!!" Ujar Luo Feiyu dengan sedikit lesus.
Dan akhirnya kini Giliran Luo Feiyu untuk bertanding, Luo Feiyu langsung naik keatas arena sesaat dia dipanggil oleh tetua.
Saat baru meniaki anak tangga pertama arena, Luo Feiyu sudah mendapat banyak sorakan dari murid perempuan yang sedang menonton disana, mereka memanggil manggil nama Luo Feiyu dengan penuh semangat.
"Kakak Feiyu!!!"
"Kakak Feiyu, kau sangat tampan!!"
"Kakak Feiyu!! Lihatlah kemari!!"
Luo Feiyu berjalan dengan tatapan lurus ke depan, mau ekspresi apapun yang di tampilkan oleh Luo Feiyu, dia tetap akan terlihat tampan dan memikat, baik ekspresi dingin, marah, malas, dan lain-lain.
Luo Feiyu pun melirik kearah Mei Gongsu, dia melihat Mei Gongsu tidak lagi memandanginya, Mei Gongsu terlihat sedikit kesal dan memalingkan wajahnya.
Salah satu tetua pun bertanya kepada Mei Gongsu yang terasa sedikit bersikap aneh.
"Tetua Mei, apakah kau baik-baik saja?" Tanya tetua yang sedang duduk fi sebelahnya.
"Aku baik-baik saja!!" Jawab Singkat Mei Gongsu dengan sikap dingin.
(Cuma mau ngingetin, Mei Gongsu ini selalu pakai cadar kecuali ketika hanya berduan bersama Gong Suyun atau Luo Feiyu, terkadang dia juga tidak memakai cadar saat bersama murid inti lainnya, meskipun jarang).
Luo Feiyu tersenyum sambil memandangi Mei Gongsu yang terlihat seperti sedang merajuk, hal itu terlihat imut bagi Luo Feiyu.
Lawan Luo Feiyu adalah seorang NPC/murid dari puncak pedang, dan ini adalah pertandingan terakhir untuk hari ini.
Luo Feiyu bersikap santai di atas arena, begitu pula musuhnya yang tidak mengetahui seberapa kuat Luo Feiyu.
Pertandingan pun di mulai, sang murid dari puncak pedang langsung mengeluarkan pedangnya, kemudian Luo Feiyu melempar sesuatu yang tajam dengan cepat.
Siiiingg...
Sang murid pedang pun menghindarinya hanya dengan sedikit melangkah ke samping dan memiringkan badannya.
"Hey, apakah hanya itu yang bisa kau lakukan?" Ujar sang murid puncak pedang dengan songongnya.
Luo Feiyu tidak menjawabnya dan tetap tersenyum ramah, sang murid pedang itupun merasa kesal melihat senyum ramah di wajah tampan Luo Feiyu, lebih tepatnya dia merasa iri dengan ketampanan Luo Feiyu.
Dengan rasa kesal, sang murid itu maju dengan cepat dan menebaskan pedangnya kepada Luo Feiyu sekuat tenaga sambil melampiaskan rasa kesalnya.
Hyaaa!!!...
Pada detik-detik terakhir, Luo Feiyu tiba-tiba menghilang dari tempatnya, ternyata dia berpindah dengan jimat teleportasi yang ia lempar pertama kali dan meninggalkan sebuah jimat peledak di tempatnya berdiri sebelumnya.
Sang murid pedang itupun terkejut, dia melihat sebuah jimat peledak yang sedang bersinar aktif tepat di hadapannya.
Duaarr!!!
Sang murid pedang itupun kalah dengan wajah yang tertutup oleh mehong (Arang), semua murid perempuan langsung berteriak histeris mendukung kemenangan Luo Feiyu, sedangkan para murid laki-laki sebaliknya.
Mereka tidak terima dengan kemenangan Luo Feiyu.
"Tetua, ini tidak adil!!"
"Ya benar, bagaimana bisa dia menggunakan jimat seperti pengecut di pertandingan ini!"
"Ya benar tetua, dia hanya seorang pengecut yang menggunakan jimat, pertarungan itu harus dilakukan dengan fisik!!"
Hampir semua murid laki-laki protes terhadap tetua mengenai kemenangan Luo Feiyu, para murid perempuan pun membela Luo Feiyu.
"Diam kalian, kalah tetap kalah!!"
"Benar!! Bilang saja kalian iri terhadap kakak Feiyu!!"
Para murid laki-laki dan perempuan pun mulai cek-cok berdebat.
"Diamm!!" Teriak tetau dengan suara lantang.
Semua murid pun terdiam, suasana menjadi senyap seketika.
"Luo Feiyu memenangkan pertarungannya dengan adil, tidak ada peraturan pertandingan yang di langgar oleh Luo Feiyu, kaliannya saja yang bodoh karena tidak memanfaatkan apa yang kalian miliki!! Meskipun ada beberapa jimat yang dilarang, bukan berarti menggunakan Jimat itu tidak di perbolehkan!!" Jelas tetua dengan singkat.
"Dengar itu kalian murid laki-laki!!" Ujar murid perempuan.
Para murid laki-laki terdiam dan hanya bisa menahan diri.
Luo Feiyu pun turun dan kembali ke tempatnya semula bersama Chu Qingfei dan Gong Suyun.
Tetua yang menjadi wasit itupun menutup pertandingan hari ini dengan beberapa patah kata.
Setelah itu, semua orang pun kembali pulang ke tempat mereka masing-masing karena pertandingan akan di lanjutkan besok.
ini mcnya tolol,bodoh,naif katanya mau jadi npc tapi kelakuan kayak mc, kekuatanya aja tak terkalahkan tapi depan cewe kayak orang bodoh+tolol