Sean Aldev arlots. cowok yang di cap nakal Di sekolah. terpaksa menerima perjodohan dengan Agatha Evelyn. sang ketos di sekolahnya. Agatha sering menghukum Sean karena kenakalannya.
namun ia tak pernah menyangka bahwa ia akan di jodohkan dengan cowok yang sering dihukum olehnya.
pernikahan siswa sma pun dilakukan secara rahasia. banyak cobaan Dan badai yang menghadang pernikahan Dini kedua orang tersebut.
apakah mereka mampu bertahan tanpa bercerai?
novel by IZANANTEROS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DnieY_ls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 28
Camping di laksanakan di ci widey, seluruh siswa yang ikut terlihat senang. Semua sudah sampai di tempat camping setelah sekitar empat jam lebih perjalanan.
Lokasi camping sudah di sewa selama tiga hari dua malam oleh pihak sekolah agar acaranya lancar. Mereka berangkat pagi hari dan sampai siang hari. Karena tenda sudah tersedia mereka pun di persilahkan untuk istirahat sebelum memulai acaranya.
"Agatha bisa bantu ibu?"
Seorang guru wanita menghampiri Agatha yang tengah mengobrol sambil beristirahat di depan tenda bersama teman temannya.
Agatha pun bangkit dan mendekat pada bu ida selalu guru ppkn. "Kenapa bu?"
"Bantu ibu absensi seluruh siswa yang hadir yah. Juga nanti kamu bilang mereka siap siap" perintah bu ida yang langsung di angguki Agatha.
Agatha meraih buku absensi yang di bawa guru tadi. Lalu mulai berkeliling ke setiap tenda.
Agatha hanya mengabsesi bagian tenda perempuan saja, untuk laki laki sudah di tangani Oleh bu ida.
Di sebuah tenda berisi tiga orang pemuda yang baru bangun. Sean bangkit dari duduknya dan membuka pintu tenda. Tidur nya terganggu oleh guru yang memanggilnya.
"Kenapa bu?"
Sean mengucek mata nya sekilas. Lalu menatap bu ida yang berdiri di depannya sambil memegang buku absensi.
"Loh kalian bertiga ikut?"
Pertanyaan yang bukan berasal dari bu ida melainkan dari bu remi yang ikut berkeliling bersama. Sean mengangguk lemas, matanya terngantuk ngantuk.
Bu remi menggelengkan kepala nya melihat ketiga anak bandel. Dua lain nya masih tertidur dengan santai nya tanpa memperdulikan sekitar.
"Benar benar anak bandel". Gumam bu remi pelan.
Meski begitu sebenarnya bu remi tak mempermasalahkan. Justru dirinya akan merasa bersalah jika ketiga murid itu benar benar tak ikut. Jadi kemarin tanpa sepengetahuan orang lain dia berbicara pada orang tua mereka untuk di ikut sertakan.
Hanya rian dan Jonathan kalau tidak salah, soal Sean Agatha menawarkan diri untuk membantunya dan bu remi menyetujui.
"Ya sudah kalian siap siap. Acara sudah mau di mulai". Tegas bu remi langsung di angguki Sean.
Sepeninggal dua guru tadi Sean menguap besar lalu melirik ke belakang di mata dua temannya maish tidur.
"Woy bangun lo pada".
Sean menggoyangkan tubuh dua temannya tetapi mereka hanya menggeliat tanpa berniat bangun. Malah keduanya jadi berpelukan saat tidur membuat Sean menatap jijik sekalih.
Ide jahil terlintas di otak nya. Sean tersenyum jahil dan mulai mendekati dua sahabatnya. Dengan sengaja dia menarik kedua celana pria itu hingga tercopot. Menyisakan mereka yang memakai baju dan boxer saja.
Sean mengambil dua celana temannya lalu keluar dari tenda. Sebelum pergi tak lupa dia menutup tenda dengan rapat takut ada orang lain yang melihat.
....
Agatha yang sedang membantu mempersiapkan kebutuhan bersama panitia lain tak sengaja melihat suaminya di dekat sungai.
Begitu pun sebaliknya Sean melihat istrinya yang entah sedang apa.
"Agatha!"
Agatha memutar bola matanya malas. Tanpa Sean berteriak pun dia dapat mendengar panggilan cowok itu apalagi mereka tengah saling pandang pandangan.
"Apa?" tanya Agatha setelah lebih dekat dengan posisi Sean berada.
"Nggak ada."
"Ck, yang bener Sean. Gue timpuk lo mau? Nyusahin aja". Gerutu agatha.
" santuy neng. Lagian lo lagi ngapain tadi? Jadi babu ya?" tanya Sean dengan menyebalkan.
Ingin sekali Agatha merobek muka tampan cowok itu tetapi dia ingat jika itu adalah suami nya. Tak lucu bukan dia merobek muka suami sendiri karena kesal.
"Sembarangan! Gue lagi bantu bantu bukan jadi babu". Pekik Agatha tak Terima di katai babu.
"Sama aja kali. Sama sama di suruh suruh, mau an banget lo soal begitu. Soal kenikmatan aja lo nolak banget".
Agatha mengernyit, cowok di depannya ini berbicara apa. "Lo ngomong apa sih? Gak jelas banget".
"Di sekolah aja juara satu, soal beginian doang gak ngerti". Cibir Sean.
Agatha memeloto tajam." siapa yang gak ngerti sih? Cuma bingung aja gue tuh". Elak nya tak ingin terlihat bodoh.
"Masa?"
"Udahlah gak jelas gue ngomong sama lo. Mending lanjutin kerja aja". Ucap Agatha hendak pergi.
"Yaudah sana. Jadi babu lagi lo".
Agatha melirik tajam Sean lalu pergi dari sana. Sean terkekeh melihat nya, menurut nya Agatha sangat lucu saat sedang cemberut atau marah.
Sean bangkit dari pinggiran sungai membawa dua celana basah milik temannya. Dia pun segera menuju tenda, sebelum sampai Sean menjemur lebih dulu dua celana basah itu disamping tenda mereka pada kayu yang sudah dia buta seperti tempat jemuran kecil.
_'kan ku arungi tujuh laut samudra'_
_'kan ku daki pegunungan himalaya'_
_'apapun kan ku lakukan tuk dirimu sayang'_
_oh penjaga hatiku.._
"Sean goblok!"
"Anjing".
Sean mengumpat keras, terkejut karena teriakan dua sahabat nya. Cowok itu menoleh ke depan tendanya dan terlihat kepala rian yang menyembul keluar.
"Lagi ngapain lo? Kek orang lagi ngintip". Tanya Sean.
" bacot! Mana celana gue bangsat". Sarkas rian kesal setengah mati.
Bagaimana tidak kelas kalau bangun tidur celananya sudah hilang. Bukan suudzon tetapi sudah pasti Sean yang mengambil nya.
"Nih lagi di jemur. celana lo bau banget anjing, jadi gue cuci. Gue kan sahabat yang baik yang pengertian sama lo pada".
"Pala lo perhatian! Ngapain lo cuci bangsat gue pake celana apa kalau gitu?"
"Ribet amat hidup lo. Tinggal gak usah pake celana apa susah nya". Cetus Sean.
"Emang sialan lo!"
Umpat rian sebelum kembali memasukan kepala nya ke dalam tenda. Sean terkikik geli melihat ekspresi suram teman sesatnya, dia yakin pasti rian dongkol.
"Cepetan lo pada keluar, udah di tungguin yang lain". Ujar sean.
"Sabar bangsat! Gue lagi cari celana" gerutu rian kesal sekesal kesalnya.
jadi kalau kalian tanya kenapa di ulang, itu murni keteledoranku ya, mianhe guysss. love you all