Bima hanyalah "sampah desa" yang ringkih. Digerogoti penyakit jantung bawaan dan paru-paru basah akut, hidupnya dihabiskan untuk merangkak di bawah kaki orang-orang kaya yang arogan.
Puncaknya, di sebuah malam yang diguyur hujan lebat, Bima dihajar hingga sekarat dan jatuh ke dasar sungai.
Namun, maut justru membawanya menemukan batu mustika hitam misterius. Tak hanya sembuh total, fisik Bima bermutasi menjadi sekokoh karang, lengkap dengan kemampuan mata tembus pandang dan medis gaib.
Menariknya, energi baru di tubuh Bima membuat setiap wanita yang ia sentuh bergetar tak berdaya.
Berawal dari pijatan penyembuhan, Bima mulai menaklukkan hati para wanita cantik—
mulai dari Rasti si kakak ipar janda muda, Laras sang kembang desa, hingga Siska, istri pejabat kota—yang suaminya terlibat kasus perselingkuhan. Bersiaplah menyaksikan aksi Danu, si tukang pijat penakluk wanita!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Bab 29
Ki Ageng Raga Samudra menatap Bima dengan pandangan teduh namun penuh penekanan, tidak terganggu sedikit pun oleh interupsi pemuda itu.
"Jangan berpikiran sempit dulu, Anak Muda," potong Ki Ageng dengan suara beratnya yang berwibawa, membuat Bima yang sempat panik langsung terdiam rapi. "Sistem pusaka ini tidak serendah yang ada di dalam otak mesummu itu. Dengar penjelasan seutuhnya dari orang tua ini."
Sang kakek kembali mengibaskan tangan rentanya ke udara. Gambaran gaib dari jalinan urat saraf di sekitar mereka mendadak berubah warna menjadi hijau keemasan yang sangat pekat, berpusat tepat di area bawah perut manusia.
"Pilar ketiga ini disebut Segel Keterikatan Sukma Melalui Cairan Inti," lanjut Ki Ageng Raga Samudra.
"Mustika Hijau yang ada di dalam tubuhmu adalah pusaka beraliran Yang—puncak dari energi kehidupan, kejantanan, dan kesuburan bumi. Di dalam tubuh lelaki, esensi energi tertinggi dari mustika ini secara alami akan menyatu dan mengendap di dalam cairan sperma milikmu."
Bima mendengarkan tanpa berkedip, jakunnya naik turun. "Maksud Kakek... sperma saya bisa jadi obat?"
"Bukan sekadar obat biasa," jawab Ki Ageng tegas. "Cairan inti yang sudah menyatu dengan hawa murni Mustika Hijau memiliki daya purifikasi tingkat tinggi yang luar biasa dahsyat. Jika lewat media telapak tangan dan pijatan luar kamu hanya bisa menghancurkan manifestasi kutukan tingkat menengah—seperti yang kamu lakukan pada Nyonya Siska—maka cairan intimu adalah obat pamungkas."
Kakek tua itu menjeda kalimatnya, membiarkan Bima meresapi setiap perkataannya.
"Penyakit-penyakit paling parah dan mematikan di dunia ini—mulai dari kanker stadium akhir yang merusak sel tubuh, kelumpuhan total akibat kutukan berdarah, hingga Kutukan Santet Janin Hitam yang mengeringkan rahim seorang wanita—semua itu tidak akan bisa bersih total hanya dengan pijatan luar. Penyakit dalam seperti itu membutuhkan penawar yang masuk langsung ke dalam inti tubuh target melalui hubungan intim penyatuan sukma."
Bima menelan ludah gila-gilaan. Pikirannya langsung melayang ke mana-mana. "J-jadi... kalau ada pasien wanita yang kena penyakit parah atau santet tingkat tinggi di dalam tubuhnya, cara menyembuhkannya harus lewat... jalur dalam, Kek? Alias entup entupan?”
"Benar. Cairan intimmu yang dilepaskan di dalam rahim atau tubuh mereka akan bekerja seperti air suci yang membabat habis seluruh akar penyakit dan racun gaib sampai ke sel-sel terkecil,"
Bima langsung mematung. Gila, ini jenis kemampuan mesum macam apa? Entup-entupan demi menyembuhkan orang, cerita dewasa juga harus ada otaknya woi! Perasaan dia cuma pernah mendengar hal beginian di novel online dewasa.
Siapa sangka pusakanya mempunyai kemampuan nista macam itu.
Ki Ageng mengangguk perlahan. "Namun, ketahuilah konsekuensinya. Begitu cairan intim menyatu di dalam tubuh seorang wanita, Segel Keterikatan Sukma akan aktif secara permanen."
"Efeknya apa, Kek?" tanya Bima penasaran.
"Wanita tersebut tidak akan bisa berpaling darimu seumur hidupnya. Jiwa, raga, dan kesetiaannya akan terkunci total padamu. Jika dia mencoba mengkhianatimu atau berniat jahat, energi murni yang tertinggal di tubuhnya akan berbalik menyiksa batinnya sendiri hingga menderita," jelas Ki Ageng dengan senyuman penuh arti.
Bima menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang berpacu cepat setelah mendengar rahasia besar dari sistem kekuatan Mustika Hijau ini. Untung saja... untung saja malam tadi saat bersama Mbak Rasti, dia masih menggunakan akal sehatnya dan menahan diri di detik-detik terakhir sebelum 'gawangnya' jebol. Jika tidak, ikatan batin yang rumit pasti sudah mengunci kakak iparnya itu sejak pagi ini.
Masalahnya dia itu kakak iparnya. Masalah tidak simple demikian.
Namun pikiran nakal malah tergambar di benak : mba rasti yang montok itu terikat batin, tergila-gila dengannya, kesetian untuk abangnya kini berganti ke dia. Janda muda itu akan jadi milik seutuhnya!
Bima buru-buru menggelengkan kepala. Itu terlalu kebangetan, kalau mau minimal cari yang lain. Mbak siska contohnya istri pejabat—yang kemungkinan kasus selingkuh, atau wulan si gadis perawan.
"Pahamilah tiga pilar sistem kekuatan ini baik-baik, Bima," ujar Ki Ageng Raga Samudra seiring dengan tubuhnya yang perlahan-lahan mulai memudar kembali menjadi kabut hijau tebal, menandakan batas waktu pertemuan mereka di alam bawah sadar telah habis. "Segel keduamu sudah terbuka, jalanmu masih panjang. Sekarang... bangunlah dan bersiap!"
“Woi bentar, kek masih ada yang mau kutanyai–”
Wusss!
Mata Bima terbuka perlahan. Di samping kasurnya berdiri wanita cantik bak bidadari sekilas dia kira itu malaikat.
Namun salah. Itu Rasti! Kakak iparnya.
“Bagus, kamu sudah bangun ya sayang.”
Ucapan sayang itu membuat wajah Bima memanas. Entah ucapan sayang itu untuk arti sebagai adik atau yang lebih dalam lagi.
“Tidurmu pules banget, tadi.” Suara itu lembut.
Sinar matahari pagi yang cerah sudah menerobos masuk melalui celah gorden kamar baru mereka, menyinari wajah Rasti yang tampak semakin segar dan glowing setelah dimanja habis-habisan oleh Bima semalaman.
Setelah itu mereka sarapan pagi, memakan masakan dari mbak Rasti. Kemudian setelah beberapa saat mbak rasti izin pergi ke kamar untuk berbelanja kebutuhan lain.
Saat itulah Bima langsung jadi sibuk. Ternyata jasa pijat yang entah bagaimana dimulai ini menyebar seluas samudra. Mungkin efek dari dua orang hebat yang dibantu dengan tangan membuat nomor dia ditelpon oleh orang asing.
Beberapa cewek pada menelponya. Bapak tua juga antri untuk merasakan pijatan.
Namun semua itu cuma kelelahan dan sakit biasa. Wanita pertama yang Bima lakoni adalah gadis elok di desa sukacita, saat dia meraba tubuhnya dia mendesah sangat manis. Tubuh yang lelah usai kuliah terasa sangat bugar! Bahkan dia sangat merasa senang! Merasa seperti baru dilahirkan.
Oleh karena efek pijatan yang menghilangkan rasa lelah serta membuat gadis itu bergairah, Bima dapat bonus tiga ratus ribu sekali pijat!
Kemudian kembali ke bapak-bapak tua! Ibu tua dan lain-lain. Entah darimana mereka tahu, tapi orang-orang desa mulai menganggap pijatan Bima ini adalah berkah.
Total hari ini Bima berhasil mengumpulkan cuan sebesar Rp 2.500.000 hanya dari para orang desa yang menjadikan rumah renovasi sebagai klinik terapi pijat.
Mata Terawangan Intuitif miliknya benar-benar bekerja efisien. Begitu melihat pasien, Bima langsung tahu titik mana yang tersumbat, lalu menghajarnya dengan Hawa Murni Purifikasi dari telapak tangannya.
Alhasil, bapak-bapak yang encok langsung bisa kayang bahkan bercerita bahwa dia bakal mengenjot istrinya di kasur tanpa ampun, dan ibu-ibu yang migrain mendadak segar bugar menggosip lagi.
Nama Bima dalam sekejap meroket menjadi tabib pijat ajaib di wilayah Sukamaju dan sekitarnya.
Matahari sudah mulai condong ke barat.
Orang lagi-lagi masuk. Seorang gadis.
Gadis itu mengenakan kaus oblong putih ketat yang membungkus dada ranumnya dengan pas, dipadukan dengan celana jins pendek yang memamerkan sepasang kaki mulus nan jenjang.
Kulitnya kuning langsat khas gadis desa yang terawat, dan rambut kuncir kudanya tampak bergoyang pelan saat dia menoleh cepat mendengar langkah kaki Bima.
Dia adalah Wulan. Gadis kembang desa Sukamaju yang tempo hari sempat membeli ikan tangkapan Bima dengan harga jutaan!
"Lho, Wulan? Kok ada di sini?" tanya Bima dengan seringai ramah khasnya.
Wulan seketika tersentak, wajah cantiknya mendadak merona merah muda begitu sepasang matanya beradu pandang dengan tatapan intens Bima. Dia memilin-milin ujung kaosnya dengan salah tingkah.
"Mas Bima... Akhirnya giliranku. Aku udah nungguin dari tadi loh," ujar Wulan dengan nada suara yang sengaja dibuat agak manja, membuat jakun Bima naik turun seketika.
Kok gak mikir konsekuensinya ya..🫣
Bersekutu dengan iblis menjanjikan keuntungan duniawi sesaat, namun selalu berujung pada petaka.
Konsekuensi utamanya meliputi ketergantungan spiritual, hilangnya kendali atas kehendak bebas, tuntutan tumbal nyawa, penderitaan batin, serta kehancuran dan penyesalan abadi di akhir.
Dampak fatal akibat praktik tersebut akan kehilangan Jiwa dan Kebebasan, harga yang harus dibayar untuk bantuan iblis adalah jiwa manusia itu sendiri.
Manusia yang awalnya merasa mengendalikan kekuatan tersebut akhirnya diperbudak dan kehilangan kehendak bebas mereka.
Untuk menghindari fitnah dengan cara membentengi diri dari perbuatan yang mendekati zina, pergaulan bebas dan pacaran.
Dengan melakukan pernikahan, seseorang dapat menyalurkan hasrat biologis secara halal, menjaga kehormatan, dan mencegah timbulnya tuduhan negatif serta prasangka buruk di masyarakat.
Menikah adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup seseorang.
Lebih dari sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan resmi, pernikahan memiliki tujuan yang lebih dalam dan bermakna...🤭🤨😊