Pagi ini adalah hari pertama Irma masuk kerja di perusahaan ternama,ya walaupun sbagai OB Tpi iya tetap bersyukur
Tekadnya merantau jauh dari keluarga,niatnya mengadu nasib untuk membantu ekonomi keluarganya
Stelah sholat subuh Irma pergi membeli sarapan untuk mengisi perutnya sbelum brangkat kerja
Stelah makan Irma lantas mandi
"Huhhh smangat,hari ini adlah hari prtmaku kerja"ucap Irma sambil brcermin yang terletak tidak jauh dri kasur tmpatnya untuk istirahat lalu Irma keluar mengunci pintu kos2annya .. senyum mengembang
''bismillahirrohmanirrohim"
Irma mengendarai sepedanya,ya Irma mmpunyai sdikit tbungan
Irma pikir,dari pada harus bolak balik naik angkot lebih baik uangnya Irma gunakan membeli sepeda bekas
Selain ngirit,ini juga bisa membantu Irma agar lebih cepat
Namanya ibu kota,pasti sering macet bukan
Sesampainya di tempat Irma kerja,Irma masuk ke dalam ruangan
Irma dengan tlaten mmbrsihkan ruangan hingga ruangan,sbelum para pekerja datang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla arafah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 28
Kita kembali ke Arka dan Irma saja yukkk ahh!! Dari pada tegang urat urat sama tingkah Bu Hastari
Okee... lanjut
Setelah pergulatan mereka langsung mandi, Namun ternyata bukan sampai di situ saja Arka memangsa istrinya. Di dalam kamar mandi pun Arka masih meminta hak'nya, seakan tak ada puasnya si Arka itu🙄 Mandi yang seharusnya hanya memakan 30 menit, mereka sampai 2 jam
Entah apa saja yang mereka lakukan di dalam kamar mandi ?? Author pun tidak tahu
Setelah selesai mereka langsung menunaikan ibadah sholat Maghrib,
"Mas, aku lapar,"
"Hmmmm, mas juga lapar" jawab Arka dengan senyum nakal
"Ihhh mas, aku serius lapar. Kamu ini, pikirannya kotor terus!!"
"Lhooo emang ayang tau mas itu mikir apa? Kenapa langsung nebaknya ke sana. Jangan-jangan malah kamu lagi yang pikirannya traveling ke sana'' ucap Arka sembari naik turunkan alisnya
"Ishhhh udah ah mas, aku mau keluar aja''
Irma pun keluar pergi ke depan meninggalkan suaminya di dalam kamar
Arka sangat senang menggoda istri tercintanya itu, lalu Arka mengejar istri mungilnya.
"Ya udah yang, jangan ngambek dong" bujuk Arka mengejar istrinya
"Habisnya mas itu, orang aku lagi ngmong serius. Malah bercanda mulua!!'' ucap Irma dengan nada kesal
"Ya udah iya, iya. Emang mau makan apa yang?"
"Emmmm, kayaknya makan pecel ayam enak deh mas,"
"Ya udah, ayok kita cari resto yang terdekat''
"Kok resto sih mas, aku tuh maunya makan pecel ayam di pinggiran''
"Hahhh!! Nggak, mas nggak mau!" Tolak Arka
"Kok gak mau sih, emang kenapa mas?"
"Sayang, kalo di pinggir jalan itu pasti tidak higienis udah gitu rasanya pasti tidak akan enak"
"Idihhhh kata siapa gak enak? Justru makanan para pedagang kaki lima itu enak-enak mas. Mas belum mencoba makannya berkata seperti itu,"
"Tapi mas tetep nggak mau"
"Ya udah, kalo gitu aku sendirian aja keluar biar bisa sekalian cuci mata'' Irma berlalu sembari meledek suaminya, Arka pun langsung mengejar istrinya setelah mendengar istrinya hendak cuci mata. "Enak saja, hanya aku yang boleh menikmati keindahan wajah istriku" ujar Arka dalam hati
"Ya udah, iya ayok mas ikut. Bentar mas ambil dompet dulu"
Arka masuk ke dalam kamar mengambil dompetnya. Tak lama kemudian Arka keluar dengan memakai jaket dan topi
"Hmmmm mas Arka kalo berpenampilan begitu tampan sekali" liri Irma dalam hati.
Mereka pun keluar villa mencari makanan untuk makan malam.
"Itu mas, itu ada pecel ayam'' ujar Irma menunjukan pedagang pecel yang Irma lihat
"Jangan di sini ya yang, banyak polusi. Kamu lihat tuh banyak banget kendaraan berlalu lalang, lagi pula sangat ramai,"
"Nggak mas, pokoknya aku mau makan disini titik!!" Kata Irma menekankan
''Sayaanggg..."
"Ya udah kalo gitu aku gamau makan!!'' ujar Irma merajuk
"Ya udah Iyya, Iyya mas cari tempat parkir dulu ya'' akhirnya Arka menuruti permintaan istrinya tersebut. Setelah parkir mereka mencari tempat duduk dan memesan makanan
"Mas, aku mau pecel ayam satu ya komplit. Mas kamu mau apa??''
"Samain aja sama kamu yang" ujar Arka sembari tengok kanan kiri karena sedikit risih dengan tempat kaki lima. Karena memang sebelumnya Arka tak pernah makan di pinggir jalan seperti ini, selalunya di restoran bintang lima
Tak lama pesanan mereka datang
"Ini kak, silahkan"
"Terimakasih bang" ujar Irma
"Ayo mas cobain, ini cucu tangan dulu'' Irma menyerahkan mangkok berisi air untuk cuci tangan
Irma memakan makanannya dengan sangat lahap.
Arka yang melihat istrinya itu makan dengan sangat lahap lantas penasaran dengan makanan pinggir jalan, satu suap Arka masukan ke dalam mulut dengan sambalnya, dannn
_"Emmmmm, enak sekali sambalnya''_ lirih Arka dalam hati memuji makanan yang di makannya, Arka makan dengan lahapnya
''Katanya gak enak, tapi makannya sampai gak ingat minum. Lahap banget gitu" ujar Irma menyindir suaminya
"Emmm, hehehe iya yang ternyata enak banget sambelnya.'' kata Arka memuji pecel lele yang ia makan.
''Tuhh kan bener kata aku mas,"
"Heheh iya yang, kamu emang selalu pintar" kata Arka memuji istrinya, istrinya yang mendengar pujian dari suaminya hanya memutar bola matanya malas.
Setelah selesai makan, Irma meminta untuk membeli es kuwut yang ada di sejajar pedagang kaki lima disana
"Mas mau gak?'' tanya Irma
"Gak ah yang, apaan itu es lumut. Ntar mas jadi lumutan lagi minum itu"
"Hmmm es kuwut mas mukan es lumut!! Ya udah kalo mas gak mau biar aku aja''
''Berapa pak?'' tanya Irma pada pedagang es kuwut
"Lima belas ribu neng''
"Mas, 15 ribu. Bayar tuh'' ujar Irma memerintah suaminya
"Ini pak, kembaliannya ambil saja buat bapak'' Arka menyodorkan uang berwarna merah
"Alhamdulillah, haturnuhun kasep. Mudah-mudahan rezqinya nambah berkah, keluarganya selalu di beri limpahan Rahmat kasih sayang dari sang maha pencipta'' ujar pedagang tersebut mendoakan Arka dan Irma
''Aamiin pak, makasih doanya pak''
''Siap kasep"
Mereka pun pergi kembali ke villa
"Dimana yang, udah kenyang belum?''
"Udah mas, aku kenyang banget''
"Ya udah, kita siap-siap sholat isya dulu yu'' Arka mengajak istrinya sholat isya berjamaah. Setelah selesai mereka memilih bersantai di depan villa dimana di sana banyak sekali tanaman bunga.
"Mas, katanya kamu mau bikinin kebun bunga buat aku?''
"Iya yang, nanti mas bikinin ya'' jawab Arka
Gak tau saja Irma, sebenarnya Arka sedang menyiapkan kejutan di rumah, ketika mereka pulang kebun bunga sudah selesai
''Hmmmm, mas kalo kamu mulai ke kantor nanti, aku ikut ke kantor boleh ya mas?? Soalnya aku kangen sama Arum''
"Iya sayang, boleh kok''
Mereka pun menikmati sepoy-sepoy angin malam hari di puncak. Ketika sudah tengah malam mereka memilih masuk ke kamar villa
''Yang, mas boleh minta gak?'' tanya Arka
''Minta apa mas??'' tanya Irma pura-pura tidak tau maksud dari suaminya itu
''Anu yang, ehhh ituu. Aahhh udahlah mas langsung mulai aja'' Arka langsung melucuti pakaiannya dan sang istri karena sudah tidak tahan. Malam yang begitu dingin tak di rasakan oleh sepasang yang sedang memadu kasih itu
Setelah aktifitas panasnya mereka memilih terbang ke alam mimpi.
BERSAMBUNG
_________________________________
terimakasih sudah membaca
HAPPY READING
semoga kalian suka 🤗🤗
aku mampir niih /Smile/
ijin follow kak, follback yaa
Segala lelah dan keluh kesah akan terbayar setelah melihat amplop cokelat, apalagi kalo tebel. 🤣🤣
makasih doanya Kaka 🙏
banyak typo nya 😅