Ardan, seorang dosen tampan yang menjadi penerus keluarga Adinata sedang menatap pada seorang gadis yang tengah berbaring di atas tempat tidurnya.
Gaun yang dikenakan olehnya menunjukkan bahu dan leher jenjang milik Sasha, membuat jiwa lelaki Ardan meronta. Namun ia harus menahan segala hasrat yang sedang mencapai puncaknya, karena mengingat akan kontrak pernikahan yang membatasi sentuhan fisik diantara mereka.
Pernikahan mereka yang akan berlangsung dalam beberapa hari tersebut diakibatkan kebohongan yang dilakukan Ardan dan membuat seluruh keluarganya percaya bahwa Sasha adalah kekasihnya.
Bagaimana kisah mereka dimulai?
Happy reading guys
follow ig author
@kak.ofa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Ulsyah Musyarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Honeymoon
"Em, itu ... lingeri dan pakaian dalam."
Ardan dan Sasha langsung teringat akan isi tas Sasha yang berubah menjadi baju kurang bahan semuanya.
"Jadi ini semua kerjaan mami?" Ardan dan Sasha berpandangan.
Di seberang tampaknya tidak bersuara, terdengar sedikit suara cekikikan yang samar. Sudah diduga bahwa Nasyila memang benar telah menyimpan baju-baju itu untuk Sasha.
Ardan pun reflek mengambil ponsel Sasha dan memutuskan panggilan itu.
Laki-laki itu turun dari ranjang, ia berdiri dan langsung menghela napas panjang. "Jadi sekarang, kau sama sekali tidak ada baju?" tanya Ardan pada gadis yang masih berselimut.
Sasha tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya. Rambutnya berantakan karena handuk yang membungkusnya tadi sudah terlepas.
"Lalu, apa kau sekarang sama sekali tidak pakai baju?" tanya Ardan lagi.
"Aku pakai handuk kimono," jawab Sasha polos.
Ardan menggelengkan kepalanya. "Kalau kau masih menggunakan penutup di tubuhmu, kenapa harus pakai selimut?" Ardan memicingkan matanya.
"Ah, iya ya." Sasha pun melepas selimut yang membuat ia gerah. Gadis itu lupa jika alasan sebenarnya dia berselimut adalah karena dia tidak memakai bra.
Namun dengan santai, Sasha turun dari ranjang dan mengambil handuknya yang terlepas. Dia mengibaskan rambutnya ke depan menutupi wajahnya dan menggosok halus rambut itu dengan handuk putih kecil yang tadi membungkusnya.
Ardan melihat Sasha begitu seksi dengan bathrobe yang menerawang terkena cahaya matahari sore. Bathrobe itu hanya menutupi tubuh Sasha sampai setengah pahanya saja.
Saat Sasha membalikkan rambutnya ke belakang, kemudian belahan dada yang tidak tertutupi oleh bathrobe itu terlihat oleh Ardan.
Laki-laki itu menelan salivanya sambil memalingkan muka.
Ditambah wajah cantik Sasha yang segar, dengan leher jenjang yang putih mulus membuat jakun Ardan bergerak gelisah.
"Lebih baik kau berselimut lagi sana!" seru Ardan.
"Maksudnya? Memang Mas Ardan mau kemana?" tanya Sasha karena melihat Ardan seperti bersiap mau pergi.
"Aku akan mencari baju yang bisa kau pakai." Ardan berujar sambil keluar dari kamar tersebut.
Sasha hanya mengendikkan bahunya karena tak mengerti Ardan akan mencarikan baju untuknya kemana.
***
"Jadi pantai lombok seindah ini? Aku pasti akan menyesal seumur hidup jika aku terus berada di dalam kamar tadi." Sasha tersenyum sambil menatap langit jingga ketika matahari terbenam.
"Makasih ya, Mas." Sasha tiba-tiba menatap ke arah Ardan.
"Untuk?" tanya Ardan.
"Bajunya, karena sudah mau belikan aku baju." Sasha menjelaskan sambil menunjukkan lengan bajunya.
"Itu bukan baju mahal Sha, aku hanya beli di tempat souvenir dekat sini tadi," jelas Ardan sambil menunjuk ke arah tempat ia membeli baju untuk Sasha.
"Ya, nggak apa-apa. Yang penting aku bisa pake baju, dan jalan-jalan kesini." Sasha pun berlari ke arah pantai mendahului Ardan.
Ardan tersenyum lepas memperlihatkan sederet giginya. Ia bahagia melihat gadis berkaus hitam dengan kain selendang yang menutupi kakinya sedang berlarian dan tertawa.
"Mas, sini dong!" Sasha melambaikan tangannya dari kejauhan.
"Jangan main air, kau tidak punya baju lagi!" Ardan menyusul Sasha yang sudah hampir menyentuh air pantai.
"Ah iya," sesalnya dan ia pun berbalik arah.
"Sayang sekali, aku ingin bermain air padahal." Sasha menunduk namun ekor matanya melirik ke arah Ardan.
"Kan masih ada hari esok, untuk sekarang aku sudah menyiapkan sesuatu yang spesial," ujar Ardan sambil mengajak Sasha mengikutinya.
"Oh ya, aku ikut!" Gadis itu pun berlari kecil dan langsung mengikuti pria yang sudah menjadi suaminya itu.
Ardan berjalan ke arah gazebo yang diikuti oleh Sasha. Melihat Ardan memasuki area tersebut, seorang pelayan menghampirinya dengan membawa seperangkat alat barbeque.
"Wah, Mas mau bikin apa ini?" Sasha merasa takjub saat melihat satu set alat pemanggangan dan daging sapi yang sudah dipotong untuk siap panggang.
"Kita buat barbeque di sini. Ini menyenangkan." Ardan langsung menyalakan pemanggangan itu dan meletakkan daging-daging di atasnya.
"Mas Ardan sering memanggang daging sepertinya?" tanya Sasha ketika Ardan dengan lihai membolak-balik dagingnya.
"Lebih tepatnya, memanggang daging di sini." Ardan menyimpan penjepit daging itu lalu duduk di kursi yang berseberangan dengan Sasha.
"Maafkan aku, ya!" ujar Ardan tiba-tiba.
"Kenapa Mas minta maaf?" heran Sasha.
"Karena mami, aku minta maaf karena obsesi mami ingin memiliki cucu. Mungkin ini akan menyulitkanmu," jelas Ardan sambil tertunduk.
"Aku tidak apa-apa, Mas. Kalau hanya begini aku tidak apa-apa." Sasha sebenarnya ada rasa kecewa, ia kira dengan Ardan sering menggodanya maka akan membuat gadis itu memiliki tempat di hati suaminya, ternyata tidak.
"Ah, dagingnya sudah matang, Mas." Sasha pun menghampiri pemanggangan dan mengangkat daging sebelum ia taburi lagi oleh bumbu.
"Besok aku ada acara bisnis, kau bisa jalan-jalan sesukamu." Ardan berkata sambil mengunyah daging miliknya.
"Benarkah?" Sasha terlihat berbinar-binar. Ia begitu senang karena bisa jalan-jalan di tempat yang selalu ia inginkan ini.
Ardan tersenyum mengangguk, melihat Sasha yang sangat antusias.
***
Bersambung ...
penokohannya jg pas.
walaupun ini karya perdana sang author,tp novel ini bgs menurut sy.
semoga utk ke depannya KK author lebih sukses lg dgn menghasilkan karya2 trbaiknya.
𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂..