NovelToon NovelToon
LUNA & THE ALPHA

LUNA & THE ALPHA

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Vampir / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

"Aku akan menjadi perisaimu, meski seluruh dunia menentang kita."
Menjadi satu-satunya manusia di antara kawanan serigala membuat hidup Luna selalu terancam. Tapi berada di dekapan sang Alpha tampan berhati dingin, dia menemukan perlindungan yang tak pernah ia duga. Akankah cinta mereka bertahan di tengah kutukan dan perebutan kekuasaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyelinap Melalui Celah Malam

Matahari baru saja tenggelam sepenuhnya di balik cakrawala, menenggelamkan kastil *Silver Moon* ke dalam pelukan malam yang pekat. Kabut tebal kembali turun dari perbatasan hutan, merayap perlahan menyelimuti dinding-dinding batu kuno yang megah.

Di dalam kamar atas yang hangat, Luna baru saja menyelesaikan makan malamnya yang diantarkan oleh Maya. Rasa cemas yang sempat hilang tadi pagi entah mengapa kembali datang menyergap. Dadanya terasa sesak, seolah ada firasat buruk yang sedang mengetuk dinding kesadarannya.

"Nona Luna, ada apa? Anda tampak gelisah," tanya Maya sembari merapikan piring-piring kosong ke atas nampan kayu.

Luna berjalan mendekati jendela, menatap ke luar di mana ada kegelapan malam.

"Aku tidak tahu, Maya. Jantungku berdegup sangat kencang sejak sore tadi. Rasanya... seperti ada sesuatu yang salah."

Maya tersenyum menenangkan, meskipun matanya sendiri menyiratkan sedikit kelelahan.

"Jangan khawatir, Nona. Malam ini penjagaan kastil dinaikkan dua kali lipat atas perintah Alpha Yudha. Tidak akan ada tikus tanah pun yang bisa menembus dinding kita."

Namun, apa yang tidak diketahui oleh Maya dan juga seluruh prajurit setia Yudha adalah bahwa pengkhianatan terbesar justru lahir dari orang dalam mereka sendiri.

---

Jauh di bagian belakang kastil, dekat dengan tebing curam yang jarang dilewati, sebuah pintu besi kuno yang tertutup lumut perlahan bergerak terbuka tanpa suara. Engselnya yang berkarat telah diberi minyak pelumas terlebih dahulu agar tidak menimbulkan derit yang bisa memicu kecurigaan pengawal patroli.

Sesosok siluet tinggi dengan jubah hitam berdiri di ambang pintu tersebut. Itu Rina.

Dari balik kegelapan hutan di bawah tebing, tiga sosok pria bertubuh kekar dengan pakaian serba hitam dan mata merah menyala melompat naik dengan lincah. Mereka adalah para petinggi kaum *Rogue*, dipimpin oleh Hendra pria kejam berwajah penuh bekas luka yang merupakan musuh bebuyutan Yudha.

"Tepat waktu," bisik Rina dingin, matanya berkilat penuh dendam di kegelapan.

"Jalur ini langsung menuju ke koridor menara barat. Pengawal di area itu sudah dialihkan oleh Tetua Malik dengan alasan patroli luar."

Hendra menyeringai lebar, memperlihatkan taring-taringnya yang tajam dan kekuningan. Aroma busuk khas serigala liar menguar dari tubuhnya. "Kerja bagus, Rina. Di mana gadis manusia itu?"

"Kamar utama Alpha di lantai teratas menara timur," jawab Rina, menunjuk ke arah menara tertinggi yang lampunya masih menyala temaram.

"Ingat janji kita, Hendra. Bawa pergi manusia sialan itu, hancurkan dia sesuka hatimu, tapi biarkan Yudha tetap hidup agar dia bisa merangkak di bawah kakiku setelah kehilangan takhtanya."

Hendra tertawa rendah, sebuah suara serak yang mengerikan. "Tentu saja. Kelemahan seorang Alpha adalah belahan jiwanya. Begitu gadis itu berada di tanganku, Yudha tidak akan lebih dari seekor anjing peliharaan yang penurut."

Tanpa membuang waktu lagi, Hendra memberikan isyarat kepada dua anak buahnya. Mereka bergerak seperti bayangan, menyelinap masuk melewati pintu besi yang terbuka lebar. Rina segera menutup kembali pintu tersebut dan menghilang ke dalam koridor lain, memastikan dirinya memiliki alibi yang bersih saat badai kekacauan ini pecah.

---

Sementara itu, di aula utama, Yudha mendadak menghentikan bicaranya di tengah rapat bersama para panglima perang.

Jantungnya berdegup dengan kecepatan abnormal secara tiba-tiba. Serigala di dalam dirinya mendadak terbangun, mencakar-cakar dadanya dengan gelisah seraya melolongkan alarm bahaya. Udara di sekitarnya mendadak terasa asing. Ada bau samar yang sangat dia benci bau busuk kaum *Rogue* yang entah bagaimana mulai mengontaminasi udara bersih di dalam kastilnya.

Yudha berdiri dari kursi kebesarannya dengan sentakan kasar hingga kursi kayu itu terdorong ke belakang.

"Alpha? Ada apa?" tanya salah satu panglima perang dengan bingung.

"Ada penyusup di dalam kastil," geram Yudha, suaranya rendah namun dipenuhi getaran amarah yang mengerikan. Sepasang matanya langsung berkilat emas cair yang menyala di kegelapan aula.

"Seseorang telah membuka pintu untuk mereka."

Tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut, Yudha melesat keluar dari aula dengan kecepatan kilat. Pikirannya hanya tertuju pada satu hal: Luna. Belahan jiwanya sedang berada dalam bahaya besar.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!