NovelToon NovelToon
Penantian Seorang Gadis

Penantian Seorang Gadis

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Miliarder Timur Tengah / CEO / Persahabatan / Tamat
Popularitas:820.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: skyl

Fisha dan Xaviel sudah berkenal lama satu sama lain. Dari tk hingga memasuki pakaian putih abu-abu selalu bersama.

Namun di saat kelulusan Sma, Xaviel melanjutkan kuliah di luar negeri karena perintah sang daddy.

Akhirnya pun keduanya terpisah jauh.

Sebelum pergi Xaviel berjanji akan kembali dan menjadikan Fisha sebagai pendamping hidupnya.

Apakah janji itu akan di tepati oleh Xaviel, dan kembali tanpa melupakan Fisha yang senantiasa menunggunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon skyl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27 ~Penantian Seorang Gadis~

Kaira sudah menunggu kakaknya di jendela kamar. Kainal sudah mengabari bahwa diakan ke sana makanya dia menunggu. Dia hanya sendiri di rumah, bundanya keponpes milik opah Fisha.

Di saat melihat mobil memasuki gerbang rumah, dia berlari menurungi anak tangga, untuk menyambut kakaknya dan kakak iparnya.

"Kakak Fisha," teriak Kaira langsung memeluk kakak iparnya bukan Kainal.

"Aku gak?" tanya Kainal. Namun, Kaira menggeleng dan mengajak kakak iparnya masuk ke dalam rumah.

Kainal hanya geleng-geleng kepala, dia mendorong dua koper masuk. Setelahnya kembali lagi mengambil kardus milik istrinya.

"Sayang, kalau kamu udah mau ganti pakaian ayo naik dulu," bisik Kainal.

"Ganti apanya? Aku udah pakaian biasa ini," balas Fisha mendongak.

"Gak perhatiin, yaudah kamu di sini dulu bareng Ai, aku mau ke kamar bentar," ucap Kainal. Fisha mengangguk.

"Kainal tadi kardusnya di taroh mana?" tanya Fisha berteriak. Mungkin sudah jauh sehingga dia tak mendengarnya.

"Ai, kakak ke atas dulu," pamit Fisha. Kaira menoleh lalu mengangguk. "Ai," panggil Fisha kembali membuat adik iparnya itu menoleh kembali.

"Kamu boleh ngasih tau kamar kakakmu yang mana?" tanya Fisha.

"Ayo ku antar, kak," ucap Kaira. Saat telah sampai Kaira kembali turun untuk melihat buku novel yang di belikan kakak iparnya.

Fisha memutar kenop pintu sehingga Kainal yang sedang mengganti pakaian terperanjat kaget dan melompat ke ranjang.

"Astaghfirullah, Fisha," kata Kainal seraya turun dari ranjang dan melanjutkan ganti pakaiannya.

"Kenapa pintunya gak di kunci?" tanya Fisha membuka kerudung panjangnya dan menggantinya dengan kerudung segi empat.

"Lupa," balas Kainal memeluk istrinya dari belakang.

"Kamu lapar?" tanya Fisha membalikan badannya. Kainal mengangguk.

"Kamu turun tanya Kaira apa masih ada makanan."

"Aku mau masakan kamu." Kainal menggeleng-geleng.

"Yaudah ayo turun aku masakin," ucap Fisha. Mereka turun ke ruang tamu bersama.

Kainal duduk di samping adiknya sedangkan Fisha menuju dapur.

"Ini apa namanya? Fungsinya apa?" tanya Kainal mengambil buku yang sedang di baca sang adik.

Kaira menatap sinis ke arah Kainal dan berusaha mengambil bukunya yang berada di tangan kakaknya.

"Kak Fis-" Kaira tersenyum di saat Kainal buru-buru mengambilankan bukunya.

"Tumben gak main ke rumah Celi," ucap Kainal.

"Malas," jawab Kaira melanjutkan membacanya. "Kak," panggil Kaira membuat Kainal berdehem.

"Aku di pilih jadi wakil osis, tapi aku tolak."

"Lah kenapa?" tanya Kainal.

"Gak suka aja sih."

"Banyak di luar sana pengen masuk anggota osis, kamu yang di pilih malah nolak. Jadi osis gitu, kita bisa lebih dekat dengan guru dan murid lainnya, lebih banyak bergaul. Kakak dulu pernah nolak masuk jadi osis, tapi di pikir-pikir nyoba tak apakan? Nah kakak masuk anggota osis, alhamdulillah, kakak bisa tuh lebih maju lagi. Lebih rajin ke sekolah, semakin di siplin. Lebih di kenal, di jadikan salah satu motivasi murid lainnya," ucap Kainal. "Emang kamu tak ingin di jadikan contoh motivasi?

Kaira menggeleng. Dia diam sejenak lalu berkata. "Kata Celi dan Saifara pun gitu, mereka marah sama aku, karena nolak memasuki organisasi gitu-gituan. Menurutku repot kak, susah."

"Gak ada yang susah kok. Kamu di pilih sebagai wakil osis pasti kamu memang pilihan tepat, terimalah. Coba tak mengapa, kalau sudah mencoba dan hasilnya memang susah. Kamu boleh mengundurkan diri, gak masalah kok," ucap Kainal menesehati adiknya.

Kaira mengangguk. "Nanti aku pikir-pikit ulang lagi deh."

"Sana bantu kak Fisha siapin makan," ucap Kainal. Kaira mengangguk. Dia menyimpan bukunya di meja dan berjalan ke arah dapur.

"Kak Fisha aku bantu potong-potong ininya," sahut Kaira. Fisha menoleh lalu mengangguk.

"Potongnya jangan terlalu kecil ya," peringat Fisha. Kaira hanya manggut-manggut.

Malam tiba, semua keluarga sudah pulang.

"Wah, ini baru pertama kali nyoba masakan menantu," seru Vier.

"Enak," puji bunda Kainal. Fisha hanya senyum di balik cadarnya.

Usai sarapan, Fisha ke kamar Kaira. Adik iparnya itu sulit mengerjakan tugas sekolah, Fisha yang tidak sibuk pun membantunya.

"Ini di ganti katanya, gak cocok," saran Fisha. Kaira pun menggantinya.

Kainal ikut masuk ke kamar sang adik. Dia habis ke supermarket.

Fisha menoleh sekilas lalu kembali memperhatikan Kaira.

Tanpa Fisha sangka. Kainal menyium pipinya di depan Kaira. Fisha langsung memukul pelan dada Kainal.

Kaira yang menyadarinya, pura-pura seakan tak tau apa-apa, dia fokus menulis. Padahal matanya ingin goyang menoleh ke arah kedua pasutri yang sedang bermesraan.

Karena sudah tak tahan, Kaira berdehem keras sehingga Kainal menjauhkan badannya mengambil cemilan di dalam kantong plastik dan duduk di samping sang istri.

Kaira tersenyum dan mengambil cemilan tersebut.

"Ini bikin kerangka?" tanya Kainal.

Kaira mengangguk. Kainal mengambil buku sang adik, memikir sesaat lalu menyuruhnya menulis. Dan dia yang akan memberi tahu apa yang harus di tulis.

"Ada lagi tugasnya?" tanya Fisha pada adik iparnya.

Kaira menggeleng. "Udah semua kak, makasih," ucap Kaira.

"Yaudah deh ayo kita balik ke kamar," ajak Kainal pada istrinya.

Fisha mengangguk. "Tidurlah cepat," peringat Fisha. Kaira mengangguk dan mencium pipi kakak iparnya lalu melambaikan tangan.

Kainal memegang pinggang Fisha sampai di kamar.

"Kenapa?" tanya Kainal duduk di tepi ranjang.

"Kaki aku kram," jawab Fisha menaiki ranjang menaroh kepalanya di sandaran ranjang.

"Mau aku pijatin?" tanya Kainal. Kainal berdiri, dan mengambil minyak kayu putih. Dia mengusap perlahan kaki istrinya yang kram.

"Baik banget sih suami aku," punya Fisha. Kainal hanya tersenyum.

"Ada imbalannya, gak gratis."

"Nanti kasih hug."

Kainal pun bersemangat memijat kaki istrinya dengan. lembut.

"Udah, sini." Fisha merentangkan tangannya. Kainal pun langsung memeluk istrinya.

"Sayang kamu pake shampo apa?" tanya Kainal.

"Pake shampo yang aku beli di bali rasa jeruk, kenapa?"

"Aku suka," jawab Kainal mengisap leher istrinya, menghirum dalam-dalam bau khas kulit istrinya.

Fisha hanya memejamkan matanya, sambil membelai rambut suaminya.

"Kainal," panggil Fisha. Kainal hanya berdehem. "Kamu tau gak tadi temannya Alya sapa aku ramah banget."

Kainal mendongak. "Kok bisa? Bukannya mereka selalu ledekin kamu?"

Fisha mengangguk. "Itu yang aku pikirkan, tapi berusaha berpikir positif. Mungkin mereka sudah berubah."

"Mustahil sih," jawab Kainal.

"Udah deh, jangan suudzon pada seseorang. Seburuk apapun mereka dulu, mereka pasti akan berubah pada saatnya. Kita juga gak taukan mereka yang sebenarnya."

"Tapi hati-hati ya sayang, jangan terlalu muda percaya sama mereka. Aku takut Alya dan teman-temannya merencanakan sesuatu," imbuh Kainal.

"Uss." Fisha menutup mulut suaminya. "Kita gak boleh sembarang nuduh, dosa, kalau belum pasti jangan bicara gitu gak baik. Itu sama saja kita ngibahin orang."

Kainal manggut-manggut dan lanjut memeluk istrinya.

1
@ni
👍 semangat
Hera sasuwe
👍
Mega Prasetya T.R.N
wohh attar hubungan sama papanya altar bisa renggang karena dibeda-bedain dengan fisha mungkin
Listiyani Ani
mana lanjutannya
Mamath Ziad Malik
dasar bapak nya ngga sadar akan takdir
Yuli Widanengsih
nyesek aku baca nya sambil nangis 😭😭😭😭😭
Isma Isma
kok papahnya fisa pilih kasih sama anaknya
Isma Isma
dasar buaya buntung
Alif
lg katanya dl sdh mau di jodohkan alamat rumahnya aja gk tau ck thor, thor sbnernya ceritanya bagus tp knp alurnya gk singkron
skyladel: kamu aja kak yg jadi authornya sini biar ga mati ide
total 1 replies
Alif
knpa karakter fisha lemah gk seru
skyladel: kalau ga suka skip aja kak
total 1 replies
Alif
bahasa attar tampak gk pas di cerita ini
skyladel: gantiin aku aja kak jdi author nya
total 1 replies
Alif
novelmu lucu thor scara ini fakultas tarbiyah dan sdh mahasiswa S2 tentunya sdh dewasa dn ada pembulyan realistis dong thor jgn mati ide
Nina Priyantina
lho katanya nyelesain S2 kok bikin skripsi si kak seharusnya tesis dong bukan skripsi
Nina Priyantina
oh si El laki laki plin-plan
Iriyy
loh ko cuman bart 82
Sri Dahliana: mana lanjutannya Thor kog gantung
total 1 replies
Linda Wati
Aneh ada tah bapak yang seperti itu setiap hari anaknya dipukul...
Kalo ada berarti dia sudah gila...
Ini othornya gimana sih kok bapak gila itu gak sadar juga apa nunggu dia sekarat gitu ceritanya ya
febry Asd
kapan tau nya sih kasus Atar yang di siksa altar biar rasain tu bapak
febry Asd
kpn taunya
LS
Masak Uminya gak tau kelakuan suaminya bertahun2🤔. Pas anaknya msuk RS & di Operasi masak gak ada yang berani ngomong 😏
LS
Seandainya bisa memilih, Ataar juga gak mau jadi anakmu Altar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!