NovelToon NovelToon
Kisah Belum Usai

Kisah Belum Usai

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Selingkuh / Tamat
Popularitas:553.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: nenah adja

Sesuatu yang belum di akhiri hadir kembali di hadapanmu..

Dengan tercengang Devan menatap tak percaya pada seorang wanita dari masa lalunya, wanita yang dulu begitu lugu kini berubah menjadi liar dan nakal.

Evelyn sangat membenci Devan karena darinya lah penderitaannya berawal, maka saat pria itu datang menawarkan kebahagiaannya dan cinta Evelyn hanya merasa terpenjara di dalamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dulu Dan Sekarang

Devan tak berhenti tersenyum tangannya tak lepas menggenggam tangan Evelyn, setelah mengajak Evelyn berbelanja apapun yang Evelyn sentuh bahkan yang Evelyn lihat,kini mereka duduk di kursi restoran menunggu pesanan datang.

Niat awal Evelyn membuat Devan kesal karena dirinya yang berbelanja gila- gilaan, tapi tanpa di sangka Devan malah justru terus membelikan apapun yang menurut Evelyn bagus.

Baru saja tatapan kagum Evelyn tunjukan dengan matanya, Devan langsung membelinya tanpa pikir panjang meski harganya sangat mahal, padahal Evelyn hanya menatapnya saja tanpa berniat memilikinya.

Sepatu, pakaian, tas bahkan perhiasan..

Ada apa dengan pria itu, apa dia tidak takut uangnya habis..

Evelyn mengeluh bukankah Devan sangat kaya, tapi Evelyn tak tahu seberapa kaya Devan hingga uangnya tak habis- habis meski Evelyn sudah belanja ratusan juta.

Dan sekarang Devan membawanya ke restoran mewah untuk makan siang Devan sudah seperti orang gila yang terus tersenyum matanya juga tak lepas darinya.

Devan bahkan tak peduli dengan beberapa mata yang menatapnya.

Evelyn dibuat menggeleng tak percaya dengan apa yang Devan lakukan sekarang "Apa yang sedang kau pikirkan tentang aku sekarang?, matamu bisa keluar jika terus memandangku."

Devan tersenyum.. "Kamu cantik, kamu manis, dan aku sekarang sedang bahagia karena kamu milikku.. "

Evelyn mengangkat alisnya tersenyum "Ya, aku milikmu untuk 2 tahun ini." Devan diam saat ini pelayan datang dan membawa pesanan mereka.

"Silahkan dinikmati tuan Devan.. menu ini di buat khusus seperti permintaan anda.." Seorang pria berjas berdiri di sebelah pelayan dan menunduk hormat, sepertinya Devan memang sering makan disana karena itu managernya sendiri yang turun tangan, di tambah lagi dengan seorang koki yang menjelaskan menu yang dia masak sangat spesial khusus untuk mereka.

"Ya, terimakasih.." Manager dan pelayan itu pergi setelah meletakkan semua menu di atas meja.

"Mau bertaruh jika aku akan memilikimu selamanya?" Devan kembali bicara, setelah mereka kembali hanya berdua.

"Kamu bertaruh denganku dan aku sebagai taruhannya.." Evelyn menggeleng tak percaya "Itu tidak masuk akal."

"Itu karena aku yakin akan mendapatkanmu.." meski sedikit memaksa, batin Devan melanjutkan.

Evelyn tersenyum lalu menyangga dagunya dan mencondongkan tubuhnya ke arah Devan "Karena aku sebagai taruhannya, bagaimana jika aku tetap pergi meski kamu berjuang mati- matian?"

Devan tetap tersenyum dan menatap Evelyn penuh cinta. "Kamu tidak akan pergi."

Evelyn menghela nafasnya melihat kegigihan Devan dia sungguh percaya diri padahal Evelyn sendiri tak ingin tetap tinggal."Jika aku menang apa yang akan aku dapatkan."

"Seluruh kehidupanku.." Evelyn mengeryit, sedangkan Devan mengelus pucuk kepala Evelyn."Makanlah, makanannya tidak enak jika dingin."

"Makanan ini aku pesan khusus untukmu." Devan meletakan Udang besar yang sudah dia kupas kulitnya, saus merah sebagai balutannya sungguh menggoda dan menggugah selera "Ini sangat enak, kamu ingat dulu aku sering memesan ini untuk kita makan bersama, dan kamu sangat menyukainya, kamu tahu aku selalu memesannya dari restoran ini." Evelyn tertegun, ingatannya kembali ke masa lalu dimana mereka menghabiskan waktu untuk bercinta dan Devan selalu memilih memesan makanan dari pada keluar dari apartemennya, Evelyn yang menyukai aneka makanan laut pun selalu menyukai pesanan Devan, mereka pun makan bersama dengan romantis, seolah tak ingin kehilangan waktu untuk terus bersama bahkan hanya sekedar makan kadang mereka selingi dengan bercinta, dulu Evelyn pikir itu karena Devan begitu mencintainya, karena itu pria itu selalu tak pernah puas akan dirinya, namun setelah dia tahu kebenarannya Evelyn rasa Devan hanya tak ingin rugi jika berhenti menggarap pela cur geratisnya, lalu apa yang Devan lakukan sekarang?.

Tiba- tiba Evelyn berdiri "Aku ingin ke toilet."

Devan mengangguk, dan menghela nafasnya, sepertinya pembicaraan tentang masa lalu ini membuat Evelyn marah. "Jangan terlalu lama, makanannya akan dingin."

Evelyn mengangguk dan segera melenggang ke arah toilet.

Di dalam toilet Evelyn beberapa kali menghela nafasnya, jantungnya berdebar kencang dengan tubuh yang terasa lemas,apa- apaan senyum pria itu tampak tenang dan tulus meski Evelyn terus menyangkalnya, "Tidak, aku tidak boleh lemah, " Evelyn menatap pantulan wajahnya di cermin lalu memejamkan matanya, hatinya berdebar dengan semua perlakuan Devan, mau bagaimana lagi dia juga seorang wanita yang akan luluh jika terus di perlakukan lembut.

Jika biasanya dia bisa membentengi diri dari para pelanggan yang baik seperti beberapa waktu lalu dia dengan tegas bisa menolak Willy meski pria itu menjanjikan kepastian dengan menikahinya dan menjadikannya ibu untuk anaknya, namun Evelyn menolaknya seolah sudah yakin dengan keputusannya, tapi kini berhadapan dengan Devan..? dengan pria yang di benci sekaligus Evelyn rindukan..

Ya, jauh di lubuk hati Evelyn dia juga merindukan pria itu, pria yang menipunya dengan segala keindahan yang tak nyata, namun nyatanya hatinya tetap saja masih memendam rasa, meski terselimuti rasa benci yang mendalam karena mengingat penderitaannya berawal dari Devan.

Lalu baru saja Evelyn seolah diingatkan kembali dengan kejadian masa lalu, dimana mereka di mabuk cinta hingga tak sudi untuk sekedar keluar apartemen, dan Devan selalu memesan makanan seafood yang ternyata dari restoran yang kini mereka sambangi sekarang, entah mengapa mengingat itu perasaan Evelyn kembali kacau, kenapa dia harus menimbang lagi apa dulu Devan sungguh- sungguh tulus atau tidak, bukankah semua sudah jelas.

"Kau wanita Devan?" Evelyn menoleh dan mendapati seorang wanita di sebelahnya sedang mencuci tangan lalu menggulung tisu mengusap tangannya yang basah lalu membuangnya.

"Kau bicara denganku?" Evelyn melihat wanita di depannya mendengus.

"Lalu siapa yang saat ini sedang makan satu meja dengan Devan. Kau dari keluarga mana?, Devan menjalin kerja sama dengan perusahaanmu..?"

Evelyn mengerutkan keningnya mendengar rentetan pertanyaan dari wanita tersebut "Aku tidak mengerti maksudmu.."

"Aku yang tidak mengerti, kenapa kau mau makan dengan pria yang sudah bertunangan." Evelyn tertegun.

"Devan sudah bertunangan?."

"Kau tidak tahu?, kau bercanda..?." wanita di depan Evelyn tertawa "Harusnya sebelum kau kencani kenali dulu pria yang kau targetkan.."

Evelyn mengangkat alisnya "Kau mengenal Devan?"

Wanita itu berhenti tertawa "Siapa yang tidak mengenal Devan, pebisnis sukses dan tampan, jika aku bisa naik ke ranjangnya aku akan bangga pada diriku sendiri.." Evelyn semakin mengerutkan keningnya "Sayang sekali, aku kira dia pria setia, hingga tak pernah ku lihat dia mengencani wanita lain selain Diana, tapi hari ini aku melihatmu.." wanita itu menunjuk Evelyn dari atas ke bawah "Harus ku akui, kau lebih cantik dari Diana."

Melihat ekspresi bingung Evelyn membuatnya kembali tertawa "Kau sungguh tak mengenal siapa itu Devan, dan Diana?"

Evelyn merasakan tepukan di pundaknya "Berhati- hatilah, kau mungkin lebih cantik dari Diana, tapi tidak lebih berkuasa.."

Hingga wanita itu melenggang pergi Evelyn masih diam di tempatnya, dia bukan orang bodoh yang tidak mengerti apa yang di ucapkan wanita tadi, hanya saja Evelyn memilih mengedikkan bahunya acuh dan pura- pura tak tahu.

Bibirnya tersenyum samar nyaris tak terlihat lalu menunduk, untuk apa berpikir lagi, dulu dia pela curnya dan sekarang pun masih tetap sama hanya saja kali ini dia mendapat bayaran.

1
Mrs.Labil
cuss ke tuan Willy 🏃🏃🏃
Mrs.Labil
aku sdh bca 2 novel karya mu thor, dn suka banget 😍 ceritanya bagus, alurnya, awal konflik smpai pnyelesaian nya juga bagus 👏👍
tapi ku bingung knp like nya sedikit ya 😥
tetap semangat berkarya ya author 💪👌
Mrs.Labil
wkwkwkwk.
Mrs.Labil
wkwkwkwk
Mrs.Labil
Luar biasa
Mrs.Labil
Duarrrr
bersiaplah Tuan
Mrs.Labil
waduhh thor 😭😭😭😭
devan gak termaafkn deh keknya
Mrs.Labil
waduhhhh, berat bet dosamu Dev 🤦‍♀️
Mrs.Labil
astaga eve 🤣🤣🤣
Mrs.Labil
🤣🤣🤣maafkan aku eve, tpi ini terasa lucu bukan
ayu cantik
hmmmmm
Qaisaa Nazarudin
Kerena Eve itu BODOH..
Qaisaa Nazarudin
Karena Devan memiliki Eve dengan cara LICIK,Dan kamu kurang GERCEP..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk kamu emang Bodoh,Kalo dengan setiap berhubungan membuat Eve bisa Hamil, Berarti sekarang Eve sudah mempunyai anak puluhan,bahkan Ratusan..
Qaisaa Nazarudin
Andai kamu tau siapa wanita itu Devan,Apakah kamu tetap berkata seperti ini...
Qaisaa Nazarudin
KALO EMANG KAMU KAYANDAN UANG MU TIDAK HABIS,TERUS KENAPA MASIH MENJALIN PERJODOHAN HANYA UNTUK SOKONGAN BISNIS??? KELIATAN BANGET BOONGNYA..
Qaisaa Nazarudin
MANTAAAAAPPP..Tapi tetap aja aku GAK RELA KAMU BALIKAN LAGI SAMA DEVAN..
Qaisaa Nazarudin
SKAKMATT buat Devan 👏👏👏👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Walaupun Eve SALAH JALAN disini Tapi aku gak pernah nyalahin Eve..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa masih mencari,Bukan harusnya kamu senang Eve gak akan menganggu mu lagi..
Sayang banget Alur NOVEL ini, hujung2 nya Eve malah balik lagi sama Devan..🤦🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!