NovelToon NovelToon
Nyonya, Tuan Tidak Mau Bercerai!

Nyonya, Tuan Tidak Mau Bercerai!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Hezlin terjebak dalam pernikahan bisnis dengan Garra Xaverius Kingston, menggantikan Felicia—wanita yang meninggalkannya demi karier. Selama empat tahun, Hezlin perlahan jatuh cinta, meski tahu dirinya hanya pengganti.
Saat Felicia kembali, Hezlin memilih pergi. Ia meminta cerai, yakin Garra akan kembali pada cinta lamanya. Namun keputusan itu justru mengguncang Garra, yang baru menyadari bahwa kehilangan Hezlin lebih menyakitkan dari yang ia kira.
Di antara masa lalu dan perasaan yang tak terucap, keduanya dihadapkan pada satu pilihan: berpisah… atau memperjuangkan cinta yang terlambat disadari.

"Aku ingin kita bercerai," -Hezlin Rayla Iyzebelle.

"Apa yang selama ini tidak cukup membuatmu tetap berada di sisiku?" -Garra Xaverius Kingston.

"Nyonya, Tuan tidak mau berceri!" -Ervan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19 ~ Sampai Benar-benar Muak

BUG!

Suara benturan itu nyaring terdengar, seketika membuat suasana di sekitar mereka menjadi riuh. Orang‑orang berkerumun, saling berbisik sambil menatap tak percaya, namun Garra sama sekali tidak peduli pada keributan yang ditimbulkannya. Tatapannya tajam menatap Kael, napasnya memburu menahan amarah yang meluap, baginya, tak ada satu pun orang di dunia ini yang boleh menyentuh apa yang masih ia anggap sebagai miliknya.

"Garra, hentikan!" pekik Hezlin kaget dan cemas.

Namun Garra sama sekali tidak peduli. Ia mencengkeram kerah kemeja Kael dengan kuat, lalu kembali mendaratkan tinjunya dengan amarah yang meluap.

"Beraninya kamu menyentuh istriku!" bentaknya keras di hadapan wajah Kael.

Kael tak langsung membalas, hanya mundur selangkah sambil menyeka jejak darah di sudut bibirnya dengan punggung tangan, lalu menatap Garra dengan tatapan yang semakin dingin dan tajam.

"Istri?" suaranya rendah namun tegas, terdengar jelas di tengah keheningan yang sejenak menyelimuti kerumunan. "Hezlin sudah menyerahkannya secara resmi di pengadilan pagi ini. Mulai saat itu, dia bukan lagi milikmu."

Garra mendengus kasar, tangannya semakin mencengkeram kerah kemeja itu erat seolah hendak merobeknya.

"Omong kosong!" bentaknya gemetar menahan emosi. "Selama aku belum benar‑benar melepaskannya, dia tetap istriku! Dan tak ada orang lain yang berhak mendekat apalagi menyentuhnya!"

Hezlin terpaku kaku, matanya membelalak tak percaya. Ia sama sekali belum pernah menceritakan soal pengajuan perceraian itu pada Kael, namun bagaimana bisa pria itu sudah mengetahuinya? Rasa bingung dan kaget seketika menyelimuti hatinya.

Sementara itu Garra masih tak berhenti, ia kembali mengayunkan tinjunya dengan penuh amarah, sampai pukulan terakhir itu nyaris melayang ke wajah Kael, sebelum akhirnya Hezlin bergerak cepat menahan lengan pria itu sekuat tenaga.

"Hentikan! Aku mohon..." isaknya lirih.

Perlahan cengkeraman dan kekuatan di tangan Garra mengendur. Tanpa menoleh sedikit pun, ia membanting tubuh Kael hingga pria itu jatuh terguling membentur lantai keras.

Brukkk!

Garra segera berbalik, mencengkeram pergelangan tangan Hezlin erat sekali dan menariknya ikut pergi.

"Pulang denganku!" bentaknya tajam.

Garra menarik tangan Hezlin dengan kasar, membawanya pergi menjauh tanpa peduli pada kerumunan orang yang masih menatap mereka. Hezlin berusaha menahan langkahnya, namun kekuatan Garra jauh lebih besar darinya.

Dari belakang, Kael yang baru saja bangkit perlahan sambil menahan sakit di tubuhnya, berteriak keras memanggil nama wanita itu.

"Hezlin?!"

Garra menarik Hezlin semakin erat menuju mobilnya, langkahnya cepat dan tegas. Ia membuka pintu kursi depan dengan keras, lalu memaksa wanita itu menghadap ke arah mobil.

"Masuk!" perintahnya dengan nada yang tak bisa dilawan.

Hezlin menggoyangkan kepala, tangannya mencoba melepaskan cengkeraman Garra. "Aku tidak mau!"

Garra menoleh ke arah Kael yang masih sedang mendekat dari kejauhan, matanya terbakar amarah. Ia mengencangkan cengkeraman pada tangan Hezlin, lalu berteriak dengan suara yang keras dan mengancam.

"Masuk, atau aku habisi dia sekarang juga!"

Hezlin menatap wajah Garra yang penuh amarah, lalu melirik sekilas ke arah Kael yang masih berusaha mengejar. Rasa takut ancaman Garra benar‑benar dilaksanakan membuatnya akhirnya mengalah. Ia mengangguk pelan dengan berat hati, lalu menekuk kakinya masuk ke dalam mobil.

Pintu mobil ditutup dengan keras tepat saat ia duduk di kursi penumpang. Garra segera berjalan cepat ke kursi pengemudi, menyalakan mesin seketika, dan memacu kendaraan itu menjauh dari lokasi pesta tanpa menoleh lagi.

Garra menginjak gas dalam‑dalam, mobil itu melesat cepat meninggalkan lokasi pesta. Sepanjang jalan tak ada satu pun kata yang terucap, hanya suara napas berat Garra dan deru mesin yang memecah keheningan. Tangan pria itu mencengkeram setir begitu erat hingga urat di lengannya menonjol, matanya menatap lurus ke depan seolah tak melihat jalanan.

Hezlin hanya duduk diam di sampingnya, menekan tubuh ke sudut kursi sejauh mungkin, dadanya sesak menahan ketakutan dan kebingungan. Ia melirik sekilas ke arah Garra, namun segera memalingkan wajah kembali saat melihat tatapan tajam yang masih menyimpan sisa amarah yang belum padam.

Garra memacu mobil dengan kecepatan tinggi, matanya tak lepas dari jalanan di depan. Hezlin menatap sisi wajahnya yang tegang, lalu akhirnya berucap lirih namun tegas:

"Kau tidak berhak melakukan ini, Garra. Sebentar lagi surat perceraian kita akan turun... dan aku bukan lagi milikmu."

Tepat seketika itu juga Garra menginjak rem sekuat tenaga. Mobil itu berhenti mendadak di pinggir jalan sepi, terdengar decit ban yang nyaring. Tubuh mereka berdua terhuyung ke depan karena hentakan keras itu.

Garra menoleh cepat, matanya menyala penuh amarah.

"Jangan pernah ucapkan hal itu lagi!" bentaknya bergetar. "Selama nyawaku masih ada, kau tetap istriku! Hanya milikku!"

Hezlin menggeleng. "Semakin kau memaksaku begini, semakin kau menegaskan bahwa keputusanku sudah benar sepenuhnya."

Kalimat itu mematikan harapan terakhir di mata Garra. Wajahnya memerah padam, tangannya mencengkeram tengkuk Hezlin dengan kasar, memaksakan wajah wanita itu mendekat. Tanpa kata lagi ia menciumnya dengan brutal, penuh kemarahan, keputusasaan, dan keinginan gila untuk menandai bahwa Hezlin takkan pernah bisa lepas darinya.

"Emhh..!"

Hezlin meronta berusaha melepaskan diri, namun Garra justru semakin erat memeluknya, memperdalam ciuman itu dengan kasar sambil mencengkeram kedua pergelangan tangannya kuat di samping tubuh, memastikan wanita itu tak bisa bergerak sedikit pun.

Hingga akhirnya Hezlin menekan sekuat tenaga dan mendorong dadanya sekuat tenaga, lalu tersentak mundur sambil terbatuk hebat.

"Hueekk!"

Ia memegangi mulutnya, napasnya tersengal menahan rasa mual yang meluap-luap.

Garra menatapnya tajam, senyum tipis yang menyeringai di bibirnya justru terasa lebih mengerikan daripada bentakan.

"Jadi sudah begitu jijiknya kau dengan ciumanku?"

Hezlin menggeleng cepat, wajahnya pucat pasi. "Bukan begitu... tapi..."

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Garra sudah kembali bergerak mendekat, sorot matanya menyimpan tekad yang tak bisa digoyahkan.

"Kalau begitu kita lanjutkan saja sampai kau benar-benar muak."

Garra kembali mendekat tanpa memberi celah sedikit pun, tangannya kembali mencengkeram erat kedua pergelangan tangan Hezlin dan menekannya kuat di atas sandaran kursi hingga wanita itu tak berdaya bergerak. Ciumannya kali ini lebih kasar, lebih menuntut, penuh amarah sekaligus rasa sakit yang ia pendam. Seolah ingin memaksa Hezlin merasakan seberapa besar kepemilikannya, seberapa dalam ia tak rela melepaskan. Ia tak peduli pada ronta halus atau napas tersengal yang keluar dari mulut Hezlin, hanya terus memperdalamnya dengan tekanan yang menyakitkan, seolah ingin membakar setiap jengkal ingatan wanita itu agar tak ada ruang bagi orang lain selain dirinya.

Belum lama berlalu, rasa mual yang menyiksa kembali melonjak naik ke kerongkongnya, jauh lebih hebat dari sebelumnya. Hezlin mengerang pelan, menekan dadanya yang terasa sesak, lalu sekuat tenaga mendorong tubuh Garra menjauh.

"Garra!" teriaknya parau, matanya berkaca‑kaca menahan rasa tidak nyaman yang meluap. "Cukup... aku mau pulang!"

1
Zhao_Xena
bagi yang sudah membaca, author minta maaf ada revisi sedikit didalamnya yakk... tidak banyak tapi cukup mempengaruhi ceritanya.. terimakasih 💋
Siti Amalia
ceritanya bagus banget thor, jgn digantung ceritanya ya ...plisss
Siti Amalia
Novel nya bagusss banget thor ..jgn digantung ceritanya. plisss
Zhao_Xena: terimakasih banyak, selalu author usahakan sampai selesai ya... 🥰
total 1 replies
Emi Sudiarni
krang suka dgn sikat nya hezlin, kok cpat ambil kesimpulan klw garra mau kmbalidgn felicia
Alya Bau
up lagi kak, ceritanya seru😍
Zhao_Xena: di tunggu ya kak../Smile/
total 1 replies
Siti M Akil
lanjut thor
Zhao_Xena: Siap kak 🫡
total 1 replies
You `ka
lanjut 💪
Zhao_Xena: siap!🫡
total 1 replies
You `ka
semoga saja hamil, biar Felicia nggak ada kesempatan ganggu lagi
You `ka
🤣🤣🤣 kode itu.. butuh yang anget-anget
You `ka
jih! dasar ulat bulu. ada aja akalnya si Felicia.
You `ka
mendingan mundur deh, Felicia.. hati Garra udah bukan buat kamu 🤣🤣
N. Siti 12mplb_ukk
lnjut thor💪
Zhao_Xena: siap🫡
total 1 replies
🥀
laki kayak garra ni perlu dibuang kelaut
Zhao_Xena: buang aja kak.... biar dimakan paus 🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Kalau memang Hezlin beneran hamil, lebih baik tidak bercerai, dan Garra harus memperbaiki diri, jangan terus bersama Felicia..😤😤
Zhao_Xena: Garra harus belajar menjadi lebih romantis dan tidak kaku mungkin ya kak?🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Garra mulai posesif...😝😝😝
Brown choco
Lemah banget cewe nya
You `ka
sampai muak Garra... sampai gumooh...🤣🤣🤣. jangan² Hezlin hamil itu..
You `ka
wahh.. seru ini.../Joyful/
You `ka
mampus! kena mental kan dengan jawaban Hezlin?🤣🤣
You `ka
wahh.. kael, jangan terlalu berharap dulu pada Hezlin.. takutnya nanti patah hati..🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!