keputusannya menjadi baby sitter untuk menolong kakaknya, ternyata menimbulkan petaka bagi dirinya sendiri. Ve dijebak menikah dengan bosnya yang misterius dalam situasi yang tidak bisa dia hindari. Ve kira Bosnya angkuh,,, ternyata dibalik sikapnya yang dingin, tersimpan kasih sayang yang besar untuknya.
Namun, Barra yang lebih suka menunjukkan perasaannya lewat tindakan, sering disalah artikan oleh Ve yang menginginkan suaminya mengungkapkan lewat kata-kata.
" Kamu istri saya,,, saya akan memperlakukan kamu layaknya istri...",
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sweety....
Ve...., boleh lebih dari ini...? ", izin Barra sebelum dia melakukan hal yang lebih intim.
"Mas Barra, ingin....? ",
"Sangat ingin.... ",
"You can do it.... ", bisik Ve dengan nafasnya yang berat.
Mendapatkan persetujuan, Barra membawa istrinya ke dalam kamar. Tanpa melepaskan bibir mereka yang bertaut.
Barra mengungkung istrinya. Ve yang dibawah kendali Barra hanya pasrah. Sudah siap menyerahkan sesuatu yang dia jaga selama ini.
" Cantik...", ucapnya mengamati wajah Ve. Memandang dengan penuh kekaguman, wajah yang baginya nyaris sempurna.
Mereka saling menatap...tanpa kata, diam namun dalam .
Memberikan pujian lantas kembali melakukan kegiatannya. Berciuman bibir dengan memainkan lidah, saling bertukar saliva, dan menikmati rasa manis bibir istrinya.
Tangannya aktif menyingkirkan tali dress yang menghalanginya mengeksplor bagian leher istrinya.
"ehhhmmmph mas....",
Desahan keluar dari mulut Ve ketika suaminya mulai mengecup lehernya, memberikan ciuman hingga meninggalkan bekas merah.
cup..cup..
Suara bibir Barra yang beradu dengan kulit dada Ve, terdengar bersahutan dengan suara sensual Ve yang keluar ketika hasratnya terpancing.
" Ahhhhh...massss....",
Barra berhenti sejenak, melepas kaos yang dia kenakan. Ve langsung disuguhkan dengan dada bidang milik suaminya. Yang membuat bulu kuduknya berdiri. Seberapa besar tenaga dibalik tubuh kekar suaminya??
"Jadi milik saya seutuhnya dan selamanya Ve....", sebuah permintaan yang sungguh-sungguh diirinfi dengan kilatan mata yang berkabut sudah di penuhi nafsu.
Tangannya bergerilya kembali, Barra yang tidak sabaran merobek dress yang istrinya kenakan. Barra lempar, dia biarkan berserakan.
" Saya suka...", ucapnya ketika melihat bagian dada yang menyembul, tidak besar tapi sesuai dengan ekpektasi nya. Padat, berisi dan yang terpenting Barra tertarik.
"Saya atau kamu yang buka..? ",
Ve menantang ", Mas Barra aja...",
Permintaannya dikabulkan oleh Barra, dengan sekali klik..., penutup gunung kembarnya telah terbuka. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Barra menikmatinya dengan bibir yang selama ini mengeluarkan kata sanjungan untuk istrinya.
" Hmmmmmm mas..", ucap Ve . Dia mendukung suaminya, dengan mengelus rambut dengan sesekali menjambak ketika suaminya menggigit pucuknya.
Suaranya terdekat di tenggorokan. Ve sampai tak mampu mengeluarkan suara nya. Kepalanya sudah dikuasi oleh nafsu, akibat cumbuan suaminya. Ketakutannya muncul kembali ketika di bawah sana dia merasakan benda kaku yang bergesekan dengan kulit pahanya.
"Halus...., mulus... Dan saya suka karena kamu istri saya....,
Saya tergila-gila sama kamu Ve.... ",
Kegilaan Barra semakin menjadi ketika lidahnya bermain-main di perut istrinya. Secepat kilat membuka penutup bagian inti dirinya.
Ve mengangkat dadanya ketika Barra membelai inti miliknya dengan jemari.
" Sudah basah, sweety.... ",
"Ahhhmmmmmm.... ", Ve mendesah kembali.
Barra membuka boxer yang dia kenakakan. Ve malu, melihat benda yang baru pertama kali ini dia lihat.
Menelan ludahnya ketika melihat benda panjang nan berotot itu.
" Mas..... ",
" Ya.. Sweety... ",
" Takut.... ",
" Percaya sama saya ya..., kalau pertama kali memang sakit.. Tapi nggak apa-apa. Saya akan melakukan dengan lembut... ",
" Ahhhhhhh..... ", Ve memekik kerasa ketika miliknya di jelajahi oleh lidah suaminya. Barra gila... Benar -benar gila.
" Nggak usah tegang..., ambil nafas...",
Barra nampaknya ingin bermain-main dengan menggesek miliknya dengan inti Ve.
"Jangan ditahan, desah yang keras sweety..., saya suka... Suara kamu sensual Ve... ",
" Aahhhhmmmm mas Barrrraaaa..... ",
" Iya.. Sweety saya disini.. ... ",
Barra mulai memasukkan miliknya, Ve akan mencengkeram ketika Barra berusaha menanamkan miliknya, menggores punggung Barra ketika milik suaminya semakin masuk.
" Sssssaaaakkkiiittttt mas.... ",
" Maafkan saya sweety tapi harus sakit dulu sebelum kamu menemukan kenikmatan... ",
Darah mengucur dari selakangan Ve ketika Barra berhasil memasukkan penuh miliknya. Ve menangis tanpa bersuara.
" Maaf sweety.... ",
Ve tidak menjawabnya, dia mengeratkan pelukannya terhadap sang suami.
" Terima kasih telah menjaga mahkota untuk saya... Saya akan membayarnya mahal dengan membuat kamu bahagia dan menjadikan kamu wanita satu-satunya dalam hidup saya.... ",
Barra melanjutkan kegiatannya setelah istrinya rileks. Hanya menggunakan satu gaya, Ve dibawah. Barra sukses memegang kendali. Hanya dalam satu ronde, setelah Ve dan dia mencapai puncak, Barra mengakhiri.
"Mau lagi....? ",
Ve menggeleng.
"Masih perih ya...? ", tanya Barra.
"Sakit banget mas.. ",
"Saya tahu..., jadi bentar aja.. saya tahu kamu belum terbiasa.... saya hanya ingin membuka jalan....",
Ve mengangguk.
" Hari ini saya mengampuni kamu, tapi besok nggak..., saya akan membuat kamu susah berjalan.. ",
" Ih... mas.... ", ucap Ve manja.
"Tidur yang nyenyak... ", ucap Barra, memberikan ciuman pengantar tidur untuk istrinya.
Pagi ini dia bangun dalam status yang berbeda. Ve sudah melepas status Virgin nya menjadi seorang wanita. Memandang ke arah sampingnya, laki-laki yang bertelanjang dada itu ternyata masih terlelap.
Ve meraih ponselnya. Memainkan hanya satu menit lalu menaruhnya kembali.
"Mas.... ",
"Hmmmmm.... ",
"Bangun... ",
"Iya Ve.... ",
Barra berbalik badan.
"Morning sweety.... ", Barra mengecup kening istrinya.
"Mas.. tadi hapenya mas bunyi.. ",
"Ada yang telepon? ",
"Ngga.. chat aja kayaknya... ",
Barra membuka ponselnya dengan melirik istrinya.
My lovely Wife 🩷:
Mas... please nggak usah bahas yang tadi malam ya.. Ve malu...
Barra melihat ke sampingnya. Istrinya malu sampai menenggelamkan kepalanya.
" Terima kasih sweety..., meskipun saya juga perih karena kena cakaran kuku kamu, tapi saya bahagia.
Saya harus kerja hari ini. Jadi, kita tunda sampai nanti malam ya..",
Barra mengetikkan balasan pesan kepada istrinya lalu memeluk erat Ve.
"Terima kasih istri....", ucapnya dengan menciumi leher Ve.
"Ah.. geli mas.... ",
"Kamu menggemaskan...
kita mandi sama-sama ya... ",
Barra rela menahan nafsunya, meskipun dia sangat ingin meneruskan kegiatan tadi malam. Tapi, dia tahu Ve kesakitan. Dan Barra rela menundanya sampai nanti malam.
...****************...
Ve yang sudah membuat janji pergi dengan Micel akhirnya terpaksa membatalkannya.
"Ve lu dimana? ",
"Kakak Ve ya.. "
"Ya elah... Iya.. kakak Ve dimana? ",
"Gue masih disini Ci..., bayi gede tantrum minta jatah.. padahal semalem udah.... ",
"Woilah...., terus nggak jadi nih? setang ya kakak gue.. ",
biar kapok Barra🥰🥰🥰
tapi jangan buat Ve kecewa ya kak,,
kesel aja trus bikin Bara bere bucin akut Ama Ve😄👍
harusnya dia jujur ke Ve ttg mamanya Rere. lanjut Saffa cantik🥰🥰🥰