Berawal dari sebuah janji anak laki - laki korban pencukikan yang tak sengaja ia temukan. Bak adanya benang merah yang selalu mengikatnya, seorang Sora Yunara Malik seakan tidak dapat menerima kehadiran lelaki lain yang menyatakan cinta padanya.
"Pakai ini. Suatu saat aku sudah dewasa, aku akan cari kamu. Dan kita akan menikah."
~Park Ar Han
"Bertahun - tahun berlalu, Lo gak kunjung datang cari gue. Padahal rumah gue belum pindah. Lo udah ngiket gue dengan janji yang Lo kasih tau gak?"
~Sora Yunara Malik
****
Akankah penantian si cantik Sora akan berakhir bahagia?
Simak kisahnya di THIS LOVE.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon red_rubby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27. Jadian
Sepeninggal Ar Han dan sang mertua, Zia melangkah mendekati gadis yang putranya cintai, diikuti Jae Su dibelakangnya.
"Kaget ya, lihat Ar Han yang tampak bersikap dingin, tiba - tiba berlutut didepan kamu?" Ucap Zia saat sudah berada tepat dihadapan gadis yang wajahnya masih bersemu merah.
"Gak cuma dingin Tante, Ar Han juga nyebelin dan galak." Celetuk Sora, namun lekas menutup mulutnya karena mencibir anak dari wanita bersahaja ini.
Zia terkekeh mendengar jawaban jujur Sora. Ia membenarkan tentang sikap dan sifat yang disebutkan oleh gadis dihadapannya ini. "Tapi dia anak yang baik dan sayang keluarga loh. Shaleh lagi," Zia memberitahu kelebihan tersembunyi anaknya yang mungkin tak banyak orang yang tau.
Sora tersenyum kecil dan mbatin. "Si Tante lagi promosiin tuh cowok sableng ke gue nih kayaknya,"
"Oh ya, ini Appa-nya Ar Han. Kamu masih ingat?"
Sora menggeleng - gelengkan kepalanya cepat, memang ia tak ingat dengan pria paruh baya yang masih terlihat tampan ini.
"Ternyata kamu sudah kehilangan pesonamu, Sayang," ucapan itu Zia tunjukan pada sang suami. Zia terkikik mendapati plototan dari sang suami.
(Berhati - hatilah Sora, ada seorang yang menaruh rasa iri padamu. Seseorang yang tak pernah putus mengawasinya ketika berada didekat Ar Han, apalagi saat ini kamu terlihat dekat dengan orang tua Ar Han.)
"Yaaak. Dasar cucu kurang ajar!"
Seluruh orang yang berada di taman belakang mansion keluarga Ar Han berjingkat kaget saat mendengar suara menggelegar yang berasal dari ruangan tak jauh dari tempat mereka merayakan pesta ulang tahun Ar Han.
Tak lama pula sosok pemuda keluar dengan tawa bahagianya yang menambah kadar ketampanan pemuda yang sialnya Sora juluki sebagai cocok sableng.
Terdengar helaan nafas dari mulut Zia. "Apalagi ulah anak kamu itu, Sayang?"
"Dia anak kamu juga," sahut Jae Su, yang sudah faham tingkah sang anak yang suka membuat para orang tua naik darah karena sering bertingkah diluar prediksi para anggota keluarga.
*
*
*
Angin sore ini berhembus cukup kencang. Sepertinya akan turun hujan, karena awan hitam sudah menggantung di atas sana.
Motor sport milik Ar Han sudah memasuki pekarangan rumah milik Zain. Keadaan tampak lengang dan sunyi, Ar Han jadi takut meninggalkan gadis ini.
"Sunyi, Ra?" Ar Han mengedarkan pandangan ke sekeliling.
"Hem. Daddy lagi antar Mommy cek kandungan." Sora membuka helm dan merasa sedikit kesulitan.
Tanpa tunggu diminta dan dengan senang hati, Ar Han langsung membantu gadis imut dan cantik itu ini.
"Kenapa senyum - senyum?" tanya Sora yang mendapati Ar Han tengah mengulum senyumnya.
"Ni helm tau aja kalau kita haris lebih romantis." Sahut Ar Han yang sudah berhasil melepas helm dari kepala Sora.
"Hayo Sora! Om bilangin Daddy kamu ya?" Pekik Gilang dari depan pagar rumah seberang.
Keduanya berjingkat kaget saat mendengar teriakan yang cukup keras. Keduanya menoleh ke asal suara dimana terlihat dengan Gilang yang sedang menggendong putranya sambil menyeringai kepada mereka.
"Apaan sih Om?" pekik Sora yang tak kalah kerasnya, dan berhasil membuat Ar Han mengusap telinganya.
"Suaranya..." keluh Ar Han, namun Sora tak mau ambil pusing.
"Udah pandai pacaran ya? Mesra - mesraan lagi didepan rumah," sewot Gilang.
"Udah Om masuk aja, iih. Tuh si Atala mau minta susu Tante Yuli." Usir Sora sambil mengibas - ngibaskan tangannya.
Melihat anaknya yang tak bisa diajak kompromi untuk mengawasi ponakannya, Gilang langsung membawa Atala pada mamanya untuk diberi susu.
"Kelihatannya akrab banget sama tetangga?" tanya Ar Han saat Gilang sudah memasuki rumahnya.
"Kakaknya Mommy,"
Ar Han mengangguk mengerti. Ternyata mereka ada ikatan persaudaraan.
"Ra." Ar Han meraih tangan Sora. Digenggamnya tangan gadis yang kini tampak salah tingkah mendapati perlakuannya. "Lo belum jawab pernyataan cinta gue tadi 'kan? Sekarang gue tagih jawabannya. Ya apa enggak?"
Sora menatap mata pemuda dihadapannya ini, mencoba mencari kesungguhan disana. Ingin rasanya ia menerima, tapi ia sedikit ragu saat mengingat reaksi pria tua yang ada di rumah pemuda ini.
"Ck. Gue gak butuh penolakan. Hari ini lo resmi jadi pacar gue," putus Ar Han uang tak sabarenunggu jawaban dari gadisnya.
Sora mencebik, selain dingin, nyebelin dan galak, ternyata pemuda satu ini adalah tipe pemakasa.
"Serah lo dah," pasrah Sora, kerena ia sebenarnya juga mencintai pemuda ini sejak ia kecil, sejak Ar Han memberikan janji itu padanya.
Ar Han tergelak mendapati jawaban pasrah dari gadisnya. Ia sungguh senang telah berhasil membuat gadisnya merasa kesal dan cemberut.
"Aku pulang," pamit Ar Han sambil mengacak rambut Sora.
Aku?
Sora mengulum senyumnya saat Ar Han merubah sebutan gue ke aku. Berarti lo, jadi kamu dong?
Sora tersadar saat Ar Han melajukan motornya keluar dari halaman rumahnya. Ia melompat kegirangan saat cintanya bersambut dengan pemuda yang selama ini ditunggunya.
"Oi! Jangan kayak pocong gitu, lompat - lompat depan rumah," pekik Gilang lagi saat ia hendak meninggalkan rumah dengan motornya.
Spontan Sora menghentikan tingkah abstrudnya, lalu menjulurkan lidah, mengejek Om nya yang tengah mencibirnya.
...----------------...
...Terus beri dukungan kamu untuk karya author....
...Thanks buat yang udah mampir dan selalu setia baca karya author....
TPI CURIGA INI KYK NYA SORA SNGAJA DITABRAK..
MAKANYA AKU SANGAT BRUNTUNG, DIPRNIKAHN KDUAKU, BISA DPT ISTRI SEORANG USTADZAH,, JDI AKU TDK KUATIR AKN PENDIDIKN AGAMA UNTUK ANAK2KU.. APALAGI AKU HNY SEORANG MUALAF, SEORANG MNTAN NAPI YG MINIM ILMU AGAMA... APALAGI NYANTRI KURANG LBH SETAHUN, HNY SBAGAI SANTRI LEPAS, KRN AKU SAMBIL BKERJA.. JDI TERBAGI WAKTUKU.