NovelToon NovelToon
Istri Tengil Tuan Presdir

Istri Tengil Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:542.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Kim99

Kiara Aleema Jaleela, 25 tahun. Perempuan berparas cantik yang memiliki penampilan urakan. Kiara terpaksa menikah dengan seorang pria pilihan ayahnya. Yups, karena sebuah perjodohan, Kiara dipaksa menerima duda yang umurnya 10 tahun lebih tua darinya.

Awalnya Kiara menolak perjodohan tersebut. Kabur dari rumah, sampai dia dipertemukan dengan pria gagah nan tampan yang sebenarnya adalah calon suaminya sendiri.

Singkatnya pernikahan itu terjadi, Kiara menjalani hari-harinya seperti biasa, jangan harap dia akan menurut kepada suaminya, karena itu sangat sulit.

Seiring berjalannya waktu, Kiara mulai menyukai sosok Habibie yang menjadi suaminya. Muncul benih-benih cinta dalam hatinya sampai dia bertekad untuk memenangkan hati Habibie.

Namun, sebuah fakta mengejutkan membuat Kiara menjadi ragu. Pria yang paham dan mengerti tentang agama itu nyatanya masih sangat mencintai istri pertamanya. Lantas, akankah Kiara berhasil meluluhkan hati sang suami? Atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Action Kiara

Perempuan itu mendelik ketika berpapasan dengan Habibie. Ia sama sekali tidak mengindahkan suaminya yang kini tengah menatapnya penuh kebingungan. Langkah riangnya membawa Kiara turun ke lantai bawah dengan wajah ceria.

"Dasar aneh!" ketus Habibie mengangkat kedua bahunya acuh.

"Biiii!" panggil Kiara.

"Iya Nyonya, ada apa?"

Kiara tersenyum memperlihatkan lesung pipinya. Perempuan ini sangat cantik, apalagi jika tengah bahagia seperti sekarang ini.

"Saya mau belajar cara bikin Teh sama kopi. Mas Abie suka itu pan?" Kiara berbicara dengan berbisik. Perempuan itu takut kalau Habibie akan mengetahui rencananya yang akan mulai belajar untuk meluluhkan hati sang suami.

Bi Arum menanggapi itu dengan senyuman. Ia membawa Kiara ke pantry dry kitchen, mengambil beberapa toples jenis kopi dan teh yang biasanya Habibie minum.

"Astagfirullah ... ini apa Bi? Kok banyak banget. Ini semua bisa diminum?"

"Bisa atuh Nyonya. Kalau Tuan mah biasanya emang lebih suka teh herbal, jenis kopi yang diminum pun hanya beberapa yang ada di toples ini. Setiap toples memiliki rasa dan aroma yang berbeda, juga tidak semuanya bisa dibuat menjadi latte!"

Alamakkkkk. Habislah Kiara, baru akan memulai sudah dihadapan dengan hal-hal seperti ini. Dia pikir, dia hanya akan belajar memahami dua benda saja, teh dan kopi, tapi kenapa malah merambat seperti ini.

"Kalau teh herbalnya gimana, Bi? Apa yang harus saya buat?"

"Kalau malam, biasanya Tuan akan minta dibuatkan Teh Linden Lemon. Ini baik untuk meredakan stress atau mencegah insomnia, pokonya banyak khasiatnya."

"Kalau siang?" tanya Kiara.

"Siang jarang sih, Tuan soalnya biasa di kantor, tapi kalau libur suka tak buatkan teh rosemary atau teh jerami gandum untuk menghilangkan penat."

"Kalau pagi?"

Bi Arum tertawa kecil. "Kalau enggak teh hijau, biasanya kopi pahit tanpa gula. Tergantung Tuan maunya apa. Dan untuk Teh Linden, kita enggak bisa sembarang kasih, karena kalau ada indikasi kesehatan tertentu, tekanan darah yang mengonsumsi teh tersebut bisa turun sampai ke dasar!"

"Owalaa ... kok susah banget sih Bi. Saya jadi bingung, gimana kalau saya salah bikin ramuan terus Mas Abie masuk rumah sakit. Bisa dipecat saya sebagai istri! Ikh, ngeri."

Perempuan itu mengerucutkan bibir, ia menatap toples - toples kaca itu dengan tatapan sendu. Ingin menyerah tapi tidak mungkin, Kiara tidak boleh kalah dari suaminya yang sangat pemarah itu.

"Nyonya pasti bisa kok! Sama satu lagi, Tuan Habibie alergi kacang-kacangan. Efeknya bisa sangat fatal untuk beberapa jenis kacang tertentu!"

Kiara mengangguk mengerti. Ia mencoba untuk mengingat semuanya. "Kalau gitu saya mau belajar menghafal semuanya dulu Bi. Nanti malam baru saya belajar buat tehnya. Boleh 'kan Bi?"

"Boleh dong, Nyonya. Saya senang kalau Tuan sama Nyonya akur. Ademmmm kayaknya rumah ini."

"Iya, Bi!"

....

Siang harinya, Kiara masih berkutat dengan buku kecil dan juga pulpen di tangannya, sesekali ia memperhatikan jenis-jenis teh yang ada di dalam toples kemudian dia cari informasi tentang teh herbal tersebut di internet lantas dia catatkan di atas buku miliknya.

"Alhamdulillah!" gumam Kiara. Perempuan itu merenggangkan tubuhnya, tersenyum karena tugas utama Kiara sudah selesai. Kini tinggal harus menghafal surah-surah yang tadi dia setorkan pada suaminya.

"Nyonya, ini sudah siang, mau makan dulu?" tanya Bi Arum.

"Nanti aja Bi. Saya mau shalat dulu. Nanti saya turun lagi kalau sudah lapar!"

"Tapi Nyonya!"

Belum sempat Bi Arum menyelesaikan kalimatnya, Kiara sudah pergi menjauh. Perempuan itu berlari naik ke lantai atas dengan semangat 45.

Selesai dengan shalatnya, Kiara tidak menepati janji, perempuan itu malah mengambil mushaf Alquran, membuka lembaran itu juga mengambil ponselnya, Kiara harus mencari referensi yang bagus agar bacaan dan hafalan nya tidak melintas ke kamana-mana.

Cukup lama perempuan itu mendengar dan mengucapakan apa yang dia pelajari, duduk di atas sofa panjang, pindah ke meja rias, kembali berbaring di atas karpet, dan sekarang persinggahan terakhirnya adalah di atas ranjang. 3 jam lebih perempuan itu terus menghafalkan apa yang tadi pagi suaminya ajarkan, mungkin karena terlalu lelah, Kiara tertidur dengan mushaf dia atas dadanya.

"Nyonya!" panggil Bi Arum. Ketukan demi ketukan perempuan itu lakukan, tapi Kiara masih tidak menyahut. Takut terjadi sesuatu, Bi Arum membuka pintu kamar itu perlahan. Betapa senangnya, Bi Arum melihat kesungguhan Kiara, perempuan itu tertidur dengan perut kosong.

Bi Arum mengambil ponsel yang ada di dalam sakunya, kening perempuan itu mengerut saat melihat nama Habibie ada di sana.

"Assalamu'alaikum, Tuan!"

"Wa'alaikumssalam!" jawab Habibie. "Kiara ada di rumah enggak Bi? Tolong jangan dibiarkan keluar dulu ya! Kiara masih belum boleh bertemu temannya!"

"Enggak Tuan, Nyonya ada di rumah kok. Hari ini Nyonya bekerja keras untuk memperbaiki hafalannya, Nyonya sampai tidak makan siang, sekarang malah ketiduran!"

Habibie menyunggingkan senyum, pria itu melepaskan kacamata baca dari atas tulang hidungnya. Perasaan bersalah tiba-tiba muncul, apa mungkin dia terlalu keras terhadap perempuan itu.

"Ya sudah, Bi. Nanti kalau bangun tolong diingatkan untuk makan ya. Saya pulang agak malam!"

"Baik, Tuan!"

Habibie mengembuskan napas berat, ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kebesarannya. Kepalanya mendongak, hembusan napas kasar keluar begitu saja.

"Apa yang sedang kau rencanakan, Kiara!"

1
$4D ALONE "-"
anjing banget Habibi kont*1
Ary hartini
novel udah lama.tp baru baca..lucu bikin ketawa..bikin nangis sedih juga.awalnya yg kiara pergi itu sempet kesel knp ketemu lg.pas yg pergi ke2 ikutan maki2 si abie.syukurin syukurin...
seru pokoknya bikin emosi naik turun..novel2 kim99 very good
Tunggul Nogo
Ngga ada terjemahan dr Sunda ke indonesia,, jadi bingung /Frown/
dhena
mata seperti nya kena bawang nieh bacanya sambil mewek
El Sazita
kok cerita nya sedih banget sih
jdi mewekk🥲
Amyy Amyy
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Nurlaila Elahsb
kenapa juga ada si Humaira ,,ya KL mau bantu ya bantu aja lah Gibran gk usah juga di nikahi ,,si Abie juga rada sakit ya!!yg sudah berlalu ya sudah lah...hadeh..
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Nurlaila Elahsb
jodoh kang Gibran dh ready say
Nurlaila Elahsb
kayak nya seru nih, baru mampir Thor
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Priskha
jgn buat Kiara meninggal dong thor kasihan ijinkan dia hidup bahagia bersama klg kecilnya kasihan dia sdh lama hidup menderita tanpa kasih sayang
Priskha
wis tinggalin aja tuch si Habibie jd laki kok ndak tegas
Priskha
aq kok jengkel sm Habibie ya sdh diberi kesempatan 2x msh mau buat ulah lg pingin aq tonjok aja tuch mukanya ndak ada kapoknya
Priskha
gentleman kmu Gibran aq salut dg pengorbananmu demi keutuhan rmh tangga kakakmu kmu rela mempertaruhkan kebahagiaanmu
Priskha
pinter agama tp akhlak minim ndak rasa klau sdh nyakitin hati istrinya 🙄🙄🙄🙄
Priskha
anjayy ngakak hbs aq thor smp keselek terbatuk2 🤣🤣🤣🤣🤣
Priskha
pantesan aja ayahnya Kiara bludrek lihat kelakuan anaknya spt itu awas nanti jd Hypertensi trs stroke lho ayah...yg sabar aja anggap aja hiburan 😂😂😂😂
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rita susilawati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
baru pertama baca sudah bikin sakit perut,betul betul kami kyara ya🤣🤣🤣
Martina Arvia
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!