NovelToon NovelToon
Atas Nama Jodoh

Atas Nama Jodoh

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:256.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mukarromah Isn.

Atas nama jodoh, diantara garis takdir dan do'a yang panjang, mana yang akan terjadi?


"Kamu nikah sama aku aja"

"Nggak mau, nama kamu Qais dan aku Layla"

"Memangnya kenapa?"

"Kamu belum pernah dengar kisah Layla majnun ya? Namanya Qais dan Layla. Mereka tidak bisa bersama sampai kematian menjemput"

"Yaudah aku ganti nama aja"

Asma Layla Husna, tak mengerti dengan takdir hidupnya. Berawal dari pertemuan mereka karena hampir saling menabrak, Qais tiba-tiba langsung mengajak Layla menuju ikatan sah. Namun sekelumit kisah cinta terjadi selanjutnya, saat takdir seperti menghadirkan sosok lain selain Qais. Belum lagi kisah Fatah Bilal Alzam, yang harus terjebak ikatan dengan gadis preman pasar


Jangan lupa follow ig author ya
@mukarromatul28

Like, komen, dan vote.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukarromah Isn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 : Salah Paham

Udara dingin malam tak terasa dibandingkan bagaimana suasana dingin yang tercipta di ruang tamu dengan beralaskan tikar sederhana. Layla diam dan tak tau bagaimana ceritanya bisa seperti ini

"Sepertinya kalian memang harus dinikahkan"

"Iya pak" Layla menatap Qais yang menjawab dengan semangat, sedangkan ia sendiri masih mencerna apa yang terjadi sekarang

"Maksudnya, kami tidak melakukan seperti hal yang kalian pikirkan" ucap Qais lagi setelah menjawab tadi dengan semangat, ini justru membuat kecurigaan orang semakin kuat

"Nak, yang paling dirugikan dalam hal ini adalah perempuan. Perempuan yang akan menanggung malu dan menyisakan bekas. Sedangkan laki-laki bisa tenang karena tak ada yang tau. Perempuan yang akan dikucilkan dan disalahkan tak peduli siapa yang benar. Jadi lebih baik kalian menikah saja untuk menghindari zina" Layla hanya diam mendengar omongan ibu-ibu yang mengusap punggungnya dari tadi. Ia bukannya tak mengerti apa yang mereka maksud, hanya saja ia benar-benar tak melakukan itu dan jelas ini hanya kesalahpahaman saja

"Maaf, tapi kami benar-benar tidak melakukan itu" balasnya entah sudah keberapa kali, tapi mana mungkin mereka percaya. Apalagi dengan kondisi bajunya yang robek karena tarikan kuat dari orang itu

"Nak, jangan mengelak lagi. Kami terpaksa harus melakukan ini untuk keselamatan kalian juga. Sekarang telepon wali kalian masing-masing, kalian akan menikah malam ini juga"

"APA!" Layla yang paling terkejut mendengar ini, dan entah kenapa Qais justru langsung mengeluarkan handphonenya seolah sangat setuju

"Bapak tidak bisa mengambil keputusan seperti ini begitu saja, ini tak hanya tentang pendapat satu pihak. Tapi juga mencakup masa depan saya" jawab Layla langsung, kalimatnya dengan jelas menunjukkan sebuah penolakan

"Nak, kami mengerti. Tapi jika seperti ini, masa depan kalian akan hancur. Bukankah menjalin hubungan dalam ikatan pernikahan lebih baik? Bukan mendapat dosa tapi pahala"

"Telepon orang tuamu sekarang, kami perlu menjelaskan" Layla termenung, kejadian ini bermula ketika Qais membantunya tadi melawan orang-orang yang mengikutinya. Setelah dihajar habis-habisan mereka masih sempat melarikan diri, Qais yang awalnya ingin mengejar ditahan Layla karena menurutnya tidak perlu. Disanalah kesalahpahaman bermula, dua orang dengan pakaian sederhana dan sarung yang dikalungkan menyorot kearah mereka yang berada ditempat gelap dengan posisi yang membuat salah paham. Padahal saat itu Qais hanya sedang membantu Layla berdiri. Terlebih lagi kondisi pakaian Layla yang tak baik-baik saja

"Astagfirulloh" itulah kata-kata terakhir yang sempat Layla dengar sebelum dua orang itu menyeret mereka paksa ke rumah Pak RT. Tapi kenapa justru berakhir menikah?

"Telepon wali kalian berdua, zina sudah terlalu nyata sekarang. Kalian tidak akan merasakan bagaimana pedihnya di dunia tapi ingat bagaimana panasnya api neraka dengan manusia sebagai kayu bakarnya" seorang wanita berhijab yang mereka duga sebagai istri Pak RT menyela kala beberapa kali Qais dan Layla berusaha menyangkal dan menjelaskan

"Tidak akan ada yang percaya, jika semua pelaku zina mengaku mungkin laki-laki akan punya lebih dari sepuluh istri bahkan perempuan bisa memiliki lebih dari satu suami" pembahasan ini entah semakin melenceng kemana. Layla menatap Qais yang juga nampak bingung, karena setiap mereka menjelaskan untuk membela diri, pasti ada saja yang menyela

"Lebih baik kalian menikah saja, dan bertaubatlah untuk memohon ampunan pada yang kuasa. Kami tak berhak menghakimi kalian, karena hakim yang paling adil adalah Allah"

Tidak menghakimi katanya? Lalu apa namanya ini saat mereka menuduh tanpa mendengar penjelasan? Apa bukan menghakimi?

"Generasi zaman sekarang semakin tergerus zaman, apa tidak malu punya orang tua yang sudah merawat susah payah. Apa jangan-jangan orang tuanya juga ngajarin kayak gitu?" Layla mengepalkan tangannya mendengar ibu-ibu dengan riasan make up yang cukup tebal diwajahnya

"Ini tak ada sangkut pautnya dengan orang tua, baru saja kalian mengatakan tidak menghakimi, lalu apa namanya ini?" Qais yang bersuara, nadanya tegas seolah mengerti kalau Ila tersinggung dengan ucapan ibu itu. Kalau saja tidak ada orang mungkin ia ingin sekali melayangkan pukulan di wajah wanita itu, terlihat sekali urat lehernya yang menonjol menahan amarah

"Tapi..."

"Assalamu'alaikum ayah, Ila mau nikah malam ini. Cepat datang jangan sampai telat"

Qais yang paling membeku mendengar itu, apa ia tidak salah dengar?

.

Diseberang sana, Naufal terduduk memegang dadanya yang berdetak sangat hebat. Apa ia tidak salah dengar tadi? Layla yang dari tadi ia khawatirkan malah menelpon seperti ini? Menikah? Ia bahkan belum sempat berbicara apa-apa dan telepon itu langsung dimatikan

Tak lama terdengar notifikasi dari Layla yang mengiriminya lokasi, setelah mencoba menghubungi putrinya lagi, nomor itu sudah tak aktif

"BILAL!"

Bilal datang sedikit berlari, ia tak pernah mendengar ayahnya berteriak seperti itu, jadi ia cukup terkejut saat tiba-tiba dipanggil

"Kita temui adikmu sekarang, entah apa yang diperbuatnya" Naufal mengusap rambutnya kasar, ia yakin kalau putrinya tak mungkin melakukan hal yang tak seharusnya

"Ila kenapa?" Bilal sekarang yang bingung, dari tadi dihubungi, Layla tak mengangkat telpon sama sekali

"Tanyakan nanti, siapkan mobil kita pergi sekarang" Bilal mengangguk menurut saja, tak banyak bicara. Naufal seperti orang kacau

.

"Puas?"

Ingin sekali Ila sebenarnya mengatakan kalimat itu di depan wajah ibu-ibu tadi. Ia paling tidak suka kalau orang tuanya sudah dibawa-bawa dalam hal yang ia lakukan. Orang tuanya mengajarkan yang baik, tak mungkin juga ia tega membuat ayahnya sakit karena hal ini

Sementara Qais masih terpaku ditempat, ia juga baru saja selesai menelpon Kenzo yang terkejut dan menuntut banyak penjelasan tapi langsung dimatikan oleh Qais. Kenzo disuruh datang langsung untuk melihat yang terjadi sebenarnya.

Qais hanya mampu terdiam tanpa kata, tak lama terdengar deru mobil yang masuk ke pekarangan rumah itu

"Ila"

Layla yang terdiam bahkan tak menyadari kehadiran ayahnya diambang pintu

"Ayah" ia langsung berlari memeluk laki-laki yang telah menjadi cinta pertamanya sejak mengenal dunia

Naufal yang dari rumah berniat untuk marah dan menuntut penjelasan malah sekarang tak tega saat Layla memeluknya dan menangis tersedu-sedu tanpa memikirkan orang disana yang menatap mereka

"Apa yang terjadi?"

Layla hanya menggelengkan kepalanya, ia sudah tak sanggup mengatakan apa-apa lagi

Naufal memindai sekeliling dan menemukan Qais disana dengan wajah yang nampak memar, ia juga baru sadar sekarang kalau pakaian putrinya berantakan. Naufal menolak mengambil kesimpulan sendiri, tapi ia benar-benar tak bisa membayangkan kalau itu benar terjadi. Yang gagal disini jelas dirinya sebagai seorang ayah yang tak bisa melindungi putrinya

1
itsme A
aduhh sumpah galmove sama kisah Naufal aqeela ya Tuhann, merinding banget /Sob//Sob//Sob/
stnk
kereeeen.....👍👍👍👍
Wayan Sucani
Menguras air mata
Wayan Sucani
Edisi menangis bersambung...
Kau kuras emosi kami Thor..
Ati Rohayati
Luar biasa
Sri Wulandari
Taj Mahal ceritanya hampir sm dg kisah orangtuamu ila😊
Sri Wulandari
Istri sholehah yg bs menenangkan hati dan perasaan suaminya ketika merasa sedih & terpuruk ❤️
Sri Wulandari
Buat ayah nessy menerima karmanya atas apa yg telah d lakukan pd klrgnya jg orang-orang yg telah d sakitinya thour
Sri Wulandari
Pasti Cewek yg suka sm qais tentunya secara qais khan suka nyamperin layla d fakultas nya
Sri Wulandari
Apakah orang tua kenzo & qais d bunuh.... itulah yg membuat kenzo d ttpkn d panti asuhan buat melindungi dia😔
Sri Wulandari
Qais adalah versi Naufal waktu jd badboy d kampusnya dulu
Sri Wulandari
Bikin nangis sj thour.... jd k ingat kisah cinta mereka berdua g k bayang sprti ap rasa sedih & rindu yg terpendam Naufal sm aqila walaupun dia terlihat kuat & tegar d dpn anak-anaknya jg klrgnya 😭😭😭😭😭
Sri Wulandari
Si kembar ngumpet dengar sepupunya datang🤭
Riyani Yahya
Luar biasa
Henny Saraswati
ceritanya bagus,,tidak bertele-tele dalam menyelesaikan konflik yg ada
Widdy Widdy
Luar biasa
Mom_Sa
kmrin sibuk nangisin kisah emak bapaknya, Skrang nangisin kisah anaknya. emng ya othor nih hobi bikin org nangis brjamaah..😭
Sri Puryani
mksh thor....cerita yg bagus....
menguras air mata😭
Sri Puryani
semoga krn kelskuan mereka baik jd dpt keringanan hukuman
Sri Puryani
klo qais & rio ditangkap, hukum jg rangga thor jgn biarkan dia hidup tenang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!