[ VOTE DAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
Yang tidak pernah terbayangkan oleh Reygan, yaitu perjodohan.
Pernikahan adalah proses pengikatan janji suci antara laki-laki dan juga perempuan yang saling mencintai satu sama lain. Tetapi tidak dengan Reygan, dia harus menikahi seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenal, wanita itu bernama Nasya.
Rumah tangga mereka berdua sama sekali tidak dibumbui oleh rasa cinta, mereka berdua harus menikah saat mereka menginjak kelas dua SMA.
Awalnya bukan Nasya lah yang seharusnya menikah dengan Reygan, melainkan kakak tirinya. Tapi karena Kakak tirinya enggan untuk menikah muda akhirnya Nasya lah yang harus menggantikannya.
Perasaan Reygan bukan untuk Nasya, melainkan kekasihnya yang bernama Zora. maka dari itu Reygan selalu memperlakukan Nasya dengan tidak baik bahkan ia secara terang-terangan berpacaran dengan Zora tepat di depan mata istrinya.
Nasya tidak bisa berbuat apa-apa, mereka berdua juga harus merahasiakan pernikahan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NG STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Setelah selesai berbenah dan membersihkan badan, Nasya langsung keluar kamar dan hendak pergi ke mall.
Gadis itu sekamar dengan Chalandra, Eliaria dan juga Sena.
Nasya menghentikan langkahnya begitu melihat Reygan yang saat itu sedang duduk di kursi yang ada di lobby hotel.
"Sedang apa dia disana?" tanyanya pada diri sendiri.
Nasya kembali melanjutkan langkahnya dengan mata yang fokus kearah suaminya.
"Kenapa kau melihatku?" tanya Reygan.
Nasya tersadar dan langsung mengalihkan penglihatannya kearah lain, gadis itu berdiri tegak di depan Reygan.
"Tidak apa-apa, lagipula aku punya mata!" jawab Nasya begitu ketus.
"Anggaplah saja seperti itu." kata Reygan mengulangi perkataan Nasya di lift tadi.
"Kau!"
Dengan kesal Nasya pergi meninggalkan suaminya disana, tetapi Reygan malah mengikuti gadis itu keluar hotel.
"Kau mau kemana?" tanya Reygan.
"Mall."
"Kenapa kau mengikutiku?" tanya Nasya menatap suaminya sekilas.
"Aku juga akan pergi ke sana."
Nasya tidak menjawab kembali perkataan suaminya itu, gadis itu membiarkannya.
***
Reygan mendorong troli belanjaan sedangkan itu Nasya memilih-milih cemilan yang akan di belinya.
"Kenapa kau membeli banyak sekali cemilan?" tanya Reygan sambil melihat troli yang penuh dengan berbagai snack.
"Kau diam saja, aku membelinya menggunakan uangku sendiri." jawab Nasya yang masih fokus memilih.
Reygan akhirnya terdiam dan mengikuti langkah istrinya dari belakang.
"Tuan cobalah kue ini." kata seorang wanita yang berjualan kue disana.
Wanita itu mengulurkan tangannya sambil memegang piring plastik kecil, Reygan menatap sekilas kue tersebut.
"Aku tidak makan yang manis." ucap Reygan enggan mencobanya.
"Aaa seperti itu."
"Biarkan aku saja yang mencobanya." sahut Nasya langsung mengambil piring plastik kecil tersebut dan memakan sedikit kue yang ada di piring plastik itu.
"Enak sekali."
"Cobalah ini." kata Nasya sambil mengulurkan tangannya ke mulut laki-laki itu.
Reygan langsung melahap kue yang ada di tangan Nasya hingga habis tidak tersisa sedangkan penjual wanita tadi langsung tersenyum melihatnya.
"Aku ingin membelinya satu." kata Nasya kepada penjual kue tersebut.
"Baiklah, tunggu sebentar."
Setelah kue yang dipesan oleh Nasya sudah dibungkus dengan rapih akhirnya mereka berdua pergi ke kasir untuk membayar makanan yang dibeli tadi.
"Jika kau membeli ini akan gratis permen karet."
"Baiklah."
Nasya mengambil kotak kecil yang ia yakin jika itu adalah permen karet, gadis itu langsung memasukannya kedalam kantung plastik.
Setelah selesai membayar Reygan mengajak Nasya untuk makan di restoran yang ada di dalam mall tersebut.
"Kau pesanlah makanannya, aku ingin pergi ke toilet sebentar." kata Nasya lalu diangguki oleh Reygan.
Setelah selesai memesan makanan Reygan langsung duduk di kursi yang kosong, laki-laki itu menyimpan kantung plastik belanjaannya di atas meja.
Reygan mengambil kotak kecil yang tadi di ambil oleh Nasya, ia langsung membukanya.
Isinya ada dua bungkus seperti permen karet, Reygan pun langsung membukanya menggunakan mulut.
Saat hendak memakannya tiba-tiba saja ia mematung, ia memperhatikan bungkus yang sedang di pegangnya lalu beberapa saat kemudian ia menjauhkannya.
Ternyata itu bukan permen karet melainkan kond*m, saat melihat Nasya yang datang menghampirinya dengan segera laki-laki itu menyembunyikan benda tersebut di saku celananya.
"Apakah makanannya sudah datang?" tanya Nasya dan langsung duduk di hadapan suaminya.
Reygan menggelengkan kepalanya dengan gugup, laki-laki itu berusaha untuk tetap tenang.
Beberapa menit kemudian seorang pelayan datang dengan membawa makanan yang di pesan oleh Reygan tadi.
Setelah pelayan itu pergi Nasya langsung mengambil pisau dan juga garpu, Reygan memesan steak.
Reygan melihat Nasya yang kesusahan memotong steak tersebut, ia tersenyum tipis lalu membawa piring milik istrinya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Nasya.
"Biarkan aku yang memotongnya." jawab Reygan yang langsung memotong-motong daging itu dengan kecil.
Nasya membiarkan suaminya dan memperhatikan laki-laki itu, apakah sikap dingin dan kasar suaminya itu sudah hilang, pikirnya.
"Sudah."
Reygan mengembalikan piring tersebut ke Nasya, gadis itu tersenyum lalu memasukan daging tersebut kedalam mulutnya.
Ponsel Reygan tiba-tiba saja berdering, ia langsung mengambil ponsel yanh ada di saku celananya.
Nasya terkejut saat melihat benda yang tidak asing dikeluarkan oleh suaminya itu.
Reygan yang menyadarinya langsung menyimpannya kembali kedalam saku, bisa-bisanya ia lupa jika ada benda seperti itu di dalam saku celananya.
"Berikan kepadaku." kata Nasya sambil mengulurkan telapak tangannya.
"Apa maksudmu?" tanya Reygan begitu gugup.
"Barang yang kau punya tadi, seperti tidak asing."
"Ti-tidak, itu hanya-"
"Ayo berikan kepadaku!" pinta Nasya sedikit memaksa.
Reygan menghelakan nafasnya lalu mengambil benda tersebut di saku celananya dan langsung memberikannya kepada Nasya.
"Bukankah ini..." Nasya menatap benda itu dan suaminya secara bergantian.
"Kau yang mengambilnya tadi!" kata Reygan mencoba untuk melindungi diri.
"Apa maksudmu aku membeli benda seperti ini?" tanya Nasya kebingungan.
"Saat kasir itu mengatakan jika gratis permen karet, kau langsung mengambil benda itu dan memasukannya kedalam kantung plastik." jawab Reygan begitu cepat
"Ah aku salah mengambil sepertinya, tapi..."
"Ta-tapi, apa?" tanya Reygan sedikit was-was.
"Jika kau mengetahui ini bukan permen karet kenapa kau malah menyimpannya di dalam saku celanamu?" tanya Nasya.
"Apakah kau ada kegiatan malam ini? maka dari itu kau tidak membuangnya?"
Reygan mengelus tengkuk lehernya, ia langsung menatap lekat gadis yang ada dihadapannya itu.
"Kenapa, apakah kau ingin bergabung denganku?" tanya balik Reygan.
Nasya membulatkan matanya dan langsung mengembalikan benda tersebut kepada Reygan.
"Buanglah benda ini!"
"Semua orang nanti akan salah paham jika melihatnya." kata Nasya kembali melanjutkan makannya dengan perasaan yang gugup.
Reygan tersenyum melihat kegugupan istrinya itu, tapi bisa-bisanya ia menanyakan hal konyol seperti tadi.
"Apakah aku gila?" gumamnya dalam hati.
Outfit Reygan waktu jalan sama Nasya
Ini Nasya minta foto sama Reygan
dasar Reagen lebay
ngga ada akhlaknya...
korban dari orang tua yg selingkuh
menjodohkan anak yg masih sekolah