NovelToon NovelToon
Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Akademi Sihir / Evolusi dan Mutasi / Barat / Tamat
Popularitas:136k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Hallo, Aku Rey Arlert! Berbekal kemampuan sihir tiga pedang semesta dalam tubuhku. Aku bersama dengan empat orang rekanku yang lain menyusuri daerah terkontaminasi. Area iblis bernama Silver Alaska.

Bersama Debora kekasihku, pemilik Surai putih sama sepertiku. Kami berlima masuk demi menyelamatkan nyawa umat manusia di ambang kepunahan.

Menghentikan para iblis untuk berhenti memangsa manusia juga mengembalikan kebebasan dunia atas penjajahan keji para iblis.

Pemantik paling besar dari semua ini. Adalah adikku yang saat ini dipengaruhi sihir kutukan. Dia ditangkap lalu dipengaruhi oleh raja iblis untuk melawan kami.

Syena, aku berjanji akan membawamu pulang!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detik dan Kesadaran

...Kepercayaan dari orang-orang lugu...

...Adalah alat yang paling berguna bagi pembohong...

___________

.

Ini sudah tujuh jam tak ada kabar apapun dari Riley di sana, kalut sekali rasanya hatinya. Mengapa Noella tak kunjung keluar memberi kabar pada mereka mengenai apa sebenarnya yang terjadi pada Riley di dalam?

 Dari markas Rensuar kemari, ke Istana Putih dengan menaiki Khufra ia sudah menempuh tiga puluh menit perjalanan.

Entahlah mengapa Riley begitu penting untuknya intinya hatinya kalut rasanya jika belum bertemu dengan Riley, menyaksikan ia membuka mata rasanya cukup.

Setelah Mikhail meredam amarahnya yang sudah terbendung itu, Mikhail membawanya pergi keluar dari Istana Putih.

Merasa tak ingin kemana pun, hatinya menuntun langkahnya menuju hutan, tempat peternakan hewan buas milik Riley.

Di sana ia memberi hewan-hewan itu makan, kadang ia sering kesana bersama Rey karena memang itu rutinitas mereka dari Riley.

Entah sihir apa yang merasuki keduanya sehingga mengiyakan permintaan Riley? Usai bosan berada di sana. Dia memilih kembali ke tempat Riley dan Noella.

 Beberapa Musketeers senior berlalu lalang di sini, tak jarang berpas-pasan dengannya terkadang.

Justice menyapa mereka sesekali. Sampai ketika kakinya berhenti tepat di hadapan pintu tempat Noella. Justice menghela nafasnya.

"Astaga sebenarnya ada apa di dalam sana! Memang lukanya tak menembus jantungnya, tapi pendarahannya cukup menyeramkan tadi."

Gumam Justice seraya netranya masih memperhatikan pintu itu. Ia sedikit mengingat satu mantra penerawangan yang pernah dibacanya, namun melupakan lafalan kalimatnya.

Justice membuka telapak tangannya cahaya biru miliknya mengiringi buku kitab sihir itu keluar, secara otomatis buku itu terbuka sendiri berhenti tepat pada halaman yang diinginkan.

"Nah ini dia!"

Justice berbinar tatkala halaman mantra yang ia inginkan terpampang. Justice menggerakan tangannya mengarahkannya tepat ke depan pintu, hampir saja rapalan mantra itu ia ucapkan.

Brakkkkkkkk

"Awhhhh!!!"

Justice memegangi hidungnya ketika pintu kayu itu terdorong ke arahnya menghempas begitu saja pada wajahnya.

"Justice? Mengapa kau di depan sini?"

Noella adalah pelaku di balik terbenturnya dirinya, bahkan mengetahui Justice yang kesakitan seraya memegangi hidungnya Noella masih bertanya.

"Ya Tuhan, selir Harith memang mengesalkan!"

Geram Justice seraya menatap Noella kesal, namun yang ditatap itu tak peka ia hanya menatap Justice dengan tatapan lugunya.

"Kau... kau ingin menjenguk Riley ya?"

Mendengar nama itu disebut Justice mengangguk cepat seakan ingin segera mengetahui keadaan Riley didalam.

"Ya, ya... Bagaimana pawang buas itu? Apakah ia baik? Apakah ia masih hidup? Apakah ia sudah sadar?"

Ragam pertanyaan itu membuat Noella menggelengkan kepalanya, terlalu banyak, terlalu khawatir, curiga rasanya. Apakah Justice menyimpan hati pada Riley.

"Wah wah, kau sepertinya sangat mengkhawatirkannya, ya?"

Ujar Noella menggoda, Justice tak paham apa maksudnya. Bagaimana hatinya tak kalut ketika melihat rekan satu timnya hampir mati. Pertanyaan sekonyol apa ini yang Noella lontarkan?

"Aku akan menemuinya!"

Ujar Justice bergegas, namun ketika langkahnya hampir masuk Noella menahannya, menciptakan sekat tak terlihat sehingga Justice tak mampu masuk menemui Riley. Demi Tuhan, apa lagi sekarang.

"Hei, aku ingin menemui temanku!"

Ucap Justice, namun Noella menggeleng sudah jelas ada perasaan lebih dari Justice pada Riley.

Namun entah karena manusia di hadapannya ini tak peka, atau mungkin karena manusia ini memang malu menyatakannya.

"Tidak boleh, dalam satu ruangan untuk seorang lelaki dan wanita apa yang kau pikirkan? Di Asrama saja kalian tidak tidur sekamarkan. Jika kau ingin masuk, masuklah bersama rekanmu yang lain."

Justice menatap gemas ke arah Elf itu, sungguh untuk murka rasanya ia tak mampu karena yang Noella katakan itu benar adanya.

 Tak pantas jika di dalam kamar itu mereka hanya berdua, bagaimana jika Justice khilaf mungkin Rey juga rekannya akan memiliki keponakan, dan dia akan dipecat dari Rensuar lalu hidup dalam hutan, menjadi seorang Tarzan.

"Tidak, tidak... Kau benar Noella, baiklah aku akan menjemput mereka!"

Usai menerka segala kemungkinan yang terjadi jika dirinya masuk, Justice berpamitan pada Noella ia kembali pergi dari Istana Putih, kembali ke arah Rensuar untuk menyampaikan kabar baik ini.

Dalam perjalanannya sembari berlari menuju Gerbang masuk Istana Putih. Di mana di sana Justice meninggalkan Khufranya. Tak sengaja Justice bertemu dengan Axcel, menabraknya.

Brukkkkkk

"Awhh!!!"

Axcel memekik tatkala tubuh kecilnya terjatuh akibat tubrukan yang terjadi antara Justice dan dirinya yang sedang berpas-pasan. Merasa bersalah menabrak seorang Musketeers senior Justice mengulurkan tangannya, mencoba membantu Axcel berdiri.

"Kau ini ada apa, buru-buru sekali?"

Axcel bertanya, sambil berdiri lalu membersihkan baju putih miliknya yang sedikit kotor. Namun Justice hanya memberinya cengiran lalu menggeleng.

"Tak apa Paman, aku hanya bahagia saja Rekan timku sudah sadar. Aku ingin memberitahu teman-temanku perkara ini, jadi maaf ya, karena kebahagian yang memenuhi hatiku membuatku buta jalanan."

Jelas Justice, Axcel menggelengkan kepalanya sudah pasti ia paham melihat kebahagiaan itu terlukis jelas dalam raut wajah Justice.

"Mungkin kali ini kebahagiaanmu akan berlipat-lipat!"

Ujar Axcel, Justice mengerutkan keningnya tak mengerti apa maksud dari ucapan Axcel padanya.

"Ya, aku tau kau dan Rey suka sekali memicu adrenalin. Beberapa menit lalu aku menghadiri acara rapat petinggi Rensuar, dan ini."

Axcel memberikan gulungan kertas pada Justice, di sana Justice menatapnya bingung. Apa itu dan untuk apa diberikan padanya?

"Apa ini Paman?" tanya Justice kepadanya.

"Ah itu, hasil dari rapat ini. Rensuar atas perintah Kaisar putih, akan mengadakan ajang besar dimana ketiga divisi akan diperlombakan di sana. Mereka yang meraih skor tertinggi akan mendapatkan hadiah dari Harith, detail hadiah kau bisa membacanya sendiri di situ."

Jelas Axcel, rasanya benar apa yang dikatakan Axcel itu. Pengumuman itu membawa kebahagiaan dalam dirinya sungguh, perlombaan, dan hadiah.

"Wah hebat sekali, aku senang sekali mendengarnya Paman." ujar Justice kepadanya.

"Ya, sementara acara itu akan dilakukan besok, nanti malam dalam gedung Aula Rensuar akan diadakan makan malam besar juga pesta. Penyihir kita perlu hiburan, bukan? Ajak kawananmu ke sana mereka pasti akan sangat menikmatinya."

Ujar Axcel, wah kebahagian semacam apakah ini datangnya bertubi-tubi sekali? Axcel mengumumkan berita bahagia itu sambil menepuk bahu Justice. Namun ada sesuatu yang Justice tak paham di sini, kemanakah pendaftaran perlombaan ini?

"Paman Axcel, lantas di mana kita bisa mendaftarkan diri untuk berpartisipasi?" tanya Justice kepadanya.

Axcel mengangguk mendengar itu, ia lupa memberitahu di mana tempat pendaftaran itu berada.

"Lantai tiga, gedung dekat tempat sejarah sihir. Di sana ada sebuah tiang memanjang dengan cawan melayang berisi api berwarna emas. Api itu tidak membakar, tidak pula panas, jika kau ingin mendaftar cukup letakan saja tanganmu di atas api. Jika kemampuanmu memadai, api akan berkedip dan berbunyi, namun jika tidak, maka kau akan terpental." jelas Axcel kepadanya.

Pupus sudah rasanya harapan Justice mendengar itu, jika kekuatan memadai katanya.

Jelas saja dirinya tidak memadai, pasalnya ia masihlah ksatria sihir baru di sana. Mana miliknya bahkan masih jauh dibandingkan dengan para Musketeers.

Namun mendadak terbesit sebuah ide dalam kepalanya, di mana ia pernah meminjam buku tebal milik Mikhail tentang ramuan.

Di sana ada satu ramuan peningkat mana, namun efeknya tidak lama. Mungkin jika dirinya bisa mengambilnya lalu meminumnya dan mendaftar itu akan membuatnya mampu memadai syarat dan ketentuannya.

Lalu masuk sebagai seorang peserta lomba. Sepertinya mengambil ramuan itu di dalam ruangan Lapu-lapu shubuh nanti adalah hal yang efektif, mungkin dirinya akan mengajak Rey untuk ini, karena pikiran mereka sepaham, sefrekuensi juga gila.

"Ah baiklah Paman, terima kasih pemberitahuannya!"

Ujar Justice bahagia, lalu berlari meninggalkan Axcel yang masih terpaku menatapnya disana.

...Ingatlah selalu bahwa usaha seseorang itu cerminan dari minatnya padamu...

____________

Ensiklopedia :

HD 140283, juga dikenal sebagai Methuselah adalah bintang sub raksasa miskin logam, yang terletak sekitar 190,1 (biasa dibulatkan 200 tc) tahun cahaya, di konstelasi Libra, dekat perbatasan dengan Ophiuchus. Bintang ini pertama kali ditemukan pada tahun 1912 oleh astronom Amerika bernama Walter Adams. Sejauh ini, bintang Methuselah memang bintang paling tua yang pernah ditemukan oleh astronom.

1
fatliqa
benar terkadang aku juga melihat langit berwarna ungu.saat itu aku pikir mata ku yg gangguan
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Wkwkwkwk..langsung tersusun rencana yang biaa dilakukan dengan teman yang sefrekuensi,sama gilanya 🤣
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Miris dan sangat menyedihkan masa lalu Debora,pantas saja jika dia mengalami trauma yang berkepanjangan. Tapi untung saja Rey datang sebagai penolong semoga saja itu bisa membuka hati dan pikirannya.
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Buka hatimu Debora buka juga pikiranmu dan hilangkan rasa bersalahmu,mulailah hidup baru dan berjuanglah bersama rekan2mu.
Suii
sangat sulit apalagi itu kenangan manis 🥺
Suii
dan itu tidak mudah..butuh perjuangan untuk memaafkan
Suii
mntra nya kyk pernah denger tp di mana entah lupa
Suii
ini author nya hebat bisa gt ya membawa imajinasi seolah² kita ada di situ
Suii
narsis x kau Rey 😎😎
🟢💜⃞⃟𝓛 ѕнα
manusia hanya di takdirkan untuk berusaha.. selanjutnya bukan lagi hak kita yg punya penentu
🟢💜⃞⃟𝓛 ѕнα
adakala mendung menutup langit yg begitu cerah..itu dinamika kehidupan
🟢💜⃞⃟𝓛 ѕнα
syena berjuanglah melawan bresh dan iblis 100 juta jiwa.. Rey sedang berjuang juga
NUR 15💞
mngkn rey lg aplg in npa dah tmpt lain tp hangat kn milki kluarga bgni
NUR 15💞
shey dah mau punah it ap ga ilang dl utk mnymbuh kn skit adk kau it ad aj dah
Etrama Di Raizel
Hal yang hilang akan kembali tapi bisa juga tidak akan kembali. Dan dua sisi manusia benar, gelap dan terang
Etrama Di Raizel
Nah kan kau penasaran mereka alien atau buka ya 🤣🤣
Etrama Di Raizel
Hancur dan sedih pasti itu, adiknya di ambil gitu
✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸
rey belajarlah mengontrol emosi mu,jangan sampai nanti terjebak karena emosi mengalahkan akal sehat untuk berfikir melawan musuh
✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸
akankah regu elang putih mampu menyelesaikan misi drai haritth,alarmnya luar biasa membuat para penyihir jadi kalang kabut
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
tak perlu sedarah Ki hrs puya ijab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!