NovelToon NovelToon
My Upside Down World

My Upside Down World

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:24.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Irish_kookie

Keira Ophelia terjebak ke dalam sebuah games yang dibuat oleh pria yang dicintainya, Reujin Sakurai. Dalam games itu, Kei menjadi sosok yang lemah, yang sering ditindas oleh karakter wanita yang dibuat oleh Ryu, yang bernama Iria. Pertolongan selalu datang untuk Kei dari karakter game pria, Zen.
Mampukah Kei melewati hari-harinya dalam dunia game itu? Dan bagaimana kisah cinta Kei, Ryu, Iria dan Zen? Bisakah Kei keluar dari game tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Girl In The Pot

Aku kembali masuk ke dalam dunia permainan ini, biasanya aku di temani oleh Ryu atau pun Zen. Tapi saat ini aku harus berjuang mencari dan menyelamatkan mereka.

Pertama, aku harus mengumpulkan koin dan senjata. Langkah kedua, aku harus mempunyai cadangan makanan atau minuman untuk menambah energiku saat di perjalanan nanti. Ketiga, tentu saja booster.

Jadi, aku harus bekerja dulu sampai aku bisa mengumpulkan kira-kira sepuluh ribu koin, setelah itu aku bisa memulai perjalananku.

Aku memandang lahan yang ada di depanku, rumah yang biasanya kami tempati bertiga sekarang hanya ada aku disini. Sepi sekali.

Aku mulai memberikan makan kepada ayam, sapi, dan domba. Tak lama mereka sudah mulai menghasilkan telur, susu dan bulu mereka bertumbuh dengan sangat cepat.

Tiba-tiba ada seorang wanita datang menghampiriku, "Permisi Nona, apakah nona butuh bantuan untuk mengerjakan lahan seluas ini?" Tanya wanita itu.

Aku memandang lahanku ini, dan ya aku cukup kewalahan kalau mengerjakannya sendiri. Dan yang pasti aku butuh seorang teman yang bisa kuajak bicara.

"Apakah anda mau membantuku?" Tanyaku kepada wanita itu.

Wanita itu tersenyum dan mengangguk, "Ya, jika diperkenankan aku akan membantumu. Bayar saja aku dengan segelas susu dan sepotong keju juga roti setiap harinya." Kata wanita itu lagi.

Kebetulan aku membawa segelas susu dan segera saja aku berikan kepadanya, "Ambillah. Anda pasti lelah dari perjalanan. Beristirahatlah dulu di kursi itu sambil melihatku bekerja." Ujarku.

Wanita itu mengambil susu dari tanganku, "Terimakasih. Jemima namaku Jemima. Nona boleh memanggilku dengan Bibi Jemima." Sahutnya memperkenalkan dirinya.

"Baiklah, bibi Jemima. Aku Kei." Balasku sambil mengulurkan tanganku.

Setelah berbincang dan berkenalan aku melanjutkan aktifitasku, tak lama Bibi Jemima datang membantu. Setelah semua hasil lahan terkumpul, aku dan Bibi Jemima membawanya ke pasar untuk di jual kepada Nyonya Cissy yang selalu tersenyum.

"Terimakasih untuk bantuanmu hari ini, Bibi Jemima." Sahutku mengucapkan terimakasih kepadanya.

Bibi Jemima tersenyum, "Tidak masalah. Aku butuh tempat tinggal dan makanan juga. Aku yang seharusnya berterimakasih kepadamu, Nona." Kata Bibi Jemima lagi.

***

Keesokan harinya aku melakukan aktifitas yang sama, hanya hari ini aku di temani oleh Bibi Jemima sehingga aku ada teman untuk berbicara.

"Kamu selalu sendirian, Nona?" Tanya Bibi sambil membantuku menebar biji-bijian untuk kami tanam.

Menunggu biji itu berkembang hanya membutuhkan waktu dari 1 sampai 60 menit. Cepat sekali bukan?

Sore itu koinku sudah terkumpul sepuluh ribu, maka aku berkata kepada Bibi Jamima,

"Bibi, aku akan pergi sebentar. Aku titipkan ladang dan rumahku untuk Bibi. Kalau Bibi mau mengambil sesuatu, ambil sajalah. Jangan sungkan-sungkan." Ucapku.

"Mau pergi kemana? Apakah kamu sudah menentukan hatimu?" Tanya Bibi Jemima.

Deg!

Itu dia. Aku tidak tau siapa yang ingin kuselamatkan, aku hanya berjalan saja sesuai kemana kakiku membawaku melangkah.

Aku terdiam tak bisa menjawab pertanyaan Bibi Jemima, "Apakah Bibi punya saran untukku?" Tanyaku.

"Tentukan hatimu dulu, setelah itu kamu bisa pergi." Jawab Bibi Jemima.

Aku kembali berpikir, Zen sudah menduduki hatiku dan tidak menyisakan ruang sedikit pun untuk Ryu. Namun, di kepalaku Ryu memegang tahta tertinggi.

Tidak ada yang sinkron. Jika aku ingin kembali aku pasti akan membawa Ryu, tapi jika aku membawa Ryu hatiku berteriak dan menolaknya.

Aku pasti akan memilih kehidupanku kembali normal daripada cintaku yang tidak nyata kan?

Aku menarik nafas panjang dan berusaha menenangkan diriku sendiri. Aku kembali masuk ke dalam rumahku, Bibi Jemima membuatkanku cokelat panas untuk menghangatkanku.

***

Setelah semalaman aku berpikir, akhirnya aku telah mengambil keputusan siapa yang akan aku jemput. Aku rasa perjalanan ini akan sulit. Iria pasti sudah menyiapkan beberapa jebakan dan rintangan untukku.

Aku bahkan tidak tau apa senjataku. Bagaimana aku bisa melawan monster atau apa pun itu.

Aku menurunkan tulisan play mini game di kotak sebelah kiri atas, dan memulai perjalananku.

Wuussshhh

Latar tempatku kembali berubah, dan aku berada di dalam POT!

Lalu, bagaimana aku bisa berjalan?

Iria menampakkan dirinya kepadaku, "Halo Keira. Ini adalah level 6. Awal mula perjalananmu. Kamu akan berjalan melompat dengan menambatkan alat ini ke suatu objek. Tujuanmu bukan ke depan tapi ke atas. Ambillah bendera berwajah Ryu atau Zen di atas sana setelah itu kamu akan masuk ke level 7. Jika kamu terjatuh, maka kamu akan mengulang permainan ini dari paling bawah, tempatmu memulai." Kata Iria sambil memberikanku sebuah kampak untuk membantuku naik ke atas.

"Ingat, jangan sampai jatuh. Selamat mencoba Keira." Sambungnya lagi, setelah itu dia menghilang.

Aku menggerakan tubuhku untuk keluar dari pot itu tapi tidak bisa. Kakiku seperti digantikan oleh dasar pot. Seperti boneka Rusia, pikirku.

Aku mencoba melompat ke atas, dan menambatkan kampakku di sebuah papan,

Duk

Aku bertahan, labil sekali bangunan ini. Aku berjalan lagi, dan kutambatkan lagi kampakku.

Duk

Duk

Duk

Jalan lurus sudah kulewati, sekarang aku harus berhadapan dengan bidang miring dan harus melompat ke sebrang untuk bisa menemukan jalan berikutnya.

Anehnya tangan pemegang kampakku tidak pegal, luar biasa sekali.

Aku harus menyebrang ke kiri untuk bisa melewati dasar perahu yang mengarah ke atas.

Aku mengayunkan kakiku, maksudku potku untuk bisa menambatkan kampakku di sebrang,

Satu

Dua

Duk

Potku bergoyang tidak stabil! Aku terus mencari tambatan untuk bisa stabil. Aku melihat sebuah papan yang tampaknya cukup stabil untuk aku tambatkan, aku menggoyangkan kembali badanku untuk mengambil ancang-ancang, hup!

Duk

Yes! Aku berhasil!

Aku melongok ke atas dan kibaran bendera sudah tampak di depan mataku.

Tinggal sedikit lagi Kei, bertahanlah! Batinku menyemangati diriku sendiri.

Aku terus menanjak, dan rintangan mulai bermunculan. Ketika aku ingin menancapkan kembali kampakku, seekor laba-laba merayap di pergelangan tanganku,

"Hush...hush!" Aku berusaha mengusir laba-laba itu, alhasil potku bergoyang tidak stabil.

Tuing

Tuing

Tuing

Aku terjatuh!

Beruntunglah tidak sampai dasar, tapi aku harus memanjat ulang.

Duk

Duk

Duk

Aku mengulangi jejak kampak yang sudah kutinggalkan jadi aku dapat menanjak lebih cepat.

Duk

Duk

Kali ini seekor binatang aneh muncul dari permukaan dan berusaha menarik jatuh pot tempatku menempel.

Aku menggoyangkan potku dan bergerak lebih cepat,

Duk

Duk

Duk

Zrut!

Satu ekor binatang itu berhasil menarikku ke bawah, dan karena aku memegang kampak, maka aku berusaha menebas binatang itu dengan kampakku

Splash!

Dan dengan cepat, aku menancapkan kembali kampakku di sebuah bidang datar,

Duk!

Aku beristirahat sebentar untuk menenangkan jantungku, "****, aku harus kembali naik!" Sahutku dalam hati.

Aku menghela nafas panjang, dan aku melihat booster yang dapat aku pakai, kekebalan dan spring jump.

Klik

Klik

Aku membeli dua booster itu untuk membantuku sampai ke atas.

Baiklay, Kei! Ayo kita lakukan!

Duk

Duk

Duk

Splash!

Wush

Duk

Duk

Duk

Sungguh berbeda jalan tanpa booster dan dengan booster.

Duk

Selangkah lagi, aku harus bisa!

Tapi bendera siapa yang akan aku ambil? Ryu atau Zen?

Aku berpikir, sampai aku tidak sadar ada sesuatu yang menjalar ke atas tubuhku, dan berusaha menarikku ke bawah.

****!

Splash!

***

Hah? Apa itu? Keira sih kelamaan mikir!

Daripada kesel sama Keira, baca dulu karya bestieku yuk friends,

Judul : My Possessive Billionaire

Nama Pena : Desy Puspita

Menjadi pengantin tanpa mempelai, Syakil Agha Mahendra menelan pil pahit di hari pernikahannya. Sakit, malu dan bingung berpadu kala calon istrinya pergi tanpa kata beberapa saat sebelum akad.

Sejak hari itu, Syakil memandang dunia begitu berbeda. Tidak ada kehangatan dalam dirinya, yang ada hanya kerja, kerja dan kerja. Sibuk meniti karir dan mengepakkan sayap di dunia bisnis hingga namanya dikenal menjadi miliarder ternama di usia muda.

Hingga, tanpa terduga takdir mempertemukannya dengan wanita yang begitu mirip dengan kekasihnya. Pertemuan yang merupakan awal munculnya obsesi Syakil untuk mendapatkan kembali wanita itu.

"Lepaskan, aku bukan wanita yang kamu maksud!!" - Amara Nairy

"Sampai mati kamu hanya milikku, Ra. Jangan coba-coba pergi lagi jika ingin hidupmu baik-baik saja." - Syakil Agha Mahendra

1
Florence Karina 🌹
😍😍🌹
nana nanul
bagus
~Ķímhwä~
ini udah tamat? jadi Kei cuma tertidur dan bermimpi? Waah engak diduga😳
~Ķímhwä~: Ah gitu Ya...Tapi Kim senang Kei engak ketemu Zen, heheh entah kenapa Kim engak Ship Kei ama Zen🤭
total 2 replies
tintakering
mantap thor😊
tintakering
hayooo ryu tanggung jawab😊
tintakering
jujur amat 😁😊😊
~Ķímhwä~
Kim tiba disini...Semangat selalu buat kak Olive
💜 pecinta KATEHA 💜
gemes 😂
nezuko
bagus tapi sayangnya gantung
sienna
👍
Emily Rose
ceritanya sebenarnya bagus tapi pas di ending sama sekali ga bagus terkesan di paksakan untuk tamat,,, sangat di sayangkan
IG:Mitha_Shin🇯🇵
keren cerita'a
Keeva Dewanti
Bagus tapi rada gantung
biawakman
Malah tiba-tiba tamat
Ranucha
Itu, jangan" zen sama si manusia bertopeng.. siapa ya namanya lupa aku tuh.. pkoknya aku masih yakin Zen itu dalang dari masuknya kei ke permainan aneh itu
azzura
apakah tanda mau tamat?

biasanya si othor ini suka ngeselin kalo mau namatin novel...
MommyAtha: hai Kak..
tolong mampir diceritaku
Pilihan Hati Kiara (End)
Hei Jun (On going)
siapa tahu suka
terima kasih
total 3 replies
Wahyu
siapa itu? up lagi kak
rossie
seru dan beda dari yg lain
rossie
seru thor.... lucu juga bisa ketemu orang utan di gunung 😅
Ranucha
kenapa aku curiganya sama Zen, ya? 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!