NovelToon NovelToon
Si Tomboy Yang Tiba - Tiba Menikah

Si Tomboy Yang Tiba - Tiba Menikah

Status: tamat
Genre:Teen / Perjodohan / Nikahmuda / Dosen / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:96.1k
Nilai: 5
Nama Author: andry kumala

Lean si gadis tomboy yang digosipkan sebagai penyuka sesama jenis oleh orang tak bertanggung jawab, dan membuat citra keluarga besarnya hampir jatuh, membuat kedua orang tuanya terpaksa menikahkan Lean dengan anak sahabatnya untuk menampik gosip tersebut. Mampukah Lean si gadis tomboy yang urakan hidup bersama Agam si pria sempurna yang cuek?, akankah perasaan bersemi diantara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andry kumala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuka Hati

Dengan kedua tangan yang spontan menutup mulutnya yang melongo lebar, Lean terbelalak kaget seakan tak percaya dengan apa yang dilihat saat ini. “motor siapa ini Gam?” Lean terbata – bata. “buat istri gua lah!” ucap Agam dengan bangganya. “aaaa makasih Gam!” begitu bahagianya Lean, hingga tanpa sadar ia memeluk tubuh Agam dan terus bereaksi berlebihan “Gam lu baik banget sumpah!, makasih ya Gam!” ucap Lean sambil terus memeluk hangat tubuh Agam.

“deg!, deg!, deg!” bergetar keras jantung Agam, diiringi dengan meningginya adrenalin di sekujur tubuh Agam hingga membuat lututnya terasa lemas. Dengan rasa bangga, Agam pun membalas pelukan Lean dengan begitu hangat.

Sambil tersenyum bahagia, Lean menghidupkan motornya dan sesekali menarik gas tangannya. Suara knalpot yang menyalak kencang terdengar begitu sangar. “perempuan lain mungkin bakal minta mobil mewah!, tapi istri gua seleranya emang beda dari yang lain!” gumam Agam sambil terus tersenyum menatap Lean.

Jam menunjukkan pukul 17.00 WIB. Lean yang masih larut dalam kebahagiaan, berinisiatif membuang sampah tanpa diminta. Sembari membawa dua kresek penuh sampah, Lean terus bersenandung penuh kegembiraan. Setelah memasukkan sampah tersebut sesuai jenisnya, Lean hendak kembali ke apartemennya, namun “Lean!” terdengar suara perempuan memanggil namanya. Tak asing, Lean pun menoleh ke belakang. “Ria!” Lean terperanjat kaget melihat perempuan yang sempat bersitegang dengannya kemarin di perpustakaan sedang berada di lingkungan apartemennya.

“ngapain lo di sini?” ucap Ria dengan ketus. “gua tinggal di sini lah!, ngapain lu kemari!” Lean menyahut ketus pertanyaan Ria. “gua mau ke apartemennya Pak Agam dong!, gua kan udah janjian mau ketemu sama Pak Agam!” ucap Ria mencoba memanas – manasi suasana. “pfftt!!, janjian?, gua gak percaya!” Lean meremehkan sambil tertawa kecil. “gua ingetin sama lu!, jauhi Pak Agam!” bisik lirih Ria sambil berlalu meninggalkan Lean. “what?, istri sah diancam sama pelakor?, konyol!” gumam Lean sambil menggelengkan kepalanya dengan heran.

Di apartemen Agam.

“ting!, tong!” bel apartemen Agam berbunyi nyaring. “kenapa Lean gak langsung masuk aja sih!, acara mencet bel segala!” gumam Agam sambil berjalan menuju pintu. “ceklek!, kenapa gak langsung..!” gerutu Agam sambil membuka pintu. Namun bukan Lean yang ia dapati, melainkan Ria mahasiswi di kampusnya yang menatap penuh senyuman, dan berdiri tepat di depan pintunya.

Melihat pakaian Agam yang casual dan berbeda dari biasanya, hati Ria semakin meleleh. “OMG, Pak Agam ganteng banget!” ucap Ria dalam batin. “kenapa kamu di sini?” ucap Agam dengan datar. “kebetulan saya main ke rumah temen saya di sekitar sini!, jadi saya mampir ke sini pak!, apa saya gak disuruh masuk nih!” sahut Ria sambil terus tersenyum. “gawat!, kalau Lean balik dan ngeliat gua sama nih perempuan, bisa – bisa perang dunia terjadi lagi!” gumam Agam dalam batin.

“maaf ya pak mengganggu!” ucap Ria sambil melangkah masuk ke dalam ruang tamu Agam. “oh, iya!” Agam menyahut cuek. Dalam keheningan, terdengar suara ponsel Agam yang bergetar keras di atas meja “drrttt!!” nampak panggilan masuk berasal dari Lean. Dengan segera, Agam pun meraih ponselnya dan langsung mengangkat panggilan masuk dari Lean.

“hallo Lei!” sahut Agam dengan panik. “mak lampirnya udah lu usir belum?” sahut Lean dengan santai. “jadi lu tahu kalau ada perempuan yang main kesini?” Agam menyahut kaget. “iya lah!, cepet lu usir sekarang juga!” Lean menjawab ketus pertanyaan Agam. “oke, gua usir sekarang!” jawab Agam sambil menutup telepon.

Dan tak menunggu lama, Ria berjalan lemas keluar dari lingkup apartemen Agam sambil menyaruk – nyarukkan sepatunya ke lantai, dengan ekspresi yang nampak kesal. Melihat ekspresi Ria yang nampak lesu, Lean bisa menebak jika Agam pasti melanturkan kata yang kurang menyenangkan di telinga Ria. “hihihii” Lean terkekeh seolah bahagia di atas penderitaan Ria.

“ceklek!” pintu pun terbuka, dan Lean muncul dari baliknya. Dengan berjalan tergesa - gesa, Lean mengambil pengharum ruangan dan menyemprotkan seluruh penjuru ruang tamu. Saking banyaknya Lean menyemprot, hingga “uhuk!, uhuk!” Agam dan Lean pun terbatuk – batuk. “banyak banget Lei nyemprotnya!” ucap Agam sambil menutup hidung dan mulutnya. “biar cepet ilang bau tuh pelakor!” Lean menyahut ketus sambil terus menekan pengharum ruangan yang dipegangnya.

Tak tahan dengan bau wangi yang teramat menyengat hidung, Agam meraih tangan dan menarik tubuh Lean hingga Lean pun jatuh dalam pelukannya. “lu cemburu ya!” Agam berbisik lirih. “enggaklah!, jangan PD!” Lean menyahut ketus sambil memalingkan wajah. Kini Lean tak melawan ataupun berusaha melepaskan diri dari pelukan Agam, menandakan jika Lean sedikit demi sedikit mulai menerima pernikahannya dengan Agam.

“kenapa enggak kita publikasikan aja pernikahan kita ke semua orang?, biar mereka tahu, kalau gua tuh udah resmi milik lu!” Agam berbisik lagi. Mendengar perkataan Agam, seketika Lean mengingat ucapannya tempo hari di depan perpustakaan yang benar – benar membuatnya kehilangan muka di depan Agam. “belum saatnya Gam!” sahut Lean tanpa membalas balik tatapan Agam.

Agam menarik dengan lembut wajah Lean agar mau membalas tatapannya. Kini pandangan mereka berdua pun terhubung diiringi detak jantung yang saling beradu kecepatan. “gua suka liat lu cemburu!, mangkanya cepet buka in gih!” perintah Agam sambil menatap nakal ke arah Lean. “apanya?” Lean tertegun. “hati lu buat gua!” sahut Agam sambil mengecup bibir Lean, dan ciuman panas pun terjadi.

Keesokan harinya

Agam dan Lean tengah sarapan bersama di meja makan sambil berbincang santai. “Lei, tadi malam udah gua koreksi Skripsi lu!, dan banyak banget yang perlu dibenahi. Untuk sementara ini gua bakal fokus di perusahaan!, apalagi kontrak mengajar gua juga mau habis!, jadi lu harus lebih aktif lagi ya!” Agam memberi wejangan. “he’em!” Lean menjawab dengan berdehem sambil mengangguk patuh.

Di kampus.

Setibanya di parkiran kampus, seluruh pandangan langsung tertuju pada motor yang Lean tumpangi. Tak sedikit orang yang langsung mengeluarkan ponselnya untuk mengambil gambar dan terus menatap takjub ke arah Lean. “gila!, H2 bro!” bisik mahasiswa lain sambil menggelengkan kepalanya dengan takjub. “apa hebatnya sih!, cuma motor aja, lebih baik mobil!” sahut Veni menyela pembicaraan beberapa teman laki – lakinya. “harga tuh motor bisa beli mobil punya lu dapet dua!” sahut teman lainnya dengan ketus menjawab perkataan Veni. “haah!” Veni pun tertegun sambil melongo kaget.

Hari ini Bima tak bisa menemani Lean mengerjakan Skripsi di kampus dengan beralasan sakit. Sebelumnya tak pernah terjadi, karena selama ini Bima selalu bersedia menemaninya meskipun dalam kondisi apapun. Hingga meriang sekalipun, Bima selalu menemani Lean kapan pun saat Lean butuhkan. Namun secara aneh tiba – tiba Bima beralasan sakit, meskipun Lean bisa menilai dari suara Bima ia terdengar sehat walafiat.

Membuka loker miliknya, lagi – lagi Lean mendapati surat dengan rangkaian kata yang selalu ia terima dari Mr. L. Dengan rasa penasaran, Lean pun meraih surat tersebut dan membacanya “Dear Lean, begitu indah senyuman yang engkau tarik dari sudut bibirmu. Tak lelah kuberharap jika suatu hari nanti engkau berikan senyum cantikmu itu padaku. Namun hanya satu pesanku, kumohon berjanjilah pada hatimu untuk selalu tersenyum dalam kondisi apa pun itu!, karena dalam setiap kondisi itu, aku akan terus menemanimu dari tempatku berada. from Mr. L”

“deg!!” entah mengapa hati Lean sedikit bergetar meresapi isi surat yang Mr. L kirimkan hari ini. “kenapa surat dari Mr. L hari ini ngena banget ya!, gua jadi penasaran siapa identitas Mr. L sebenarnya!, apa gua cari tahu aja ya siapa sebenarnya Mr. L?” gumam Lean dalam batin.

1
Septi Wariyanti
mr L mungkinkah satria
kika
gemesin bgt....wkwk...
kika
katanya nikah buat mengalihkan isu, kok malah dirahasiakan...
tri sutami
laki lu yg punya perusahaan itu le
tri sutami
Mr.L kykna bima deh
tri sutami
bima ap y
Maya Cimuet
bgs
atheina_ARA
masih aku tunggu kok Thor
Yurniati
tetap semangat thorr
Yurniati
update thorr
Yurniati
kok belum update thorr
Yurniati
update thorr
StAr 1086
bantai aja tuh si rere....
StAr 1086
kirain kabarnya hamil n keguguran....
StAr 1086
kayaknya keguguran deh...
StAr 1086
pada resek sih karyawannya agam....
StAr 1086
next thor
StAr 1086
next
StAr 1086
Sebagai CEO donk tentunya.....
StAr 1086
good job Lean....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!