NovelToon NovelToon
Perawan Untuk Duda

Perawan Untuk Duda

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Cintapertama / Tamat
Popularitas:595.1k
Nilai: 5
Nama Author: sopiakim

"Maksud mamah apa nyuruh aku buat nikahin Ranti? Mamah jangan bercanda mah!" kesal Atlas karena permintaan mamahnya yang benar-benar diluar dugaannya.

"Ranti sudah lulus SMA dan kamu sudah sangat lama sendiri, bukankah kalian akan serasi jika bersama? mamah juga sangat yakin kalau Ranti akan menjadi istri yang baik untuk mu dan menjadi ibu yang baik untuk Aska anakmu!"

Atlas benar-benar tidak bisa menerima permintaan mamahnya karena itu adalah sebuah permintaan yang sangat tidak masuk akal bagi Atlas,ia sama sekali tidak pernah sekalipun memiliki niat untuk menikah dengan Ranti gadis muda dan belia itu.

jangan lupa yah like komen dan votenya. masukin juga yah ke daftar bacaan dan favorit kalian hehehe.

see you guys,salam dari author kentang ini hehehe 🤎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sopiakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Step 26: Kenapa aku bersembunyi?

Ranti mencoba untuk menghilangkan semua hal tentang kejadian tadi, ia harus secepatnya menyelesaikan tugasnya karena ia masih memiliki beberapa pekerjaan lainnya. Ia juga harus bertemu dengan Abi karena laki-laki itu untuk membahas perihal reuni SMA mereka dan memang mereka sudah sangat lama ingin mengadakan hal itu tapi kabar Ranti tidak kunjung datang dan mereka tidak akan mengadakan reuni jika membernya tidak lengkap.

Ranti memang kehilangan kontak dengan teman-teman dan bahkan satu pun tidak ada yang bisa ia hubungi karena ponselnya rusak dan kartunya juga sudah tidak berfungsi lagi. Untung saja akhir-akhir ini ia bisa berhubungan dengan Abi dan itu bisa menjadi jembatan untuk ia bisa bertemu dengan yang lainnya.

Tiba-tiba saja ponsel Ranti berdering kembali hingga ia menghentikan kegiatan mengepel lantai yang saat ini ia kerjakan itu.

"Halo bi!"

"Halo Ran,aku udah mau berangkat nih di cafe yang aku sebut tadi. Kamu udah siap kan?"

Ranti sedikit kebingungan karena saat ini ia masih memiliki banyak pekerjaan padahal ia sudah berusaha keras untuk menyelesaikan nya dengan cepat.

"Yahhh aku masih punya banyak kerjaan nih bi, kayaknya aku gak bisa jumpa sekarang deh!", Ucap Ranti merasa tidak enak karena sudah membuat Abi kecewa.

Abi tertawa pelan karena mendengar nada bicara Ranti Yulia terdengar jelas merasa bersalah.

"Hahaha kenapa kamu terdengar sangat panik ha? Santai aja Ran. Aku yang gak sabaran hehehe yaudah aku tunggu aja deh ahh atau gak aku datang ke kantor kamu aja."

Ranti memikirkan nya sebentar dan memang itu bukanlah ide yang buruk. Kalau Abi datang ke kantor nya maka mereka tidak perlu bertemu di cafe atau semacamnya dan mereka bisa membicarakan nya secara langsung.

Dan jelas ia tidak harus repot jauh-jauh untuk bertemu dengan Abi, mereka bisa bertemu di depan kantor saja.

"Hmm ide bagus bi, tapi gapapa kan kamu nunggu bentar lagi? Soalnya masih banyak banget yang harus aku kerjain."

Abi tersenyum dan tertawa pelan karena merasa lucu dengan Ranti yang sangat lembut hatinya.

"Iya Ran selow aja, nungguin kamu bertahun-tahun aja aku sanggup hehehe masa nungguin beberapa jam aja gabisa sih?"

Jelas itu adalah sebuah ungkapan yang Abi coba katakan dibungkus dengan sebuah candaan dan Ranti jelas mengetahui hal itu.

"Mulai deh! Abi jangan gitu ah!"

"Yahh emang gitu doang gak boleh? Suami kamu disana yah? Jangan bilang kamu dijaga ketat dan nelpon aja gak dibolehin? Gilee itu laki apa bodyguard?" Tanya Abi sedikit meledek.

"Aku matiin yah bi! Soalnya kalau nelpon lama gini kita bakal lama biar bisa jumpa," ucap Ranti langsung mematikan sambungan seperti biasa Abi bahkan belum menjawab nya.

"Kebiasaan hahaha tapi tetap saja dia sangat imut," gumam Abi tersenyum pelan.

Ranti kemudian segera mengepel lantai sembari sesekali bersenandung ria mencoba untuk mengalihkan segala pikiran yang seharusnya tidak ia pikirkan.

Atlas sejak tadi hendak keluar saja merasa ragu karena takut berpapasan dengan Ranti. Gadis itu benar-benar membuat ia hampir gila karena kepalang sendiri. Berkali-kali ia meyakinkan hatinya bahwa itu bukanlah apa-apa namun tetap saja ia malah merasa kalau Ranti telah berhasil memikat hatinya.

"Kenapa dengan ku? Tidak biasanya bersikap memalukan begini? Memang kenapa? Kenapa kalau kamu mencium istri mu? Apa ada yang melarang nya? Seolah itu adalah sebuah kejahatan saja!"

Atlas kemudian dengan memasang wajah dingin dan datar keluar dari ruangan nya untuk mencari udara segar karena ia sudah merasa sumpek di dalam ruangan nya sejak tadi. Pernafasan nya benar-benar tidak stabil tanpa sebab.

Lift terbuka dan Atlas kini sudah berada dilantai dasar. Ia langsung kaget melihat Ranti Yulia sibuk mengepel lantai sembari sedikit bersenandung.

Saat gadis itu hendak menoleh kearahnya ia langsung bersembunyi dibalik pilar yang berdiri Kokok di depannya.

"Ke,, kenapa aku menghindar? Memang nya kenapa kalau dia melihat ku?" Gumam Atlas sedikit kebingungan dengan dirinya sendiri.

Ia mencoba untuk merapikan penampilan nya dan mencoba untuk keluar dari tempat persembunyiannya dengan gaya cool namun saat Ranti hendak melihat kearahnya ia langsung kembali ke tempatnya bersembunyi seperti seorang yang menghindari gebetannya saja.

"Ayolah Atlas apa yang sedang kamu lakukan saat ini?"

Atlas melihat kearah Ranti sekilas gadis itu benar-benar terlihat sangat tekun dalam mengepel lantai sembari bersenandung ria. Ia benar-benar mencoba untuk tetap terlihat ceria walaupun diliputi banyak kecemasan dan juga beban pikiran.

"Kenapa dia begitu senang? Dia terlihat sangat bersemangat!"

Atlas memperhatikan Ranti dan tidak bisa berkedip karena melihat bibir gadis itu tersenyum dan baru kali ini Atlas benar-benar memperhatikan nya.

"Sejak kapan dia secantik itu?"

Plak

"Akhh!"

Atlas menampar mulutnya sendiri kemudian meringis sendiri juga, sejak berurusan dengan Ranti ia benar-benar terlihat semakin tidak waras. Berbicara sendiri kemudian mengoreksi omongannya sendiri.

Seperti saat ini ia benar-benar tidak menyangka kata-kata itu akan keluar dari bibirnya sendiri. Sejak kapan ia merasa kalau Ranti itu cantik? Bukankah seharusnya ia tidak mengatakan hal itu kepada gadis yang sangat ia benci?.

Ia berhenti menggerutu saat melihat Ranti menerima sebuah panggilan sembari tersenyum.

"Siapa yang menghubunginya hingga ia tersenyum seperti itu?" Kesal Atlas pelan.

"Ohh iya bi aku juga udah selesai nih, tunggu bentar yah biar aku keluar."

Atlas menguping pembicaraan Ranti di telpon namun ia sama sekali tidak mendengar nya dengan jelas.

"Dia ngomong apa? Kenapa dia terlihat sangat senang?"

"Sedang apa pak? Apa ada yang bapak butuhkan?"

Atlas dikagetkan oleh Rani yang baru saja datang dari belakang nya. Ia kebingungan melihat Atlas yang berdiri dibelakang pilar seolah ia seorang ******* yang sedang diburu saja. Belum lagi ia terlihat sangat sibuk memantau hingga tidak sadar dengan kehadiran Rani disana.

Atlas mengelus dadanya karena kaget sedangkan Rani minta maaf karena sudah mengagetkan Atlas.

"Maafkan saya pak. Sedang apa bapak disana?" Tanya Rani pelan.

Atlas tidak mungkin mengatakan kalau ia tengah bersembunyi agar tidak berpapasan dengan Ranti.

"Aaa apa bapak perlu sesuatu? Bapak ingin saya memanggil kan Ranti untuk menyediakan keperluan bapak?" Tanya Rani.

Dengan cepat dan terlihat panik Atlas menggeleng karena ia tidak ingin Rani memanggil Ranti kehadapan nya.

"Tidak tidak, aku tidak butuh apa-apa. Aku hanya sedang mencoba menguji apakah pilar ini kuat dan ternyata sangat keras karena terbuat dengan semen pilihan hehehe."

"Ha?"

"Ha?"

Mereka saling melemparkan ekspresi tidak mengerti sama sekali karena Atlas juga tidak mengerti dengan apa yang baru saja ia katakan.

"Sudahlah tidak usah dibahas, pergilah aku sedang tidak membutuhkan apapun!"

Rani menurut lalu berlalu meninggalkan Atlas dengan tatapan tidak mengerti dan kebingungan dengan sikap Atlas.

Atlas langsung kebingungan saat melihat Ranti berjalan keluar sembari tersenyum dan belum lagi ia bahkan sudah menukar pakaiannya dengan cepat.

"Hendak kemana dia hingga mengganti bajunya secepat itu?"

Atlas mengikuti Ranti keluar dari kantor karena merasa ingin tahu kemana Ranti begitu semangat.

"Bocah itu lagi? Sedang apa dia bersama Ranti? Dan di depan kantor ku?" Kesal Atlas.

...🤎 Bersambung 🤎...

Hayolohh tiati Atlas kena tikung baru tahu rasa. Itu Abi udah mulai gerak lohh.

Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

See you guys 🧀

1
Hesti Maka
hai kak maaff baru mampir soalx aku scroll dan novel in sangat bagus..semangat yaaa😍
Dedeh Rokayah
bagus
lian
hadir
Saya Manda
lanjut author semoga makin seru
Saya Manda
siap 2ranti bakal bangun siang loh besok
Saya Manda
biar kan ran atlas merajuk apa dia thn enggak minta jatah aduuh bisa 2
Saya Manda
bener ran atlas memang harus kasih tau dong liat2tempat kali
Saya Manda
aku suka banget gayanya Ranti itu besti laki mna yg ga hmm
Saya Manda
abi si mau nya ranti sekalian cerai kl
Saya Manda
semangat author ya lanjut?
Saya Manda
iiih siranti cepat bang ngsi nya enak kan atlas tu
Saya Manda
kalau saya atlas di kasi jaga jarak dulu biar ngerasain gimana dia dulu nya ke kamu biar bucim?
Saya Manda
laki ma, gitu coba kalau perempuan cuman bisa nangis?
Saya Manda
ayo thuor liatin gaya manja nya ranti secara Ranti kan anak yang baru lulus SMA dan atlas kan duda !!!
Saya Manda
aduhduuuuuu author sampai mau manggrib aku masih seteiii baca Nya lanjut nanti ya besty??
Saya Manda
syukuri loh atlas waktu itu aku sampai manggis loh dgn kelakuan mu tidur aja gak mau seranjang ya kan besty!!!
Saya Manda
Ranti yg baik' terus dulu cuekin atlas biar dia bucim seeeeee bucin3 nya!!!!!
Saya Manda
aku rasa author Nya ramah abis nya byk he hehehe semangat ya ku doakan semoga cepat selesai wisuda nya
Saya Manda
tu....kan baru terasah membutuhkan nya ya besty!!!!!!
Saya Manda
baru kan terasah udah nyakitin hati orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!