Ziana menikah di usia muda karena tragedi di malam perpisahan SMA. Masa depannya hancur dan Neneknya mulai membencinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amelia sadarkan diri
Tak ada pergerakan dari tubuh Amelia, Marcell dan Ziana terlihat sedih. Disaat mereka meratapi kesedihannya, tiba-tiba bayi dalam kandungan Amelia bergerak.
Marcell dan Ziana begitu terkejut dan mereka pun saling menatap. Marcell meletakkan tangannya di perut Amelia. Dan bayi dalam kandungannya menendang dengan keras.
Air mata Marcell seketika mengalir, Ia mengelus lembut perut Amelia.
"Nak, Alhamdulillah kamu sehat di dalam sana! Papa berharap, kamu dan Mama mu bisa selamat. Kalian adalah sumber kebahagiaan keluarga kita." Tuturnya dengan tatapan nanar.
Ziana memeluk sang Mama. "Ma, sadarlah! Aku tak ingin kehilangan kalian berdua. Dokter sudah pernah bilang, jika Mama tidak sadarkan diri dalam waktu cepat. Kemungkinan bayinya akan di keluarkan secara paksa, apakah mana tidak kasian." Tuturnya dengan sedih.
Tubuh Amelia yang mendengar semua itu, langsung berguncang hebat. Ziana dan Marcel terlihat panik hingga menangis histeris. Rendi segera menelpon dokter pribadinya dan menyuruhnya untuk segera datang.
15 menit kemudian...
Dokter akhirnya tiba, dengan tergesa-gesa ia segera memeriksa keadaan Amelia. Ia terlihat sedih dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Waktunya sudah tiba, bayinya sudah tidak bisa bertahan lagi. Kita harus mengeluarkannya, hidup atau mati." Tegas sang dokter.
Ziana dan Marcel saling memeluk, mereka bingung apa yang harus di lakukan. Marcell akhirnya mengambil keputusan dan sebelum itu Ia menghampiri sang istri.
"Sayang, bukan inginku untuk mengeluarkan bayi kita sebelum waktunya. Tapi jika tidak, keadaanmu akan memburuk. Jika kamu tidak setuju. Bangunlah, bukalah matamu! Hiduplah demi anak kita." Pinta Marcell.
Tangan Marcell menggenggam tangan Amelia dengan erat. Ada tarikan yang membuat Marcell terkejut. Dan dengan tiba-tiba mata Amelia membulat sempurna.
Semua yang ada di sana bingung antara takut atau senang. Marcell bangkit dari duduknya dan berdiri menatap tatapan sang istri.
"Mel, kamu harus sadar! Semua ini demi bayi kita!" Teriak Marcell.
Tubuh Amelia seketika bangkit dari tidurnya. Ia menundukkan kepala sambil mengelus lembut perutnya.
"Sayang, kau adalah duniaku!" Ucapnya pelan.
Marcell mendengar samar-samar, Ia mendekati Amelia. Sedangkan Ziana terlihat menjauh, entah kenapa suasana di kamar terasa dingin dan seakan menjadi horor.
"Mel, kamu sudah sadar! Ini aku, Marcell suamimu!" Ucapnya dengan penuh keyakinan.
Amelia menoleh dan menatap lekat wajah Marcell. Ia menggerakkan tangannya dan mengelus lembut pipi sang suami.
"Mas, be.. betulkah ini kamu!" Ucapnya pelan.
Marcell menggenggam tangan Amelia dan mengangguk. "Iya sayang, akhirnya kami sadar! Aku sangat merindukanmu." Jawabnya sambil memeluk.
Amelia nampak terdiam, Ia benar-benar tak mengerti apa yang terjadi. Amelia menatap wajah sang anak dan air mata pun jatuh.
"Zi..Ziana kemarilah...! Mama sangat merindukanmu." Pintanya sambil melambaikan tangan.
Ziana berjalan mendekati dengan langkah pelan, Ia menatap wajah sang Mama dan tersenyum.
"Ini benar-benar mama kan!" Tanyanya yang terlihat ketakutan.
Amelia tersenyum tipis dan Ia pun memeluknya sambil menitikkan air mata.
"Ini mama sayang, kalian kenapa terlihat sedih dan ketakutan seperti ini." Jawab Amelia dengan suara serak.
Marcell dan Ziana memeluk erat, tangisan sedih akhirnya menjadi tangisan bahagia. Dokter segera memeriksa keadaan Amelia dan tersenyum.
"Subhanallah, ini benar-benar keajaiban! Saya tidak menyangka, rasa sakitnya karena kehilangan sang anak bisa sembuh dengan di berikan tekanan lain." Tuturnya dengan senyuman.
Amelia nampak terdiam, Ia benar-benar tak mengerti. "Apa yang kalian bicarakan, aku tak mengerti! Lagi pula, aku hanya tertidur kenapa kalian secemas ini?" Tanyanya heran.
Ziana menggenggam tangan sang Mama. "Ma, tidur mama benar-benar keterlaluan. Mama tahu, sudah lima bulan mama tertidur dan membuat kami cemas." Jawabnya.
"5 bulan!" Ucap Amelia tak mengerti.
Ziana menganggukkan kepalanya. "Sudahlah jangan di pikirkan lagi! Yang terpenting mama sadar dan adikku baik-baik saja." Jawab Ziana bahagia.
ini yang membuat ziana beruntung dapat Rendy
*Rendy bertanggung jawab dan menurun aib ziana
*Rendy berjuang untuk ziana
*Rendy berkorban untuk ziana
*Rendy menjadi suami terbaik untuk ziana
*Rendy menerima ziana apa adanya
*Rendy selalu memaafkan kesalahan ziana
*dan masih banyak lagi
tapi Rendy belum beruntung dapat ziana
*benar orang lain tapi belum membuktikan diri dia pantas diperjuangkan
*istri egois tidak sadar kelakuannya tapi dia selalu menyalahkan suami
*tidak peka terhadap perasaan suami
*lebih percaya pria lain
*kontak fisik, ciuman bahkan berhubungan dengan pria lain dia seakan tidak merasa bersalah pada auaminya yang dia pernah disentuj orang lain selain suaminya
*pembangkang
*selalu melawan
*selalu menuduh suaminya pada dirinya banyak melakukan kesalahan fatal
*karena salah paham dia marah besar pada suami, tidak mau memaafkan suaminya dan minta cerai, tapi tidak sadar kesalahannya lebih parah, sampai tubuhnya dijamah pria lain
*belum ada perjuangan ziana untuk suaminya
*belum ada pengorbanan ziana untuk suaminya*belum ada hal spesial ziana untuk suami
kalau mau novel ini jadi novel adil, sekarang tugas author buat ziana jadi istri yang terbaik untuk Rendi, buat Rendy merasa beruntung dapat ziana,
Ngapain jadi pelakor...🥵🥵😡😡😡😤😤😤
akan rumit rumah tangha klw yg satu selalu mengalah
dan yg satu egois..😴😴😴😔😔😔😔🙈🙈🥺🥺