NovelToon NovelToon
Kisah Hantu LESTARI

Kisah Hantu LESTARI

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Horor
Popularitas:363.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: cilamici

Nilam Dan Tomi yang baru saja menikah harus rela pindah dari Jakarta karena SK Tomi yang baru menempatkannya di salah satu kota kecil di Jawa Barat.

Sungguh sebetulnya itu adalah rejeki untuk Tomi, karena selain ia naik jabatan, ia juga mendapatkan rumah untuk ditempati secara cuma-cuma.

Tapi, sayangnya hal yang seharusnya membuat mereka bahagia itu, pada akhirnya justeru membuat mereka harus mendapatkan banyak masalah karena kehadiran LESTARI.

Lestari Doutzen, yang merupakan keturunan Indonesia - Belanda adalah hantu yang telah menempati tanah yang kemudian dijadikan rumah dan ditempati pasangan pengantin baru Nilam dan Tomi.

(Terinspirasi sebuah kisah pilu dari babat tanah jawa tentang cinta Adipati Anom Dan Roro Oyi)

Selamat menikmati 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Ayah VS Anak

Damar tampak terbelalak matanya, ia yang sebelumnya sudah dibuat terkejut mengetahui kenyataan Lestari ada yang memiliki, kini semakin dibuat jauh lebih terkejut karena ternyata laki-laki itu adalah...

"Tidak... Tidak mungkin, katakan ini salah, katakan ini tidak benar Ki!!"

Damar dadanya yang serasa dihantam besi akhirnya tak kuasa berteriak.

Isteri Ki Gedhe Tirtayasa yang ada di ruangan lain bahkan sampai mendengar dan akhirnya terburu menghambur ke ruangan di mana Ki Gedhe Tirtayasa dan Damar berada.

Melihat isterinya muncul, Ki Gedhe Tirtayasa memberikan isyarat pada wanita itu untuk meninggalkannya mereka saja.

Jelas ini urusan yang sangat pribadi, Ki Gedhe Tirtayasa tak tega jika semuanya nanti jadi mengetahui.

Isteri Ki Gedhe Tirtayasa akhirnya kembali keluar dan menutup pintu ruangan tersebut, meski ia memilih tak beranjak karena takut akan terjadi pada keduanya.

Bagaimanapun, Isteri Ki Gedhe Tirtayasa sangat mencintai suaminya, ia tak ingin sampai suaminya itu terluka atau terjadi hal buruk padanya, Namun ia juga telah menganggap Damar sebagaimana putranya sendiri, ia melihat Damar yang begitu marah sekaligus frustasi juga rasanya tak tega.

Ki Gedhe Tirtayasa menghela nafas menatap Damar yang mencengkram rambut kepalanya.

Bagaimana bisa Ayah menyukai gadis belia?

Bagaimana bisa laki-laki seusia Ayah ingin menikahi gadis yang jauh lebih muda dari anak-anaknya.

"Nak Damar, banyak gadis cantik di tanah ini, mereka pasti akan dengan senang hati dipinang Nak Damar, lepaskan saja Lestari, dan carilah penggantinya. Ningrum, putri Lurah Desa ini bahkan meminta Ayahandanya menemuiku untuk memintamu menjadi suaminya, bagaimana jika kita terima saja."

Ujar Ki Gedhe Tirtayasa.

Namun tentu saja Damar menggeleng.

Cinta bukanlah masalah cantik saja.

Memang banyak gadis cantik, tak lantas cinta bisa mudah berlabuh.

Ini soal hati, yang bahkan Damar pun tak bisa memberikan alasan kenapa hatinya itu memilih Lestari.

Damar menatap Ki Gedhe Tirtayasa dengan matanya yang meremang.

"Saya akan temui Ayah. Saya akan memintanya baik-baik melepaskan Lestari."

Ujar Damar langsung membuat keputusan.

"Tapi nak..."

Damar pamit undur diri, ia sudah bertekad akan kembali ke Kuningan, dan menemui Ayahnya.

Ki Gedhe Tirtayasa berdiri, namun tak ada cara untuk mencegah pemuda yang kini hatinya tengah digoncang kemarahan, kecewa dan juga patah hati.

Damar keluar dari ruangan Ki Gedhe Tirtayasa dengan terburu-buru, ia bahkan tak biasanya memberi salam pada isteri Ki Gedhe Tirtayasa yang telah ia anggap sebagaimana Ibunya.

Ki Gedhe Tirtayasa menyusul keluar, lalu bertemu isterinya yang ternyata masih berdiri di depan ruangan.

"Ada apa sebetulnya?"

Tanya Isteri Ki Gedhe Tirtayasa.

Ki Gedhe Tirtayasa menatap sang isteri.

"Damar dan Ayahnya, mencintai perempuan yang sama."

Kata Ki Gedhe Tirtayasa.

Dan itu membuat isteri Ki Gedhe Tirtayasa pun terkejut pula.

Sama halnya dengan Damar, ia juga merasa aneh dengan Tuan Ageng Parta Prawira yang kenapa sampai memilih gadis belia yang bahkan belum tujuh belas tahun.

**--------------**

Dan sebagaimana niatnya, Damar sungguh-sungguh pulang ke Kuningan hari itu juga dengan ditemani Samsul.

Meski Samsul terus meminta Damar sabar, namun tetap saja Damar tak mampu mengatasi amarahnya yang terlanjur naik ke ubun-ubun.

Sampai di rumah, Damar disambut para abdi dan emban di kediaman Tuan Ageng Parta Prawira.

"Ayah mana?"

Tanya Damar pada Mang Dayat.

"Ayah sedang istirahat Tuan muda."

Kata Mang Dayat.

Tanpa bicara lagi, Damar bergegas pergi menuju ke dalam bangunan rumah yang terpisah di mana di sana adalah tempat untuk tinggal Ayahnya.

"Tuan muda... Nanti saja, ada apa sebetulnya?"

Mang Dayat yang panik tergopoh-gopoh menyusul langkah Damar.

Tapi Damar tak peduli, yang ia inginkan saat ini hanya ingin bicara pada Ayahnya soal Lestari.

Soal niatnya yang tidak masuk akal.

Bagaimana bisa laki-laki tua memperistri gadis belia, dan lagi Lestari tentu lebih memilih Damar.

Damar yang sudah merasa dadanya hampir pecah, tanpa mengetuk pintu ruangan sang Ayah langsung terlihat menyeruak masuk ke dalam ruangan.

Melihat Damar yang kepalang masuk ke dalam ruang istirahat Tuan Ageng Parta Prawira membuat Mang Dayat menepuk jidatnya berkali-kali.

Ia tak berani untuk masuk ke dalam, maka laki-laki yang telah mengabdi begitu lama pada Tuan Ageng Parta Prawira itupun memilih berdiri di depan ruangan saja.

Sementara Tuan Ageng Parta Prawira yang kaget dengan kemunculan tiba-tiba putra bungsunya tampak terbangun dari tempat tidurnya.

Ia menatap Damar dengan heran karena datang-datang bukannya memberi salam malah menatap marah padanya.

"Mar, kau kenapa?"

Tanya Ayah.

"Lepaskan Lestari, Yah."

Damar langsung saja bicara apa yang ingin ia katakan.

Tak butuh basa-basi, tak butuh bicara muter-muter lebih dulu.

Laki-laki adalah mahluk yang harus langsung ke arah inti. Tak perlu buang waktu.

Mendengar kalimat Damar, Tuan Ageng Parta Prawira mendelik.

"Apa maksudmu?"

Suara Tuan Ageng Parta Prawira seolah menahan amarah.

Mang Dayat di luar ruangan sampai ketar-ketir dengan apa yang akan terjadi pada keduanya.

"Ayah, apa Ayah tidak malu? Dengan usia Ayah yang sudah di atas empat puluh tahun, harusnya Ayah memikirkan lagi siapa yang pantas Ayah nikahi!!"

Marah Damar.

Tuan Ageng Parta Prawira berdiri.

"Lancang!! Anak tidak tahu diri, datang-datang mengganggu istirahat Ayah, datang tak memberi salam, lalu sekarang memaki-maki Ayah."

Tuan Ageng Parta Prawira suaranya sampai bergetar.

"Tidak usah sok mengajari Ayah dan menasehati Ayah, usia Ayah sudah tua, itu tandanya Ayah sudah jauh lebih tahu apa yang baik untuk Ayah lakukan."

Damar mendengarnya tertawa sinis.

"Tua tidak menjadi jaminan lebih tahu dan bijaksana. Keputusan Ayah ingin menikahi Lestari salah satu contohnya."

"Damar!!"

Tuan Ageng Parta Prawira mendelik tajam ke arah Damar.

Tapi Damar bergeming.

Jelas rasa hormatnya pada sang Ayah kini luruh sudah.

Mengetahui Ayahnya ternyata sama saja dengan laki-laki mata keranjang di luar sana yang doyan daun muda membuat Damar jijik.

"Damar mencintai Lestari, dan Damar yakin Lestari juga mencintai Damar. Lepaskan Lestari Ayah, dan menikahlah dengan perempuan yang lebih pantas untuk dipanggil Ibu oleh anak-anak Ayah!!"

Ujar Damar.

"Lancang!!"

Dada kedua laki-laki itu sama bergemuruh.

Amarah dan cemburu menggelegak begitu besar menguasai diri mereka.

Keduanya saling menatap dalam kebencian yang teramat, tak ada satupun yang mau mengalah.

"Akan Damar pastikan, Ayah tak akan bisa menyentuh Lestari sampai kapanpun, Ayah seharusnya menganggapnya seorang anak. Ayah sangat tidak tahu malu. Menjijikan. Damar kecewa pada Ayah!!"

Damar kemudian menendang kursi kayu di ruangan istirahat Ayahnya hingga kursi itu terguling.

Damar keluar dari ruangan Ayahnya dengan wajah merah karena marah.

Tuan Ageng Parta Prawira mengepalkan tangannya, lalu menghantam dinding kayu ruangan istirahatnya hingga ruangan itu seolah bergetar.

Mang Dayat mengikuti Damar untuk membujuk Damar kembali menemui Tuan Ageng Parta Prawira agar meminta maaf, namun Damar tak peduli.

💦💦💦💦💦💦

1
Ati Purwati
iklannya kaya anjing yang volumenya gak bisa dikecilin..
aku beralih baca novel dari novel fuzzo karena banyak iklan dan volumenya gak bisa direm, ke novel toon in eeh malah itu iklan yang volumenya gak bisa direm malah nongol di sini,,
ganggu orang yang masih tidur aja kalo baca jam2 segini
Eby cantik: ya bayar lah perbulan kalau gk mau ada iklan kalau mau gratis cuma modal kuota gk usah bnyak ngeluhhh
total 1 replies
Afifa Syahira
karyanya bagus bangett kakkk😍👍
DIANA Mariana
waah sport jntung niihh🤭🤭
DIANA Mariana
gara2 leegoisan bapak x akhir kisah cinta mrk jd petaka
DIANA Mariana
serem2 seru nih crira x...kasian tomi dn keluarga
novita setya
para demit yg gabut..
novita setya
mundur teratooorr yo mas damar..sing enom ngalah
novita setya
nek wong urip ngono karuane tak jak gelud..lah iki demit jeeee lawane ampooon dijeee
novita setya
ngomong2 sampeyan mau punya mantu demit bu..?? ngeselin nih emaknya tomi
novita setya
lestari gatel ih..suami manusia hidoop loh itu. mbokya sadar diri..km bucin ke damar yg kena getah tomi nilam..hadeeh
novita setya
kali ini pelakornya demit..gmn coba ngelawannya. mw jambak2an ga bs donk/Grin/
Aishnina(✿ ♥‿♥)
seru2 semua karya kak othor
aku mampir disini thn 2024😘
Agus Wijaya
Luar biasa
estycatwoman
vwry nice 👍
estycatwoman
TOP BGT lah 👍💯😘
Thanks 🙏
Ersa Alfiani Septiningtyas
Ketanggungan-Brebes deket rumahku thor😆
Mariana Frutty
Alexa Juliana
Lestari ikut pulang nemplok di mobil, Tom...
Alexa Juliana
Lestari udh balik lg...tau jalan pulang juga diaaaa...
Alexa Juliana
Aku kasih tau ya Lestari...Damar menikammu sampai metong krn g rela kamu jd tawanan dan budak sex Nippon..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!