Apa jadinya hidupku menikah dengan orang yang tidak pernah aku cinta dan meninggalkan tunanganku dan hidup bersama Andra sahabatku.
"Jangan mengaku cinta!! kalau kamu tidak bisa menjaga perasaan wanita mu dengan sangat baik!!"
_Andra Angkasa_
🥳 Update Hari Rabu Dan Minggu.😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28 // Jejak Mita
"Sayang!! kamu ada di mana?" Andra tidak pernah berhenti, mencari cara untuk menemukan Mita, bahkan semua keluarga Angkasa ikut prihatin mendengar kabar buruk tersebut, termasuk Adi, papa dari Andra ikut mencari keberadaan Mita.
"Andra!!" Adi sekarang berada di dalam kamar kebesaran keluarga Angkasa bersama dengan Andra.
"Iya pa," balas Andra memandang sendu ke arah Adi, entah sekarang hatinya seperti tercabik-cabik benda tak kasat mata, hatinya benar-benar hancur karena ia telah gagal menjaga istrinya.
"Aghhh," semua benda yang ada di ruangan itu dilempar oleh Andra, ia benar-benar frustasi, Andra bahkan tidak pernah tidur semenjak Mita hilang, bahkan untuk makan, Andra tidak pernah memikirkan hal itu, yang di pikirannya sekarang hanya Mita, Mita, gadisnya.
"Tenang Andra!! kalau kamu terus bersikap seperti anak kecil seperti ini, bagaimana Mita bisa ketemu, papa akan mengajarim cara yang jauh lebih licik dari cara bocah tengil itu," yang dimaksud Adi adalah Alpian Atmaja, Pian mungkin cukup cerdas dalam permainan ini, namun kalau sudah mencium bau tubuh Adi, entah dari mana keberaniannya langsung terkubur.
"Bagaimana caranya pa?"
"Tunggu permainan papa," tersenyum licik.
Tok
Tok
Tok
"Masuk!!"
Terlihat para anak buah keluarga Angkasa memasukki kamar tersebut, ia membawa seorang gadis yang tak lain adalah adik dari Pian, Kesya gadis bertubuh munggil di dorong kasar oleh para anak buah keluarga Angkasa.
"Kesya!!"
"Kamu masih ingat gadis itu kan?"
"Kenapa aku tidak kepikiran," Andra memandang ke arah Kesya lalu mencekik leher gadis itu.
"Auww!!" pekik Kesya kesakitan.
" Saya akan jadikan kamu, budak keluarga Angkasa, ha, ha, ha," Andra tertawa hambar melepas cekikan di leher gadis itu dengan kasar.
"Apa salah saya tuan?" Kesya mencoba berdiri, namun anak Buah Andra langsung menundukkannya kembali.
"Lo harus hormat ke tuan kami, gadis bodoh!!" cetus salah satu anak buah memegang Kesya dengan kasar.
Kesya menangis sejadi-jadinya, ia benar-benar tersiksa, Pian kakaknya entah kemana, Kesya tidak habis pikir keluarga Angkasa akan sekejam ini kepada dirinya.
"Lo jangan nangis!! atau gue kurung lo sekarang di penjara, cepat berdiri!!" bentak anak buah Andra mengeluarkan gadis itu dari ruangan tuannya.
"Bagaimana? kamu puas?" Fikram tersenyum licik ke arah anaknya, Andra sudah mulai mengeluarkan pisau kecil, sudah sekian lama jiwa fsichofatnya tidak di asah kembali.
"Andra akan segera kembali pa."
"Hem baiklah, papa mempercayaimu Andra, jangan membuat keluarga Angkasa malu."
Andra tersenyum licik menjilat pisau kecil yang ia bawa, Fikram sudah mengetahui Andra mempunyai jiwa Fsichofat di dalam dirinya, entah apa yang anaknya pikirkan sekarang, atau Andra akan melampiaskan kemarahannya kepada Kesya, adik dari Alpian Atmaja.
"Ikat dia!!" perintah Andra.
"Lepaskan saya!!" Kesya meronta-ronta ingin kabur, matanya tertuju kepada pisau kecil yang Andra bawa, apakah ia akan mati secepatnya, tidak!! Kesya tidak ingin mati dalam usia sangat muda.
"Tuan Andra!!! jangan lakukan itu!!" teriak Kesya kepada Andra yang masih berdiri jauh darinya.
"Gadis cerdas!! ternyata kau sangat pintar mengenali diriku."
"Sekarang kalian keluar!!" perintah Andra kepada anak buahnya, karena ia ingin fokus dengan gadis yang ada di depannya, para anak buah mengangguk sopan lalu keluar dari ruangan itu, ruangan yang jauh berbeda dari ruangan kebesaran keluarga Angkasa, ruangan yang penuh dengan debu tepatnya mirip dengan gudang tua.
"Hikz, Hikz, tuan jangan sakiti saya!! saya masih terlalu muda untuk mati, saya masih ingin sekolah tuan, sa_"
"Diam!!" teriak Andra melempar sesuatu ke arah Kesya, benda itu adalah sebuah kepala, kepala hewan yang ia sembelih untuk Buaya peliharaan Andra.
"Aghhhh," pekik Kesya ketakutan, Kesya kembali menangis, ia benar-benar ketakutan melihat Andra, wajah pria itu sangat menakutkan seperti seorang iblis, iblis yang akan mencabik-cabik tubuhnya.
"Tuang!! tolong jangan sakiti saya," Kesya langsung pingsan dengan tubuh yang terikat di kayu berbentuk salib.
"Pekerjaan sudah beres!!" Andra melempar pisau kecil itu ke samping Kesya lalu meninggalkan ruangan kotor itu.
Drtt
drttt
drttt
"Tuan!! saya sudah memeriksa semua properti dan harta kekayaan keluarga Atmaja, saya menemukan tempat tersembunyi terdaftar di properti keluarga Atmaja, namun sepertinya Pian menyembunyikannya dari keluarga besarnya."
"Tempat?? tempat apa?" balas Andra kebingungan.
"Sebuah tanah lapang di dalam hutan, saya sudah mengejeknya, ternyata Pian mempunyai sebuah villa di sana, kemungkinan besar non Mita di sembunyikan di villa itu."
"Villa? kirimkan alamatnya!! kerahkan semua anak buah mengawasi villa tersebut!! jangan sampai anak buah Pian mengetahuinya, saya akan bermain kasar sekarang."
"Baik tuan muda."
"Kerja bagus!!"
Tut
tut
tut
Setelah mematikkan ponselnya, Andra langsung bergerak dengan cepat menggunakan mobil disertai anak buahnya ke arah hutan belantara yang dimaksud salah satu anak buahnya tadi, Andra tidak melupakan senjatanya, Kesya adik kandung Pian, Andra sengaja membawanya untuk memancing Pian keluar dari tempat itu dan menyerah.
"Sayang!! aku akan segera menemukanmu," Andra sudah tidak sabar bertemu dengan gadisnya, Andra rindu dengan bau tubuh Mita.
Tq Thor aku suka banget karya mu ini,
Semoga outhornya SEHAT dan SUKSES selalu iya,,Teruskan berkarya💪🏻💪🏻💪🏻👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺☕️☕️☕️☕️☕️☕️☕️
Mampir thor,,ikut nyimak🙋🏻♀️🙋🏻♀️🙋🏻♀️