Awal kisah cinta yang tak terbalas, dan tetap berusaha mencari cinta sejati untuk mengobati luka cinta yang membekas di hati.
Tetap berdiri tegak, tetap menjadi diri sendiri untuk mencari hati yang bisa menerima segala kekurangan yang ada pada pasangan.
Belajar ikhlas menerima kenyataan walau sakit di hati, namun mempunyai tekad yang kuat untuk tetap bangkit lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.28.Menjemput Pacar Sepupu dan Dilamar
"Bohong!!" teriak Arif yang sedang menggeser meja TV ke pojok ruangan untuk dirapikan tempatnya, yang tiba-tiba ikut menyela obrolan Kayla dan Anisa.
Kayla enggak sadar kalau ternyata sejak dari tadi cowok itu menyimak obrolan kakaknya dengannya sambil merapikan barang-barang yang akan dipindahkan.
Seketika mata Kayla melotot langsung ke arah Arif. Dia jadi teringat waktu semalam ketika dirinya tertangkap basah oleh para sepupu-sepupunya pas mengungkapkan isi hatinya kepada Raka di telepon. Kemudian Kayla mengepalkan tangannya ke arah Arif dengan masih mata melotot.
"Ha..ha..ha..ha.." Arif hanya tertawa melihat Kayla.
"Dengar-dengar semalam ada yang nembak cowok ya?" tanya Anisa sedikit menyindir, lagi-lagi tanpa mengalihkan sedikit pandangan matanya dari kain batik yang sekarang dibalutkan pada bagian bawah tubuhnya.
Kayla terdiam tidak ada respon sedikitpun dengan wajah sedikit pucat malu.
"Gosip apa sih, yang tidak gampang menyebar di keluarga ini?" batin Kayla di dalam hatinya dengan sedikit noraknya.
Duh, susah memang kalau jadi seleb kayak gini.
"Diterima?"
Kayla hanya menggeleng.
"Enggak diterima."
Kayla hanya menggeleng sekali lagi.
"Jadi?"
Kemudian Kayla hanya menghela nafas panjang.
"Belum sempat tau jawaban apa yang diberikan oleh Raka. Eh..pulsa semalam malah udah habis." batin Kayla lagi di dalam hatinya.
Anisa tergelak, begitupun dengan Raka yang juga tergelak. Sedangkan Kayla hanya bisa manyun meratapi nasibnya.
"La, ayo buruan mandi, satu jam lagi kita akan ke Bandara untuk menjemput Wawan. Enggak pakai lama ya mandinya!" ucap Cindy menyuruh Kayla untuk segera mandi.
Sementara Cindy sibuk juga mempersiapkan dirinya untuk menjemput Wawan karena sebentar lagi dia akan sampai di Jakarta tidak lama lagi.
Cindy kemudian melemparkan handuk ke muka Kayla dengan maksud agar Kayla segera mandi. Kayla pun kemudian langsung beranjak dari tempat duduknya dan segera mandi untuk menemani Cindy menjemput Wawan pacar dari Cindy. Karena di hari sebelumnya mereka berdua memang sudah janjian untuk menjemput Wawan di Bandara.
Setelah Cindy dan juga Kayla sudah siap semua, mereka berdua kemudian berpamitan meminta ijin untuk keluar sebentar.
"Kita berdua, keluar dulu ya, sebentar!" pamit Cindy dan juga Kayla.
Cindy dan Kayla pun langsung menuju ke Bandara dan tidak ingin membuat Wawan menunggu lama di sana. Di tengah-tengah perjalanan menuju Bandara Kayla masih saja menguap karena memang masih merasa sangat mengantuk.
Tidak butuh waktu lama, Cindy dan Kayla pun tiba di Bandara, dan di situ ternyata Wawan sudah menunggu Cindy yang sudah janjian untuk menjemputnya.
"Hai.sudah lama nunggunya." sapa Cindy kepada Wawan.
"Enggak kok, aku baru sampai juga." balas Wawan kepada Cindy.
"Oh ya, kenalin ini sepupu aku, Kayla." ucap Cindy yang memperkenalkan Kayla kepada Wawan.
"Wawan,salam kenal." ucap Wawan memperkenalkan diri kepada Kayla sambil berjabat tangan dengan Kayla.
Kayla hanya mengangguk sambil menjabat tangan Wawan.
Kemudian tanpa lama-lama mereka bertiga meninggalkan Bandara dan segera jalan-jalan berkeliling Jakarta.
"Kayak jadi obat nyamuk nih aku,gini nih resiko orang jomblo." ucap Kayla di dalam hati ketika berkeliling Jakarta.
Setelah agak lama mereka berkeliling Jakarta, mereka pun akhirnya memutuskan untuk langsung pulang ke rumah saja karena enggak enak juga sama sepupu-sepupu mereka yang tengah sibuk merapikan rumah untuk acara nikahan Anisa yang akan tiba tidak lama lagi.
"Aku kira jalan-jalannya sudah cukup kali ya,bagaimana kalau kita langsung ke rumah saja." ucap Cindy mengajak untuk segera pulang.
"Iya enggak apa-apa, lagian sudah cukup lama juga kita jalan-jalannya." balas Wawan mengiyakan ajakan Cindy.
Mereka pun kemudian langsung pulang ke rumah setelah puas jalan-jalan berkeliling Jakarta.
Setibanya Kayla di rumah, Kayla langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur empuk di kamar Cindy. Badannya merasa sangat lemas setelah hampir dua jam lebih dia menemani Cindy dan juga Wawan berkeliling-keliling Jakarta. Ditambah lagi Kayla yang juga masih mengantuk karena kurang tidur semalam.
Sementara Wawan yang baru saja sampai hari ini di Jakarta, langsung di sambut heboh oleh orang-orang rumah.
Apalagi Tante Rani. Dia merasa sangat senang karena anaknya yang memiliki pacar cowok ganteng. Beliau tidak henti-hentinya menawarkan semua jasa yang tersedia di rumahnya itu.
"Mau mandi air hangat enggak?"
"Mau lele bakar?"
"Atau mau di pijitin, kalau mau sama pak Amin."
Semua ditawarkan oleh Tante Rani kepada Wawan karena saking bahagianya melihat anaknya yang membawa pacarnya main ke rumah.
Tapi Wawan hanya bisa mesem saja, kayak jadi orang yang salah tingkah dengan semua sambutan yang diberikan oleh keluarga besar Cindy. Apalagi melihat Mama Cindy yang sampai menawarkan semua yang ada kepadanya.
Wawan pun mencoba mengalihkan pandangannya dengan memandang Cindy berkali-kali yang hanya cengar-cengir melihat mimik lucu dari wajah cowok Yogya nya itu.
Kemudian Cindy memasuki kamar, sementara Kayla masih nikmat merebahkan badannya di kasur empuk Cindy.
Cindy pun melempar tas ranselnya ke kasur,di sebelah Kayla yang tengah beristirahat mencoba memejamkan matanya yang sudah sedari tadi ingin tidur.
Dengan lemparan tas Cindy tadi, Kayla merasa sedikit kaget dan coba memandang sekilas dan ternyata Cindy. Kayla pun lalu mencoba memejamkan matanya kembali.
"Cowok aku gimana? Lucu kan?" tanya Cindy kepada Kayla yang penasaran tentang apa pendapat Kayla mengenai Wawan.
"Mmh." Kayla hanya menjawab dengan gumaman saja.
"Beruntung banget aku mendapatkan dia, La. Sudah ganteng, baik hati dan juga romantis juga.."
"Kaya pula." Ucap Kayla menyela ucapan Cindy sebelum selesai.
Kayla menyela kayak gitu karena Kayla tau kalau Wawan adalah seorang eksekutif muda.
Cindy pun tersenyum bangga.Dia merasa jadi satu-satunya cewek yang paling berbahagia di muka bumi ini.
"La." panggil Cindy kepada Kayla.
"Mmh." Kayla kembali menjawab dengan hanya bergumam.
"Si Wawan tadi melamar aku." ucap Cindy kepada Kayla yang kemudian terdiam nampak berfikir.
"Melamar untuk jadi apa?" balas Kayla yang tidak konek sama sekali dengan maksud Cindy.
Kali ini Kayla mencoba membuka matanya dan menatap ke arah langit-langit kamar Cindy.
"Melamar." ucap Cindy mengulanginya lagi.
"Jadi apa?!" balas Kayla yang masih saja tidak konek dengan maksud Cindy.
Cindy berdecak sebal kepada Kayla karena Cindy merasa kalau Kayla dari tadi tidak betul-betul menyimak apa yang diomonginnya tadi.
"Melamar, mengajak aku nikah,La!!" ucap Cindy dengan penjelasannya yang sedikit agak sebal kepada Kayla yang dari tadi tidak konek-konek.
"Hah?!" Kayla langsung terbangun saking kagetnya atas apa yang diucapkan Cindy barusan.
Mata Kayla terbelalak dengan mulut yang menganga seakan tidak percaya.Kayla menatap Cindy penuh arti.
Jangan lupa dukungannya ya sobat.
Berikan like, komentar dan juga votenya.
Terima kasih.
mampir juga yuk di karyaku.
jangan lupa beri dukungan😊😊😊