SEORANG CEO YANG JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA, Gavin Orlando tidak sengaja melihat gadis cantik dan imut. ya itu Bierel Arinda gadis yang usianya saat ini 16 thn. Pertemuan yg ga disengaja oleh keduanya membua Gavin Orlando ga berkedip. ia terpesona melihat Bierel Arinda untuk pertama kalinya. Gavin ingin sekali memiliki arinda, dia mencari tahu latar belakang arinda. Gavin sangat terobsesi sama arinda. dia akan melukai siapa saja yang dekat dengan Arinda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiahcute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
arinda sangt malu, kenapa bisa seperti itu. kebersamaaanya dengan gavin membuat otaknya traveling kemana- mana.
gavin yang mersa arinda diam saja, kembali memeluknya. arinda sadar dari lamunannya dan melepaskan pelukan gavin.
"kenapa? ada apa?"
"ga ada apa-apa"
"ya"
gavin masuk ke kamar lalu mengambil sebuah kotak kecil di tangannya.
ia keluar dari kamar , berusaha menenangkan degup jangtungnya. ia berusaha santai dan menyemangati diri. ia sudah yakin dan melangkahkan kaki menuju arinda.
di depan arinda ia masih menetralkan rasa gugupnya. sudah yakin dengan dengan dirinya.
ia meraih tangan arinda ia menggenngam tangan arinda
"rin, kamu tau dari awal pertemuan kita, aku sudah suka kamu. aku ingin kamu menerima aku seutuhnya, aku ijuga ingin kamu menjadi ibu dari anak-anak ku kelak." ucap gavin
"maukah kamu menikah dengan ku rin" sambung gavin
"ya, aku mau" jawabnya tulus
gavin mengambil kotak yang sudah ia siapkan. ia mengambil cincin berlian dari dalam kotak. memakaikan cincin di jari manis arinda.
arinda melihat cincin yang melingkar di jari manisnya. arinda merasa bahagia, ga ada kata-kata yang bisa mengungkapkan rasanya.
arinda mencim bibir gavin, gavin terkejut ini pertama kali arinda mencimnya.
gavin membalas ciumannya. ******* bibir dengan penuh kelembutan. rasa lembut bibir yang menyatu membuat gavin berhasrat. ciuman yang biasa menjadi ciuman panas.
gavin memasukkan lidahnya, membelit lidah arinda memainkannya di dalam. gavin mengabsen semua bagian di dalam mulut arinda.
gavin menulusupkan tangannya ke dalam pakaian arinda, ia memainkan dengan lembut.
ia menyikap pakaian arinda. ia menyesap
satu persatu disisi kiri dan kanan dan
menyapu ariola milik arinda. membuat arinda mengeluarkan suara-suara khasnya.
arinda merasa di puncak kenikmatan. rasa bahagia yang dirasakan berbeda.
gavin mulai turun dan menuju perut dan pusar, lidahnya bermain di pusarnya. membuat sesuatu yang disana ada yang mau keluar.
"keluarkan sayang"
ia menelusupkan lidahnya di dalam dan menyesap dengan kuat yang ada di bawah.
gavin tiba-tiba sadar ia melakukannya terlalu berlebihan. ia merapikan pakaian arinda kembali.
"maaf"
"kenapa berhenti ka?"
"aku ga boleh melakukan ini sama kamu, sebelum kita menikah"
ada perasaan kecewa di hati arinda. arinda juga ga tau kenapa. tapi ia berusaha bersikap seperti biasa.
arinda berdiri dan berlari ke arah pantry. ia ingin membuat minuman yang bisa menghilangkan rasa panas di tubuhnya.
10 menit minuman dingin siap di minum. ia kembali ke ruang tengah dan meletakjsn minumsn di atas meja.
"nih buat kaka"
"terima kasih sayang"
gavin meminum minumannya sampai habis. ia berusaha menahan gejolak hasratnya. ia masuk ke kamarnya dan mencoba meredakan hasratnya di kamar mandi
ia keluar dari kamarnya dengan keadaan segar. rasanya lega setelah keluar.
gavin membaringkan tubuhnya disamping arinda. paha arinda dijadikan bantal kepala gavin.
gavin tertidur karena terlalu lelah, arinda ingin berdiri tapi sulit banget.
dengan hati-hati arinda menggeser kepala gavin dan menggantikannya dengan bantal kecil di sofa itu.
arinda ingin membuat makanan karena ia lapar. arinda memasak makanan ysng simple. membuar omelet sayur dan roti bakar.
15 menit makanan sudah jadi. ia ke ruang tengah, menepuk bahu gavin dengan pelan.
gavin terbangun dan berusaha membuka matanya. matanya melihat gadis yang sangat dicintainya.
"kenapa hm"
"ayo makan"
"ayo"
di meja makan ada omelete sayur dan roti bakar. gavin duduk di kursi, arinda menyiapkan roti bakar dan omelete sayur di piring gavin. ia juga menyiapkan untuk dirinya sendiri.
mereka makan dengan berceloteh ria. setelah selesai makan arinda membersihkan piring dan mencucinya.
"ka, aku pulang dulu ya"
"tungguaku antar"
"jangan ka"
"ga apa-apa koq, aku udah sehat sayang"
"ya udah ayo, tapi biar supir yang bawa mobilnya ok?"
"ok ratuku"
mereka keluar dari unit menuju lift. di dalam lift mereka terlihat sangat canggung karena bukan hanya mereka berdua di dalam. tapi madih ada tiga orang lagi. makanya gavin dan arinda merasa malu.
gavin dan arinda keluar dari lift menuju mobil yang sudah di depan loby.
mereka masuk ke dalam mobil. mobil melaju menuju ke rumah arinda. 30 menit mobil sampai di depan rumah arinda.
sebelum arinda keluar dari mobil gavin mencium kening arinda. gavin dan arinda keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah.
gavin merasa gugup karena ini untuk pertama kalinya masuk ke dalam rumah calon istrinya.
**TOLONG BANTU AKU YA INI NOVEL PERTAMA AKU
like
comment
vote
rate
happy reading**
Di episode pertama tanda tempat kasih huruf besar ya kak, begitupun nama tokoh, dan di awal paragraf. kata ia...., bisa di ganti Dia..., ini hanya saran ya kak, karena di awal-awal dulu saya nulis hal-hal kecil ini akan mempersulit kontrak, trimakasih.
ceritanya janan digantung thor😤
ditunggu next up'nya😍
👉Dewa Maha Kuasa👈