Kisah seorang gadis yang demi menyelamatkan orang lain harus rela kehilangan ingatannya termasuk identitas dirinya namun justru membuatnya mendapatkan identitas baru yang kemudian merubah hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipik sukirno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode. 27
"Boss..." Rengek seorang pria pada Lin Fengyin sambil menyangkutkan dagunya keatas meja kerja Lin Fengyin.
Namun Lin Fengyin tidak mau memperdulikan pria bernama Dani yang merupakan kembaran dari Doni itu. Lin Fengyin tetap memfokuskan dirinya pada berkas-berkas dihadapannya yang harus segera ia tangani.
"Yu Shan!" Panggilnya.
"Ya tuan." Jawab Yu Shan
"Perusahaan JnJ ini bukankah menolak bekerja sama dengan kita dirapat terakhir? Mengapa nama direktur Jiang tercantum didalam berkas ini?" Tanyanya.
"Dua hari lalu bukankah saya sudah menyampaikan pesan beliau tentang persetujuannya ikut dalam kerja sama kita? Saya juga sudah memberikan laporan tertulisnya kepada tuan dan tuan sudah menandatanganinya. Itu mengapa saya berani mencantumkan nama beliau didalam berkas ini." Jelas Yu Shan.
"Hmm, begitu ya? Baiklah. Kau sudah boleh kembali." Perintahnya.
"Baik, tuan." Jawab Yu Shan.
"Ee nona Yu Shan!" Panggil Dani sebelum Yu Shan membuka pintu untuk keluar dari ruangan itu.
"Ya, tuan Dani? Ada yang bisa saya bantu?" Tanyanya.
"Waw hebat! Nona Yu Shan dapat melihatku. Ku pikir tubuhku menjadi transparan." Seru Dani sambil berdiri.
"Maksud tuan Dani?" Tanya Yu Shan bingung.
"Menurut nona Yu, apakah tubuh saya transparan?" Tanya Dani kemudian.
"Tidak." Jawab Yu Shan cepat. "Oh, tuan Dani sangat tampak nyata." Tambahnya sambil mengacungkan kedua jempolnya setelah melirik kearah Lin Fengyin.
"Memang, nona Yu Shan yang terbaik." Jawab Dani membalas acungan jempol Yu Shan dengan menjentikkan jarinya disertai kedipan mata.
"Saya merasa tersanjung. Permisi tuan." Jawab Yu Shan.
Yu Shan pun pergi meninggalkan Lin Fengyin dan Dani yang masih terus berusaha membujuk Lin Fengyin untuk memberinya hari libur.
"Ayolah boss, tidak bisakah memberiku libur sehari ? Aku lelah sekali." Rengeknya sambil merebahkan tubuhnya keatas sofa.
"Kau boleh libur." Ujar Lin cuek.
"Benarkah?" Seru Dani kegirangan.
"Selamanya." Sahut Lin cepat.
"Aiya, boss!! Kau sungguh sedang membunuhku secara perlahan." Keluh Dani yanh kembali kehilangan harapannya.
"Bagaimana dengan tugas sebelumnya? Sudah menemukannya?"
"Aaa, benar-benar. Saya kesini karena mau melaporkan ini." Seru Danibyang langsung melompat dari sofa.
"Katakan." Perintah Lin.
Dengan antusian Dani menceritakan semua detail perjalanannya di Philiphina yang tak lain adala mencari seseorang yang sebelumnya telah mengkhianati perusahaan ayah Lin Fengyin yang sekarang sedang diambil alih oleh Lin Fengyin.
"Jadi begitulah bos, tidak banyak yang didapat disana, dia benar-benar seperti kecoa yang tiba-tiba terbang saat kita sudah siap memukulnya." Kata Dani.
"Bagaimana dengan anak istrinya?" Tanya Lin lagi.
"Istrinya sudah menceraikannya semenjak kasusnya terungkap. Dan dia mengaku tidak lagi ada kontak apapun dengan manusia itu. Sedangkan anaknya kuliah di LA sejak lima tahun lalu dan belum pernah pulang kemari. Tapi anak inipun hanya hasil dari perselingkuhannya dengan wanita lain. Mantan istrinya juga sangat tidak menyukai anak ini. Dimana ibu kandungnya pun tidak terlacak." Jelas Dani.
"Hemm.. Lanjutkan pencarian. Jangan lewatkan tentang selingkuhannya ini. Bisa jadi mereka masih saling berhubungan sesekali." Perintah Lin kemudian.
"Siap tuan!! Oiya, tentang gadis amnesia itu..?" Tanya Dani memancing.
"Awasi dia, jaga, lindungi." Jawab Lin tegas.
"Siap boss!" Jawab Dani tegas sembari memberikan hormat kepada Lin Fengyin.
"Pergilah besok pagi." Ujar Lin saat Dani sampai dipintu untuk keluar dari ruangan itu.
"Sungguh?" Tanya Dani tidak percaya.
"Atau hari ini saja?" Tanya Lin mengancam.
"Tidak, tidak. Besok saya akan pergi. Terima kasih boss, kau yang paling pengertian." Seru Dani.
"Ingat untuk tidak memberitahukan dia apapun tentang saya. Cukup jaga dan turuti kemauannya. Dia sangat merepotkan." Kata Lin mengingatkan.
"Bos tenang saja, saya ahlinya." Jawab Dani sambil menepuk-nepuk dadanya.
Sekepergian Dani Lin menghela nafas lega, namun tersirat kekhawatiran juga diwajanya. Tangannya sedikit bergetar saat membuka laci mejanya dimana terdapat sebuah amplop coklat. Dambilnya amplop itu lalu dibukanya perlahan. Terdapat secarik kertas berisi ancaman dan beberapa foto Putri yang sedang berada dirumah sakit lengkap dengan piyama rumah sakitnya.
Diremasnya kertas itu lalu dilemparkannya kedalam tempat sampah. Jemarinya yang masih gemetaran ia paksakan untuk meraih beberapa lembar foto itu.
"Bagaimana bisa?" Selama ini aku sudah memastikan tidak ada yang mengetahui keberadaan gadis itu. Bagaimana bisa ada yang mengetahui dia berhubangan danganku?" Tanyanya dalam hati.
Dimasukkannya kembali foto-foto itu kedalam laci lalu dengan cepat ditutupnya kembali.
***
Keesokan paginya dirumah sakit, seperti biasa Putri berjalan-jalan ditaman rumah sakit. Karena infus ditangannyabtelah dilepas putri sesekali melakukan peregangan untuk melancarkan sirkulasi darahnya.
Dari kejauhan Dani berjalan mendekat. Dengan memegang telefon genggam ditelinganya ia berpura-pura sedang menelepon seseorang sehingga ia akan menabrak Putri secara tidak sengaja.
"Maaf.. Maaf.. Saya tidak memperhatikan jalan karena terlalu fokus dengan handphone saya." Seru Dani.
Tentu saja Putri tidak mengerti dengn apa yang diucapkn oleh Dani. Putri hanya membungkukkan badannya dan tersenyum lalu pergi.
"Hei, tunggu dong. Saya kan sudah meminta maaf. Jadi, saya dimaafkan atau tidak?" Tanya Dani mengejar.
Lagi-lagi Putri hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Saya benar-benar minta maaf sudah menabrakmu. Saya harap anda mau memafkan saya." Kata Dani lagi.
Kali ini Putri mengabaikannya.
"Dia ini, maksudnya minta maaf kan? Kan aku udah ngangguk-ngangguk sambil senyum. Berarti udah maafin dia. Kok dia masih ngejer aja si?" Pikir Putri.
"Nona! Jawab dong. Saya ini sudah bilang minta maaf. Anda maafin saya atau tidak? Jangan diam saja. Anda tidak bisu kan?" Seru Dani sedikit kesal.
"Apaan si orang ini. Ngeselin banget." Batin Putri kesal.
"Jangan-jangan anda beneran bisu. Kalau begitu saya minta maaf lagi deh. Tolong beri tanda kalau anda memafkan saya dengan mengangguk tiga kali." Kata Dani lagi.
Jelas saja Putri tidak melakukan itu karena tidak mengerti dengan bahasa yang digunakan Dani. Putri tetap diam dan melanjutkan ola raga paginya.
"Apakan nona juga tuli?" Tanya Dani lagi.
"Lama-lama bikin kesel ni orang." Batin Putri.
"I'm so sorry sir, i can't speak Chinese." Kata Putri pada akhirnya.
"Oh! It's okey, i'm sorry i don't know it." Sahut Dani dengan akting terkejutnya.
"Yeah, no problem." Jawab Putri.
"Are you okey miss?" Tanya Dani berbasa basi.
"I'm oke. Thank you." Jawab Putri.
"i'm so sorry for being too focused on my phone." Kata Dani kemudian.
"Ya." Jawab Putri cuek.
"Do you miss Lin?" Tanya Dani ragu.
"I'm not sure, but everyone called me like that."
"Thank's god!" Seru Dani. "I got'n assignment from my boss to protect to you." Jawab Dani sumringah.
"What?!" Tanya Putri tidak percaya. "Who's your boss?" Selidik Putri.
"Sorry for i can't tell you, because it's a secret and the rule are like that." Jawab Dani.
"Okey, you can go now." Jawab Putri ketus yang kemudian ngeloyor pergi.
"No no no, don't go, please." Teriak Dani sambil mengejar Putri.
"I don't know who you are, who's your boss, but he's ask for you to protect to me. It's not beliveble." Ujar Putri.
"Trust me, miss Lin. I'm not a bad guy, please. I'm just doing my job. There are no other bad intentions." Pinta Dani memelas.
Putri justru mempercepat langkahnya menuju rumah kamarnya. Dan Dani terus mengekoriny.
"Miss Lin.. Please, wait for me! You have to trust me!" Teriaknya.
Tentu saja orang-orang yang ada disana memperhatikan mereka berdua dan membuat Putri jadi semakin risih karena malu. Akhirnya Putri menghentikan langkahnya dengan seketika sampai membuat Dani benar-benar hampir menabraknya kali ini.
"Oh god! You shocking me!" Pekik Dani.
"Tell me. Tell me who are you, who are your boss, an d what is your true purpose." Kata Putri tegas.
"Okay, my name is Dani. My boss.. I can't tell you. And our aim is protect to you." Jawab Dani hati-hati.
"Protect from what?"
"From some people who want to hurt you."
"Who are they?"
"I don't know." Jawab Dani sambil mengangkat bahunya.
"Okay, leave me." Pinta Putri dengan dingin.
"No! Miss Lin! Trust me! I don't wanna to lose my job!" Teriak Dani mengejar Putri yang lagi lagi meninggalkan Dani.
"Okay, emm..."
"Dani! My name is Dani!" Seru Dani.
"Dani, buy me a beef rib soup for my breafast." Kata Putri.
"beef rib soup for breafast? How abaout salad?" Tanya Dani.
"Buy it, or ..?"
"Ok, i will." Jawab Dani cepat.
"Good."
Dani pun segera pergi untuk membelikan apa yang Putri minta untuk sarapannya.
Tapi makannya masih nunggu beberapa hari lagi. Tunggu ya...😚😚
Em, author minta maaf ya kalau masih ada kesalahan dalam penulisan bahasa asingnya, author sangat lemah dibahasa asing. Mohon dimaklumi ya sobat readers.. Terima kasih untuk pengertiannya. 🙏🙏🙏