Karya pertama kontrak 🌻 FipitFitria 🌻.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FipitFitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Kejahilan Seorang Aasira
Posisi Aasira masih membelakangi Faheel, ketika Faheel ingin menguntap kembali, tiba-tiba terhentikan dengan kedatangan guru olahraga nya.
"Assalamualaikum!! Yo semuanya semangat, sekarang pelajaran bapak kan" Ucap guru olahraga itu sambil berjalan menuju kursinya, lalu semua orang di dalamnya menjawab dengan serempak.
Yaa,,
"Ya baiklah, silahkan bapak kasih waktu kalian untuk mengganti baju, bapak tunggu di luar, sekarang kita masuk ke BAB 2, Tentang Basket" Ucap Pak guru itu berjalan keluar, namun di hentikan oleh Aasira yang sedari tadi melihat Faheel merasa resah.
"Pak!! [ Pak guru melirik ], bagaimana yang tidak membawa baju olahraga!?" Tanya Aasira tersenyum, Faheel mendengarnya terkejut melirik Aasira.
"Sira" Bisik Faheel ketakutan, Aasira menatap Faheel dan mengangkat kedua alisnya.
"Kenapa!! [ Berbalik melirik pak guru ], Pak teman saya Faheel tidak membawa baju olahraga" Ucap Aasira tersenyum sekejap melirik Faheel.
Faheel langsung melirik terkejut [ Dasar, wanita pendendam ], Gumam Faheel membuang wajahnya kesal.
"Astaghfirullah haladzim, bapak kan sudah bilang! jika pelajaran bapak jangan sampai lupa membawa baju olahraga, kita masih di bab pelatihan belum sampai pencatatan, Ya sudah kamu Faheel, maju ke depan" Ucap pak guru itu, Sira tersenyum senang mendengarnya, sedangkan Faheel sebagai korban Aasira sangat kesal.
Karena tidak suka keributan, Faheel lebih baik menurutinya, ia bangkit dari duduknya dan berjalan maju ke depan, dengan raut wajah datar kesal Faheel berbalik menghadap temannya.
Semua wanita melihatnya Terkejut bengong melihat Faheel di depan, apalagi dengan Seira musuh Sira, ia sangat sedih melihat cowok yang di idamkan nya akan di hukum oleh pak guru.
"Baik anak-anak, karena dia sudah melanggar aturan yang bapak beri, Enaknya kita beri hukuman apa!?" Tanya pak guru sambil menepuk-nepuk pundak Faheel dan sesekali melirik Faheel.
"Pak!! suruh dia angkatan kaki sebelah dan kedua tangannya berada di kedua kupingnya" Teriak Aasira sangat senang melihat Faheel akan di hukum, namun Seira tidak terima, ia terkejut langsung menatap Aasira dan langsung menyahut ucapannya.
"Jangan pak, kesihan [ bermuka melas ], Jangan hukum dia pak, cuman perkara tidak membawa baju bapak menghukumnya, baju kan bisa pinjam dari kelas sebelah"
Aasira melotot mendengarnya ia menatap Seira, "Kenapa dia malah membela Faheel!!, bukanya ini peraturan yang di buat nya??" Gumam Aasira sedikit kesal dengan terus menatap Seira.
"Tapi pak ini kan sudah jadi peraturan, bapak tidak mungkin melanggarnya kan!?" Tanya Sira yang masih menguatkan Ucapan nya.
"Tapi pak dia kan murid baru, mungkin dia lupa dan belum terbiasa" Sahut Seira tambah berkuasa, Aasira melihatnya kesal.
"Tapi pak.."
"Sudah"
Ucapan Aasira terhenti, karena pak guru langsung menyambung ucapannya, Lalu Aasira terhenti berbicara dan sesekali matanya menatap Seira dan Faheel.
"Karena peraturan itu sudah tercatat di Mading, dan tidak boleh di langgar, jadi bapak tetap akan menghukumnya" Seketika senyuman Sira yang memudar bangkit kembali jadi senyuman bahagia, Sedangkan Seira terdiam sedih menatap Faheel yang terdiam datar sedari tadi.
"Yess!!" Gumam Aasira sangat senang, hingga ia mengejek-ngejek Faheel dengan melambaikan tangannya dari kejauhan, Faheel melihatnya hanya diam dengan raut wajah kesal.
"Pak,,!! aku tidak tega melihat calon pacarku di hukum [ Cemberut, lalu bersemangat bangkit ], karena aku calon pacarnya yang setia, aku akan menemani calon pacarku di hukum" Ucap Seira ingin beranjak dari tempat duduknya, namun di hentikan langsung oleh pak guru.
"Eitss,, Tidak bisa Seira, kau tidak melanggar peraturan, sudah duduk lagi" Ucap tegas Pak guru itu membuat Seira semakin sedih dan terus cemberut duduk kembali di kursinya.
"Yang sabar ya calon pacarku" Sambung Seira menatap Faheel sedih, Faheel yang melihatnya sedikit mengerutkan keningnya geli.
"Udah pak hukum aja" Teriak Sira yang tidak sabar ingin melihat Faheel di hukum, namun dia juga mendapatkan roti gosong dari pak guru.
"Sudah diam Aasira, sepertinya kau sangat dendam sekali padanya, kau juga mau di hukum!!" Ucap pak guru sangat tegas dan membuat Aasira terdiam ketakutan.
"Ti,,Tidak pak" Jawab Sira gugup mendengar pak guru membentak Aasira, Faheel yang melihat ekspresi Aasira ketakutan, membuatnya sedikit menahan tawa, Aasira cemberut diam.
lalu pak guru menyuruh Faheel untuk mengangkat kakinya seperti apa yang tadi di minta oleh Aasira, dengan pasrah Faheel melakukan nya.
"Bapak akan tunggu kamu dengan posisi seperti ini selama 5 menit" Ucap pak guru pada Faheel, lalu Faheel hanya mengangguk mengerti.
"Ya ampun kesian banget dia" Seira terus bergumam kesihan meratapi nasibnya Faheel, sedangkan Aasira yang terus melintangkan senyuman di wajahnya membuat Seira kesal melihatnya.
Sesekali Aasira menyerengkan kepalanya dan mengejek Faheel dengan cara menyemangati nasibnya dan tersenyum kecut, Faheel melihatnya hanya diam, dengan wajahnya yang datar membuat Aasira tidak puas.
Ia melakukan hal yang sama lagi, kali ini Sira mengejeknya dengan menyerengkan kepalanya ke arah kanan dengan berulang ulang kali seperti mengajak main anak kecil cilukba.
Bwaa,, Cilukba,,
Gumam Aasira sesekali tersenyum menertawai Faheel, sedangkan Faheel yang melihatnya tidak merasakan lucu atau ingin tertawa, Sira melihatnya kesal ia selau tidak berhasil mengerjainya, kali ini ia akan mengeluarkan jurus ekspresi nya.
"Mana bisa dia tidak tertawa, [ Berhenti sekejab berpikir ], aku tahu!!" Ucap Aasira mempunyai ide, dengan cepat Aasira melirik-lirik keadaan, pak guru sedang terpokus pada handphone nya, dan teman-temannya berpokus mengobrol.
"Saatnya!!" Gumam Aasira, lalu Aasira memulai aksinya dengan menggeser kan kursinya agar Faheel bisa melihat jelas Aasira.
Faheel masih menatap Sira datar dengan posisinya itu, Aasira memulai dengan berekspresi tersenyum dan mengedipkan matanya manja lalu di sambung menahan tawa.
Senjata pertamanya masih belum bisa membuat Faheel tertawa, kini ia mengeluarkan senjata keduanya, Sira menjulingkan matanya dan memperlihatkan giginya, tapi tetap saja Faheel tidak merasa terhibur ia masih terdiam datar dengan posisinya.
"Ihh,, kok gak mempan-mempan sih, lihat aja nih, senjata ke tiganya" Gumam Aasira merasa kesal, lalu Aasira bersiap mengeluarkan senjata ketiganya.
kini ia mengumpat terlebih dahulu dan menampilkan wajah imut, jelek, kece, pokoknya segala rupa ia lakukan dengan berulang-ulang kali, kini Faheel melihatnya sedikit menahan tawa melihat Sira berusaha membuatnya tertawa.
Faheel tidak kuat melihatnya ia langsung memalingkan pandangannya dengan sedikit tersenyum, Aasira menghentikan aksinya karena sudah merasakan pusing di kepalanya, Faheel berbalik kembali menatap Aasira, Sira yang masih merasa pusing di kepalanya hampir saja muntah dan alhasil ketika itu Faheel melihat Aasira seperti itu dia tertawa cool nya.
"Ehemm,, " Menahan tawanya, Aasira langsung melirik Faheel dengan raut wajah bengong nya, Aasira melihatnya tersenyum berhasil membuat Faheel tertawa, dengan cepat Aasira ikut tertawa.
Lalu Faheel sudah tidak kuat dengan sikap Aasira yang sangat meluncurkan, Faheel dengan sedikit tersenyum menodongkan kepalanya menantang Aasira, Aasira yang melihatnya malah mengejeknya kembali dengan menjulurkan lidahnya berulang kali, dan Faheel masih tersenyum melihatnya.
Huwaahh,,
Woahh,, teriak semua orang yang mendengar
teriakan pak guru itu, apalagi dengan Faheel yang berada di sisinya, membuat Faheel terkejut menjauh dari pak guru, Aasira yang melihat ekspresi kaget Faheel sangat menghiburnya, Sira tertawa terbahak-bahak melihatnya, bukan hanya Faheel saja yang merasa terkejut para temannya juga merasa terkejut mendengarnya.
bagaimana tidak terkejut, suara laki-laki kan sangat besar dan menggelegar, apalagi ini di dalam ruangan yang bergema, pasti suaranya sangat menyaring di dalamnya.
"Ehh,, [ Bengong menatap muridnya ], maaf anak-anak bapak tidak sengaja, sangking senangnya, bapak lupa kalo bapak lagi ngajar, maaf ya" Ucap pak guru terngenges senyum malu.
"Euhh,, [ Membuang wajahnya ], Hampir saja jantungku copot" Gumam Faheel yang sedikit lega, lalu tidak sengaja melirik Aasira yang masih tertawa melihatnya, Faheel terbengong sinis menatapnya dan Aasira langsung berhenti tertawa ketika melihat Faheel menatap sinis padanya, lalu Aasira mengacungkan dua jari sambil tersenyum tanda maaf.
Faheel mendelikkan pandangan nya dengan sedikit kesal, lalu Aasira tersenyum menahan tawa.
"Ya sudah ayo kita keluar, sudah Faheel hukumannya, sekarang kau ikut kami bermain basket, bapak akan memberi tahu apa saja peraturan dalam bermain basket dan hal-hal apa yang harus kita ajari" Ucap pak guru, lalu semuanya mengangguk dan pak guru memulai berjalan pertama ke luar dan mereka mengikutinya dari belakang.
_
_
Lanjut ya gaes,,
jangan bosan-bosan ya sama haluanku, tidak ada kata lain selain Minta maaf sebesar-besarnya atas kesalahannya.
mohon di maafkan ya.
Cerita ini hanya kegabutan author jadi, maaf ya jika banyak kata-kata yang sederhana dan membosankan, mohon di maafkan.
...~Semoga Menghibur~...
mksudnya paan thor
trs aku penasaran sama kakek tua yg kasih tas hitam itu yg ada isi kalung ,dia siapa??