NovelToon NovelToon
Sistem Lempar Dadu Monopoly

Sistem Lempar Dadu Monopoly

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Budi, seorang karyawan kantor biasa yang gaji bulanannya selalu numpang lewat karena harus melunasi utang warisan orang tuanya, tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem aneh bernama 'System Lempar Dadu Monopoly'.

Sistem ini menampilkan papan permainan hologram mirip Monopoli lengkap dengan avatar chibi dirinya di atasnya, di mana setiap lemparan dadu bisa memberikannya reward uang dan item ajaib, atau hukuman memalukan yang harus ia jalani di dunia nyata.

Kini, hidup Budi berubah drastis menjadi sebuah pertaruhan harian di mana setiap petak yang ia injak perlahan-lahan mengangkatnya dari kemiskinan, asalkan ia bisa bertahan dari "kejutan" konyol yang disiapkan oleh sistem tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Sinar matahari pagi di hari minggu terasa jauh lebih hangat dan menyenangkan dari biasanya.

Budi terbangun dengan perasaan sangat ringan seolah tubuhnya tidak memiliki beban sama sekali.

Tidak ada lagi bayangan seram Bang Jali atau ancaman surat pemecatan dari Pak Anton.

Budi menarik napas panjang menikmati udara kebebasan pertamanya sebagai manusia tanpa utang.

Dia langsung memusatkan pikirannya untuk memanggil sistem permainan kesayangannya.

'Ayo kita lihat berapa banyak uang yang dihasilkan mesin pencetak uangku semalaman.'

Ting.

Layar hologram biru yang memanjakan mata itu muncul di udara kosong kamarnya.

Budi langsung mengarahkan pandangannya ke sudut kanan atas layar.

Angka yang tertera di sana membuat senyum Budi melebar hingga memperlihatkan giginya.

Saldo Sistem saat ini adalah dua juta tiga ratus lima ribu rupiah.

Sebuah kotak notifikasi penjelasan turun dari atas layar memberikan rincian pendapatan harian.

Kedai Nasi Goreng Spesial Pak Mamat menyumbang keuntungan lima ratus ribu rupiah.

Kedai Kopi Senja menyumbang seratus lima puluh ribu rupiah.

Binatu Wangi Sekali menyumbang delapan puluh ribu rupiah.

Dan Rumah Kos Sepuluh Pintu memberikan setoran awal bulanan sebesar tujuh ratus lima puluh ribu rupiah.

"Total pendapatan pasifku dalam sehari mencapai hampir satu setengah juta rupiah."

"Ini sudah setengah dari gajiku sebulan bekerja mati matian di kantor."

Budi tertawa pelan merasa sangat takjub dengan perputaran roda nasibnya.

Dia segera menutup layar sistem dan beranjak dari kasur untuk bersiap siap.

Hari ini adalah hari kencan keduanya dengan Maya dan dia tidak mau datang terlambat.

Budi mandi dengan sangat bersih dan mencukur tipis kumisnya agar terlihat lebih rapi.

Dia mengenakan kemeja lengan pendek berwarna biru dongker dan celana jin hitam yang baru dibelinya.

Sebelum keluar dari kamar, Budi membuka lemari bajunya dan mengambil botol kaca kecil itu.

Ini adalah saat yang tepat untuk menggunakan Parfum Karisma Pria Sejati untuk kedua kalinya.

Crut.

Satu semprotan halus mendarat di kerah kemejanya dan aroma mewah itu langsung menyebar.

Budi bisa merasakan kembali efek percaya diri yang mengalir hangat di dadanya.

Dia mengunci pintu kamar dan melangkah menyusuri gang kosannya dengan langkah tegap.

Jarak menuju kosan Maya tidak terlalu jauh karena masih berada di satu lingkungan.

Budi masuk ke sebuah gang yang berada tepat di belakang minimarket tempat Maya bekerja.

Di ujung gang tersebut Budi melihat sebuah bangunan memanjang berwarna hijau cerah.

Bangunan itu memiliki teras yang cukup luas dengan deretan sepuluh pintu kamar yang identik.

'Jadi ini wujud nyata dari properti baruku.'

Budi tersenyum geli sendiri membayangkan bahwa dia kini memiliki lima persen kepemilikan bangunan ini.

Secara teknis dia adalah salah satu tuan tanah tempat perempuan yang disukainya tinggal.

Budi berdiri di depan pagar besi pendek bangunan itu dan mengeluarkan ponselnya.

Dia memutar nomor Maya yang sudah disimpannya sejak minggu lalu.

Tuut tuut.

Suara sambungan telepon terdengar dua kali sebelum akhirnya diangkat.

"Halo Mas Budi, sudah sampai di mana."

Suara lembut Maya terdengar sangat ceria dari seberang telepon.

"Halo Mbak Maya, saya sudah ada di depan pagar kosan warna hijau ini."

"Wah cepat sekali Mas Budi, tunggu sebentar ya saya keluar sekarang."

Sambungan telepon dimatikan dan tidak lama kemudian pintu kamar nomor tiga terbuka.

Maya melangkah keluar dengan penampilan yang membuat Budi tidak bisa berkedip selama beberapa detik.

Perempuan itu mengenakan kemeja putih berlengan tiga perempat dan rok panjang berwarna krem.

Rambutnya diikat setengah ke belakang menyisakan beberapa helai yang membingkai wajah manisnya.

Maya berjalan menghampiri Budi dengan senyum yang sangat menawan.

"Selamat pagi Mas Budi, sudah menunggu lama ya."

"Pagi Mbak Maya, tidak kok saya juga baru saja sampai."

Saat Maya berdiri di dekat Budi, aroma maskulin dari parfum itu langsung menyapa penciumannya.

Maya menarik napas pelan dan senyumnya semakin lebar.

"Mas Budi pakai parfum wangi yang sama kayak minggu lalu lagi ya."

"Habis wanginya enak sekali Mas, bikin betah berdekatan terus."

Budi tertawa renyah mendengar pujian langsung yang diucapkan Maya tanpa sungkan.

"Kalau bikin betah ya syukur Mbak Maya, mari kita berangkat sekarang."

"Ayo Mas, kita mau naik bus atau pesan ojek online saja."

Budi menggelengkan kepalanya pelan dan membuka aplikasi di ponselnya.

"Hari ini cuacanya agak panas Mbak Maya, kita naik taksi online saja biar lebih nyaman."

Maya sedikit terkejut namun langsung mengangguk setuju.

"Wah tumben sekali Mas Budi mau repot repot pesan taksi."

"Kan sudah saya bilang hari ini kita jalan jalan untuk merayakan kebebasan saya dari utang."

"Jadi hari ini saya mau memanjakan Mbak Maya sebagai teman jalan saya."

Wajah Maya merona kemerahan mendengar ucapan Budi yang sangat manis itu.

Tidak lama kemudian sebuah mobil taksi berwarna abu abu menepi di depan gang.

Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

Mobil mulai melaju menembus jalanan ibu kota yang lumayan lengang di hari minggu pagi.

Ngeeng.

Suara mesin mobil menderu halus menemani perjalanan mereka menuju mal besar di pusat kota.

Di dalam mobil obrolan mereka mengalir dengan sangat lancar berkat efek parfum Budi.

"Kosan Mbak Maya kelihatannya nyaman juga ya, bersih dan terawat."

Budi sengaja memancing obrolan tentang properti miliknya sendiri.

"Iya Mas Budi, kosannya enak dan ibu kosnya juga lumayan baik."

"Pintunya ada sepuluh persis berjejer jadi kami sering menyebutnya kos sepuluh pintu."

"Tapi kadang air kerannya suka mengecil kalau pagi hari pas semua orang mau mandi."

Budi menganggukkan kepalanya menyerap informasi tersebut sebagai bahan pertimbangan.

'Mungkin nanti aku bisa menggunakan item sistem untuk memperbaiki pompa airnya secara tidak langsung.'

"Semoga saja nanti pemilik kosannya segera mengganti pompa airnya ya Mbak Maya."

"Amin Mas, semoga saja ibu kos dengar doa kita."

Perjalanan memakan waktu sekitar tiga puluh menit sebelum akhirnya mereka tiba di lobi mal.

Mal tersebut sangat besar dan sudah mulai ramai oleh pengunjung keluarga dan anak muda.

Mereka berjalan berdampingan memasuki area dalam mal yang sangat sejuk.

"Kita mau nonton film dulu atau mau langsung jalan jalan Mbak Maya."

"Nonton film saja dulu yuk Mas, katanya ada film komedi romantis baru yang bagus."

Budi dan Maya naik eskalator menuju lantai paling atas tempat bioskop berada.

Mereka mengantre sebentar dan Budi langsung membelikan dua tiket film beserta satu paket berondong jagung berukuran besar.

"Mas Budi ini dari tadi mengeluarkan uang terus, gantian saya yang bayar minumannya ya."

Maya memaksa untuk ikut membayar saat mereka berdiri di depan meja kasir makanan.

"Tidak usah Mbak Maya, simpan saja uangnya untuk tabungan adik Mbak di kampung."

Budi menolak dengan sangat halus dan meletakkan uang fisiknya di meja kasir.

"Lagi pula saya masih punya cukup banyak uang pegangan bulan ini."

Maya akhirnya menyerah dan hanya bisa tersenyum penuh terima kasih menatap profil samping wajah Budi.

Mereka masuk ke dalam studio bioskop yang cukup gelap dan mencari nomor kursi mereka.

Selama film berlangsung suasana komedi di layar membuat mereka berdua tertawa lepas.

Hahaha.

Suara tawa Maya terdengar sangat renyah di telinga Budi.

Tanpa sengaja tangan Budi yang akan mengambil berondong jagung menyentuh tangan Maya di dalam wadah kertas itu.

Keduanya terdiam sejenak namun Maya tidak menarik tangannya menjauh.

Budi memberanikan diri untuk menggenggam jemari Maya dengan lembut.

Maya menoleh ke arah Budi di tengah kegelapan studio dan membalas genggaman itu dengan erat.

Jantung Budi berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya namun perasaannya sangat hangat.

1
Rickielessta
baguss...lanjutkan...semangat yaaa thoorr
Just Nokk
semangat 💪
irena
lanjut thor
Gege
baru juga 100jt kurang sebulan bud... masih belom milyarder namanya...🤣🤭 buka saja usaha sesuai kemampuan. misal bikin aplikasi kasir menengan kebawah tidak mahal tapi lengkap dan mudah via bahasa Excel. target 1 juta UMKM yang pakai beli..omset prediksi milyaran sebulannya...contoh lho bud...Yen cocok.
Ahmadi 241215: itu orang kantoran apa supir kantor murah apa gajihnya🤣
total 2 replies
Wega Luna
hidupnya berputar disitu saja ,kerja, supermarket,nasi goreng,kost ,main sistem🤭.GK ada suasana yang lain kah
Just Nokk
mangat Thor
Yui: makasih kak😊
total 1 replies
Gege
disini kesalahan othor. jelas jelas semalam dapat pengetahuannya, Eeh mengklaim nya kemarin siang...🤭🤣
Yui: terimakasih atas koreksinya/Applaud/
total 1 replies
adib
dua vote meluncur efek hari ni update banyak
Yui: Terimakasih kak🤭
total 1 replies
Gege
kita....othor aja kalee😄🤣🤭
Yui: Kita/Smile/
total 1 replies
Gege
kereen Thor.. dibawa ringan santai ceritanya... Yoo mas Budi lemparan dadu kedua dapat semilyar..🤣🤣
Gege
asik ringan ngalir ceritanya
Gege
gass lagi thorrr 10k kata
Gege
laah sisa 200k + 500k dibelanjakan 40k.. sisanya yaa 660k doong bud... sekolah engga ini..😄🤭
Alarycs: waduh
total 2 replies
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!