Bercerita tentang Seorang pria dingin yang bernama Erlando Santiago dan gadis kaya raya bernama Callista Maureen Carl.
Er adalah pengusaha muda yang sangat sukses. Diusianya yang muda dia sudah menjadi miliarder muda.
Cal seorang putri tunggal dari pengusaha kaya raya dibidang real estate. Cal magang di perusahaan Er untuk menyelesaikan skripsi kuliahnya. Hidupnya yang glamour dan penuh kemewahan serta suka berpesta membuat Er memandanganya sebelah mata.
Er tidak tahu bahwa dibalik hidup Cal yang telihat sempurna, ternyata Cal memiliki masa lalu yang membuatnya memiliki jiwa yang tidak sehat.
ig author @zarin.violetta
(Proses revisi puebi dll)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#28
Cal dan Er akhirnya tertidur setelah Er terlebih dahulu melepaskan bibir Cal. Cal hanya tersenyum dan memejamkan matanya lalu tertidur.
Sepanjang malam Cal dan Er tidur saling berpelukan untuk mencari kehangatan di cuaca yang sangat dingin.
Pagi pagi sekali Cal dan Er melanjutkan perjalanan mendakinya sampai ke puncak kedua.
"Er..apa kau tidak capek membawa ini semua?".
"Tidak Cal..aku sudah terbiasa", kata Er yang masih menggandeng tangan Cal.
Er salut pada Cal karena tidak mengeluh sedikitpun di sepanjang perjalanan. Padahal ini adalah pendakian pertama Cal yang notabene merupakan gadis kaya raya yang tidak pernah capek ataupun kotor sejak kecil.
Cal bukan tipe gadis yang manja. Cal cenderung suka tantangan dan suka hal hal yang baru. Selama ini, Er hanya melihat penampilan luar Cal saja.
Beberapa jam kemudian Cal dan Er akhirnya mencapai puncak tertinggi gunung itu.
Cal mengambil ponselnya dan mengabadikan moment ini bersama Er.
"YEAY...", sorak girang Cal ketika sampai di puncak kemudian Cal memeluk Er.
"Aku menunggu daftar gunung selanjutnya yang akan kita daki Er", ucap Cal dengan antusias.
Er tersenyum dan mengecup bibir Cal.
Dan Cal membalasnya dengan kecupan bertubi tubi di bibir Er.
'Jika ini rumahku, kau akan habis Cal' , pikir Er dengan pikiran kotornya..wkwkwkwk...
Dipuncak kedua mereka tidak menginap tetapi langsung turun gunung untuk pulang.
Mereka tiba dibawah sekitar jam 7 malam. Dan Er langsung mengendarai mobilnya tanpa rasa lelah.
Sedangkan Cal tampak tertidur pulas di mobil karena kelelahan.
Mereka tiba di rumah Er setelah 3 jam perjalanan. Badan Er benar benar remuk dan sagat lelah.
Sesampainya di rumah, Er langsung mandi dan tertidur pulas. Begitu juga dengan Cal, meskipun sepanjang perjalanan dia tertidur dimobil tapi Cal melanjutkan tidurnya di ranjang Er yang sangat empuk.
Mereka berdua sama sama bangun kesiangan.
Cal bangun terlebih dahulu daripada Er. Er masih sangat lelah dan badannya benar benar butuh istirahat ekstra.
Setelah mandi Cal menuju dapur dan makan sarapan paginya yang terlambat.
"Apakah bibi sudah lama bekerja disini?", tanya Cal pada seorang oelayan yang usianya tampak sudah agak tua.
"Ya nona...ayah Tuan Er yang mempekerjakan aku dulu ketika masih di Rusia dulu", jawab wanita yang bernama bibi Ana itu.
"Ayah Er dimana sekarang?".
"Beliau sudah meninggal 2 tahun yang lalu".
"Apa Er punya saudara atau kerabat?".
"Tuan Er hanya hidup sendiri..satu satunya keluarga hanya Ayahnya", jawab Bi Ana dengan senyum.
Cal melanjutkan makannnya dan kemudian berjalan jalan keluar rumah menuju taman.
Setelah beberapa lama diluar, Cal masuk kembali kedalam rumah. Dan melihat Er masih tertidur pulas.
Cal tidak ingin mengganggu tidur Er karena memang dia sangat tahu bahwa Er sangat lelah.
Cal mengambil minum di dapur. Tiba tiba tanpa sengaja tangannya tersenggol meja dan gelas kaca itu pecah dilantai.
PYAAARRR......
Cal berjalan mundur kebelakang menghindari pecahan gelas kaca itu. Tetapi kakinya malah terkena serpihan kaca yang ada tepat dibawah kakinya.
Darah segar mengalir dari telapak kaki Cal.
Cal hanya melihatnya tanpa berbuat sesuatu. Darah terus mengalir dari kaki Cal. Cal menginjak serpihan kaca yang lumayan besar dan mungkin menyobek kulit telapak kakinya.
Kemudian, bibi Ana masuk ke area dapur dan terkejut melihat kaki Cal berdarah dan darahnya mengalir dilantai.