NovelToon NovelToon
Legenda Kebangkitan Wang Fei

Legenda Kebangkitan Wang Fei

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.



"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Bangkitnya Kekuatan.

Bab 2. Bangkitnya Kekuatan.

Tiba-tiba, terjadi kejutan yang tidak terduga. Di dalam benaknya, suara retakan terdengar menggema dengan begitu jelas.

“KRAK! KRAK! KRAK!”

“Hm... apakah ini?”

Tanpa banyak berpikir, kesadarannya segera masuk dan memeriksa seluruh tubuhnya, terutama pada pusat dantiannya. Benar saja. Saat itu, cangkang keras yang selama tiga tahun selalu menghambat perkembangannya tiba-tiba memiliki retakan halus yang menyebar ke segala arah.

Awalnya itu hanya retakan kecil, namun seiring waktu retakan itu menjadi semakin besar hingga akhirnya, dengan bunyi “KRATAK PYAR!”, cangkang itu pecah dan hancur berkeping-keping. Pecahan tersebut segera berubah menjadi butiran-butiran energi yang tak terhitung jumlahnya.

Pada saat itu, terdengar bunyi semburan yang begitu dahsyat menyebar ke seluruh tubuhnya.

“SWOSH!”

Suaranya begitu keras, seperti kran air bocor yang menemukan celah. Semburannya bagaikan gelombang tsunami yang menerjang dan menyebar ke seluruh tubuh.

Akibatnya, gelombang energi Qi yang begitu dahsyat, murni, dan dipenuhi vitalitas yang sangat hidup segera meresap ke dalam daging, tulang, otot, dan darahnya.

Kejutan yang menyenangkan pun langsung melanda seluruh tubuh Wang Fei. Jalur meridiannya yang selama ini tersumbat, di bawah hantaman energi yang begitu besar, mulai terbuka satu demi satu. Bahkan jiwa perang Shio Kerbau yang ada di belakang tubuhnya juga memancarkan cahaya yang begitu terang. Bayangannya semakin jelas dan samar-samar dua buah bintang dengan cahaya keperakan mulai mengembun dan memadat.

Dalam sekejap, dia telah berhasil membuka dua puluh meridian di dalam tubuhnya. Kultivasinya yang selama ini mandek juga langsung menerobos ke ranah Penempaan Tubuh Tingkat 5 tahap awal tanpa hambatan.

Dia pun berhasil naik tiga tingkat berturut-turut.

Tubuhnya menjadi semakin kuat. Rasa sakit yang sebelumnya dia rasakan langsung tersapu bersih tanpa sisa.

Tidak ada lagi jejak-jejak rapuh atau lemah seperti dulu. Tubuhnya dipenuhi kekuatan yang meluap-luap. Bahkan ketika jarinya mengepal, serasa seperti ada ledakan energi yang meletus keluar dari sana.

“Hah... a-apakah ini nyata?” ucapnya terkejut.

Saking besarnya keterkejutan itu, suaranya menjadi sedikit gagap. Perbedaan antara Tingkat 2 dan Tingkat 5 sangatlah signifikan.

Dia merasa lima panca indranya menjadi lebih peka. Entah itu penglihatan, pendengaran, maupun persepsinya, semuanya meningkat berkali-kali lipat.

Perasaan seperti itu benar-benar membuatnya seolah terlahir kembali dan memasuki dunia baru yang selama ini tidak pernah dia bayangkan.

Lalu, seperti sebuah bom yang meledak, gelombang demi gelombang kegembiraan yang begitu besar pun seketika melanda dirinya seperti badai.

“Hahaha! Akhirnya... akhirnya hari kebangkitanku telah tiba!” ucapnya tertawa terbahak-bahak.

Di dunia ini, ranah kultivasi dibagi menjadi sepuluh. Di antaranya adalah:

Ranah Penempaan Tubuh.

Ranah Pengumpulan Qi.

Ranah Pembentukan Inti.

Ranah Penyatuan Jiwa.

Ranah Gerbang Bumi.

Ranah Gerbang Langit.

Ranah Gerbang Surga.

Ranah Raja.

Ranah Kaisar.

Ranah Abadi.

Masing-masing ranah dibagi menjadi sembilan tingkat dan tiga tahapan.

Pada ranah Penempaan Tubuh, saat berkultivasi energi Qi memang bisa terserap masuk ke dalam tubuh. Namun, masih belum bisa dikumpulkan dan dikontrol dengan mudah. Itu masih berada pada tahap dasar, di mana tubuh diperkuat dan mampu melepaskan kekuatan yang lebih dahsyat daripada manusia biasa.

Seseorang baru bisa dikatakan telah benar-benar melangkah menjadi seorang kultivator setelah berhasil menembus ranah Pembentukan Inti. Pada saat itulah evolusi dantian dimulai, atau lebih tepatnya memasuki fase kedua yang dinamakan pembentukan Lautan Qi.

Inti tersebut sebenarnya juga tergantung pada bakat masing-masing. Jika bakatnya rendah, maka alih-alih membentuk Lautan Qi yang luas, yang terbentuk hanyalah kolam kecil yang sangat menyedihkan dan rapuh.

Dan bakat ini bisa dikonfirmasi melalui seberapa banyak bintang yang muncul pada jiwa perang Shio. Semakin banyak bintang, maka bakatnya semakin menakjubkan.

Saat ini, di Alam Rendah, jenius paling berbakat adalah mereka yang mampu membangkitkan sembilan bintang pada jiwa perang Shio mereka. Untuk mengetahui apakah ada jenius mengerikan yang melebihi sembilan bintang masih menjadi rahasia yang belum diketahui hingga saat ini.

Setelah menenangkan diri, Wang Fei kini dipenuhi rasa percaya diri yang sangat besar. Dengan terbukanya dua puluh meridian dan tiga bintang perak pada jiwa perang Shio Kerbaunya, dirinya menjadi lebih percaya diri menghadapi acara penerimaan murid luar yang akan diadakan dua bulan lagi.

“Dengan kekuatanku yang sekarang, akhirnya aku bisa mengambil misi yang lebih tinggi,” ucapnya dengan senyum lebar.

Misi yang dimaksud tentu saja adalah misi untuk memburu binatang buas. Selain dapat melatih kemampuan tempur, dirinya juga dapat menyerap inti iblis untuk meningkatkan kekuatannya.

Tidak lama kemudian, matanya terpaku pada sebuah cincin hitam peninggalan kedua orang tuanya.

Pada usia delapan tahun, kedua orang tuanya berpamitan untuk pergi mengunjungi teman lama mereka dan meninggalkan cincin itu kepadanya. Di saat yang sama, mereka juga menyediakan seribu koin emas dan seratus batu roh tingkat rendah untuk Wang Fei bertahan hidup selama mereka tidak ada.

Pada saat itu, ibu Wang Fei yaitu Shi Qing Yue berkata,

“Maafkan kepergian ayah dan ibu yang mendadak seperti ini, Nak. Ini semua demi kebaikanmu. Tapi percayalah, kami pasti akan kembali. Cincin ini ibu siapkan untukmu. Teteskan darahmu agar cincin ini mengenalimu sebagai pemiliknya. Dan nanti, ketika kekuatanmu sudah mencapai minimal Ranah Penempaan Tubuh Tingkat 5, barulah latih teknik yang ada di dalamnya. Untuk saat ini, pakailah teknik bela diri yang selama ini diajarkan oleh ayahmu.”

Saat itu suara Shi Qing Yue tampak bergetar. Matanya berkabut dan sebaris air mata pun mengalir dari pipinya yang halus.

Di sampingnya, ayahnya yang bernama Wang Lie juga mengangguk sambil menepuk pundak putranya.

“Ya... maafkan kami berdua yang harus meninggalkanmu dengan kondisi seperti ini. Hiduplah dengan baik dan berlatihlah dengan sungguh-sungguh. Kau tentu ingat teknik bela diri yang selama ini ayah ajarkan kepadamu, bukan? Pelajarilah itu sampai kamu menguasainya dengan sempurna. Maka itu bisa menutupi kekuranganmu yang tidak bisa berkultivasi dengan normal,” ucap sang ayah.

Ya, perihal tubuhnya yang cacat memang telah diketahui oleh kedua orang tuanya. Meskipun begitu, mereka sama sekali tidak menunjukkan rasa tidak suka sedikit pun. Yang ada, kasih sayang mereka justru semakin tercurah kepada sang putra dan terus menghiburnya agar tetap bekerja keras.

Hal itulah yang membuat Wang Fei sangat bersyukur. Dia semakin ingin membuktikan kepada kedua orang tuanya bahwa dirinya baik-baik saja.

Tidak pernah mengeluh dan terus berlatih dengan giat untuk meningkatkan kekuatan fisik adalah cara terbaik baginya untuk membalas kebaikan kedua orang tuanya.

Teknik bela diri yang diwariskan sang ayah kepadanya adalah sebuah teknik tinju tingkat rendah bernama Tinju Peledak. Teknik ini sangat sederhana, hanya perlu mengalirkan energi Qi dalam jumlah besar ke dalam kepalan tangan, mengompresinya, lalu melepaskannya di titik kritis untuk menciptakan daya hancur yang luar biasa.

Waktu demi waktu terus berlalu.

Wang Fei kecil pun akhirnya tumbuh menjadi seorang pemuda yang kedewasaannya melampaui anak-anak seusianya. Meskipun dia sangat kesulitan dalam berkultivasi, pada akhirnya dengan kerja keras luar biasa dirinya mampu menembus batas dan mencapai Ranah Penempaan Tubuh Tingkat 2.

Awalnya dia sangat senang dan bahagia. Namun, pada saat itu terjadilah sebuah keanehan. Semakin kuat energi yang ada di dantiannya, selaput hitam aneh yang selama ini dia abaikan akhirnya membungkus seluruh dantian itu dengan ketat.

Bukan hanya membungkus, tetapi juga mengeras hingga menutupi seluruh bagiannya sampai terlihat seperti batu yang sulit ditembus.

Namun, Wang Fei tidak putus asa. Dia terus melatih kekuatan fisiknya dan suatu ketika, berkat sebuah koneksi dari kepala desa, dia berhasil masuk ke dalam Akademi Daehan sebagai murid pelayan.

Kembali ke masa sekarang.

“Dulu ibu berkata aku bisa menguasai teknik yang ada di dalam cincin ini ketika aku sudah berhasil menerobos ke Ranah Penempaan Tubuh Tingkat 5. Karena sekarang aku sudah berada di ranah itu, inilah saatnya mempelajari teknik baru yang lebih kuat dari Tinju Peledak,” gumamnya.

Harus diakui, Tinju Peledak memang sangat kuat dan praktis. Namun, untuk menghadapi murid-murid yang berada di akademi, teknik tinju seperti itu sama sekali tidak cukup. Dia ingin memiliki teknik yang lebih tinggi, lebih destruktif, lebih mematikan, dan lebih menghancurkan lagi.

Dengan demikian, kesadarannya segera masuk ke dalam cincin. Dan setelah melihat-lihat isinya, matanya langsung terbelalak lebar.

Jantungnya berdegup kencang saat melihat di sana ternyata terdapat sekitar satu juta batu roh tingkat rendah, sebuah pedang, satu botol pil, dan tiga teknik bela diri. Setelah membacanya, ternyata itu terdiri dari teknik bela diri tipe kecepatan atau langkah kaki, teknik bela diri tinju, dan teknik bela diri pedang.

Nama teknik langkah kaki tersebut adalah Langkah Petir. Teknik itu terdiri dari tiga tahapan, yaitu Awal, Menengah, dan Puncak. Pada tahap puncaknya, langkah penggunanya bisa sangat cepat seperti sambaran petir, seolah-olah dirinya berteleportasi dari satu tempat ke tempat lainnya.

Lalu mengenai teknik tinju, itu bernama Teknik Tinju Sembilan Matahari dan juga terbagi menjadi tiga tahapan. Pada puncaknya, teknik itu mampu menciptakan ledakan sembilan matahari yang menyerang musuh secara langsung.

Kekuatannya sangat mengerikan, namun juga sangat menguras tenaga.

Untuk teknik terakhir yaitu teknik pedang, teknik tersebut bernama Teknik Pedang Kilat. Seperti namanya, teknik ini sangat menuntut kecepatan pergerakan tangan saat menebas. Ketika dilatih hingga mencapai puncak, bahkan sebelum lawan berkedip, tubuhnya akan terpotong menjadi beberapa bagian dan dia akan mati tanpa menyadari bagaimana dirinya mati.

Sama seperti dua teknik sebelumnya, teknik ini juga terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu Awal, Menengah, dan Puncak.

“Sungguh luar biasa!” ucap Wang Fei dengan mata berbinar.

Dia tidak menyangka jika ibunya ternyata telah menyiapkan begitu banyak kebutuhan untuk kultivasinya. Terutama satu juta batu roh tingkat rendah itu. Semua itu akan sangat bermanfaat baginya.

Perlu diketahui bahwa satu batu roh tingkat rendah sama dengan seratus koin emas. Maka bisa dibayangkan seberapa kayanya dirinya jika menukarkan semua itu menjadi emas.

Namun, dia juga tidak bodoh. Emas memang berharga, tetapi kegunaan batu roh jauh lebih berharga lagi. Selain digunakan untuk jual beli barang berkualitas tinggi, batu roh juga dapat digunakan untuk berkultivasi.

“Baiklah, mulai sekarang mari latih teknik ini secara perlahan,” ucapnya dengan kilatan tekad yang menyala-nyala di matanya.

Pada ujian penerimaan murid luar dua bulan ke depan, dia pasti akan menjadi lebih kuat dan mengejutkan semua orang dengan kekuatan barunya.

Demikianlah semangat hidup Wang Fei melonjak tinggi. Dengan harapan baru yang menyertai dirinya, hari-hari ke depannya akan penuh kejutan dan peluang yang tak terhitung jumlahnya.

Dunia ini hanyalah menghormati satu hal, yaitu kekuatan. Siapa yang memiliki kekuatan paling besar, dialah yang paling berkuasa. Bebas menentukan nasib sendiri, bahkan menentukan hidup dan mati orang lain.

Demikianlah, matanya bersinar penuh gairah untuk menjadi yang terkuat.

“Mulai sekarang, siapa pun yang menghalangi jalanku akan aku hancurkan dengan tinjuku,” ucapnya dengan senyum tipis penuh harapan.

Tetesan hujan rintik-rintik terdengar mulai reda manakala pantulan cahaya bulan bersinar terang menyelimuti cakrawala, menyisakan kesunyian malam yang dipenuhi oleh sejuta cerita.

1
Fiano Yan
Mantap
izin iklan ya guys aku baru up butuh bantuan teman2 buat baca novel ku
Dewa Malaikat
Lanjuut ya thor
Ilham Akbar
Bahasanya mudah dimengerti & semoga ceritanya bagus
utk itu saya uplaus satu vote
Dewa Malaikat
lanjut ya thor. jangan mandek tengah jalan
Dewa Malaikat
mantul thor ceritanya.
Jojo Shua
😍🔥
Jojo Shua
😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat semangat semangat Thor lanjut
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Jerry K-el
nunggu banyak dulu, minimal 100 bab br sy coba baca💪💪💪💪thorrrr
Night Guard
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!