NovelToon NovelToon
Cowok Cupu Favoritku

Cowok Cupu Favoritku

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Teen / Tamat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: arina_ar

Naysilla tak menyangka.
Hari pertama di sekolah baru,
yang dia dapat bukan teman... tapi perundungan.

Apalagi ada kabar, anak pemilik sekolah pindah dihari yang sama.
Dan identitasnya dirahasiakan.

Di antara semua yang membencinya,
hanya ada satu orang yang dianggap sepele.
Tapi selalu jadi perisainya.

Perundungan. Pengkhianatan. Cinta yang dipendam.
Semuanya saling terhubung.

Ketika tabir fakta mulai terbuka...
Membuktikan bahwa yang terlihat lemah adalah yang paling kuat diantara semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arina_ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19.

Pintu aula terbuka lebar. Naysilla melangkah pelan bersama seorang wanita tua di sisinya. Wanita tua berpakaian sederhana, dengan keranjang kecil ditangannya.

"Ayo, Bu..." ia menuntun wanita tua yang sejak tadi pandangannya meliar, seperti mencari sosok yang belum juga di temukan.

Seperti biasa, hinaan dan ejekan selalu menyambutnya. Tatapan tak suka semakin nyata ia terima. Bisik-bisik menyakitkan kembali mengusik telinga.

"Si jalang miskin itu nggak tau malu banget, ngapain dia bawa-bawa gembel kesini"

"Iya ih, mana bau banget lagi"

"Ternyata selama ini qween bener, dia emang jalang. Liat ajah, itu pasti ibunya, bentukannya kaya gembel gitu. Tapi anaknya maksain berpenampilan bagus"

"Iya juga yah, ih najis banget, jangan deket-deket dia, awas nanti ketularan"

Beberapa orang menyingkir sambil menutup hidungnya. pandangan sinis menyerang, memasang ekspresi jijik, dan sedikit rasa sungkan yang di sembunyikan. Tapi, Naysilla tak peduli.

"Ibu cari apa?" tanyanya disela-sela langkah.

"Anak ibu, Olivia. Badannya sedikit berisi, rambutnya sebahu. Tadi gadis yang ibu panggil, ibu pikir itu Olivia, anak ibu" ucapnya lirih, dengan pandangan yang belum teralih.

"Mungkin belum datang Bu" langkahnya terhenti di barisan depan, sebelumnya ia menyuruh ibu itu untuk duduk terlebih dahulu di kursi yang telah disediakan.

Pintu kembali terbuka. Rombongan petinggi sekolah berjalan masuk dengan penuh wibawa. Di belakang mereka, ada satu pemandangan yang cukup menyita perhatian seluruh isi aula.

Seorang gadis berambut sebahu, melangkah dengan menggandeng tangan wanita nomor satu di sekolah. keduanya terlihat sangat akrab, membuat semua temannya merasa iri melihatnya.

"Beruntung banget Olivia, lahir dari keluarga kaya raya tapi dia nggak sombong. Padahal orang tuanya pemilik sekolah ini"

"Nggak kaya yang itu tuh, udah miskin, banyak gaya, songong lagi"

Senyumnya semakin lebar, tatkala mendengar pujian-pujian untuk nya. tapi itu semua tak berlangsung lama, ketika matanya tak sengaja bertemu dengan tatapan ibunya.

Ia buru-buru memalingkan wajah, berusaha bersembunyi pada apa saja yang bisa menutupi. Tapi usahanya sia-sia ketika Angela datang menarik lengannya.

Ia hanya bisa pasrah, berjalan menunduk ke bawah. Jessy tersenyum miring, ia memberi kode pada Angela untuk terus menyeretnya, lebih mendekat, sampai benar-benar saling bersisian.

Sang ibu menyadari seperti melihat sosok anaknya, tapi panggilan dari pihak sekolah mengacaukan fokusnya. Ia berpindah pada tempat khusus wali murid yang telah disediakan.

Sampai tiba pada puncak acara. wajah-wajah tegang berjejer bagai patung yang berdiri kaku. Debaran yang saling bersautan, aroma kekhawatiran memenuhi ruangan.

Seorang pria tinggi besar maju di depan podium. Matanya menyoroti semua siswa satu persatu. Sampai bertemu pada sosok yang ia cari, tatapannya berhenti.

Semua bukti yang kemarin dikumpulkan, kini diputar ulang. Kepala sekolah yang baru kembali setelah cuti panjang menggelengkan kepalanya perlahan, seolah tak percaya dengan apa yang dibacanya.

Beliau memanggil nama-nama siswa yang terlibat untuk dimintai keterangan.

Angela memasang wajah angkuh, merasa dirinya takkan mungkin bisa disalahkan karena dirinya adalah anak dari kepala sekolah.

Jessy berpura-pura tampak sedih, meski dalam diam hatinya tertawa puas, karena berhasil melempar kesalahan pada pundak orang lain.

Dimas berusaha tampak tegar, meski ekspresi kekhawatiran terpancar nyata di wajahnya. Karena memang bukti berbicara paling banyak tentangnya.

Olivia berperan bagaikan gadis lembut dan polos yang begitu lemah, merasa ingin selalu dilindungi bukan di hakimi.

Sedangkan Naysilla, ia menunduk dalam diam. Pikirannya lari entah kemana. Fokusnya terpecah belah. Ia yang biasanya tenang, kini ketenangan nya terusik ulah berita buruk semalam.

Ia tak pernah benar-benar menyimak isi dari pembahasan saat ini. Sampai pada ketika layar kembali menyala, memutar rekaman CCTV tentang tragedi lain.

Naysilla memandang dengan wajah tercengang. bagaimana tidak terkejut? Di layar itu, rekaman yang diputar ternyata telah direkayasa, dipotong beberapa bagian hingga membentuk suatu kejahatan yang mengarah pada dirinya.

"Olivia, bisa kamu jelaskan kenapa kamu bisa jatuh ke dalam kolam waktu itu?" ucap kepala sekolah tegas.

"Seperti yang ada di rekaman, saya didorong Naysilla ketika berniat ingin memisahkan dia yang mau mencelakai Jessy" ucapnya mantap dengan wajah sedikit menunduk kebawah.

"Jessy, apa saja yang dilakukan Naysilla kepada kamu waktu itu?" kini matanya beralih ke arah Jessy.

"Dia nyerang saya tiba-tiba, dia menjambak rambut saya, dia mencakar tangan saya, dan dia juga menampar kedua pipi saya pak" ia menyentuh pipinya seolah kekejaman itu masih tersisa disana.

"Sudah jelas kan pak, Naysilla adalah dalang dibalik semua tragedi ini. Dia nyerang Jessy, dia mendorong Olivia ke kolam, dan dihari berikutnya dia mendorong Lena tapi secara halus agar tidak tertangkap CCTV " ucap Dimas memprovokasi.

Naysilla terdiam, memandang bingung pada orang-orang yang menyudutkannya. Ia tak fokus dengan permasalahan ini sehingga tak bisa membela diri.

"Naysilla, tolong jelaskan semua ini...!" ucap kepala sekolah tegas. Matanya menatap tajam kearah Naysilla yang nampak kebingungan.

"Saya, saya..." ia menunduk dalam, tak mengerti dengan semuanya.

Di tengah ketegangan, pintu aula terbuka. Sosok gagah Mohan tanpa kacamata berjalan membelah kerumunan..

Ia yang biasanya berpenampilan kelewat rapih, berkacamata mata dan kerkesan cupu, kini ia dengan penampilan acak-acakan tapi malah terlihat begitu tampan.

Semua mata menatap kagum padanya, tapi ia tak peduli. Ia dengan gagahnya berjalan ke depan membawa sebuah flashdisk kecil.

Pagi tadi ia mengumpulkan semua bukti, yang seharusnya pekerjaan ini sudah selesai sejak tadi malam.

Klik...

Layar besar menyala, menayangkan rekaman CCTV yang sebelumnya di putar tapi versi lengkap. Semuanya menyaksikan dengan penuh ketegangan. Karena mereka tau, kebenaran sebentar lagi akan terungkap.

Rekaman ditutup ketika adegan Naysilla tenggelam di kolam, sedangkan Olivia masih mengambang. Dilanjutkan rekaman kedua, posisi di dalam kamar Naysilla.

Olivia menutup mulutnya ketika terekam adegan ia yang tengah memasukkan sesuatu yang mencurigakan kedalam makanan milik Naysilla. Dan bodohnya, ia sempat menjilat jarinya yang ia gunakan untuk mengaduk obat pencahar itu ke dalam makanan.

Semua orang tercengang, tak menyangka ada gadis licik bersembunyi di balik topeng polosnya. Tak terkecuali Jessy dan Angela, mereka saling tatap. Karena sebelum Olivia melakukan itu, mereka berdua telah memasukkan obat yang sama ke makanan yang sama.

Sedangkan Naysilla...

Ia semakin tak fokus, badannya melemah, terasa sangat ringan saat berpijak di tanah. suara kericuhan terdengar samar, kian lama kian menghilang. Matanya mengabur, hingga akhirnya ia tak sanggup lagi menopang bobot tubuhnya.

"Nasa..." Mohan berlari kencang, merengkuh tubuh gadis yang hampir menyentuh lantai. Ia menggendongnya ala bridal, melewati kerumunan yang menatap terkejut dan penuh kekaguman.

Sampai ketika pintu aula kembali terbuka. Seseorang yang hendak masuk menatap panik pada gadis yang berada dalam gendongan seorang pemuda.

"Naysilla... Kamu siapa?"

1
samSara
Ngel angelaa nama lu artinya malaikat tp tingkah lo kek iblis 😮‍💨. Napa aku curiga yaa si oliv buka2 tas nya nay
samSara
Kasian momon udah se efort gitu..dikata2in terus sama si nay. Lama2 si cupu jadi doraemon. Punya kresek ajaib apa aja adaaa kwkwkwkw
samSara
Ngeselin banget anjirr..apalagi si oliv ini ada bibit2 cewek pick me, drama queen dan lil bossy juga. Udah curiga kenapa dia pergi ke toilet. Owalah ternyataa.. penasaran si nay harus bertahan kejahilan dan bullying tipikal ngisengin anak baru. Cih
arina_ar: ini baru permulaan
total 1 replies
samSara
Wahhh baru awal udah bikin penasaran. Gosip itu dapat darimana yah? Sumber oke juga padahal dirahasiakan tetep aja bocor 😮‍💨
arina_ar
terimakasih untuk kalian semua yang udah mau baca sampai sejauh ini. ini novel pertama aku.
kelinci kecil
gemes banget sama kisah cinta mereka. suka banget sama ceritanya, ada manisnya, gregetnya, kecewanya, sakit hatinya semuanya jadi satu.
arina_ar: terimakasih sudah mampir, semoga suka.
total 1 replies
Sofyan Sofyan
jangan lama2 ya😭
arina_ar: terimakasih sudah setia menunggu, terimakasih sudah mampir di novel pertama aku, semoga suka.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
arina_ar: terimakasih sudah mampir di novel pertama aku, semoga suka.
total 1 replies
kelinci kecil
penasaran, kira-kira siapa anak pemilik sekolah yang asli yah
arina_ar: ikuti terus kelanjutan ceritanya, nanti akan terjawab semuanya. terimakasih sudah mampir.
total 1 replies
🔵🌹 Widian🧕
hai......
cupu tuh apaan ?
arina_ar: culun kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!