-TAMAT-
aku gak menyangka, malam itu. malam yang sangat tidak ingin aku ingat kembali. malam yang sangat aku benci. malah memberikan aku sekaligus dua kehidupan di dalam hidupku. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. tapi yang jelas aku sangat menyayangi mereka walau aku membenci malam itu. - Jeslyn Casey
Holla-Holla!!!!!!
jangan lupa baca cerita pertama ku yaaa, judulnya FAKE NERD.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Zalianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Tujuh
"udah ayok keluar" ajak Jeslyn dan mereka pun keluar dari kamar meninggalkan Aera yang sedang terbaring di kasur empuk itu.
"ceritain dong kehidupan lu di Korea" pinta Sinta, Jeslyn pun mengiyakan nya.
"tapi sambil bantuin aku mindahin data-data berkas ini ya" pinta balik Jeslyn, Sinta pun mengangguk setuju saja.
'hanya menindahkan data mah gampang' batinnya.
"oke, jadi kamu ketik ulang bagian tumpukan ini, kalau bagian ini untuk di tanda tangani" Sinta pun cengo mendengarnya, dia kira hanya memindahkan data dari laptop.
"ihh,,, kenapa gak bilang dari awal" gerutu Sinta Jeslyn pun terkekeh saja.
"mau dengerin gak nih" goda Jeslyn. Sinta pun mau tak mau menerima saja karena dirinya sangat penasaran.
"oke, jadi..." belum sempat Jeslyn bercerita, suara deringan Handphone Jeslyn membuat Sinta berdecak sebal.
drt.. drt..
"siapa?" tanya Sinta kesal.
"Manda" jawab Jeslyn singkat.
'Halo Jes?' panggil Manda dari sebrang sana.
"kenapa?" tanya Jeslyn.
'mau mau main ke kantor lu nih, tapi gak tau tempatnya' ucap Manda.
"yaudah kesini, Kantor aku dekat SM TOWN, nanti setelah tiba disana kamu tinggal liat nama-nama gedungnya aja. Nama Perusahaan aku gak pake bahasa korea jadi gampang nyari nya" jelas Jeslyn yang sudah di pastikan Manda langsung semangat sama seperti Sinta saat mendengar SM TOWN.
'beneran dekat SM TOWN?' tanya nya.
'nahkan, pasti nanti main dulu kesana' batin Jeslyn.
"hmm,,," dehem Jeslyn.
'oke tunggu gua ya, tungguin ya, nanti suruh Sinta jemput gua di depan 30 menit lagi biar gua gak kek anak ilang' pinta Manda dengan menggebu-gebu.
"iyaiya, hati-hati dijalan"
tut.
Panggilan pun terputus dari ponsel Manda.
"kita ceritanya pas udah ada Manda aja ya" ucap Jeslyn ke Sinta membuat dia mengerucurkan bibirnya sebal.
"yahhh kok gitu sih Jes?"
"biar kamunya fokus ke berkas dulu, aku tau kamu pasti bakalan lebih fokus ke cerita aku dari pada berkas" ucap Jeslyn.
"yaudah lah ayok"
Mereka pun langsung fokus ke tugas masing-masing. Jeslyn yang sibuk membaca dan menandatangani berkas-berkas dengan secara teliti, serta Sinta yang sangat fokus dengan Laptop dan berkas-berkas yang akan dia salin ke Laptop.
25 menit berlanjut, Sudah 2 kali pula Vina masuk ke ruangan Jeslyn dengan membawa beberapa berkas. Kenapa dia sampai mengerjakan segitu banyaknya berkas? Karena Papahnya yang sangat jarang sekali ke cabang korea, membuat berkas-berkas itu begitu menumpuk dan karena Jeslyn yang baru hari pertama ke kantor juga.
"3 menit lagi, kamu ke bawah dulu Sinta" titah Jeslyn setela melihat jam tangannya.
"ngapain?" tanya Sinta dengan pandangan ke Laptop.
"jemput Manda" jawab Jeslyn singkat.
"yaudah, ini gua tinggal dulu ya" ucap Sinta yang hanya di balas deheman dari Jeslyn. Sinta pun langsung saja pergi dari ruangan Jeslyn setelah membukanya dengan remote digital. Sebelum Sinta ke Lift, dia sempat menyapa Vina yang sedang kelelahan karena di meja nya saat ini tak kalah jauh banyak berkas-berkas.
"kak, istirahat aja dulu" titah Sinta yang membuat Vina kaget akan kedatangannya.
"ish kamu ini ngagetin orang aja" dumelnya.
"hehehe,,, istirahat aja kak. Lagian di meja Jeslyn juga masih banyak. Kan masih ada hari esok juga" kata Sinta. Vina pun mengangguk karena memang dirinya juga sudah sangat lelah dengan tumpukan-tumpukan berkas itu.
"lama banget sih lu" Marah manda ke Sinta yang baru saja tiba di bawah.
"yaelah baru juga telat 5 menit" ucap Sinta dengan memutar bola matanya.
"tapi gakpapa sih, gua tadi ketemu Oppa-Oppa ganteng, hehe..." cengir Manda. Sinta pun hanya mendecak sebal.
"udah ayok ke atas, gua masih banyak kerjaan" ajak Sinta dan mereka pun berjalan memasuki gedung Perusahaan Casey.
Di sepanjang jalan banyak yang menyapa mereka berdua atau lebih tepatnya hanya Sinta karena semua pegawai sudah tau kalau Sinta adalah Asisten Pribadi Jeslyn.
"gua gak sabar mau ke SM TOWN nanti" ucap Manda dengan semangat.
"sama gua juga, pokoknya disana kita harus kunjungin semua tempat" ucap Sinta.
"gua pengen liat bentuk tangan-tangannya Member EXO!!!" jerit Manda.
"gua pengen Member BTS!!!" jerit Sinta.
“palalu BTS!!! Itu mah beda lagi tempatnya dodol” gerutu Manda. Sinta hanya terkekeh dengan jari telunjuk dan jari tengah yang membentuk huruf ‘V’.
Semua pegawai menatap keduanya aneh karena berbicara dengan bahasa yang berbeda dengan mereka.
Mereka pun akhirnya sampai di dalam ruangan terlihat sang pemilik ruangan itu sangat fokus sekali dengan berkas yang ada di depannya sangat berbeda dengan Jeslyn yang mereka kenal.
"Jes" panggil Manda dan hanya di balas deheman dari Jeslyn.
"sutt... udah jangan ganggu dia, mending lu ikut bantuin kita biar cepet selesai" titah Sinta.
Beberapa jam kemudian,
"huwaaa..... Akhirnya selesai juga" pekik Sita dengan merenggangkan badannya karena pegal duduk berjam-jam.
"ayok ke SM TOWN" teriak Manda sangat semangat.
"aku capek, kalian berdua aja ya yang kesana"
"yah... kalau kita nyasar disana gimana?" ucap Manda dengan raut sedihnya.
"ayolah Jes... gak seru kalau lu gak ikut" bujuk Sinta.
"tapi aku capek, sekarang juga udah jam 5" keluh Jeslyn.
"ayolah Jes....." bujuk Sinta dan Manda dengan puppy eyes mereka.
Jeslyn pun mau tak mau ikut dengan kedua temannya itu dengan wajah lelah.
"yaudah ayo... Tapi jangan malam-malam ya pulangnya" ucap Jeslyn. Manda dan Sinta pun berseru senang mendengarnya.
Cukup lama mereka berkeliling disana, semua tempat yang berisi K-pop hampir mereka kunjungi, bahkan mereka juga mampir ke pasar malam yang kebetulan searah dengan jalan pulang ke Apart mereka tadi.
"udah yuk pulang, udah jam 11 malam" ajak Jeslyn yang melihat wajah ngantuk Sinta dan Manda.
"ayo dah, gua juga udah gak sabar pengen ke kasur.. hoammm..." kata Sinta.
"hooh... sama gua juga"
"kalian tunggu disini ya, aku mau ngambil mobil dulu" pinta Jeslyn, kedua nya pun mengangguk.
Tak lama kemudian Jeslyn kembali lagi dengan mengendarai mobil nya. Manda dan Sinta pun masuk ke kursi sebelah kemudi, jangan lupakan mobil yang digunakan Jeslyn dari awal hanya cukup untuk 2 orang saja.
"aduhh Sin geseran dikit..." - Manda
"yehhh lu nya aja yang kegendutan!" - Sinta
"eh anak ayam! Enak aja lu bilang gue gendut!" - Manda
"duh Man gak usah geser-geseran lagi..." - Sinta
"ihh jangan sampai di tengah juga dong duduk nya, susah nih bawanya" jengah Jeslyn karena keduanya tak bisa diam.
----Bersambung----
Maakan kalau masiha da Typo karena Author sudah berusaha keras memperbaikinya:)
**jangan lupa tinggalkan Like dan Komen terbaik kalian:***