NovelToon NovelToon
My Ashford Side

My Ashford Side

Status: sedang berlangsung
Genre:Roman-Angst Mafia / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Satu jalan keluar dari balik jeruji besi, namun berujung pada labirin tanpa pintu keluar.

Ketika Dorris Gate menawarkan kunci kebebasan, La Bonna De Luca tidak pernah menduga bahwa harga yang harus dibayar adalah jiwanya sendiri.

Terlempar ke dalam gemerlap remang Velvet Noir, Bonna dipaksa menari di atas benang tipis antara penyamaran dan kehancuran. Targetnya adalah Ezequiel Nolan Ashford—pria dingin bernapas racun yang tak pernah terpeleset oleh hukum.

Bonna menyadari satu hal: ini bukanlah misi penyelidikan, ini adalah eksekusi yang tertunda.

Ezequiel tidak hanya sulit dibaca; ia memegang kendali atas hidup dan mati siapa pun di wilayah kekuasaannya. Bagi Ezequiel, Bonna hanyalah mainan baru yang sewaktu-waktu bisa dihancurkan.

Untuk bertahan hidup di tangan pria yang memperlakukan manusia tak ubahnya properti, Bonna hanya punya satu senjata tersisa: memainkan sandiwara paling berbahaya. Berpura-pura menyerahkan hatinya pada sang iblis, atau menjadi bidak yang ditumbalkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#30

Kilas-Balik

Sebelum keributan dan keterkejutan meledak di depan kamar 101, suasana di dalam ruangan kerja utama Tuan Nolan beberapa waktu yang lalu terasa begitu sunyi dan menekan.

"Tidak seperti biasanya Anda terlihat begitu segar pagi ini, Tuan Nolan," ujar Brian bicara santai seraya mengangkat sebelah alisnya.

Ia dan kembarannya, Brayen, sudah menunggu Nolan di dalam ruangan mewah tersebut sejak satu jam yang lalu. Dan Nolan baru saja melangkah masuk untuk menemui mereka sekarang—sebuah hal yang sangat tidak biasanya dilakukan oleh tuan mereka yang terkenal teramat disiplin terhadap waktu.

Nolan berjalan tenang, lalu mendudukkan tubuh kekarnya di kursi kebesarannya yang dilapisi kulit hitam. Jemarinya yang panjang merogoh saku, menarik keluar sebatang rokok, lalu menyalakan ujung nikotin itu dengan lighter perak miliknya. Sorot matanya yang dingin menatap bergantian pada wujud Brayen dan Brian yang duduk tegak di seberang meja.

"Kudengar kalian berhasil menjalankan misi di perbatasan dengan sangat mulus lagi kali ini," ucap Nolan datar seraya menghembuskan asap rokoknya ke udara, menanti imbalan apa yang sebenarnya diinginkan oleh dua saudara kembar ini.

Dalam aturan kekuasaan Nolan, setiap kali sebuah misi berhasil diselesaikan dengan sempurna, maka wajib hukumnya ada imbalan atau reward pantas yang diberikan kepada mereka yang berprestasi.

Biasanya, sebagian besar anak buah atau pengawal hanya menginginkan tumpukan uang tunai, dan Nolan hanya perlu memberi isyarat pada Lucifer untuk mengurus transfer dana tersebut. Namun, melihat gestur dan kedatangan si kembar pagi ini, jelas sekali bahwa kedatangan mereka bukan sekadar untuk menyerahkan laporan tertulis, melainkan meminta sebuah imbalan yang jauh di luar bentuk nominal uang.

Brayen, yang biasanya lebih hemat bicara, mendadak maju satu garis dan menjawab cepat, "Aku ingin membebaskan seseorang dari dalam penjara."

Nolan memperhatikan raut wajah pria itu dengan cermat. Seingat Nolan, dari dua saudara kembar ini, Brayen adalah yang tertua dan Brian adalah yang termuda—walaupun jarak selisih waktu kelahiran mereka mungkin bahkan tidak sampai hitungan menit.

Nolan mengetukkan jarinya ke atas meja kayu. "Apa kasusnya berat?"

"Percobaan pembunuhan," jawab Brayen singkat tanpa ragu.

Nolan mengangguk pelan, menyerap informasi itu tanpa minat untuk memperpanjang pertanyaan. "Baiklah. Kau hanya perlu berikan nama lengkap, nomor registrasi lapas, dan lokasi tempatnya ditahan pada Lucifer. Secepatnya aku akan mengurus dokumen dan membebaskan orang yang kau inginkan itu."

Perhatian mata kelam Nolan kini beralih sepenuhnya pada Brian yang duduk tepat di sebelah kiri Brayen. "Dan kau... apa yang kau inginkan?"

Brian terkekeh pelan, menyandarkan punggungnya seraya meregangkan otot lehernya yang kaku. "Tidak ada hal khusus yang aku inginkan, Tuan. Aku hanya ingin bersenang-senang dan menikmati fasilitas Velvet Noir. Kuharap misi berat selanjutnya tidak datang terlalu cepat. Aku benar-benar ingin bersantai Bulan ini."

Nolan menggerakkan dagunya tipis, memberikan isyarat tanpa suara agar kedua saudara kembar itu segera angkat kaki dari ruangannya. "Kalian boleh bersenang-senang sampai misi selanjutnya diberikan," ucap Nolan kemudian.

Kedua saudara kembar itu berdiri bersamaan, membungkukkan badan memberi penghormatan singkat pada Nolan, sebelum akhirnya berbalik dan melangkah pergi meninggalkan ruangan kerja yang megah namun dingin tersebut.

°°°

Setelah tersisa dirinya seorang diri di dalam ruangan yang luas itu, Nolan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Jemarinya terangkat, mendorong helai-helai rambut hitamnya yang menutupi kening ke belakang.

Rahangnya yang tegas mendadak mengeras kuat saat ingatan tentang kejadian tadi pagi berputar kembali di kepalanya.

Pria itu menyadari dengan kepahitan mendalam bahwa ia baru saja melakukan tindakan yang teramat bodoh: ia dengan konyolnya tertidur lelap di ruangan yang sama dengan seorang musuh—seorang wanita yang dikirim langsung oleh Dorris untuk menghancurkannya.

Dan yang paling membuat murka dirinya sendiri: Nolan malah tertidur lelap selama semalaman penuh tanpa ia sadari sedikit pun!

Beruntung wanita itu berada dalam keadaan terborgol besi di kepala ranjang sepanjang malam. Jika saja saat ia tertidur lelap wanita itu tidak dalam keadaan terbelenggu rapat, mungkin saja rasa lelap nyenyak untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun menderita insomnia itu akan berubah menjadi tidur pulas untuk selama-lamanya di bawah tikaman pisau.

Jemarinya kembali menjepit batang nikotin yang membara, membawanya ke bibir dan menghisapnya dalam-dalam seraya mencoba merekonstruksi kejadian semalam.

Kapan tepatnya aku jatuh tertidur? Bagaimana mungkin pertahananku bisa jebol begitu saja di hadapan wanita itu?

Nolan bangkit berdiri dari kursi kebesarannya. Ia melangkah tenang menuju ke arah sebuah lukisan cat minyak berukuran raksasa yang menggantung di dinding ruangan. Tangannya terangkat, menggeser bingkai lukisan tersebut ke samping, mengungkapkan sebuah engsel pintu rahasia yang tersembunyi dengan sangat rapi.

Nolan mendorong pintu rahasia itu lalu melangkah masuk ke dalam sebuah ruangan tersembunyi yang tak diketahui oleh siapa pun.

Di balik pintu tersebut, terbentang sebuah kamar pribadi bernuansa mewah dengan dominasi warna hitam dan abu-abu gelap. Ruangan ini adalah tempat perlindungan paling steril miliknya. Nolan berjalan lurus melintasi area ranjang raksasa dan masuk ke dalam kamar mandi bernuansa marmer hitam di sudut ruangan.

Ia berdiri di depan wastafel besar, menatap bayangan dirinya di dalam cermin. Pikiran dan ingatannya masih terus berputar keras. Kapan ia tertidur semalam?

Tadi pagi, ia tiba-tiba terbangun hanya karena mendengar suara ketukan pintu dari Lucifer di luar kamar 101. Dan saat Lucifer memberitahunya bahwa waktu sudah menunjukkan hampir pukul delapan pagi, rasa tidak percaya sempat menyengat benaknya.

Aku tertidur selama itu?

Dan yang lebih mengerikan lagi... Nolan teringat bagaimana semalam, di tengah kelelahan jiwanya dan sensasi kehangatan tubuh wanita itu, ia tanpa sadar telah membisikkan dan menyebutkan nama aslinya kepada La Bonna. Hanya karena terbuai oleh kilat kedalaman dari sepasang mata indah milik wanita tersebut.

Bertahun-tahun lamanya ia menderita insomnia parah dan kesulitan tidur yang menyiksa. Dan untuk pertama kalinya dalam rentang waktu yang teramat panjang, tubuhnya mendadak tertidur lelap dalam durasi yang cukup lama.

Dorsila—sudah tidak terhitung berapa kali menawarkan dosis obat tidur dosis tinggi untuk membantunya beristirahat, namun Nolan selalu menolaknya dengan keras. Ia tidak akan pernah sudi menundukkan dirinya pada zat kimia atau apa pun di dunia ini, selain pada kehendaknya sendiri dan sang Pencipta.

Bergantung pada obat tidur? Tidak akan pernah terjadi dalam hidupnya.

Sebab baginya, obat tidur adalah racun yang akan membuat pertahanannya menjadi lemah, membuatnya tidak terjaga, dan melumpuhkan insting kewaspadaannya saat musuh-musuh berdarah dingin mengintip di balik kegelapan. Obat tidur hanya akan menempatkan dirinya dalam kondisi berbahaya dan teramat lengah.

Nolan menyalakan kran air, lalu meraih sebuah botol cairan khusus dari balik lemari marmer.

Ia membasuh wajah dan lehernya dengan cairan tersebut. Bukan dengan sabun pembersih biasa, melainkan sebuah formula kimia pelarut khusus.

Begitu basuhan air menyapu kulit wajahnya, janggut-janggut tipis yang menempel di rahangnya tiba-tiba ikut terkelupas dan terhempas larut bersama aliran air di wastafel.

Dalam hitungan detik, area wajahnya yang tadinya dipenuhi janggut tipis yang tampak kasar kini berubah menjadi bersih mulus. Itu bukanlah janggut asli yang dipangkas habis dengan pisau cukur, melainkan janggut prostetik buatan yang selama ini menempel ketat di kulitnya.

Tidak berhenti sampai di situ, Nolan menggosok leher dan kedua tangannya dengan cairan pelarut tersebut. Beberapa ukiran tato hitam yang rumit di leher dan lengan kanannya perlahan-lahan meluntur, menyisakan kulit asli yang bersih tanpa cacat tinta sedikit pun.

Nolan menegakkan tubuhnya, menatap lurus pada pantulan bayangan dirinya di balik cermin marmer yang jernih.

Ia mengutuk kebodohan dan kelengahannya sendiri di dalam batin. Ia hampir saja membocorkan rahasia terbesar yang selama ini disembunyikan dengan teramat rapat dari seluruh dunia—sebuah kenyataan pahit bahwa sosok yang berdiri di hadapan mereka selama ini bukanlah Ezequiel Nolan Ashford, melainkan Dariush Chase Ashford—adik kandung dari mendiang Nolan.

Dariush sengaja mengambil alih dan menggantikan posisi sang kakak di dalam dunia hitam ini. Sedari awal, raut wajah mereka berdua memang teramat mirip seperti saudara kembar, walaupun usia mereka memiliki selisih beberapa bulan.

Namun, hal mendasar yang membedakan mereka secara fisik adalah fakta bahwa Dariush yang asli sebenarnya memiliki kulit yang bersih tanpa tato, sangat berbeda dengan sosok sang kakak yang dipenuhi ukiran tinta di sekujur tubuhnya.

Keluarga besar Ashford di Italia sejak puluhan tahun lalu sengaja merahasiakan keberadaan dua anak laki-laki di dalam silsilah keluarga mereka.

Dunia luar hanya diizinkan untuk mengetahui bahwa Nolan adalah putra tunggal dan pewaris tunggal dinasti bisnis gelap Ashford. Sementara di sisi lain dunia yang berbahaya itu, sang adik yang lahir selisih 9 bulan bernama Dariush disembunyikan rapat-rapat dari jangkauan mata publik dan para musuh bisnis.

Akan tetapi, jika dibandingkan dengan kejamnya sosok Nolan dalam menguasai dunia bawah... Dariush Chase Ashford yang sebenarnya justru memiliki tabiat yang jauh lebih parah, lebih dingin, dan lebih tidak berbelas kasihan.

°°°

Empat tahun yang lalu, sebuah tragedi berdarah mengubah garis hidupnya untuk selamanya.

Kala itu, Dariush melakukan kunjungan rahasia ke villa pribadi milik sang kakak. Namun, langkah kakinya di ambang pintu langsung disambut oleh keheningan yang mencekam.

Dariush mendapati sang kakak telah tewas bersimbah darah di atas ranjangnya sendiri. Dan mata kepalanya menjadi saksi kunci bagaimana kakaknya meregang nyawa di tangan wanita yang sangat dicintainya—Electra.

Dariush Chase Ashford—yang menyaksikan detik-detik Kematian kakaknya itu—langsung gelap mata. Ia tidak memberikan ampun sedikit pun pada wanita bernama Electra tersebut.

Dan hal yang semakin menghancurkan hati serta mental keluarga Ashford adalah ketika hasil otopsi mendalam keluar dari laboratorium medis keluarga Besarnya Di Italia: sang kakak yang legendaris itu berhasil dilumpuhkan dan dijadikan lemah hingga tak berdaya hanya gara-gara mengonsumsi sebuah Pil Tidur yang dicampurkan ke dalam minumannya oleh Electra.

Sejak hari kelam itu, Dariush bersumpah di atas jasad kakaknya bahwa ia akan memburu dan membunuh semua musuh yang terlibat.

Demi melancarkan aksi balas dendam dan menjaga kekaisaran bisnis Ashford agar tidak runtuh, Dariush memalsukan penampilannya—memakai tato buatan, menumbuhkan janggut prostetik, dan berpura-pura menjadi sang kakak yang kejam selama empat tahun penuh.

Dan pagi ini... setelah empat tahun lamanya ia hidup memakai topeng nama sang kakak di dalam neraka ini, untuk pertama kalinya ia membocorkan dan membiarkan nama aslinya—nama yang bahkan tidak pernah diketahui oleh dunia—terlepas dari bibirnya dan terdengar oleh sepasang telinga milik wanita bernama La Bonna De Luca.

...**********...

Dariush Chase Ashford

Selamat Membaca 🌷 Mohon tinggalkan komentar jika suka Alur Cerita ini 🥰

1
Nita Nita
hahaha sama2 bingung jg🤔
Yusry Ajay
ditunggu updatenya kk Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: siap kaa🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
nah lho gak semudah itu dariush di kalahkan🤣
Rosdianah 🌷: Hahahaha Pria iblis memang agak lain🤭🤣
total 1 replies
Nita Nita
brian gimana nasibnya 🤔
Nita Nita
pasti pd merinding sebadan2 😰
Rosdianah 🌷: wkwkwkw🤭
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up trus ya Thor 💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳 siap kaa
total 1 replies
Debu Nakal
semenjak terpikir olehku akan ada adegan slow living tahu2 udah dibuat dari der dor sama othor 😵
Rosdianah 🌷: wkwkw semoga suka ya kaa🤭 boleh saran dan masukannya ya kaa, author terima🫠
total 1 replies
Asriani Rini
Lanjut 🙏🏻🙏🏻❤️
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Kok q jd kasihan sama duarius yaa,,, 🤔🤔🤔🤔
Rosdianah 🌷: Dariush butuh disemangati Kaa Readers 🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Astogeeee,,, duarius ikutan kabur! 😌
Nita Nita
makin panas ini,, lanjut kak😍💪
Rosdianah 🌷: Uhuuuuuiii siap kaa🥳
total 1 replies
Nita Nita
waduh waduh. apa lg lg ini 🤔
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: siap makasih ya kaa
total 1 replies
Yusry Ajay
deg...deg...bgt Thor 🤗
pika shu
next thor
Rosdianah 🌷: siap kaa
total 1 replies
Debu Nakal
next... next... next...
Rosdianah 🌷: siap kaa🫶
total 1 replies
Debu Nakal
ahhhh... jadi suka 🥰
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
brarti korban aslinya dariush dong korban konspirasi lucifer dll😭😭 dan nanti kalo bona punya kesempatan buat bunuh dariush pasti gak bakal bunuh sih 🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu Ditunggu kelanjutannya kak🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
alurnya seruu kak😭tp kasian nolan jg atau dariush😭
Rosdianah 🌷: Semoga suka kaa ya🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
sedih bangett kak jadi Bona 😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!