NovelToon NovelToon
Hutan Belakang Rumah

Hutan Belakang Rumah

Status: tamat
Genre:Horor / Pembunuhan / Matabatin / Penyeberangan Dunia Lain / Tamat
Popularitas:192k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

(Diangkat dari kisah nyata. Namun, alurnya sedikit ditambah-tambahkan dengan fiksi. Dan, latarnya berubah.)

Berawal dari mencari anak sapinya yang hilang, Budi berpindah ke alam lain karena sebuah pernjanjian kakek buyut di masa lalu. Sejak saat itu, kehidupannya berubah.

Kemunculan wanita alam lain membuat kisah cintanya di dunia nyata menjadi terganggu. Akankah Budi bisa menyelesaikan semua masalahnya di dunia nyata sekaligus membatalkan perjanjian dengan wanita alam lain tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Kesedihan

Budi sampai ke rumah diikuti Irfan di belakangnya. Irfan yang terbuai mencium bau wangi bunga tak terasa menabrak tubuh Budi yang berhenti di depan pintu masuk rumah.

"Budi." Mama bergegas menghampiri Budi saat melihat Budi di hadapannya.

"Dari mana aja kamu, Nak? Kenapa pergi gak pamit sama mama dahulu?"

"Maaf, Ma. Budi tidak bermaksud buat mama cemas. Budi ada urusan mendadak, makanya lupa pamitan sama mama."

"Lain kali jangan lupa lagi ya, nak. Mama sangat khawatir saat tahu kamu gak ada di rumah."

"Iya Ma, Budi gak akan lupa lagi. Maafkan Budi yang udah bikin mama cemas."

"Bau apa ini, Nak?" tanya mama baru tercium harumnya bunga yang Budi bawa.

"Ini bau bunga, Ma."

"Bunga? Bunga apa?"

"Bunga merah muda. Budi gak tahu apa nama bunganya, yang Budi tahu, bunga ini berwarna merah muda."

"Mana bunganya?" tanya mama penasaran saat tidak melihat bunga itu.

"Ini." Budi mengangkat tangan kirinya yang seolah-olah sedang memegang setangkai bunga.

Mama semakin bingung saat Budi mengangkat tangannya. Mama dan Irfan saling berpandangan. Budi lupa kalau tidak ada yang bisa melihat bunga itu selain dirinya.

"Ma--maaf, Ma, Fan. Aku lupa. Kalian tidak bisa melihat bunga yang aku bawa ini. Kalian hanya bisa mencium aromanya saja."

"Dari mana kamu dapatkan bunga itu?" tanya mama mulai cemas.

"Kerajaan Yuni."

"Yuni?"

Saat itu, papa muncul dari pintu belakang. Pembicaraan pun terhenti. Sedangkan Budi, ia segera menghampiri papa.

"Budi mau bicara sama papa."

"Bicara apa?"

"Apa papa mencium bau harum di sekitar sini?"

"Ya. Aku menciumnya. Ada apa memangnya?"

"Apa papa tahu itu bau apa?"

"Tidak."

"Apa papa tidak ingin bertanya bau apa ini?"

"Budi, jangan banyak bertele-tele. Bicara saja pada pokok pembicaraan. Tidak perlu berbelit-belit," ucap papa mulai kesal.

"Baiklah, Pa. Bau harum yang papa cium itu berasal dari bunga merah muda yang berada di istana gaib milik Yuni. Aku baru saja pulang dari sana," kata Budi menjelaskan sambil menatap lekat wajah papa.

Perkataan Budi membuat wajah papa berubah seketika. Wajahnya sedikit pucat dengan kaget yang luar biasa terlihat sangat kuat.

"Apa--apa kamu bilang? Kamu dari istana gaib?"

"Ya, aku baru pulang dari istana gaib yang berada di belakang rumah kita."

"Budi!" Mama memanggil Budi dengan keras.

"Ma, Pa, aku minta kalian bicara jujur soal hutan belakang rumah ini. Jangan ada yang kalian tutup-tutup kan lagi dari aku. Katakan saja soal perjanjian apa yang telah kalian sepakati dengan penghuni hutan belakang rumah ini," ucap Budi penuh penegasan namun raut wajahnya terlihat sangat sedih dan kecewa.

Papa dan mama saling pandang. Untuk sesaat, rumah itu terasa sangat sepi akibat tidak ada satu suara pun yang terucap dari empat penghuni rumah.

"Perjanjian apa yang kalian buat, Pa, Ma? Kenapa kalian melibatkan abang dalam perjanjian kalian?" tanya Irfan tak sabar lagi.

"Irfan! Diam!" Papa membentak Irfan dengan keras.

"Pa, sudahlah, jangan marah-marah pada anak-anak kita. Mungkin sudah saatnya mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi. Lagipula, ini bukan salah papa kan?"

"Dan ... dua hari lagi adalah ulang tahun Budi. Kita benar-benar tidak punya waktu untuk tetap merahasiakan semuanya ini dari mereka," kata mama lagi.

"Baiklah." Papa berkata dengan suara lemah hampir tidak terdengar sama sekali.

"Budi, Irfan. Kalian berdua adalah anak laki-laki papa. Tidak sedikitpun terbesit dalam benak papa untuk melukai hati kalian, apa lagi tubuh kalian. Kalian adalah anakku. Anak yang aku besarkan dengan penuh cinta, sepenuh hatiku. Tapi .... "

"Tapi apa, Pa?" tanya Irfan begitu tak sabar untuk mendengarkan kelanjutan dari cerita yang papa gantung.

"Perjanjian itu bukan aku yang buat. Tapi, kakek buyut ku lah yang telah membuat kesalahan sehingga terciptanya perjanjian yang menyakitkan ini."

"Perjanjian apa?" Irfan terus saja bertanya dengan nada marah yang tidak bisa ia sembunyikan, walau, sang papa bercerita dengan raut wajah sedih.

Papa tidak menjawab apa yang Irfan tanyakan. Ia malah memeluk Budi dengan erat sambil menangis tersedu-sedu. Sedangkan mama, ia hanya bisa tertunduk sambil melihat buliran bening yang terus saja berjatuhan setitik demi setitik dari kedua matanya.

"Pa!" Irfan tak sabar lagi. Sebenarnya, ia juga merasakan sebuah kesedihan yang mendalam dari kedua irang tuanya. Ia ingin menangis, namun tertahan oleh amarah yang semakin lama semakin naik.

"Ada apa, Pa?" tanya Budi lembut sambil membalas pelukan papa.

"Maafkan papa, Budi. Maafkan papa."

"Katakan saja, Pa. Budi tidak akan marah sama papa."

1
Shyfa Andira Rahmi
semangat Mama...Mama adalah hero anak2 nya💪💪💪
Shyfa Andira Rahmi
do'a lahh Bud, doa apa kek...doa makan juga boleh sapa tau tuh setan auto minggat tkut kmu makan🤣🤣
Nani Seftiyani
aku pikir Budi dibawa wewegombel, ternyata gadis cantik...lanjut
☯︎B ᴢᴀʀ⋰
bener ya ternyata misal dunia medis tidak bs mengetahui penyakit seseorang pasti tuh orang tua dl lngs manggil dukun. wah beneran apa ya si Budi kerasukan
Rani: ini kalo di perkampungan yang masih kental akan budaya aja. gak terjadi di perkotaan kok.
total 1 replies
ᔑᗴᖇᗩᕼ しᑌ
Alhamdulillah akhir nya si Budi bs siuman juga. woi fan sabar cb kasian tuh Kaka lu bs jg sadar jangan di tanyain dulu yg macam macam lagian kan si Budi juga blom bs ingat apa²
Ⴆι Ⴆσყ 404
busyet dah si pak bujang sakti abis woi.. wah ini ada apa ya sebenarnya kenapa si mahkluk gaib itu bs tau dan kenal sama pak bujang, apa kah ada sesuatu yg di sembunyikan 🤔
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
kasian si budi masih kcil saja sering kerasukn,knp hantu ska bnget merasukinya kn msh kcil,kshn
Tampathy Sadewa
sepertinya, kehidupan budi dan orang2 sekitarnya tidak m3nganut sebuah kepercayaan/agama y
Tampathy Sadewa
sepertinya budi adalah karakter yg longor, bengak, lola, dsb heee....
FDR
seru banget
Rani: makasih banyak yah
total 1 replies
Mugiya
mampir
Rani: makasih
total 1 replies
Anisari Juklia Jukli
hvfddggdudidiejsjdkndnjahshdhddhhdrheiwokqqkbontomgimnnjpknjjkjjjjnnkkjhauajioeewpqp
Yoanita_Situmorang
siapa ya kira2 yg ngomong sama suci
Putri Minwa
👍👍👍
Putri Minwa
biasa kan sebagai seorang anak diomeli orang tua
Putri Minwa
tetap semangat Tho
Putri Minwa
aduh Budi sama Yuni kenapa berantem mulu sih.
Putri Minwa
berarti suci telah berada di alam lain yaitu alam gaib
Putri Minwa
tetap semangat ya
Putri Minwa
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!