Devano Garendra, merasa bosan dengan pernikahannya bersama sang istri hingga membuatnya bermain perempuan di luar sana.
Sebagian Alice, yang baru saja memulai kehidupannya yang baru harus kembali di pertemukan dengan sosok yang cukup lama bersamanya.
Akankah mereka kembali mengulang masa lalu yang pernah di lewati bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 05
Rendra masih duduk di tempatnya, dengan mememberikan tatapan tajam ke arah Bayu saat ini.
"Aku tidak pernah tertarik untuk merebut wanita simpanan mu itu!" ucap Rendra yang seolah-olah mengerti arti tatapan Bayu ke arahnya.
"Terus suruh ngapain tiba-tiba mau nelpon istri gue?" tanya Bayu yang masih menunggu jawaban.
Rendra menatap balik padanya. Ternyata bajingan satu ini sudah menikahi gadis simpanan-nya itu dan kini menjadi istrinya.
"Tanyakan dimana temannya yang bernama Alice itu!"
"Alice?" beo Bayu tak percaya.
"Kau tau betul apa maksud ku, Bayu!" ujar Rendra penuh penekanan membuat Bayu paham.
"Dulu aja di tinggalin, sekarang nyariin. Kanapa? Merindukan kehangatan ranjang panas?" cibirnya pada Rendra yang hanya diam menatap ke arahnya.
"Oke, iya! Ini gue tanyain." kata Bayu mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi istri mudanya itu.
Hanya membutuhkan dua kali deringan saja, Rina sudah menjawabnya.
"Ya, Babe?" jawab Rina ketika panggilan tersambung.
"Dimana sayang?" tanya Bayu basa-basi.
"Lagi di rumah kok. Emangnya kenapa?"
"Temen kamu yang namanya Alice itu kok gak pernah nampak lagi ya? Seinget aku dia temen kamu juga kan? kenapa cuma Nita aja yang sering keliatan?" tanya Bayu yang mencoba menggali informasi saat ini.
"Aku gak tau dimana dia sekarang! Lagian buat apa sih nyariin perempuan gak tau diri kayak gitu! Atau jangan-jangan kamu-"
"Eh, tunggu sayang tunggu. Aku gak ada maksud apa-apa sumpah. Cuma penasaran aja kok. Kalau gitu aku tutup dulu ya, bye...love you..."
Tut!
Bayu memutuskan sambungan teleponnya begitu saja bahkan di saat Rina belum menjawab kata-kata cinta darinya tadi.
Sedangkan Rina yang baru saja mendapatkan telpon dari sang suami sudah menduga hal ini akan terjadi. Maka dia sudah menyiapkan rencana ini dengan matang.
"Maafin gue ya, gue terpaksa ngelakuin hal ini." ucapnya pada dirinya sendiri setelah mengumpat Alice.
Sementara di tempatnya, Rendra hanya bisa menatap datar pada teman bajingannya itu.
"Gue salah apa lagi sih, Ren? Lu suruh nelpon binik gue, udah gue telepon. Dia juga bilang dia gak tau dimana sih Alice. Lagian memang gue juga udah lama gak liat tuh cewek. Terakhir kali gue denger sih katanya dia-bentar..." ucap Bayu menggantung.
Dia mendapatkan panggilan telepon dari istri pertamanya. Rendra yang muak memilih pergi meninggalkan Bayu disana.
Entah kemana tujuannya saat ini. Yang jelas dia harus bisa menemukan Alice. Dia tidak akan membiarkan wanita itu pergi meninggalkannya lagi.
"Aku akan mengejar mu, bahkan hingga ke ujung dunia sekalipun, Alice. Aku pastikan kau akan kembali!" ucap Rendra penuh keyakinan.
Dia akan mencari Alice kemana pun, dan akan membawanya kembali.
Perjalanan yang begitu melelahkan menurutnya. Apalagi jam pulang kantor seperti ini akan terasa membosankan karena macet.
Inilah yang membuatnya malas tinggal di sini. Karena lalu lintasnya yang begitu padat.
Saat dalam perjalanan, mata tajamnya menangkap sosok yang melangkah hendak masuk ke dalam sebuah mobil. Melihat itu membuat Rendra langsung menyuruh supirnya untuk berhenti.
"Berhenti!" titah Rendra cepat.
"Tapi pak, di larang berhenti disini." jawab supirnya.
"Aku bilang berhenti sekarang!!!" sentak Rendra membuat supirnya mau tidak mau harus berhenti disana.
Mobil sudah berhenti. Secepat mungkin dia keluar dari sana untuk menghampiri Alice.
Sayangnya dia kalah cepat, wanita itu sudah masuk ke dalam mobil dan bahkan mobilnya sudah berjalan.
"ALICE!!!" seru Rendra memanggil nama wanita itu.
Alice mendengarnya, dia mendengar seseorang memanggil namanya dan betapa terkejutnya dia melihat siapa yang memanggilnya.
Rendra kembali ke mobilnya di belakang. "Kejar mobil itu! Kejar sekarang!" ucapnya panik.
Dia tidak ingin kehilangan jejak Alice lagi. Saat supir hendak menyusul mobil tersebut, mobil mereka di hentikan dua orang polisi lalu lintas.
"Pak?"
"Argh...." geramnya memukul kaca jendela mobil saat mereka terjebak disini.
"Cepat urus!" titah Rendra pada supirnya.
Dadanya naik turun, menandakan jika dirinya sedang emosi saat ini.
Tatapan Alice terlihat begitu sendu. Sampai kapan dia akan main petak umpet begini? Kenapa hidupnya yang tenang kemarin tiba-tiba saja berubah seperti ini setelah bertemu dengan Rendra lagi.
***