Dara Sabrina adalah gadis yang ceria dan begitu dewasa, penampilannya yang selalu berhijab terlihat begitu anggun dan cantik. Sehingga banyak sekali yang menyukainya sejak dia sekolah menengah atas, Tak terkecuali pria bernama Reiki Tonda (REI) yang baru dikenal Dara sejak 3 bulan. Mereka memutuskan menikah karena secara tiba-tiba Reiki melamar Dara tanpa sepengetahuan Dara. Akan tetapi pernikahan mereka hanya berjalan selama 1 bulan.
Ikuti terus kisahnya, dijamin seruu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjalanan Camping
Pagi itu Kin sudah berangkat bekerja, Kenzo dan Papa Dandi pun demikian. Dara masih berada di kamar Nina berbincang-bincang sambil menjadikan satu tas-tas dan barang lain yang akan mereka bawa. Dara hanya membawa dua tas ransel miliknya dan suaminya, Nina satu ransel cukup baginya, dia hanya membawa sedikit pakaian. Hanya milik Kenzo yang belum di jadikan satu dengan milik mereka.
Siangnya Kenzo sudah pulang dari kuliah, dia berlari menuju ke kamarnya dan menyiapkan semua keperluannya.
Waktu berlalu begitu cepat, Kin sudah berada di rumah dengan memakai baju santai dengan sepatu couple dengan istrinya yang sempat mereka beli waktu itu.
"Huft kenapa kak Kenz lama sekali" Nina sudah berada disamping mobil, bersandar sambil mengipas-ngipasi lehernya dengan tangan.
" Dia sudah terbiasa seperti itu, jadi sabar saja " Mama Renita menepuk pundak Nina.
Sebuah mobil putih mendekati mobil Kin lalu berhenti di halaman rumah keluarga Sanjaya. Terlihat Jerry keluar dengan tiga orang laki-laki dan seorang perempuan yang duduk di depan. Mereka adalah teman-teman Kin dan Kenzo juga. Mereka memberi salam kepada pemilik rumah dan lainnya.
Kenzo keluar dengan menenteng dua tas ransel yang salah satu berada di punggungnya.
" Bukankah bawaan kak Kenz lebih banyak dari yang aku bawa? " seru Nina.
" Ini yang satu isinya tenda dan peralatan lainnya " Kenzo menuju bagasi dan memasukkan tas ransel ke dalamnya.
" Ayo, kita harus cepat berangkat sebelum kemalaman! " seru Kin. Kenzo dan Nina satu mobil dengan Kin.
Mereka menaiki mobil masing-masing, lalu berlalu setelah berpamitan dengan Mama Renita. Saat di jalan, mereka bertemu dengan mobil Rei yang di sampingnya sudah ada Vannya yang memang sempat Kenzo titipkan kepada Rei.
" Aku ingin ikut mobil Rei, kenapa dia bersama Nona Vannya, "gerutu Nina yang sempat di dengar Kenzo.
" Diamlah, lebih baik kau menikmati perjalanan sekarang, disana kau juga akan bertemu dengan Rei nanti ! " Kenzo melirik adik sepupunya itu yang terlihat kesal.
**
Sudah Dua jam perjalanan mereka. Dara begitu menikmati keindahan jalanan dari balik jendela. Terlihat berjajar kebun teh dengan daunnya yang berwarna hijau tua yang begitu sejuk dipandang.Sesekali Dara membuka jendela dan menghirup aroma udara di luar.
" Apa perjalanannya masih jauh Kin? " tanya Dara masih menatap luar jendela.
" Sebentar lagi sampai " Kin masih fokus mengemudi menatap jalanan yang tidak terlalu rata.
Nina tertidur menempel di bahu Kenzo yang membuat Kenzo kesal.
" Huft perjalanan sebentar saja sudah tidur, membuat bahuku lelah saja " gerutu Kenzo yang tidak bisa menggerakkan bahunya karena tertumpu kepala adiknya.
Sepanjang perjalanan Rei dan Vannya hanya diam saja tanpa bicara apapun. Vannya yang masih terlihat sedih karena mengingat perkataan ibunya yang akan menjodohkannya dengan pria yang tidak di kenal. Sementara Rei hanya fokus ke depan menatap jalanan.
Berbeda dengan mobil Jerry yang begitu ramai karena mereka sudah saling mengenal dan memang mereka selalu bersama kalau acara seperti ini.
Tak lama kemudian perjalanan mereka berhenti di sebuah parkiran yang begitu ramai berjajar mobil dan motor terparkir disana. Ketiga mobil itu mencari tempat parkir masing-masing.
Setelah memarkir mobil mereka dengan sempurna, semua yang berada di dalamnya turun dan mengeluarkan barang bawaan mereka. Terlihat Nina yang masih menguap dan berdiri dengan begitu malasnya.
Mereka membawa barang mereka masing-masing dan bersatu dengan kelompok mereka yang lain.
Nina berlari mendekati Rei sambil tersenyum ke arahnya. Rei membalas senyuman Nina sambil melihat wanita itu dibawah bahunya. iya, Nina terlihat begitu kecil di samping Rei yang memiliki tubuh tinggi besar.
Mereka berjalan menuju tempat perkemahan. Kin tak lepas menggenggam tangan Dara sambil melirik Rei yang menatap mereka.
Semoga matanya kelilipan menatap istriku seperti itu.
Kin dan Dara lebih menjauh dari Rei di depan.
" Kita memasang tenda disini saja " seru Kenzo kepada yang lain.
" Aku akan memasang tenda ku disini saja bersama Dara " Kin tersenyum kepada Dara.
" Aku ingin bersama Nina ,Kin? " Dara memegang tangan Nina, tapi Nina menepis nya dengan lembut.
" kalau kakak bersama aku, nanti tendanya sempit kak, aku kan sudah sama Nona Vannya dan temannya Jerry! " Nina mencoba menolak.
" Baiklah " Dara kecewa dan Kin tersenyum puas dengan jawaban Nina.
" Aku satu tenda sama Kenzo dan Rei " seru Jerry.
" Aku akan sendiri, aku sudah bawa tenda " Rei mengeluarkan tendanya dan memasangnya tanpa menunggu jawaban Jerry.
Jerry dan Kenzo memasang tenda mereka, Kin dan Dara juga terlihat sibuk memasang sambil berdebat, karena Dara tidak bisa membantu Kin memasang tenda.
Ketiga teman Jerry juga terlihat sedang sibuk, Rei yang sudah selesai memasang tenda segera membantu para perempuan yang terlihat kesulitan memasang tenda, membuat Nina berbinar matanya menatap Rei yang memasang tenda dengan keringat membasahi rambutnya.
" Seksi sekali " gumam Nina sambil memsang kedua tangannya di pipi. Vannya menyenggol bahu Nina menyadarkan lamunannya.
mkanya knl dulu in br 3 bln dah mau di ajak nikah
Dara jadi prmpuan jngn di manfaatkn aja
semangat buat author ditnggu kelnjutannya