NovelToon NovelToon
Jalan Abadi Sang Pengembara

Jalan Abadi Sang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Wuxia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Shen Yu hanyalah seorang pemburu yatim piatu dari desa terpencil yang setiap hari hidup dalam hinaan. Takdirnya berubah saat ia memperoleh warisan Menara Dewa Kuno, peninggalan terakhir Sekte Dewa Kuno yang telah dimusnahkan.

Di balik kekuatan itu tersembunyi rahasia kematian kedua orang tuanya dan konspirasi Dua Belas Sekte Besar yang menguasai dunia kultivasi.

Dengan tekad membalas dendam, membangkitkan kembali Sekte Dewa Kuno, dan mencapai puncak kultivasi, Shen Yu memulai perjalanan untuk menjadi True God.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis di Tengah Kepungan

​Auuuuuu!!!

​Raungan serak memecah keheningan hutan. Tiga ekor Serigala Roh Bermata Merah bergerak taktis, mempersempit lingkaran kepungan di sekitar karavan kereta dagang mewah. Air liur kental menetes dari sela-sela taring mereka yang tajam, sementara sepasang mata merah menyala itu menatap mangsa mereka tanpa berkedip sedikit pun.

​Di garda depan, seorang gadis muda berjubah hijau sutra sedang mencengkeram erat gagang pedang dengan kedua tangannya.

​Kedua tangannya gemetar hebat karena ketakutan. Namun, ia tidak memundurkan langkah kakinya satu milimeter pun.

​"Jangan berani-berani mendekati kereta ini, binatang keparat!" teriak gadis itu dengan suara bergetar.

​Di belakangnya, dua orang pengawal berbadan kekar yang telah bersimbah darah mencoba memaksakan diri untuk kembali berdiri menggunakan sisa tenaga mereka.

​"Nona... lari saja... tinggalkan kami..."

"Kami... kami akan menahan mereka di sini dengan nyawa kami!"

​Gadis itu menggelengkan kepalanya dengan tegas, matanya berkaca-kaca. "Tidak! Aku tidak akan pernah sudi meninggalkan kalian dan melarikan diri sendirian!"

​Swoosh!

​Tanpa memberikan waktu untuk berdrama, salah satu Serigala Roh Bermata Merah mendadak melompat maju, menerjang dengan kecepatan kilat.

​Gadis berjubah hijau itu memekik, refleks mengayunkan pedangnya ke depan.

​Clang!!!

​Benturan keras terjadi. Pedang di tangan gadis itu seketika terpental jauh ke udara, membuat telapak tangannya mati rasa. Perbedaan level kekuatan fisik mereka terlalu jauh untuk diukur.

​Hewan buas itu tidak menyia-nyiakan celah. Ia kembali melompat di udara, membuka rahangnya lebar-lebar untuk mengincar urat nadi leher sang gadis.

​Gadis itu seketika memejamkan kedua kelopak matanya erat-erat, pasrah pada takdir. "Apa... apa hidupku akan berakhir mengenaskan di tempat ini...?"

​Tepat pada fraksi detik ketika taring tajam serigala itu tinggal sejarak satu sejengkal dari wajah pucatnya...

​Sreeet!!!

​Sebuah kilatan cahaya keemasan samar membelah udara hutan dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

​Plop!

​Kepala Serigala Roh Bermata Merah itu seketika terlepas, meluncur terbang di udara sebelum akhirnya menghantam tanah. Darah segar menyembur deras ke segala arah bagai air mancur, membasahi rumput kering. Tubuh raksasa tanpa kepala itu roboh tak bernyawa tepat satu inci di depan kaki sang gadis.

​Atmosfer hutan mendadak sunyi senyap. Dua ekor serigala roh yang tersisa seketika menghentikan niat menerjang mereka, mundur beberapa langkah seraya menggeram waspada dengan bulu kuduk berdiri.

​Dari balik rimbunnya semak pepohonan, sesosok pemuda berkaus jubah abu-abu sederhana melangkah keluar dengan sangat santai. Di pinggang kanannya, tergantung sebilah pedang besi tua yang tampak kusam, sedangkan di pergelangan tangan kirinya terikat sebuah gelang besi hitam polos.

​Wajah pemuda itu tampak sangat standar dan biasa—efek dari Topeng Seribu Wajah—namun sepasang manik matanya memancarkan ketenangan sedingin es kutub.

​"Maaf, ya," ucap pemuda itu seraya menggaruk pipinya yang tidak gatal. "Aku sedikit terlambat melakukan aksi penyelamatan karena terhambat beratnya langkah kakiku."

​Gadis berjubah hijau itu perlahan membuka matanya, menatap syok ke arah pemuda di depannya. "Siapa... siapa Anda sebenarnya?"

​Pemuda itu menyunggingkan senyum ramah yang sarat akan karisma santai. "Namaku... Yu Chen."

​Grrr... Auuuu!

​Merasa terintimidasi, kedua Serigala Roh Bermata Merah yang tersisa mendadak melolong bersamaan. Mereka melompat maju, meluncurkan serangan sinkronisasi dari dua arah berlawanan untuk mencabik tubuh Yu Chen.

​Yu Chen tetap berdiri tegak di posisinya, bahkan tangan kanannya sama sekali tidak bergerak untuk mencabut pedang tua di pinggangnya.

​Tepat pada detik ketika kakar tajam serigala hampir menyentuh kulitnya... Wush! Tubuh Yu Chen mendadak memudar bagai asap, menghilang dari pandangan mata telanjang secara instan lewat teknik Langkah Bayangan Ilusi!

​Bukkk! Bukkk!

​Dua suara hantaman benda tumpul yang teramat solid terdengar hampir bersamaan di udara.

​Dua ekor serigala roh raksasa itu seketika membelalakkan mata mereka, tubuh mereka terpental belasan meter ke samping sebelum akhirnya menghantam keras dua pohon besar hingga tumbang menjadi puing.

​Belum sempat kedua binatang buas itu menggerakkan tubuh mereka untuk bangkit...

​Swish!

​Sebuah desingan logam terdengar samar. Pedang tua di tangan Yu Chen tahu-tahu sudah kembali masuk ke dalam sarungnya dengan posisi sempurna.

​Slit! Slit!

​Satu detik kemudian, garis merah tipis muncul di leher kedua serigala tersebut. Dua kepala serigala itu menggelinding jatuh ke tanah, disusul semburan darah yang pekat.

​Keheningan total kembali menyelimuti area Hutan Kabut Hijau.

​Para pengawal karavan yang menyaksikan pertunjukan pembantaian instan tersebut hanya bisa menelan ludah mereka dengan berat. Jantung mereka berdegup kencang karena horor. Mereka semua adalah praktisi beladiri, namun tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki kapasitas untuk melihat kapan dan bagaimana pemuda jubah abu-abu itu menghunus serta menyarungkan pedangnya kembali! Kecepatannya melampaui batas nalar!

​Gadis berjubah hijau itu segera menstabilkan emosinya, lalu membungkukkan badannya dengan sangat hormat. "Terima kasih banyak atas kemurahan hati Senior karena telah turun tangan menyelamatkan nyawa kami semua."

​"Namaku adalah Liu Xue, seorang murid luar dari Sekte Pedang Langit," lanjut gadis itu memperkenalkan diri.

​Yu Chen tersenyum ramah, menyembunyikan kelihaian otaknya. "Sama-sama, Nona Liu. Itu hanya kebetulan lewat."

​Namun, di dalam lubuk hatinya yang terdalam, alarm kewaspadaan Yu Chen seketika berbunyi aktif. "Murid luar dari Sekte Pedang Langit? Sial, salah satu dari sekte besar wilayah timur. Aku harus memastikan setiap gerak-gerik dan ucapanku berada di bawah kontrol ketat agar identitas pelarianku tidak terendus oleh petinggi sektenya nanti."

​Saat atmosfer mulai mencair, salah seorang pengawal senior melangkah mendekati bangkai serigala dengan wajah yang mendadak berubah menjadi sangat pucat pasi.

​"Ini... ini benar-benar tidak masuk akal..." gumam pengawal itu dengan suara bergetar.

​"Ada apa, Paman?" tanya Liu Xue cemas.

​"Serigala Roh Bermata Merah adalah tipe binatang buas teritorial yang seharusnya hanya hidup di area terdalam Hutan Kabut Hijau. Mereka hampir tidak pernah memiliki riwayat keluar ke perimeter luar seperti ini. Jika mereka sampai bermigrasi ke sini... artinya di bagian dalam hutan saat ini... sedang terjadi sebuah anomali besar yang teramat mengerikan!"

​Mendengar analisis logis tersebut, senyuman santai di wajah samaran Yu Chen perlahan-lahan menghilang tanpa bekas.

​Insting pemburu keliaran yang telah menemaninya sejak kecil di Desa Qinghe seketika membisikkan satu kenyataan pahit: Bahwa drama serigala ini bukanlah akhir, melainkan hanyalah sebuah hidangan pembuka dari bahaya sesungguhnya yang siap menelan mereka.

​Angin dingin berhembus pelan, menggoyang rimbunnya dedaunan hutan seraya menyebarkan aroma anyir darah tiga ekor serigala ke udara bebas.

​Yu Chen berjalan mendekat, lalu berjongkok di samping salah satu bangkai serigala terbesar. Dengan gerakan yang teramat cekatan dan terlatih, ia mengeluarkan sebilah belati berburu kecil miliknya, lalu membelah bagian tengah kepala serigala tersebut tanpa ragu.

​Srak...

​Beberapa detik kemudian, jari Yu Chen bergerak mengambil sebuah batu kristal berwarna merah delima seukuran ibu jari dari balik pecahan tulang. Benda itu memancarkan pendaran energi makro yang hangat.

​"Inti Binatang Roh ranah rendah," gumam Yu Chen dengan senyum tipis.

​Menggunakan kecepatan tangannya yang lihai, Yu Chen menjentikkan jarinya, membuat kristal merah tersebut lenyap seketika—terserap masuk ke dalam dimensi Cincin Penyegel Langit di jarinya tanpa memicu kecurigaan dari siapa pun.

​Liu Xue yang memperhatikan keahlian tersebut dari belakang tampak sangat kagum. "Kakak Yu Chen... kau tampaknya memiliki keahlian yang teramat matang dalam mengeksekusi anatomi binatang roh. Apa kau seorang master pemburu?"

​Yu Chen bangkit berdiri, menyarungkan belatinya dengan senyum santai. "Ah, tidak perlu memanggilku Senior atau sejenisnya. Aku bukan seorang master, aku hanyalah seorang pemuda yatim piatu yang terbiasa hidup berburu di hutan terpencil untuk mencari makan."

​Ia sengaja memotong penjelasannya sampai di sana. Sebagai seorang buronan dunia atas, ia tahu persis hukum emas bertahan hidup: Semakin sedikit informasi pribadi yang bocor ke telinga orang asing, maka semakin panjang pula umur yang bisa kaumiliki.

​Seorang pengawal tua berbadan tegap dengan banyak bekas luka di wajahnya melangkah maju, membungkuk takzim. "Nama saya adalah Zhang Hu, kepala pengawal karavan ini. Sekali lagi, terima kasih telah mengamankan nyawa Nona Muda Liu kami, Kakak Yu Chen."

​"Karavan kami saat ini sedang dalam perjalanan pulang menuju Kota Awan Hijau. Mengingat arah tujuan kita tampaknya selaras, bagaimana jika Kakak Yu Chen sudi untuk bepergian bersama di dalam karavan kami? Kami akan dengan senang hati menanggung seluruh logistik perjalanannya," tawar Zhang Hu penuh harap.

​Yu Chen berpura-pura memasang gurat wajah berpikir keras untuk mendramatisasi keadaan. Padahal, di dalam benaknya, ia tahu persis bahwa Kota Awan Hijau adalah koordinat tujuan utama yang diperintahkan oleh Roh Menara untuk tempat penyamarannya. Tentu saja tawaran tumpangan gratis ini bagaikan durian runtuh.

​"Baiklah kalau begitu. Aku akan ikut bersama rombongan kalian, namun batas perjalananku hanya sampai di gerbang Kota Awan Hijau," sahut Yu Chen menyetujui.

​Zhang Hu dan Liu Xue seketika menganggukkan kepala mereka dengan rona gembira. Rombongan karavan dagang itu pun dengan cepat merapikan sisa barang, lalu kembali melanjutkan perjalanan menyusuri jalur setapak hutan.

​Namun... baru sekitar satu jam karavan itu bergerak menembus kabut lebat...

​Tap!

​Yu Chen mendadak menghentikan langkah kakinya secara instan. Ia mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi ke udara secara vertikal. "Semuanya... berhenti bergerak sekarang juga!"

​Mendengar perintah yang teramat mendadak dan penuh otoritas tersebut, seluruh anggota rombongan karavan seketika membeku di tempat mereka berdiri. Suasana kembali hening.

​Liu Xue melangkah mendekati Yu Chen dengan dahi berkerut bingung. "Ada apa, Kakak Yu Chen? Apa kau mendeteksi adanya kepungan binatang roh lagi?"

​Yu Chen tidak langsung memberikan jawaban. Ia menjatuhkan lututnya ke tanah, berjongkok, lalu menempelkan telapak tangan kanannya di atas permukaan tanah berlumpur di balik semak-semak.

​"Tekstur tanah di area ini masih menyisakan sisa kehangatan energi makro yang baru dilepaskan..." gumam Yu Chen tajam.

​Mata jeli pemburunya bergerak aktif, menatap ke arah beberapa bekas pijakan kaki berukuran raksasa yang tercetak sangat dalam di antara semak belukar yang rusak. Bekas pijakan itu begitu amblas, mengindikasikan bahwa entitas yang melewatinya memiliki bobot tubuh fisik yang teramat ekstrem atau sedang memikul beban seberat ribuan jin.

​"Apa itu jejak kaki dari sejenis monster Beruang Roh raksasa, Paman?" bisik Zhang Hu seraya mencengkeram gagang goloknya, keringat dingin mulai mengucur.

​Yu Chen menggelengkan kepalanya perlahan, tatapannya menajam. "Bukan. Ini mutlak 100 persen adalah struktur jejak kaki milik manusia fana. Namun... orang yang meninggalkan jejak ini... dipastikan sedang memikul sebuah objek pusaka atau senjata yang bobot beratnya mencapai ribuan jin di pundaknya!"

​Belum sempat Zhang Hu atau Liu Xue mencerna analisis gila tersebut...

​BOOOOMMMM!!!!!

​Sebuah ledakan energi tingkat tinggi yang teramat dahsyat mendadak berdentum keras dari balik bukit batu di depan mereka. Hantaman energinya begitu masif, menciptakan gelombang kejut kasat mata yang menyapu dan menumbangkan puluhan pohon besar di sekitarnya hingga rata dengan tanah.

​Langit kelabu di kejauhan atas bukit tersebut seketika berubah warna menjadi merah darah yang berpendar liar.

​"Tekanan energi apa itu?!" seru Liu Xue panik, menahan keseimbangan tubuhnya.

​Wush!

​Menggunakan Langkah Bayangan Ilusi, tubuh Yu Chen melesat cepat, melompat ke atas sebuah bongkahan batu besar di tepi tebing untuk mendapatkan jarak pandang yang lebih luas.

​Melalui celah lembah di balik bukit, Yu Chen bisa melihat sebuah pilar cahaya merah menyala sedang memancar kuat dari dasar lembah terisolasi. Dan tepat di titik pusat pilar cahaya merah tersebut, tumbuh sebatang tanaman spiritual setinggi pinggang manusia fana. Tanaman itu memiliki satu buah tunggal berbentuk bulat yang warnanya merah pekat menyerupai tetesan darah segar.

​Aroma wewangian obat kuno yang teramat pekat dan manis bahkan sanggup tercium dengan sangat jelas hingga ke titik posisi Yu Chen berdiri saat ini.

​Zhang Hu yang ikut melongokkan kepalanya dari bawah seketika membelalakkan sepasang matanya dengan sempurna, rahangnya hampir jatuh. "Itu... demi Dewa! Itu adalah [Buah Roh Berdarah]!"

​"Sebuah tanaman pusaka tingkat tinggi yang menurut catatan kuno sekte... hanya memiliki probabilitas untuk tumbuh dan matang satu kali dalam kurun waktu seratus tahun! Nilai jualnya di pasar gelap dunia luar benar-benar tidak ternilai!"

​Mendengar konfirmasi harta karun legendaris tersebut, sepasang mata dari seluruh pengawal karavan di belakang Zhang Hu seketika berubah menjadi berbinar terang, dipenuhi oleh kobaran rasa keserakahan yang teramat pekat.

​Namun, berbeda total dengan reaksi mayoritas orang, Yu Chen justru menyipitkan kedua matanya tajam, gurat kecurigaan melintas di wajah samaran tampannya. "Aneh... Ini benar-benar teramat sangat aneh."

​Liu Xue menolehkan wajahnya bingung. "Apa yang aneh, Kakak Yu Chen? Bukankah wajar jika tanaman obat langka memancarkan fenomena alam saat matang?"

​Yu Chen menatap dingin ke arah perimeter sekeliling dasar lembah yang sunyi. "Hukum alam liar selalu adil, Nona Liu. Untuk seukuran harta karun tingkat tinggi yang sanggup memicu evolusi dantian sekira seratus tahun sekali seperti buah itu... atmosfer di sekitar lembah saat ini benar-benar terlalu sepi dan steril. Tidak ada satu pun binatang roh pelindung yang berjaga di sana. Ini... mutlak adalah sebuah skenario umpan."

​"Hahaha! Sungguh sebuah analisis insting pemburu yang teramat jeli dan mengagumkan, Bocah Sialan!"

​Tiba-tiba, sebuah gelombang suara tawa licik yang sarat akan niat membunuh mendadak meletus kuat dari arah atas tebing batu di sekeliling mereka.

​Wush! Wush! Wush!

​Detik berikutnya, dari balik rimbunnya kabut dan pepohonan tebing, bermunculan puluhan siluet pria berkaus jubah hitam pekat secara serentak. Mereka bergerak taktis dengan senjata terhunus, membentuk formasi lingkaran sempurna yang telah menutup seluruh jalur pelarian rombongan karavan di dalam lembah tersebut.

​Sesosok pria paruh baya yang tampaknya merupakan pemimpin dari kelompok jubah hitam itu melangkah ke bibir tebing, memainkan bilah pedang panjangnya seraya menyunggingkan senyuman iblis yang teramat kelam.

​"Kau memang memiliki otak yang cukup encer untuk ukuran seekor tikus fana, Yu Chen..." cibir sang Pemimpin Bandit seraya mengunci tatapannya.

​"Namun sayang sekali... di dalam hukum dunia kultivasi yang kejam ini... orang-orang pintar yang terlalu banyak tahu... biasanya selalu memiliki takdir untuk mati terlebih dahulu di ujung pedangku! Serang mereka semua dan jangan sisakan satu saksi hidup pun!!!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!