NovelToon NovelToon
Sebenarnya Cinta Alya

Sebenarnya Cinta Alya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:455.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: shalsyalala

Follow Ige author : Shalsyala


Zahrani Alya Putri.
Bukan siapa siapa yang bersalah dalam kisah ini
Daun yang jatuh pun tak pernah menyalahkan laju angin
Seperti aku,
Seperti kisahku,
Bukan aku, kamu ataupun dia
Tak ada siapapun yang harus tersudut dengan kata "Salah"
Hanya takdir yang membawa kita sampai pada titik ini.



Reno Akbar Pratama. "Selamanya tak akan ada wanita lain selain Alya dihatiku."



Romansa penuh cinta antara dua anak manusia yang harus diuji oleh berbedaan kasta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shalsyalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gawat Darurat

Setelah dirawat selama hampir seminggu, Alya diperbolehkan untuk pulang. Kondisinya sudah benar benar baik, memar dikakinya juga sudah benar benar sembuh dan ia bisa berjalan dengan normal kembali.

Hari ini adalah hari pertama Alya akan bekerja kembali setelah kecelakaan beberapa waktu lalu. Pak Adi yang menjadi lebih khawatir dengan putrinya setelah mengalami kecelakaan tersebut, sempat melarang Alya untuk bekerja kembali, namun dengan susah payah Alya membujuk Ayahnya dan akhirnya dengan berat Ayahnya mengizinkan juga.

Alya sudah bersiap siap dan berpamitan pada kedua orang tuanya. Terlihat pula Rafa sudah siap mengantar berada diatas jok motornya.

Suara klakson mobil mengalihkan semua pandangan ke arah mobil yang memasuki pelataran rumah Alya.

Akbar turun dari dalam mobil dengan pakaian rapi khas orang kantoran. Memberi salam pada kedua orang tua Alya.

Alya tertegun melihat Akbar, memperhatikan mulai dari ujung rambut sampek ujung kakinya.

"Sejak kapan mas Akbar jadi seganteng ini?"

Bibirnya mengurai sedikit senyum yang tertahan, mungkin karena bisa melepas beban di hatinya jadi ia mulai fokus pada Akbar, mulai memperhatikan kekasihnya yang ternyata memiliki sejuta pesona.

Lamunannya terusik oleh ocehan Rafa yang sudah memasang wajah sumringah ketika melihat mobil Akbar datang.

"Alhamdulillah mas Akbar dateng, aku bebas tugas, bisa gojekin yang lain nih". Rafa cengengesan diatas jok motornya merasa bebas tugas untuk mengantar Kakaknya dan kali ini bisa membonceng gebetannya. Tiara.

"Kamu sekolah yang bener dulu, jangan pacaran terus, anak orang jangan diapa apain" celetuk Alya menasehati.

"Diih kata kata mu Mbak, kayak aku udah ngapain aja, orang boncengan doank kok". Rafa mulai kesal dengan celetukan Alya.

"Ya siapa yang tau!".

"Mbak Alya sama mas Akbar juga siapa yang tau" celetuknya dengan cengengesan yang kemudian mendapat pelototan mata dari kedua orang tuanya.

Akbar hanya tersenyum melihat kaka beradik itu sedang saling menggoda dan saling menyindir.

"Sudah sudah ayo kita semua berangkat nanti kesiangan". Pak Adi menegur kedua anaknya dan bergegas juga untuk berangkat.

Setelah berpamitan, mobil yang ditumpangi Akbar dan Alya bergerak menjauh dari halaman rumah, begitupun Rafa dan Pak Adi yang sama sama membawa motor berlalu menuju sekolahnya masing masing.

❤❤❤

Didalam perjalan Alya sesekali melihat ke arah Akbar yang masih fokus dengan kemudinya. Alya meremas ujung seragamnya. Menggigit bibirnya, hendak mengatakan sesuatu tapi tertahan karena terbesit rasa khawatir di hatinya, takut takut lelaki ini salah paham dengan ucapannya.

Akbar menyadari jika Alya tengah memandangnya. Kemudian menoleh ke arah Alya.

"Kenapa?"

"Ehmm... kamu jangan marah dulu ya mas?"

Akbar tersenyum mengangguk dengan pandangan kembali tertuju pada jalan di depannya.

"Ehmm.. aku minta kalau, kalau pas dipabrik, hubungan kita sebatas atasan dengan bawahan aja ya mas enggak lebih dari itu". Akhirnya Alya berhasil mengeluarkan kalimatnya yang mengganjal di hatinya.

"Kenapa sekarang ada aturan begitu, sebelum sebelumnya kamu enggak keberatan kita berhubungan di pabrik". Akbar menanggapi dengan tenang ucapan Alya. Tidak terdengar adanya kemarahan dalam kalimatnya.

Alya sedikit memutar posisinya menghadap Akbar. Ia pun akhirnya dengan berani mengutarakan isi hatinya.

"Iya dulu, dulu sebelum aku tau kalau kamu itu adalah anaknya pak Direktur, dulu aku juga gak begitu fokus sama hubungan kita sampek kadang gak peduli sama kamu mas". Alya berusaha menjelaskan.

Melihat raut wajah Akbar yang berubah menjadi datar, kembali Alya menjelaskan maksud perkataannya.

"Aku enggak mau karyawan lain mikirnya aku godain kamu, secara kamu siapa aku siapa?". Ucap Alya dengan menundukkan pandangannya.

Sebelum sempat mengomentari ucapan Alya, mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di area parkir pabrik. Akbar mematikan mesin mobil dan memutar arah duduknya sedikit menghadap Alya.

"Terus maunya kamu gimana??" tanyanya dengan memasang senyum termanisnya. Akbar tengah gemas melihat tingkah Alya yang malu malu.

"Ya kita profesional aja, kamu atasanku, dan aku karyawan kamu"

Akbar terkekeh mendengar ucapan Alya. Ia tidak menyangka jika kekasihnya sepolos ini dan menurutnya terlihat begitu menggemaskan.

Dulu semua gadis yang ada di masa lalunya selalu bangga memamerkan diri mereka sebagai pacar Akbar yang seorang anak orang berada. Alya sungguh berbeda, ketika ia tahu siapa Akbar, gadis itu memilih untuk tidak berbangga diri sebagai kekasihnya dan malah menyembunyikan statusnya.

"Terserah kamu saja, tapi pengecualian saat keadaan gawat darurat". Kalimat Akbar penuh teka teki bagi Alya yang sekarang sedang menatap wajah Akbar lekat lekat bertanya dalam diam apa maksud dari kata gawat darurat?

Akbar tersenyum melihat airmuka gadis dihadapannya ini benar benar begitu menggemaskan. Paham betul dengan apa yang tersirat di benak Alya.

"Aku kasih contoh keadaan gawat darurat tuh kayak gimana?". Dan tiba tiba Akbar mendaratkan kecupan singkat dibibir Alya.

"Cup"

Alya mengerjab kaget, lagi lagi kecupan tanpa permisi mendarat dibibirnya.

"Maasss kamu bener bener yaa". Alya sudah memasang wajah jengkel dengan pipi masih bersemu merah, berbeda dengan Akbar yang tengah tersenyum puas lagi lagi berhasil menggoda Alya.

Setelahnya Alya tetap mengajukan beberapa syarat untuk hubungannya jika berada ditempat kerja. Dan Akbar yang menopang dagu dengan satu tangannya hanya mengangguk setuju, fokusnya hanya mengarah ke Alya, Alya begitu bersemangat mengutarakan isi hatinya tanpa ada sikap menahan diri seperti kemarin kemarin. Dan sikap Alya seperti itu benar benar memberikan kelegaan di hatinya.

Lama setelahnya Alya keluar dari dalam mobil mengendap endap seperti pencuri. Menoleh ke kanan dan kekiri takut takut ada karyawan lain melihat ia turun dari mobil Akbar. Dari dalam mobil Akbar tertawa geli melihat tingkah kekasihnya itu.

-Peraturan pertama,

Boleh berangkat bareng tapi aku harus turun di halte ujung jalan menuju pabrik

Boleh pulang bareng tapi jemputnya harus di halte juga

3.Benar benar harus profesional dalam pekerjaan apapun yang terjadi di hubungan kita

Dan yang paling utama dan penting berada pada point ke empat.

4.Sebisa mungkin jangan sampai terjadi keadaan GAWAT DARURAT.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

1
Ima Yusnia
bagus ceritanya ka
Shalsyalala: makasih kakak
total 1 replies
Regita Regita
Authornya kerennnn,bisa memainkan emosi pembaca.tetap semangat Kak...meluncur bunga...
Shalsyalala: Makasih kak udah mau bacaa. salam kenal yaaa
total 1 replies
fadhila
nyesek thor😭😭😭
fadhila
deg degan bacanya🥺
Rusiani Ijaq
masa adek kandang nya bisa d kalah kan dg anak dr wanita licik sih, emang ada y secara adek kandung nya tak pernah menyakiti kakaknya bisa .......dan serumit apapun permasalahan dan kebenaran tetap hrs d ungkapkan dan hal yg menyangkutt nasab tak boleh d tutupi atau d sembunyikan Krn itu dosa besar
Shalsyalala: saking sayangnya kakak
total 1 replies
Rusiani Ijaq
tama sungguh super duper BODOH bertahun-tahun di bohongi ngak peka hanya nafsu dan ambisi yg dia tau. kenapa ngak d bikin tama sakit dan menyesali penghianat nya SM Bu tari thor
Rusiani Ijaq
tunggu AQ siapkan baju dl, mana tau d undang 😀😀😀
Rusiani Ijaq
kalau Monik ngak hancur berarti cerita ngak enak dan semoga tama tua sendirian sakit" dan tak ada yg merawatnya. biar tau rasanya apakah harta yg dia agung"kan bisa menolong nya ketika renta kelak jg Monik jd gembel
Rusiani Ijaq
heran jg katanya Tama ngak cinta sm Monic to Mala bertahun-tahun tinggal seatap Mala jarang tinggal SM Bu tari kan impossible ding. rela berpisah dengan Bu tari dan hanya datang kalau ada perlu
Baby_Miracles
sedih😬
Shalsyalala: cup cup cup kak, lanjut yaa
total 1 replies
Rusiani Ijaq
biar bagaimanapun Akbar jg TDK tegas JD laki" meski livi mengganggu hrsnya dia prioritas dg Alya Krn HR ini HR yg sangat istimewa. toh livi jg bukan siapa" Mala manjanya melebihi Nana
Rusiani Ijaq
masa lalu buang pd tempat nya Krn kita sekarang hidup untuk masa depan, apapun itu dia emang TDK layak tuk d pilih
Rusiani Ijaq
wah romantis x mas Akbar
Rusiani Ijaq
mungkin AQ ngak rajin komen tp dr awal sdh q ksh 👍
Shalsyalala: Makasih ya, Kak. Jangan lupa lanjut ke cerita Angga dan Livia ya kak
total 1 replies
Rusiani Ijaq
nggak tau mau komen apa yg pasti good 👍💪
Shalsyalala: Makasih kakak, jangan lupa tekan. jempolnya ya
total 1 replies
Rusiani Ijaq
belum tau aja kalau itu kembang api tuk Alya
Rusiani Ijaq
wah Akbar langsung nyosor aja nih
Rusiani Ijaq
mampir moga ceritanya bagus
Shalsyalala: Makasih kakak, jangan lupa tekan like nya yaa
total 1 replies
Safitri E Sitompul
ceritanya bagus kata2nya ga bertele2...semangat berkarya ya thor
Safitri E Sitompul
kerennnn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!