Sebuah Pertemuan begitu singkat dengan seorang Putri kecil dan Seorang Pria
Membuat kehidupannya berubah drastis...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanuwawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tatapan Dingin
Di perjalanan Alia yang berada didepan melihat ada razia lalu Alia memberhentikan motornya untuk menunggu Rita dan Dina. Terlihat beberapa kendaraan beroda empat dan roda dua di berhentikan.
" Ada razia ya mbak, gimana dong mbak ? " Ucap Rita panik
" Gimana apanya, yah biasa saja orang semua mbak bawa lengkap Kok surat - suratnya. Kamu lengkap kan Al ? " Ucap Dina bertanya
" Iya teh, aku juga bawa lengkap kok surat-surat nya. Kenapa harus panik gitu sih ? " ucap Alia bertanya bada Rita.
" Ia mbak soalnya aku belum siap - siap. " ucap Rita dengan muka di panik panikin
" Siap -siap apa jangan bercanda yah ? " ucap Dina.
" Iya coba mbak tanya sama aku, gimana kalau seorang bapak polisi mau memberhentikan atau mau razia, gimana bapak polis itu bicaranya ? " ucap Rita.
" Udahlah rit jangan bercanda, kamu nggak lihat tuh mereka kayak nya bukan karena razia biasanya pasti karena ada target yang mereka incar " Ucap Alia karena melihat para polisi yang mencari plat nomer mobil terdengar olehnya.
" Coba mbak coba dulu sama aku gimana ngomongnya mumpung belum nih kita diperiksa " ucap Rita memelas dan juga memang didepan mereka masih banyak kendaraan dan juga posisi motor Alia dan Rita ada disisi jadi nggak bakal kedengaran orang banyak kalau Rita mau bercanda yang nggak-nggak.
" Oke deh, Selamat malam, mbak tahu apa kesalahannya ? " ucap Alia menirukan bapak polisi jiga ada pengendara yang tidak lengkap memakai helm atau yang lainnya.
" Iya saya tahu, Terlalu berharap hal yang tidak walaupun perasaan dan hati ini dilukai berkali-kali.
" Rita " ucap Alia dan Dina sambil tepok jidat
" Kebiasaan kamu tuh yah, nggak tahu tempat ngomong tuh Sama bapak polisi. ucap Dina sambil wajahnya bergerak ke arah polisi.
Jalanan menjadi kosong tinggal Alia dan Dina yang di razia tadi masih padat, mungkin setelah ini juga pada ada yang lewat lagi. Terlihat Dina diberhentikan dan juga Alia secara terpisah.
" Bisa minggir kan motornya sebentar Bu ! " Ucap Pak Polisi yang bernama Saiful
" Bisa Pak " Ucap Dina meminggirkan motornya Lalu Rita dan Dina turun untuk diperiksa dan dicek kelengkapannya.
Dilihatnya Alia Yang di berhentikan, Alia terkejut melihat Rendi yang ada disini pikir Alia, Rendi sedang berpatroli di daerah lain.
" Huh " Alia menghela nafas.
" Tolong minggir kan dulu Motornya ! " ucap Rendi sambil tangannya mengarah ke kiri, Alia langsung meminggirkan motornya.
" Bisa saya periksa dulu ? " Ucap Rendi menatap Alia, Alia turun dari motor lalu membuka helmnya.
" Iya pak silahkan " ucap Alia walau pun Alia mengenal dan Rendi juga mengenalnya jika sedang bertugas maka tidak boleh seenak nya tidak mau di periksa atau apalah. Alia paham betul tugas seorang polisi karena Alia bercita cita menjadi seorang Prajurit TNI atau seperti Rendi ini. Alia suka mempelajari tentang sesuatu Kemiliteran Alia mulai belajar menguasai segala sesuatu nya walau hanya membaca buku saja. tapi impian nya dia urungkan lebih memilih bekerja dari pada mengeluarkan uang begitu banyak untuk sekolah yang lebih tinggi dan dulu badannya masih gemuk tapi sekarang sudah tidak tapi terlambat bagi Alia.
Kembali ke Tempat Razia di jalan.
" Mana surat surat nya ? " Ucap Rendi tangannya meminta Alia untuk memberikan.
Alia Menghela napas ringan dia tahu Rendi jika bekerja selalu dengan muka datar dan cool tapi tetap ramah. Alia memberikan STNK, BPKB, Dan SIMnya Rendi melihatnya lalu tersenyum.
" Anak yang baik, selalu mentaati peraturan " Ucap Rendi dalam hati.
" Ini, surat kamu lengkap " ucap Rendi memberikan kembali kepada Alia.
" Jadi saya bisa pergi Sekarang ? " ucap Alia bertanya karena melihat teh Dina yang sudah beres diperiksa apalagi dari tadi Rendi menatapnya tanpa mengalihkan pandangan matanya pada Alia membuat jantung Alia tidak karuan.
" Aduh Ada apa sih nih, sama aku kenapa nih jantung nggak enak kayak gini sambil mengelus dadanya, lalu menggeleng-menggelengkan kepalanya. " ucap Alia dalam hati.
" Kenapa ? kamu sakit ? ada Yang sakit ? "Ucap Rendi sedikit panik melihat Alia mengelus dadanya dan kepala yang digeleng-gelengkan, lalu Rendi menepuk pundak Alia.
" Nggak Alia baik - baik saja bang " Ucap Alia dan menyingkirkan tangan Rendi dengan bahunya, lalu tersenyum.
Rendi mencondongkan tubuhnya lalu mengatakan
" Mau kemana ? jangan pulang malam-malam ! kabarin saya terus ! saya lagi operasi dulu,tapi kamu harus kabarin saya. Ucap Rendi dengan nada lembut mengatakannya . Telak sudah kalau Rendi sudah mengatakan kabarin saya ! berarti Alia harus kirim pesan bahwa dia ada disini dan sudah pulang atau belum. Dipandangan Alia mungkin Rendi seperti seorang kakak yang begitu perhatian menjaga adiknya. Alia menganggap, Rendi menjaganya karena Alia menjaga Amira.
" Iya, ya Sudah Alia pergi dulu mau main ke cafe ini. " Ucap Alia akan pergi.
" Jangan malam - malam " ucap Rendi tersenyum pada Alia walau selama ini senyumannya tidak pernah lebar.
" Iya bawal " Ucap Alia sambil berlalu kearah Rita dan Dina Rendi hanya melihat saja lalu ada lagi beberapa mobil dan motor yang datang kerah nya.
" Lama banget mbak ? itu bang Rendi yah nggak keliatan wajahnya pakai masker sih. " Ucap Rita melihat ke arah Rendi dan Rendi hanya mengibas- ngibas kan tangan nya seperti tukang parkir.
" Iya Bang Rendi, lagi tugas dia biasa ya sudah yuk jadikan nongkrong di cafenya ? " Ucap Alia
" Jadi, ayo cus berangkat ! Sambil melajukan motornya diikuti Alia 10 meter setelah meninggalkan razia tadi. Alia dan Dina melajukan motornya jalanan disini mulai sepi, tiba-tiba di arah belakang terjadi kejar kejaran antara polisi dan seorang pengendara motor.
Alia, Dina, dan Rita melihat kebelakang ada dua pengendara yang dikejar polisi. Polisi sudah berteriak-teriak tapi mereka tetap saja kabur.
" Teh, Rit cepat minggir ! ucap Alia berteriak karena orang yang dikejar menuju ke arah mereka. Dina buru-buru meminggirkan motornya.
" Teh akan aku coba hadang ! jadi tetaplah lah Disana." Alia berteriak agar terdengar. Kedua motor semakin mendekat jika Alia menghadang keduanya tidak mungkin. Jadi Alia memanggil Dina yang dekat dengan 1 pengendara, lalu Dina yang sudah menepi langsung tancap gas menghadang motor yang satunya lagi. Alia yang melihat itu langsung berkata "Bagus" teh sambil berteriak lalu Alia langsung tancap gas ! terlihat polisi sudah datang dan menangkap satu pengendara yang dihadang mbak Dina. Alia mengejar yang satunya lagi. sebenarnya Alia tak mau ikut campur, tapi karena dia sudah mendengar bahwa mereka seorang pengedar narkoba. Terdengar dari polisi yang berteriak-teriak, dengan posisi Alia dan Dina yang dekat dengan si pengendara yang dikejar maka Alia hanya akan menghadangnya saja agar lebih cepat tertangkap.
" Tangkap dia, tangkap, periksa dia ! saya akan kejar yang satunya lagi Ucap Rendi berteriak di motornya. Don ikutin saya ! " ucap Rendi yang melihat Alia mengejar pengendara dia begitu cemas.
Dilihatnya Alia yang terus mengejar.
Rendi melajukan motornya dengan kecepatan penuh agar bisa menghadang lebih cepat syukurnya jalanan sepi.
Brum Brum Brum pengendara yang satunya lagi mencoba kabur tapi Alia dengan baiknya menguasai motornya dengan percaya diri langsung menghentikan si pengendara.
Cekiittttt Alia memberhentikan si pengendara dengan menghadangnya .
" Berani kau menghadang saya! siapa kau?" ucap si pengendara berteriak yang berbadan besar dan muka galak.
" beraninya kau seorang wanita ! tunjuknya pada Alia Apakah kau seorang polwan" Ucap nya berteriak lagi.
" Turun kau ! Turun, turun saya bilang." Ucap Alia berteriak, Alia tidak pernah main-main dengan seorang penjahat.
Tibalah Rendi dan Doni melihat polisi datang. Si pria itu langsung panik tapi saat mau naik lagi ke motornya Alia langsung menengkas kakinya.lalu tersungkur lah dia ke motor nya.
Pria itu menengok dan amarahnya memuncak.
" Beraninya kau ! " teriak pria itu
Rendi dan Doni yang mendengar dia berteriak langsung akan menangkap tapi melihat Alia yang memberi kode seperti dulu saat perampokan membuat Rendi dan Doni diam.
" Siapa, Aku ? " Ucap Alia meledek
Si pria yang kesal langsung akan menonjok Alia tapi Alia menghindar lalu Alya melintir tangannya menendang punggung pria yang besar itu sampai tersungkur ke arah Rendi dan Doni.
Tiba juga polisi yang lain, yang langsung menyaksikan Alia yang menendang pria yang lebih besar dari tubuhnya padahal Alia seorang perempuan tapi bisa mengalahkan pria.
Huh Alia menghembuskan nafas lelah karena harus mengejar dan juga melawan pria ini.
Mereka semua tersenyum melihat Alia seorang perempuan hebat yang mereka kenal waktu membantu perampokan.
" Ahh " ucap Alia sambil merenggangkan leher dan tangan nya.
Setelah tersungkur Rendi langsung menangkapnya,tapi pria mencoba memberontak Rendi langsung melumpuhkan dengan membanting tubuh si pria dan memborgol nya.
" Bawa dia Don ! " ucap Rendi menyerahkan orang tadi
" Siap ! " Doni membawanya pergi
" Kau baik baik saja, kenapa kau selalu melarang ku untuk tidak ikut campur saat kau bertarung " Ucap Rendi karena spicless dengan pertarungan Alia yang jago dan sangat khawatir jika terjadi apa apa.
Rita dan Dina juga terlihat tiba Disana langsung menghampiri Alia dan memeluknya.
" Gila mbak... mbak jago bener dah make motornya, kayak pembalap saja lagi, terus langsung bisa ngalahin pas mau ditonjok sama laki-laki itu ucap Rita menunjuk dengan dagunya.
" Untuk muka mbak yang cantik ini nggak kenapa-napa. Kan sayang ! nanti bang Rendi nggak bisa lihat muka mbak yang cantik ini ! ucapnya pelan sambil menangkup kan tangan kanan ke wajah Alia sambil mencubitnya jadi bibir Alia terlihat monyong. Rita
Alia menggeleng-gelengkan agar tangan Rita menyingkir dari wajahnya.
" Rita kebiasaan deh sakit tahu " ucap Alia protes pipinya di cubit.
" Kamu ini, di gitu saja sakit ! gimana kalau kamu celaka coba tadi di motor ? kamu juga hampir aja di tonjok lagi ! Ucap Dina dengan nada sedikit meledek. Lain kali jangan ah! jangan berurusan sama penjahat lagi kamu tuh keseringan tahu ! bahaya Al, kamu kan perempuan. ucap Dina khawatir.
" Iya Teh, Iya maaf deh ! kebiasaan nih tubuhnya mau sendiri bantuin orang, apalagi kalau penjahat gini. " ucap Alia sambil mengelus punggung belakang Dina, meminta maaf karena Alia tahu niat teh Dina baik untuknya.
" Ooo alah, aduh mbak-mbak Ku ini. Dua-duanya jago deh, tadi aja mbak Dina langsung tancap gas biar hadang motornya untuk nggak berantem keburu datang polisi. Mbak Alia mah keren banget daaahh... Ucap Rita bangga dengan mereka tertawa bahagia.
Rendi tersenyum melihat persahabatan mereka, lalu menghampiri bersama rekannya setelah selesai melumpuhkan lawan dan membawa mereka oleh timnya .
" Wah terimakasih sudah membantu kami, ini neng neng cantik pada berani dan jago-jago nih ucap Pak Polisi bernama Suhayat kepada Alia dan lainnya.
" Ah terimakasih Pak ," ucap Teh Dina tersenyum
" Iya Terimakasih, sebagai warga negara kalian sudah membantu tugas seorang polisi seperti kami ! Ucap Rendi, bangga dengan mereka.
" Sama-sama Pak ! "Ucap mereka serempak
"Urusan kami disini sudah selesai, jadi kami pamit dulu pak, kami masih ada urusan pak ! hormat Dina menunduk, ayo Al, Rit teh Dina mengajak pulang."
" Baiklah silahkan ! berhati-hati lah jika urusannya sudah selesai, segeralah pulang ! " ucap Rendi sambil menatap Alia dingin tanpa berpaling, Alia yang dilihat hanya tersenyum membalas tatapan Rendi, dia tahu Rendi akan sangat marah melihat Alia tadi ! bagaimana tidak, dia membahayakan dirinya sendiri. Padahal Rendi disuruh bunda menjaga Alia.
" Baiklah. Mari Ayo Al ! melihat Alia yang diam karena terus ditatap Rendi.
Ayo Teh kata Alia langsung pergi kabur agar tidak bertatapan dengan wajah dingin Rendi lagi.
Saat mau naik motor Rita bicara
Rita Gilaaaa bang Rendi ! tatapannyaaaaaaa dingin banget sama mbak Alia ! ucap Rita berbisik pelan karena mereka masih ada disini menunggu kita pergi.
" Hahahaha Dina tertawa, Nah kan gimana tuh nasibmu ? " ucap Dina
" hmm " Auh ah pusing ! jawab Alia pasrah Tatapan dingin yang buat Alia kotar Katir takut. Jantungnya akhir-akhir ini merasa aneh saat Rendi terlalu perhatian. Alia tahu mungkin Rendi yang kehilangan kakak perempuannya juga menyayanginya seperti adik.
cepet ya lanjutnya
🙏🙏ya...saran aja tlg dirapiin lagi tulisannya... aq jg tau klo nulis novel, cerpen dll itu susah tp kn sayang bnget karyamu klo dah bagus2 tp kurang peminatnya cuma krna tulisannya kurang rapi...semangaaaatt terus buat brkarya..